
"Tidak punya bahan bagus, dia tidak terima orderan."
"Tidak sesuai selera, tidak terima orderan.."
"Tidak sabar menunggu dia juga tidak terima orderan."
"Itulah 3 syaratnya tuan,.."
ucap pelayan itu memberi penjelasan.
Fei Yang mengangguk, lalu dia menoleh kearah Hong Yi dan berkata,
"Kak pedang mu sudah patah kemaren, jadi aku mau pergi temui pandai besi itu, memintanya membuatkan pedang untuk mu."
"Kakak bantu siapkan perbekalan kita, nanti aku langsung susul kakak ke lokasi saja..gimana ?"
Hong Yi mengangguk dan berkata,
"Tidak masalah, paman guru atur saja yang menurut paman guru paling baik.."
Fei Yang mengangguk cepat dan berkata,
"Kalau gitu sampai ketemu nanti, aku pergi dulu.."
Hong Yi mengangguk kecil, dia.sudah malas berpikir, kini di seluruh pikirannya hanya ada Yue Feng.
Bagaimana caranya mereka bisa segera menemukannya, ini yang terpenting saat ini.
Fei Yang sudah bergerak cepat menuju sebelah barat Danau Tai Hu.
Tanpa kesulitan Fei Yang sudah menemukan pandai besi yang di carinya.
Karena di lokasi yang tidak terlalu ramai itu, satu satunya, toko pandai besi itu hanya toko yang ada di hadapannya ini.
Dengan tanpa ragu lagi, Fei Yang langsung menghampiri seorang pria berusia 40 an tahun,.yang sedang sibuk menempa besi di hadapannya.
"Paman, apakah paman adalah paman Yek ahli pandai besi terhebat di Jiang Nan ?"
tanya Fei Yang sambil memberi hormat kearah pria di hadapannya.
"Di bilang terhebat aku tidak berani, tapi aku memang bermarga Yek bernama Nan Thian,.."
"Dan aku punya 3 syarat apa kamu sudah dengar..?"
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Tentu paman,.. tentu aku sudah dengar.."
Pria itu menghentikan pekerjaannya dan berkata,
"Mana bahannya, dan kamu ingin di buatkan apa..?"
Fei Yang mengeluarkan kulit Kirin Api, lengkap dengan sisik nya yang masih utuh dan berkata,
"Aku ingin bahan ini di jadikan baju zirah pelindung tubuh, bisa. ?"
__ADS_1
Paman Yek menatap dengan terkejut, dia buru-buru memeriksanya sesaat kemudian dia berkata,
"Bukankah ini kulit Kirin api, jangan bilang ini Kirin api gua Ling Yun.."
Fei Yang tersenyum lebar dan berkata,
"Paman punya wawasan dan mata tajam, tepat sekali paman ini memang kulit mahluk itu."
"Selain ini, aku masih ingin paman menempa sebatang pedang bagus dengan tulang belakang ini.."
"Bagaimana apa paman tertarik untuk mengerjakan nya."
Paman Yek menyentuh tulang belakang Kirin api dengan tangan gemetaran dan berkata,
"Bisa tentu bisa, tapi aku katakan dari awal.."
"Pedang ini bila jadi, bisa menimbulkan keributan di dunia persilatan."
"Pedang ini mengandung roh Kirin api yang ganas, sehingga memiliki kekuatan dahsyat, dia akan membantu meningkatkan kekuatan pemiliknya beberapa kali lipat bila di pergunakan."
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Bukan masalah, yang penting paman tertarik dan bersedia mengerjakan nya.."
Paman Yek mengangguk cepat dan buru buru menyimpan kedua bahan itu seolah olah menemukan emas permata berharga.
Setelah itu dia menatap Fei Yang dan berkata,
"3 bulan, aku minta waktu 3 bulan, tepat 3 bulan kamu boleh kemari mengambilnya.."
"Biayanya 300 Tael perak, tidak boleh kurang,.."
Fei Yang meletakkan sebuah kantung didepan Paman Yek dan berkata,
"Ini 200 Tael perak silahkan,.. sisanya akan di lunasi saat barang jadi."
