
"Kamu itu yang punya ibu lahir tidak punya ibu ngajar.."
"Bila bukan memandang ibu kandung mu adalah saudara seperguruan ku, paman. mu adalah kakek paman guru ku.."
"Sudah dari tadi ku ambil lidah mu, untuk membersihkan mulut kotor mu itu.."
Bentak Ye Hong Yi tidak kalah pedas.
Ye Hong Yi yang berwatak keras galak emosional, tentu saja tidak terima dengan ucapan Li Sun barusan.
Apalagi saat melihat kondisi murid murid tak berdosa Xu San yang mengenaskan.
Emosi Hong Yi semakin tak terkendali..
"Sun ke ke,.. kenapa harus begini..!?"
"Bukankah aku sudah jelaskan malam itu, aku hanya menganggap mu kakak, tidak lebih.."
"Mengertilah aku hanya mencintai dia.."
ucap Zi Zi sedih,. dengan airmata bercucuran.
Kini Zi Zi mulai menyesal, kedatangannya justru membawa petaka yang mengacaukan ketenangan di Xu San Pai.
"Ohh inilah nenek yang bisa melahirkan tidak bisa ajari anak itu.."
"Pantas anaknya begitu, karena ibunya tidak kenal aturan dan tidak tahu malu.."
"Kamu mau potong ludah ku, kemarilah silahkan ambil.."
"Kamu pikir aku takut..?"
"Bocah biadab rasakan..!!"
bentak Ye Hong Yi sambil mencabut pedang Kirin api nya.
"Groowaaarrrrrrr..!!!"
begitu pedang tercabut langsung terdengar Geraman Kirim api memenuhi tempat itu.
Saat pedang di tebaskan kearah Li Sun, bayangan seekor kirin api langsung melesat berlari diudara, sebelum menerkam ganas kearah Li Sun.
Ye Hong Yi sendiri menyusul dengan pedang nya yang berubah menjadi titik titik hujan menerjang kearah Li Sun.
"Kebijaksanaan Buddha Tiada Tara.."
Sebuah bayangan Cakra Emas muncul berputaran diatas kepala Li Sun.
Sebuah Cahaya hitam keemasan yang membentuk gambar Swastika, melesat keluar dari sepasang telapak tangan Li Sun, saat dia mendorongkan tapak terbuka nya kedepan.
Cahaya Swastika seperti pisau energi tajam, langsung membelah bayangan kirim menjadi empat keping.
Seterusnya bergerak menghancurkan titik titik hujan energi pedang Hong Yi.
"Rooaaarrrrrrr...!"
"Booomm..!"
Sebelum cahaya Swastika menghantam Hong Yi yang sedang terkejut.
Tubuhnya sudah ditarik kebelakang, terlempar menjauhi arena.
Sebagai gantinya, Yue Feng muncul di sana, seluruh tubuhnya terlihat di kelilingi oleh 9 bola matahari kecil.
Sepasang tapak terbuka nya, di dorongkan kedepan.
Seekor Naga emas raksasa melesat menyemburkan api menghalau bayangan Swastika di hadapan nya.
Bayangan Swastika buyar, Naga Emas yang mengejar dua bola matahari meluncur deras menerjang kearah Li Sun.
Ini adalah jurus.
__ADS_1
"Naga Langit mengejar mustika..!"
Li Sun yang melihat hal itu dengan tenang dia membentuk mudra, kemudian mendorongkan Cakra di atas kepalanya menyambut kedatangan dua bola matahari dan naga raksasa yang mampu menyemburkan api ganas itu.
"BLazzzz...!"
"BLazzzz...!"
"BLazzzz...!"
Bola matahari terbelah hancur, begitu pula dengan Naga Emas raksasa' juga terpotong jadi dua.
Cakra yang mengeluarkan kekuatan magis itu, masih bergerak menerjang kearah Yue Feng.
Yue Feng yang tidak sempat menghindar lagi, langsung membentuk sebuah kubah perisai yang di kelilingi oleh 9 bola matahari kecil, yang bergerak berputar putar.
Mirip 9 planet mengelilingi lintasan matahari.
Di dalam kubah pelindung seluruh tubuh Yue Feng masih di lindungi oleh hawa Ih Jin Jing.
Untuk menguatkan otot tulang kulit dagingnya, serta membantu meningkatkan kekuatan 9 mataharinya.
"Boommm..!"
