PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PAVILIUN BUNGA BERSEMI


__ADS_3

"Dan er belum bisa memberikan pemakaman selayaknya buat ayah, dan para pengawal setia keluarga kita.."


"Tapi Dan er bersumpah, Dan er akan memberikan balasan setimpal pada mereka.."


"Dan er juga akan membersihkan dan mengembalikan nama baik ayah dan ke 30 pengawal setia keluarga kita.."


"Dan er juga akan memberikan santunan yang layak buat seluruh keluarga pasukan setia kita yang ikut gugur bersama ayah.."


Setelah memberi hormat 3 kali kearah selatan, dengan cucuran air mata, Li Dan kembali menghadap kearah Fei Yang.


"Adik Fei Yang aku tahu kamu pasti memiliki perencanaan yang sudah matang.."


"Aku akan mendukung mu mensukseskan rencana mu, katakan saja apa yang bisa ku lakukan untuk mu..?"


tanya Li Dan dengan sikap yang sudah lebih tenang.


"Kakak Dan sebelum kita bahas rencana ku, aku mau tanya satu hal yang membuat ku sedikit penasaran dan heran.."


"Apa itu katakan saja, tidak perlu sungkan adik Yang.."


ucap Li Dan cepat.


Fei Yang menatap Li Dan sejenak, kemudian berkata,


"Kakak Dan, pada awal perjumpaan, aku melihat kakak sangat gagah dan pemberani.."


"Tapi kenapa setelah kembali ke ibukota, kakak malah jadi terlihat menyedihkan dan putus asa begini..?"


Li Dan menghela nafas panjang dan berkata,


"Hidup di istana, terkadang banyak hal keterpaksaan yang meski kita tidak ingin, tapi tetap harus kita lakukan.."


"Adik Yang tidak mungkin tidak tahu hal itu.."


"Bila aku tidak mengambil sikap begini,. setelah mengacau papan catur permainan paman Li, kamu pikir aku bisa bertahan sampai sekarang..?"


"Bila terjadi sesuatu dengan ku, nyawa ku adalah masalah ringan, tapi bagaimana dengan ibu ku, keluarga ku, dan yang lebih gawat lagi adalah 10.000 bawahan setia ku..?"


ucap Li Dan sedih.


Fei Yang mengangguk mengerti, kakak sepupunya ternyata seorang yang cerdik dan penuh perhitungan.


Semua yang dia lakukan hanya sengaja di tunjukkan, untuk mengelabui kewaspadaan orang orang terhadap dirinya.


Fei Yang diam diam cukup kagum dengan karakter kakak sepupunya yang satu ini.


Cerdas, berani, tenang, sabar, dan sangat setia, juga bijak...sangat bisa di andalkan.


"Kakak Dan,.. kamu tentu sudah tahu paman Li membawa 50.000 pasukan berkuda untuk menyerang Lan Zhou..?"

__ADS_1


ucap Fei Yang sambil menatap Li Dan.


Li Dan mengangguk dan berkata, "Aku memang tahu, Paman Li, dan putra sulungnya Li Yung, membawa 50.000 pasukan berkuda keluar dari kota raja.."


"Tapi kemana mereka pergi ? apa tujuan mereka, ? aku sama sekali tidak mendapatkan informasi apapun.."


"Ternyata target mereka adalah Lan Zhou, ada apa dengan Lan Zhou ?" mengapa Paman Li tiba tiba menyerang kesana ?"


tanya Li Dan heran.


Fei Yang tersenyum, lalu dia menceritakan semua nya kepada Li Dan.


Li Dan mendengarkan seluruh cerita Fei Yang dengan sangat antusias, hingga akhir cerita dia pun berkata,


"Jadi paman Li Yuan Hao dan kakak Li Yung, kini telah tertangkap dan menjadi tawanan di Lan Zhou ?"


tanya Li Dan sambil menatap kearah Fei Yang dengan tatapan heran..


