
"Bila dia berada di sisimu, saat kamu berhadapan dengan Li Yuan Hao, yang di bantu oleh Vipasana."
"Ayah akan jauh lebih tenang bila penolong mu itu hadir di sisi mu.."
Fei Yang menghela nafas kecewa dan berkata,
"Fei Yang juga ingin bertemu dan mengucapkan terimakasih kepada nya.."
"Tapi sayang nya, dia sudah menghilang saat Fei Yang sembuh dari cedera."
"Fei Yang sendiri juga tidak tahu, siapa jati diri penolong Fei Yang itu."
ucap Fei Yang sedikit kecewa.
Ngomong ngomong kemana perdana menteri Li Cing dan Cucunya,? kenapa dari tadi tidak terlihat keberadaannya..?"
tanya Ratu Sabrina heran.
"Mungkin mereka sedang mencari pendukung, untuk membantu kita merebut kekuasaan dari tangan paman Li Yuan Hao.."
ucap Fei Yang memberi penjelasan ke ibunya.
Li Yuan Ming menatap putranya dan berkata,
"Lalu kamu punya rencana apa, untuk menghadapi paman mu, Li Yuan Hao ?"
"Kamu harus tahu kini kekuasaan militer Xi Xia, seluruh nya ada di tangan paman mu, selain itu dia juga mendapatkan dukungan dari kerajaan Liau Dong."
"Bila kamu berencana menggalang kekuatan rakyat, untuk menantangnya, ayah kurang setuju.."
"Karena itu hanya akan menimbulkan perang saudara, yang membuat rakyat Xi Xia semakin menderita."
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Ayah tenang saja, bila rencananya adalah kudeta berdarah, daripada mengerahkan rakyat.."
"Lebih baik aku bergerak sendiri, langsung menghabisi paman Li Yuan Hao dan seluruh keluarganya."
"Paling paling korbannya hanya ribuan pasukan penjaga istana saja.."
"Tapi bukan itu rencana ku ayah.."
"karena Ribuan tentara itu, juga adalah rakyat dan kekuatan kerajaan Xi Xia."
"Bila mereka tewas bagaimana dengan keluarga mereka,? bagaimana bila kelak ada musuh datang menyerang kerajaan Xi Xia.?"
"Mau kemana kita mencari pasukan untuk menggantikan posisi mereka,? yang jelas mereka lebih terlatih, dan punya pengalaman tempur, ketimbang pasukan yang baru kita rekrut dari rakyat biasa.."
"Oleh karena itu, ide ini pun tidak akan Fei Yang lakukan.."
"Saat ini Fei Yang akan mengumpulkan semua pendukung ayah."
__ADS_1
"Setelah itu Fei Yang baru bisa mengindentifikasi, siapa saja pendukung kuat paman Li Yuan Hao."
"Nanti Fei Yang akan melumpuhkan mereka, kalau bisa membujuk mereka berpihak pada kita, itu tentu lebih baik.."
"Dengan demikian tanpa banyak pertumpahan darah, kita akan berhasil melumpuhkan pendukung paman Li Yuan Hao.."
"Setelah paman Li Yuan Hao tidak punya pendukung lagi, Fei Yang baru maju untuk memaksanya mundur dari kekuasaannya."
"Dengan demikian tanpa mengorbankan seorang pasukan pun, kita bisa merebut kembali kekuasaan dari tangan paman Li Yuan Hao.."
Raja Li Yuan Ming tertawa terbahak bahak dengan sangat gembira setelah mendengar penjelasan putranya.
Dia menatap kearah Ibunya dengan bangga dan berkata,
"Ibu penilaian mu terhadap anak ini tidak salah, dia memang pantas menjadi raja Xi Xia berikutnya menggantikan ku.."
Fei Yang mendengar ucapan ayahnya langsung terdiam, dia sangat tidak setuju.
Tapi dia juga tahu, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk membahas hal itu..
Saat ini yang paling tepat adalah, memikirkan cara untuk segera merealisasikan rencana nya, dengan melakukan pembahasan mendetail dengan para pendukung ayahnya.
"Fei Yang bukan kah kamu bilang, akan menceritakan perjalanan mu dari awal hingga sekarang."
"Kurasa sekarang adalah waktu yang paling tepat buat kamu bercerita."
