
Pagi itu terlihat di sebuah lapangan yang luas di luar hutan sebelah selatan, terlihat pasukan gabungan keluarga Guo dan pasukan kerajaan Tay Li telah berbaris rapi di sana.
Mereka siap menunggu perintah dari pangeran Zhao Heng dan pangeran Duan Zhen Ming, putra mahkota dari raja Duan Xi Ping.
Raja Duan Xi Ping sendiri tidak ikut serta, di wakilkan kepada putranya.
Fei Yang dan Wei Wen juga ikut mendampingi Pangeran Zhao Heng.
Di bawah komando Zhao Heng dan Duan Zhen Ming, 80.000 pasukan gabungan itu mulai bergerak, mengikuti pimpinan mereka memasuki kawasan hutan, yang seumur hidup belum pernah mereka masuki.
Pasukan itu sudah di bekali berbagai macam obat anti racun dan serangga yang di oleskan ketubuh mereka.
Mereka bisa memasuki hutan tropis yang penuh binatang beracun dengan lebih tenang.
Nyamuk ular kelabang dan serangga beracun lainnya menjauh saat mencium aroma obat yang keluar dari tubuh pasukan gabungan itu.
Sepulang dari pemantauan langsung, Zhao Heng memang langsung melakukan perundingan dengan raja Tay Li.
Hasilnya pakar racun dan obat obatan di negara Tay Li memproduksi salep anti racun secara massal untuk pasukan yang akan di berangkatkan menyerang pemberontak dari selatan.
Tanpa mengalami hambatan berarti pasukan gabungan akhirnya tiba di kawasan kabut beracun.
Saat tiba di kawasan ini, mereka terpaksa mengandalkan pukulan udara kosong Fei Yang, untuk membantu mereka melewati area tersebut.
Melewati kawasan kolam kabut beracun mereka melintasi kawasan akar hutan rambat yang sudah hangus dan hancur di babat Fei Yang.
Kawasan hijau itu, kini berubah menjadi kawasan gosong.
Mereka semua dapat melewati kawasan itu dengan tenang hingga akhirnya mereka tiba di sungai dangkal berair hitam.
Di sini seluruh pasukan gabungan langsung sibuk membuat perahu dari batang kayu, sebagai alat bantu mereka untuk menyeberangi sungai itu.
Saat perahu siap dan mereka semua bergerak menyeberangi sungai.
Mereka selalu menaburi bubuk kuning di kedua sisi perahu mereka.
Aroma menyengat dari bubuk kuning yang mirip telur busuk, atau bau belerang.
Membuat mahluk mahluk berbahaya di dalam sungai hitam tidak ada yang berani mendekat.
Rombongan itu akhirnya berhasil mencapai pinggiran sungai di seberang sana tanpa gangguan.
Perjalanan menjadi lebih mudah karena mereka sudah melakukan persiapan.
Selain itu beberapa bahaya besar yang menghadang sudah di bereskan oleh Fei Yang.
__ADS_1
Sehingga rombongan pasukan gabungan tanpa kesulitan akhirnya tiba di tepi tebing air terjun.
Mereka menunggu hingga hari gelap baru menggunakan tali menuruni tebing air terjun yang cukup tinggi dan curam.
Pasukan keluarga Guo yang terlatih paling dulu tiba di dasar tebing.
Mereka dengan berendap endap berenang menuju pinggiran kolam air terjun, bersembunyi di balik bebatuan, untuk mengamankan wilayah sekitar tempat tersebut.
Pasukan keluarga Guo bersiaga di balik bebatuan menunggu rekan mereka dari kerajaan Tay li.sudah berkumpul semua.
Bila mendapatkan kode perintah mereka baru akan bergerak.
Menjelang subuh akhirnya pasukan keluarga Guo mulai bergerak sesuai dengan rencana yang sudah di buat oleh Zhao Heng dan Duan Zhen Ming.
Begitu muncul 5000 pasukan keluarga Guo tanpa henti melepaskan anak panah, menyerang para pasukan penjaga kerajaan Pagan.
Pasukan penjaga kerajaan Pagan yang tidak siap langsung berjatuhan.
Setelah pasukan lapis pertama bergerak pasukan lapis dua.dari.pasukan bertombak kerajaan Tay Li.
