
Fei Yang tertawa dingin dan berkata,
"Hari ini aku ada urusan penting menyingkirlah, bila tidak kamu pasti akan menyesal..!"
Tidak semudah itu anak muda, aku di sini memang khusus datang untuk menyelesaikan hutang lama kita.
Ouwyang Li mengulurkan tangan kanannya kesamping,. dari arah langit muncul sebuah cahaya yang turun menyinari tangan Ouwyang Li.
Cahaya tersebut kemudian memadat dan membentuk sebatang Tombak yang ujung mata tombaknya berbentuk seperti lidah ular.
Setelah tombak terbentuk, dia langsung menghilang dari posisi nya, yang tadinya berdiri diatas punggung burung purba itu.
Saat muncul lagi, dia sudah berada di depan Fei Yang.
Ouwyang Li melancarkan puluhan tusukan kearah tubuh Fei Yang, dengan menggetarkan tombaknya menjadi puluhan bayangan cahaya hijau.
Berusaha mengurung dan membatasi pergerakan Fei Yang.
Fei Yang yang khawatir serangan itu akan melukai tunggangannya.
Dia langsung menggunakan sepasang pedang merah birunya melakukan tangkisan beruntun memaksa mundur Ouwyang Li.
Setelah itu dia melakukan pengejaran dengan jurus Naga Es dan Phoenix Api membelah gunung.
Tidak tanggung-tanggung Fei Yang langsung menyerang beberapa titik lemah dari Ouwyang Li
Sambil mengerahkan puncak kekuatan nya api dan es penghancur semesta.
Ouwyang Li yang tidak sempat menghindar terpaksa menggunakan tombak.di tangannya untuk menangkis serangan Fei Yang.
Saat kedua kekuatan mereka beradu di udara, Fei Yang masih tetap berada di posisinya.
Sedangkan Ouwyang Li terpental mundur, hingga harus bersalto di udara membuang kekuatan daya dorong serangan Fei Yang.
Fei Yang yang sedang memburu waktu, tidak punya banyak waktu bermain main dengan Ouwyang Li.
Dia segera melakukan pengejaran dengan serangan tebasan merah biru kearah Ouwyang Li yang sedang bersalto di udara.
Lalu Fei Yang sendiri menghilang, kemudian muncul dari delapan penjuru mengepung dan menyerang Ouwyang Li dengan pedang api dan es yang di isi kekuatan intisari langit dan bumi.
Ouwyang Li yang terkepung juga membelah diri menjadi delapan, untuk menangkis serangan dari delapan arah, dan melakukan serangan balasan dengan menusukkan tombak cahaya hijau nya ke 8 bayangan Fei Yang.
Memanfaatkan serangan balasan Ouwyang Li, Fei Yang memberikan dua tusukan telak kearah dada dan leher Ouwyang Li.
Ouwyang Li tidak sempat menghindar lagi,.dia hanya bisa memilih membiarkan tusukan pedang Fei Yang tepat mengenai sasaran.
__ADS_1
Karena tombak cahaya hijaunya saat ini sedang bergerak menyerang 8 bayangan Fei Yang yang sedang mengurungnya.
Dia tidak menyangka itu adalah ilusi, sedangkan serangan asli malah datang dari bayangan ke 9 yang menyatu dengan bayangan ke 8.
"Teng,..!! Teng,...!!"
terdengar pedang Fei Yang seperti membentur logam keras.
Ouwyang Li meski memiliki kekebalan tubuh sekuat baja,.sehingga tidak bisa di tembus senjata.
Tapi dia tidak bisa mencegah kekuatan tenaga sakti api dan es menyerang organ dalam tubuhnya.
Tubuh Ouwyang Li terpental, terbanting keatas tanah menimbulkan sebuah ledakan besar.
Tanah yang menahan pendaratan punggung Ouwyang Li, meledak menimbulkan sebuah lubang cukup dalam dengan tubuh Ouwyang Li terbaring di sana.
Ouwyang Li berusaha untuk bangkit duduk, tapi dia terbatuk batuk dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Fei Yang sudah bersiap memberikan tebasan terakhir, tapi suara pekik kesakitan Kim Tiaw, yang sedang terlibat pertarungan melawan burung purba yang bisa menyuburkan api.
