PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
SUNGAI DANGKAL BERAIR HITAM


__ADS_3

"Aihhhhh,...!"


terdengar suara teriakan ketakutan Wei Wen dari balik hutan.


Fei Yang langsung melesat menghilang kedalam hutan.


Saat tiba di tempat asal suara teriakan, Fei Yang melihat tubuh Wei Wen sedang di lilit oleh seekor ular hijau raksasa.


Ular itu sedang menentang kan mulutnya lebar lebar bersiap siap mencaplok kepala Wei Wen.


Melihat hal ini Fei Yang langsung melesatkan dua sinar biru merah melesat kearah leher dan kepala ular itu.


Moncong ular yang terkena sinar biru langsung membeku,. sedangkan lehernya yang terkena sinar merah langsung mengeluarkan bau sangit daging di bakar.


Tubuh Wei Wen yang terlepas dari lilitan ular raksasa itu, langsung terjatuh kebawah.


Fei Yang dengan cepat maju menyambutnya, Wei Wen yang terjatuh ke bawah masuk kedalam pelukan Fei Yang, yang meraih pinggang nya, sambil terbang mundur menjauhi ular tersebut.


Wei Wen yang berada dalam pelukan Fei Yang, menatap Fei Yang dengan tatapan penuh kagum dan berterima kasih.


"Kak Fei Yang makasih ya,.."


ucap Wei Wen tertunduk malu.


Saat Fei Yang menurunkannya keatas tanah.


sambil melepaskan tangannya dari pinggang Wei Wen yang langsing.


"Lain kali jangan bertindak sembarangan lagi, terutama di tempat berbahaya seperti ini.."


tegur Fei Yang pelan.


Sepasang mata Fei Yang menatap tajam kearah ular hijau raksasa yang terlihat kesakitan.


"Arghhh,...!!"


Sambil berteriak marah.


Ular hijau raksasa yang kesakitan terkena serangan Fei Yang, langsung menerjang kembali kearah Fei Yang, sambil mementangkan moncongnya lebar lebar.


Fei Yang menghentakkan energinya, sehingga tercipta ribuan pedang energi biru merah berputaran di sekitarnya.


Saat jari telunjuk dan jari tengah Fei Yang, di dorongkan kedepan.


Maka ribuan pedang merah biru, terlihat melesat maju kedepan, untuk menyambut terjangan ular hijau raksasa tersebut.


Ular itu tubuhnya jatuh terkapar di depan Fei Yang, menimbulkan suara hiruk pikuk dan tanah sampai bergetar hebat, akibat di timpa tubuh ular raksasa tersebut.


Seluruh tubuh ular raksasa yang tertembus energi pedang Fei Yang, meninggal luka berlubang di mana mana dan terus mengucurkan darah.

__ADS_1


Ular tersebut terbaring di sana diam tidak bergerak lagi, karena sudah tewas.


Zhao Heng dan pemuda penunjuk jalan yang bernama Junta itu, saat tiba di lokasi.


Mereka semua terbelalak ngeri melihat bangkai tubuh ular raksasa itu.


Sesaat kemudian Junta segera mengeluarkan sebilah belati tajam dari pinggang nya.


Lalu dengan hati hati dia mencongkel kening ular hijau raksasa yang sudah tewas itu.


Dari dalam kening ular hijau raksasa itu, junta mengeluarkan sebuah benda bulat berlumuran darah.


Tapi setelah benda bulat sebesar bola pingpong itu di guyur air minum, benda bulat itu langsung mengeluarkan cahaya kemilau kehijauan.


"Tuan ini adalah mutiara ular hijau, punya khasiat sebagai penawar racun.."


ucap Junta sambil menyerahkan ke Fei Yang.


Fei Yang hanya melihatnya sekilas dan berkata,


"Kamu yang menemukan nya, bila kamu suka ambil aja buat kamu.."


"Enak aja gak bisa,.. ini punya ku, gak ada aku yang maju, gak kan ada ular hijau ini.."


"Jadi mutiara ini hak ku.."


ucap Wei Wen cepat sambil memegang mutiara hijau itu ditangannya.


ucap Wei Wen sambil meletakkan selembar cek, senilai 500 Tael perak kedalam tangan Junta.


