PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KREASI MASAKAN FEI YANG


__ADS_3

Untuk menutupi rasa kikuknya, Xue Lian pun berkata,


"Kamu gak perlu repot-repot, pondok itu meski agak reyot, tapi aku masih cukup nyaman tinggal di sana."


Fei Yang tersenyum sambil menghapus keringat di keningnya, lalu berkata,


"Tidak apa-apa, hitung hitung untuk membalas Budi baik mu menampung ku di sini."


"Di sini sangat panas, kamu ketempat yang teduh saja di sebelah sana.."


ucap Fei Yang, lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya yang sedikit tertunda.


Xue Lian mengangguk patuh, kemudian dia mundur ketempat agak teduh, sambil terus menatap kearah Fei Yang yang sedang sibuk bekerja.


Xue Lian dari jauh menatap Fei Yang dengan penuh rasa kagum dan haru.


Fei Yang sendiri kembali fokus melanjutkan pekerjaan nya, setelah dia melihat Xue Lian sudah mundur ketempat yang lebih teduh.


Xue Lian yang merasa tidak enak hati, dia lalu pergi mengumpulkan sekeranjang buah dan membawa sebuah kendi berisi air minum, dia lalu meletakkannya tidak jauh dari Fei Yang.


Fei Yang tahu yang Xue Lian bawakan untuk nya, dia hanya tersenyum dalam hati, sambil melanjutkan pekerjaannya.


Sesekali Fei Yang akan minum air dari kendi yang di sediakan oleh Xue Lian.


Tapi Fei Yang tidak bisa makan buah yang perlu di kupas, karena tangannya sangat kotor.


Xue Lian yang melihat hal ini, dia berjalan mendekati Fei Yang, dia mengambil buah di keranjang.


Mengupas nya kemudian sambil berdiri di sisi Fei Yang yang sedang sibuk bekerja memasang pondasi,


Dan mengikat pondasi tersebut dengan akar rotan agar kuat.


Tanpa berkata apa-apa, Xue Lian menyodorkan buah yang sudah di kupasnya ke hadapan Fei Yang.


Fei Yang sambil tersenyum gembira membuka mulutnya menerima suapan dari Xue Lian.


Saat tanpa sengaja, bibir Fei Yang menyentuh ujung jari Xue Lian.


Wajah Xue Lian langsung menjadi merah.


Tapi dia tetap menyuapi Fei Yang hingga buah itu habis.


Setelah itu dia baru meninggalkan Fei Yang tanpa berkata apa-apa.


Dia hanya mengangguk kecil menanggapi ucapan terimakasih dari Fei Yang, kemudian berlalu masuk kedalam pondok nya.


Di hari ke 5 selesailah pondok baru yang terlihat kokoh dan kuat buatan Fei Yang.


Fei Yang mengajak Xue Lian masuk kedalam pondok baru tersebut melihat lihat, sambil memeriksa apakah ada bagian yang kurang memuaskan.

__ADS_1


Xue Lian diluar bersikap dingin, padahal di dalam hati dia sangat gembira dan puas dengan bangunan pondok baru yang Fei Yang buatkan untuk nya.


Setelah menemani Xue Lian berkeliling kesana kemari di dalam pondok, Fei Yang pun berkata,


"Bagaimana Xue Lian ?"


Xue Lian menganggukkan kepalanya, dan berkata,


"Lumayan, terima kasih, ya."


Jawaban Xue Lian yang datar, membuat Fei Yang tersenyum kecut.


Fei Yang mengedarkan pandangannya, lalu berkata,


"Bagaimana bila sekarang kita memindahkan semua barang-barang mu kemari.."


Fei Yang menatap sambil menunggu persetujuan Xue Lian


Xue Lian mengangguk kecil dan berkata,


"Kamu bantu aku pindahkan yang berat berat, aku akan merapikan barang barang yang kecil kecil,..."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Kamu atur saja, aku akan mengikutinya.."


Fei Yang kemudian mengikuti arahan Xue Lian, membantu nya memindahkan perabot yang ada di dalam pondoknya ke pondok baru.


Dia pergi ke kebun belakang memanen sayuran, jamur dan menangkap ikan di kolam air terjun.