Membuat Fei Yang harus mengalihkan serangannya yang tadi nya hendak diarahkan ke Ouwyang Li yang terlihat sekarat.
Tapi di detik terakhir malah berubah arah menuju burung purba itu.
Baru saja burung purba bergerak mundur dua bayangan merah biru langsung melesat lewat di hadapannya.
Burung yang cerdik itu langsung terbang tinggi keangkasa menjauhi Fei Yang dan Kim Tiaw.
Kim Tiaw terpaksa mendarat hinggap hinggap diatas batu besar, kerena kedua bahunya yang cedera terasa sakit, bila di gerakkan buat terbang.
Setelah berhasil menyelamatkan Kim Tiaw, Fei Yang mengalihkan kembali perhatiannya terhadap Ouwyang Li yang sedang duduk bermeditasi menyembuhkan luka dalamnya.
Fei Yang mengangkat pedang biru menghadap langit, pedang merah menghadap bumi, dua kekuatan dahsyat mengalir masuk kedalam kedua pedangnya.
Fei Yang kemudian menebaskan kedua pedangnya secara berlawanan arah.
Pedang merah di gerakan keatas, sedangkan pedang biru di gerakkan kebawah.
Serangan pedang biru memunculkan bayangan Naga Es, sedangkan pedang merah memunculkan bayangan Phoenix api.
Keduanya melesat cepat bergerak menerjang kearah Ouwyang Li yang sudah terlihat pasrah.
Ouwyang Li awalnya mengira dengan meningkatnya kemampuan tenaga dalam yang dia latih siang malam.
Di tambah dengan senjata barunya tombak cahaya biru, dia yakin bisa mengimbangi bahkan mengalahkan Fei Yang.
__ADS_1
Tapi kenyataannya berbicara lain, ternyata kemampuan Fei Yang justru berkembang jauh meninggalkan dirinya.
Seiring dengan berkembangnya pengalaman bertarung Fei Yang menghadapi banyak orang sakti yang memiliki kemampuan diatasnya.
Kini Ouwyang Li hanya bisa berharap dua rekannya yang lain, bisa membantunya mengatasi keganasan Fei Yang.
Di saat genting muncul dari langit sebuah bayangan telapak tangan raksasa, bergerak datang menangkis sekaligus menghancurkan kekuatan serangan Fei Yang.
"Boom,...!!
Terjadi ledakan keras akibat benturan dahsyat pertemuan dua kekuatan besar beradu di udara.
Tubuh Ouwyang Li yang berada paling dekat dengan tempat benturan, langsung terpental terkena ledakan dahsyat pertemuan kedua tenaga raksasa itu.
Tubuh Ouwyang Li terbanting bergulingan diatas tanah,.tapi dia masih sanggup merangkak bangun.
Karena dia memiliki ilmu kebal yang di dapatnya dengan, berendam racun dan akar obat yang menjadi tanaman favorit, yang rutin di konsumsi oleh kodok emas.
"Amitabha,..!!"
"Anak muda,.. kita kembali bertemu lagi,..!!"
ucap sebuah suara yang datang dari balik awan.
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Masih berani muncul,.. Vipasana nyali mu tidak kecil.."
"Ku harap kali ini.kamu tidak kembali mencoba melarikan diri.
Kemunculan Vipasana yang menarik perhatian Fei Yang, membuat burung raksasa purba,.diam diam kembali bergerak ingin menyerang Kim Tiaw.
Tapi sebelum dia sempat bergerak menyerang Kim Tiaw,.tiba tiba bahunya di cengkram oleh sesosok mahluk raksasa berwarna hitam.
Cakar yang berkuku tajam panjang dan besar, mencengkram erat hingga menembus ke daging dan tulang."
"Kaakkk,. Kaaakkk,..Kaaakkk...!!"
Teriak burung purba menjerit kesakitan, dengan suaranya yang cempreng.
Dia hanya bisa meronta lemah, sebelum sebuah moncong raksasa datang mencaplok kepalanya, Lalu sepasang cakar mahluk itu yang kuat menarik tubuh Burung purba itu hingga terbelah dua.
"Tuan muda aku datang membantu mu, untuk membayar budi..."
terdengar suara dari angkasa yang berasal.dari Naga Hitam Raksasa, yang sedang bergerak meliuk liuk berputaran di angkasa.
__ADS_1