Junta yang tadinya agak kecewa, tapi setelah melihat cek di tangannya, dia langsung tersenyum gembira.


"Terimakasih,.. terimakasih tuan putri.."


Wei Wen tersenyum dan berkata,


"Kertas itu dirumah ku masih banyak, ditempat ini juga gak berguna, kamu simpan saja tak perlu berterimakasih.."


"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita.."


Junta mengangguk cepat, lalu segera membawa Fei Yang dan kedua temannya bergerak memasuki area hutan yang lebih dalam lagi.


Di bagian lebih dalam ini, kabut beracun semakin tebal dan terdiri dari berbagai macam warna.


Sepanjang jalan terpaksa mengandalkan pukulan telapak tangan kosong Fei Yang untuk membuyarkan kabut beracun tersebut.


Fei Yang tidak perlu terlalu khawatir dengan Wei Wen lagi, karena dengan menyimpan mutiara ular hijau itu.


Wei Wen kini bebas bergerak tanpa harus khawatir dengan racun racun yang ada di dalam hutan tersebut.

__ADS_1


Sedangkan akar rambat tidak ada yang berani bergerak, saat mencium aura berbahaya yang terpancar dari tubuh Fei Yang.


Lewat aura ini, tanaman tanaman itu, bisa mendeteksi.


Bagaimana Fei Yang melakukan pengrusakan dan penghancuran, semua tanaman akar rambat, yang terletak di bagian luar sana.


Rombongan kecil itu terus bergerak, hingga tiba di sebuah sungai dangkal yang airnya berwarna hitam gelap.


Tapi sungai yang lebih mirip rawa ini sangat lebar, untuk Fei Yang yang bisa terbang hal itu tentu bukan masalah.


Tapi pasukan keluarga Guo, dan pasukan kerajaan Tay Li, jelas tidak mampu untuk melewati sungai luas ini.


Wei Wen yang penasaran melihat sungai berwarna air hitam kelam.


Dia berjongkok di tepi sungai, mengulurkan tangannya mencoba menyendok air hitam itu dengan kedua tangannya yang di tangkupkan.


Tapi hasil air yang tertampung di tangan nya berwarna putih jernih, hingga terlihat jelas telapak tangannya yang putih halus kemerahan.


"Kak Yang lihat air ini sangat jernih kok,.. gak hitam seperti yang terlihat.."


ucap Yi Wen sambil kembali mencoba menyendok air di hadapan nya lagi, untuk di tunjukkan ke Fei Yang.


"Aduh , .!"


jeritnya kesakitan.


Darah menetes ke dalam sungai di hadapannya, akibat kulit dan daging di tangannya robek, seperti di sayat pisau tajam.


Hampir di saat bersamaan begitu air di hadapannya terkena tetesan darah, air di sekitarnya beriak hebat.


Tiba-tiba dari dalam sungai berair hitam kelam itu, melompat keluar puluhan ekor ikan seukuran telapak tangan.


Ikan ikan itu membuka moncongnya lebar lebar, memamerkan giginya yang runcing dan tajam berkilauan seperti gigi besi.


Ikan ikan itu dengan ganasnya terbang kearah wajah Wei Wen yang terduduk disana dengan wajah pucat dan kaget.


Beruntung Fei Yang yang bermata tajam, sudah melihat bahaya itu, saat melihat air sempat beriak.


Sehingga dia sudah waspada lebih dulu, begitu ikan itu terbang keluar dari dalam sungai menyerang kearah Wei Wen.


Fei Yang Langsung mengibaskan tangannya kedepan, seberkas cahaya putih berkilauan melesat keluar dari telapak tangan Fei Yang.


Langsung melintas melewati tubuh ikan yang beterbangan di udara.


Ikan ikan yang tubuhnya di lewati oleh cahaya putih berkilauan itu, langsung terbelah dua.


Potongan tubuh ikan ikan itu jatuh kembali kedalam sungai itu.


Begitu potongan tubuh ikan itu terjatuh kedalam air, air di sekitar itu langsung bergolak hebat.

__ADS_1


Terlihat tubuh ikan ikan bergigi runcing itu pada berlompatan memperebutkan potongan tubuh temannya sendiri..


__ADS_2