Mulai bergerak maju, menggunakan tameng sebagai perisai bagi pasukan panah, untuk bisa terus bergerak memasuki jantung pertahanan, pasukan kerajaan Pagan.
Sedangkan pasukan lapis 3 adalah pasukan pedang kerajaan Tay li yang di tugaskan untuk melakukan pembakaran di mana mana.
Sebagian lagi merangsek kedepan memberikan dukungan pada barisan di depan mereka.
Dengan tertib pasukan itu terus bergerak merangsek ke jantung pertahanan sambil terus melakukan pembakaran.
Tapi anehnya dari dalam pondok pondok darurat, tidak ada teriakan panik pasukan kerajaan Pagan yang berhamburan keluar,.akibat pondok mereka terbakar.
Suasana tetap tenang, hingga muncul teriakan pasukan keluarga Guo yang berada di baris depan.
"Gudang ransum musuh kosong..!!"
Mendengar teriakkan itu Zhao Heng dan Duan Zhen Ming yang dari awal penyerangan merasa heran
Mereka berdua menjadi semakin curiga ada sesuatu yang tidak beres.
Setelah saling pandang antara Zhao Heng dan Duan Zhen Ming, yang seolah olah memperoleh kesepakatan.
Dengan serentak setelah saling mengangguk, mereka langsung berteriak kearah pasukan mereka,
"Mundur,..! mundur ,..! Mundur semuanya...!!"
Mendengar teriakkan dari atasan mereka, pasukan Keluarga Guo dan pasukan kerajaan Tay Li.
__ADS_1
Mereka semua bergerak mundur dengan teratur.
Tapi baru saja mereka bergerak mundur.
Suara hiruk pikuk dan api obor yang di nyalakan muncul di mana mana, dalam sekejab tempat itu menjadi terang benderang
Di saat bersamaan, anak panah yang di lepaskan dari segala arah pun berhamburan mengincar mereka semua.
Satu persatu pasukan keluarga Guo dan pasukan kerajaan Tay Li yang terkena anak panah, langsung jatuh berkelenjotan di atas tanah.
Karena anak panah yang di lepaskan oleh pasukan kerajaan Pagan mengandung racun mematikan.
"Pasukan tameng maju,...!!"
"Berikan perlindungan,..!!"
teriak Zhao Heng memberi perintah, saat dia melihat pasukan gabungan banyak yang menjadi korban, keganasan anak panah pasukan Pagan.
Semua pasukan tameng dengan sigap bergerak maju memberi perlindungan, agar pasukan panah dapat bergerak mundur menyelamatkan diri.
Berkat kerjasama apik akhirnya pasukan panah berhasil mundur dengan selamat.
hampir 1000 personil pasukan panah keluarga Guo yang gugur di baris depan..
Sedangkan pasukan tombak perisai kerajaan Tay Li, yang tadinya berjumlah 10.000 kini tersisa 9500 orang..
Mereka kehilangan 500 personil.
Serangan gelombang panah dari pasukan kerajaan Pagan berhenti, setelah melihat pasukan Song dan Tay Li berhasil mundur dengan selamat di lindungi pasukan tameng.
Tiba-tiba serangan gelombang kedua musuh tiba, mereka melepaskan ribuan ekor harimau, Black panther, macan tutul, beruang, untuk menerjang menerkam dan membunuh pasukan tameng tanpa ampun.
"Hai kalian dari kerajaan biadab dan antek anteknya, menyerahlah bila ingin selamat..!!"
"Bila tidak,..! tempat ini akan menjadi kuburan kalian..!!"
Teriak seorang gadis cantik berpakaian kulit harimau, muncul dari atas tebing.
Sesaat setelah teriakannya berkumandang, tali tali yang di gunakan untuk naik turun dari puncak tebing air terjun semuanya berjatuhan kebawah.
Menyusul jatuhnya tali tersebut dari sekitar tebing lembing lembing tajam mengandung racun berhamburan kearah pasukan baris belakang di tepi air terjun.
Korban kembali berjatuhan dari pihak pasukan kerajaan Song dan Tay Li yang berada di barisan belakang.
Pangeran Zhao Heng dan Duan Zhen Ming saling pandang dengan wajah pucat.
__ADS_1