"3 bulan lagi aku akan kembali kesini..permisi.."
ucap Fei Yang sambil memberi hormat.
Kemudian dia langsung pergi meninggalkan tempat itu, menyusul Hong Yi ke gua Ling Yun, untuk menemaninya mencari Yue Feng.
Fei Yang dan Hong Yi terus mencari tanpa lelah, hari hari berlalu dengan cepat, tidak terasa 3 bulan sudah berlalu.
Pagi itu di depan gua Ling Yun Fei Yang menyerahkan sebungkus kain dan sebilah pedang bergagang indah, dan masih tersimpan rapi di dalam sarung pedang nya.
"Hong Yi,.. Ini adalah pedang dan baju Zirah yang akan sangat bermanfaat bagi mu,"
"Kamu terima lah dengan baik,.."
ucap Fei Yang sambil menyerahkan kedua barang itu ke Hong Yi.
Hong Yi menerimanya dan berkata,
"Terimakasih paman, tapi apa isi bungkusan ini..?'
__ADS_1
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Kamu boleh lihat dan mencobanya termasuk pedang ini."
Hong Yi membuka bungkusan itu, didalamnya berisi sebuah baju zirah pelindung dada dan punggung yang mengeluarkan sinar kuning kemerahan, yang berasal dari sisik sisik halus yang indah.
"Kamu boleh coba mengenakannya, nanti aku akan membantu mu menguji nya."
ucap Fei Yang serius.
Hong Yi mengangguk dia langsung mencoba rompi itu, kemudian berdiri menunggu Fei Yang mengujinya.
Fei Yang memunculkan pedang merah dan biru di kedua tangan, kemudian dia menebaskan nya kearah Hong Yi dengan cepat.
Tubuh Hong Yi langsung terpental mundur puluhan meter, dia tidak sanggup menahan serangan jurus pembelah gunung, dari tehnik Tarian pedang Naga Es dan Phoenix Api.
Tapi meski terpental, keadaan Hong Yi baik baik saja, dia sama sekali tidak terluka.
Hong Yi sangat kaget juga girang dengan kekuatan rompi baru itu.
Fei Yang sendiri tersenyum puas dan berkata,
"Sekarang kamu coba pedang baru mu itu kak,.."
Hong Yi mengangguk, dia mencabut pedang dari dalam sarung pedang nya.
Begitu pedang tercabut seberkas cahaya api berkobar menyelimuti seluruh badan pedang langsung terpancar keluar.
Selain itu juga ada suara raungan Kirin api saat pedang ditarik keluar dari sarungnya.
Hong Yi merasa ada aliran tenaga kuat yang tiada henti masuk dan berputaran dalam tubuhnya.
Saat Hong Yi mencoba memainkan jurus pertama tarian naga es dan Phoenix Api.
Sebuah batu besar yang berjarak puluhan meter, langsung meledak hancur berkeping-keping.
Saat di lintasi oleh hawa pedang Kirin api ditangannya.
Hong Yi menatap dengan kagum kearah sebatang pedang, yang bersinar merah indah di dalam genggamannya.
Di bagian badan pedang, terlihat ada ukiran lukisan Kirin api yang sangat persis dengan aslinya.
Hong Yi menatap dengan penuh kagum sebelum dia menyimpannya kembali kedalam sarung.
Begitu pedang tersimpan, kekuatan yang mengalir deras dalam tubuhnya seketika ikut lenyap.
Pahamlah Hong Yi, tenaga itu sebenarnya berasal dari pedang pusaka nya ini.
Fei Yang menatap Hong Yi dan berkata dengan hati-hati,
"Hong Yi kita sudah mencari hampir 3 bulan lebih tanpa hasil, aku rasa kakak Feng sudah tiada."
"Bagaimana bila kita buatkan nisan di depan gua, ? anggaplah gua ini sebagai peristirahatan terakhirnya."
"Setelah itu kita bisa lanjutkan perjalanan kita, untuk menyelesaikan tugas kita yang berikutnya.."
__ADS_1
Hong Yi langsung menjatuhkan diri nya berlutut di hadapan Fei Yang dan berkata,
"Hong Yi setuju dengan pendapat paman guru, soal makam kak Feng."