"Sebelum Li Cing dan pendukung ayah mu datang kemari.."
ucap Ibu Suri sambil tersenyum menatap cucunya.
Setelah Fei Yang menyelesaikan ceritanya di bagian pengalaman perjalanan nya bersama Li Yuan Tan.
Dengan emosi Ratu Sabrina langsung berkata,
"Li Yung kamu dan ayah mu benar benar binatang berwajah manusia.."
"Sia sia aku selama ini menyayangi mu, tapi kamu berani berbuat hal seperti itu pada adik sepupu, yang besar bersama mu.."
"Kamu bukan saja mewarisi darah binatang ayah mu, kamu juga mewarisi sifat buas bangsa khitan.."
"Anak ku bila kelak bertemu dengan mereka, wakili saja ibu, habisi saja kedua binatang itu, jangan kasih ampun.."
Fei Yang melirik sejenak kearah nenek nya, melihat reaksi neneknya.
Setelah itu baru berkata,
"Ibu mengenai hal ini, Fei Yang sudah berjanji akan menyerahkan sepenuhnya hukuman mereka ke nenek.."
"Jadi maafkan Fei Yang Bu,.."
Sabrina menoleh kearah Mertua nya dan berkata,
__ADS_1
"Ibu aku harap, ibu bisa bersikap adil..dalam hal ini.."
"Atau ibu kelak akan menyesal, bila binatang bertubuh manusia itu kembali berulah di masa depan.."
"Hari ini aku Sabrina bersumpah, bila Li Yuan Hao dan putra pertamanya Li Yung, tidak di berikan hukuman secara adil.."
"Aku akan mencukur rambut ku menjadi biksuni, selamanya tidak akan mencampuri urusan duniawi lagi."
"Istriku apa yang sedang kamu lakukan..!"
tegur Li Yuan Ming kaget.
Sabrina tersenyum sedih dan berkata,
"Itu sudah keputusan ku, tapi semua bergantung pada ibu.."
Ibu Suri menghela nafas panjang dan berkata,
"Kelak bila ada hari itu, aku janji akan memberikan kalian jawaban seadil adilnya untuk masalah ini."
"Kalian semua boleh bertenang hati.."
"Fei Yang lanjutkan lah cerita mu, bagaimana kamu bisa memperoleh kesaktian yang sangat tidak biasa itu..?"
ucap Nenek Fei Yang dengan lembut, untuk mengalihkan topik tidak enak dari menantunya.
Ratu Sabrina memang terkenal keras dan tegas dalam bersikap, hal ini sudah di sadari oleh Li Yuan Ming, maupun ibu suri.
Ratu Sabrina dahulu di masa mudanya ada putri kepala suku Uighur, yang juga merupakan panglima perang suku tersebut.
Setelah pernikahan politik dengan Li Yuan Ming putra mahkota kerajaan Xi Xia, dia pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai panglima perang suku nya.
Dan memilih pindah ke istana tinggal bersama suaminya.
Karena kecantikannya yang luar biasa, Li Yuan Ming pun langsung bertekuk lutut di bawah putri Sabrina.
Saking cintanya dan takut menyinggung perasaan istrinya, yang sangat keras adatnya ini.
Raja Li Yuan Hao bahkan tidak berani mengambil wanita lain, menjadi isteri selir ataupun gundik.
Li Yuan Hao memilih cuma punya ratu tunggal tanpa pendamping yang lain di sisinya.
Tapi Ratu Sabrina juga membayar semua semua pengorbanan suaminya dengan pantas.
Selain melahirkan Fei Yang buat Li Yuan Hao, ratu Sabrina juga dua kali ikut terjun ke garis depan di Medan perang.
Demi menyelamatkan Li Yuan Hao yang tertawan oleh pasukan kerajaan Liau Dong.
Dan menyelamatkan mertuanya yang terjebak dan terkurung oleh pasukan khitan.
Karena dua reputasi cemerlang ini, membuat seluruh Kerajaan Xi Xia dari atas hingga bawah sangat menghormati nya.
__ADS_1
Sesuai permintaan neneknya, Fei Yang melanjutkan ceritanya hingga selesai.
Begitu cerita Fei Yang selesai langsung terdengar pekik dahsyat suara Kim Tiaw dari udara.