Terjadi ledakan keras saat Cakra menghancurkan 9 matahari kecil dan menembus kubah cahaya pertahanan Yue Feng.
Cakra yang memiliki kekuatan magis aneh berhasil menembus pertahanan Yue Feng.
Kini Cakra terlihat terjepit di antara dua telapak tangan Yue Feng beberapa centi di depan dadanya.
"Booommm...!"
"Booommm...!"
"Booommm...!"
"Booommm...!"
"Booommm...!"
"Booommm...!"
"Arrgghh..!"
jerit Yue Feng tertahan sebelum tubuhnya terlontar mundur, di terjang oleh Cakra Emas.
Cakra Emas masih bergerak mengejar kearah Yue Feng yang sedang terpental mundur.
"Hentikan...!"
teriak Zi Zi yang tiba tiba muncul menghadang di depan Yue Feng, sambil membentangkan sepasang tangannya lebar lebar.
Siap menerima Cakra Emas itu dengan tubuhnya.
"Zi Zi jangan...!"
teriak Ye Hong Yi kaget, tapi tidak sempat mencegah gadis nekad itu.
Untung nya saat Cakra tinggal satu Cun di depan dada Zi Zi Cakra itu bergerak berputar-putar diam di tempat.
Tidak melanjutkan pergerakan nya, mengejar Zi Zi.
"Adik Zi Zi apa yang kamu lakukan..!?"
tegur Li Sun dengan wajah cemas.
"Bukankah kau hanya menginginkan aku kembali ke sisi mu..!?"
"Hentikan ini semua..!"
"Aku akan ikut dengan mu..!"
__ADS_1
"Atau kamu boleh bawa pulang jasad ku..!"
ucap Zi Zi tegas.
Li Sun tersenyum lebar,.dia menarik kembali senjata Budha nya dan berkata,
"Baik aku setuju, mari kita kembali ke Yu Ni Feng.."
"Tidak aku ingin ke pulau ikan.."
ucap Zi Zi tegas.
"Baik,..baik.. bukan masalah, kita ke pulau ikan juga boleh.."
ucap Li Sun yang terlihat gembira.
"Zi Zi jangan bodoh, jangan ikut dengan nya, Thian Er akan segera kembali.."
ucap Hong Yi kaget, berusaha mencegah Zi Zi ikut dengan Li Sun.
"Tutup mulut mu nenek tidak tahu malu.."
"Atau kamu ingin ku robek robek mulut mu itu..?!"
bentak Li Sun dengan alis berkerut.
"Sun ke ke jaga sikap dan ucapan mu..!"
bentak Zi Zi marah.
Li Sun menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah ayo kita pergi.."
Zi Zi mengangguk, lalu dia berjalan menghampiri Li Sun dengan langkah berat.
"Zi Zi jangan...jangan..lakukan itu..demi tuhan kamu akan menyesal nak..jangan..!"
teriak Hong Yi dengan wajah pucat, airmata mulai meleleh membasahi wajahnya.
Dia tahu Zi Zi lakukan pengorbanan itu, demi keselamatan mereka semua nya.
Zi Zi menoleh kebelakang menatap kearah Ye Hong Yi dengan tatapan mata sedih dan tak berdaya.
"Bibi Paman terimakasih banyak, maafkan Zi Zi, Zi Zi pergi dulu.."
"Jaga diri paman dan bibi baik baik.."
"Katakan pada kakak tampan, Zi Zi selamanya hanya mencintai dia.."
"Zi Zi pergi dulu..."
ucap Zi Zi sambil menutup mulutnya menahan tangis.
Lalu mempercepat langkahnya menghampiri Li Sun suami yang tidak dia harapkan itu.
"Feng ke ke,..! tolonglah Zi Zi..!"
teriak Hong Yi sambil berlutut di samping suaminya yang sedang tidak sadarkan diri.
Airmata nya tanpa sengaja jatuh menetes kewajah suaminya.
Yue Feng tiba tiba membuka kembali matanya, lalu melompat bangun berdiri gagah di depan istrinya dan berkata,
"Biar aku hari ini harus kehilangan nyawa, aku akan penuhi keinginan mu.."
"Zi Zi kembali..!"
bentak Yue Feng sambil mengulurkan tangannya yang membentuk cakar kedepan.
Tubuh Zi Zi langsung terhisap kembali kearah Yue Feng.
__ADS_1
"Istri ku bawa dia kembali ke puncak.."
ucap Yue Feng cepat.