Lalu mulai masak di dapur, yang terletak di belakang pondok baru tempat tinggal Xue Lian sekarang.


Fei Yang ketika masih di istana, sering main ke bagian dapur istana, Dia berteman baik dengan para koki istana.


Sehingga dia cukup mahir dalam masak memasak.


Fei Yang di istana dulu, selain bergaul dengan petinggi militer, dia paling suka bergaul dengan para koki dan tabib istana.


Menurut Fei Yang orang orang ini jauh lebih jujur dan bisa di percaya, ketimbang pejabat sipil, Kasim istana, kerabat kerajaan, dan para bangsawan.


Xue Lian yang sedang asyik menyusun barang di kamarnya,.saat mencium wangi masakan Fei Yang dari arah dapur.


Tanpa bisa menahan diri lagi, dia berjalan mengikuti Indra penciuman nya, yang membawanya hingga sampai ke dapur.


Xue Lian berdiri tertegun melihat beberapa macam masakan berwarna warni, yang cantik wangi dan menggugah selera tersaji diatas meja.


Sedangkan Fei Yang masih terlihat sibuk dalam kepulan asap dan api, yang menyambar nyambar masuk kedalam kuali saat Fei Yang sedang asyik memasak.


Setelah menyelesaikan masakan terakhirnya, memindahkan kedalam piring, lalu membawanya dan meletakkan diatas meja di hadapan Xue Lian.

__ADS_1


Fei Yang pun berkata,


"Xue Lian kamu makan duluan saja, lihat cocok tidak dengan selera mu, aku mau pergi mandi dulu.."


Setelah berkata, tanpa menunggu jawaban dari Xue Lian, Fei Yang sudah berlari meninggalkan dapur pergi kearah air terjun.


Dia pergi mandi dengan puas menghilangkan rasa gerahnya, karena memasak tadi.


Sedangkan Xue Lian yang melihat masakan dan nasi putih hangat di atas meja.


Dia sudah tidak bisa menahan seleranya, untuk mengambil mangkok kosong dan sumpit, lalu sambil duduk, dia mulai mencicipi satu persatu masakan Fei Yang.


Setiap mencicipi satu jenis sepasang mata nya akan terbelalak, berbinar-binar lalu kembali mencicipinya lagi berulang ulang.


Sumpitnya seperti lalat yang berterbangan bergerak kesana kemari dengan cepat.


Hingga akhirnya terdengar bunyi sendawa dari mulutnya.


Dengan wajah merah dan kaget,


dia buru-buru menutupi mulutnya sendiri dengan tangan, lalu menoleh kesekitarnya.


Saat di lihatnya di sana tidak ada siapapun yang melihat tingkahnya, dia pun tersenyum lega.


Tapi saat dia melihat kearah masakan di atas meja, dimana hanya bersisa kuah dan nasi putih saja, wajahnya pun kembali merah menahan malu.


Di saat bersamaan tiba-tiba terdengar suara Fei Yang dari belakang nya,


"Bagaimana masakan nya, ? cocok kah dengan selera..?"


Xue Lian terlonjak kaget ditempat, saat mendengar teguran Fei Yang, dia bertingkah seperti kucing yang habis mencuri ketahuan orang.


Dengan wajah merah dan tersenyum malu, dia menoleh menatap Fei Yang dan berkata,


"Maaf masakan nya enak sekali aku.."


Fei Yang yang melihat penampakan di atas meja yang berantakan sambil tersenyum, dia berkata,


"Tidak apa-apa, bagus kalau kamu suka, aku tadinya sedikit takut tidak cocok dengan selera mu.."


"Tunggu sebentar, aku akan mengkreasikan nasi ini.."


"Nanti kamu bantu cicip..bentar ya.."


ucap Fei Yang kemudian dia bergegas membawa sisa nasi putih itu kembali kearah tungku.


Hanya perlu beberapa menit Fei Yang berkreasi, dia sudah kembali dengan sepiring nasi berwarna-warni.


Fei Yang meletakkan di atas meja dan berkata,

__ADS_1


"Ayo kita coba bersama sama.."


Dengan malu malu Xue Lian mengulurkan sumpitnya kedepan mencicipi nya satu suap.


__ADS_2