Fei Yang hanya menanggapinya dengan tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


"Adik Yang kenapa kamu memilih datang kemari sendirian, ? tidak ikut dengan rombongan Paman Li Yuan Ming dan Bibi Sabrina."


Fei Yang menatap Li Dan dan berkata,


"Aku duluan kemari untuk membersihkan sisa pendukung paman Li.."


"Di sini masih ada Baatar dan Turgen yang harus ku singkirkan, sebelum rombongan orang tua ku tiba.."


Li Dan menganggukkan kepala mengerti dan berkata,


"Kalau Turgen dan Baatar, kurasa aku bisa membantu mu."


"Hanya kalau Agoda, pangeran Khitan itu, kurasa itu agak sulit.."


"Tapi dengan kemampuan adik Fei Yang saat ini, kurasa bukan hal sulit bila adik FEI YANG ingin melenyapkan Agoda dan 300,000 pasukannya itu.."


Fei Yang menghela nafas panjang dan berkata,


"Kakak Dan benar, tapi di dalam 300.000 pasukan itu ada 100.000 orang adalah pasukan kerajaan kita.."


"Mereka semua adalah rakyat kita, aku tidak ingin mereka berkorban sia sia tanpa alasan jelas.."


"Lagipula yang ingin ku lenyapkan,hanya Agoda, bukan 300.000 pasukannya."


Li Dan mengangguk mengerti, dan berkata,


"Lalu apa rencana adik Yang saat ini, apa yang bisa kakak bantu..?"


"Kakak aku perlu peta lokasi tempat kediaman mereka, dan kebiasaan yang sering di lakukan oleh kedua orang itu sehari hari."

__ADS_1


"Peta tidak perlu adik Yang, biar aku yang membantu mu menemukan mereka.."


"Li Dan kemudian berbisik-bisik di telinga Fei Yang, Fei Yang mengangguk angguk paham."


Tak lama kemudian di atas menara terdengar suara bentakan dan keributan di atas sana.


Yang akhirnya berakhir dengan sesosok tubuh jatuh kebawah.


Para prajurit penjaga di atas tembok sangat kaget dengan insiden tersebut.


Mereka buru buru berlarian menghampiri sosok tubuh yang jatuh dari atas menara.


Saat jarak mereka dan sosok tubuh yang baru jatuh dari atas menara, semakin dekat.


Mereka melihat sosok tubuh yang jatuh, itu berusaha merangkak bangun dari posisinya.


Lalu menengadah ke atas dan berteriak,


"Li Dan kamu sungguh gila, tak tertolong lagi, aku benar-benar menyesal pernah berteman dengan mu..!!"


"Dasar bajingan tak berguna...!!"


Tiba-tiba dari atas menara terlihat Li Dan memunculkan wajahnya, lalu dia menggunakan apapun, yang berada di atas menara untuk melempari,.sosok yang memakinya dari bawah.


Sosok itu buru buru menggunakan kedua tangannya menutupi kepalanya, lalu berlarian menjauhi menara.


Saat berpapasan dengan beberapa prajurit penjaga di sana, mereka sedikit kaget melihat wajah Fei Yang yang babak belur.


Fei Yang sambil berjalan dengan terpincang pincang berkata,


"Hati hati,.. jangan mendekatinya, dia sudah gak waras.."


Para prajurit itu otomatis bergerak mundur menjauh.


Kini mereka semakin yakin dengan gosip yang beredar, jangan pernah coba-coba mendekati dan mencampuri urusan Li Dan


Lihat saja temannya yang terlalu percaya diri itu, kini hanya kesialan yang dia dapatkan, akibat sikap nekad dan keras kepalanya yang berani mendekati Li Dan.


Saat Li Dan turun dari menara berjalan sempoyongan, sambil mengoceh dan menunjuk kesana kemari, dan memaki maki siapapun yang di temuinya.


Terlihat semua orang pada mundur menghindar dan menjauh darinya.


Sedangkan Fei Yang, setelah sedikit menjauh dari lokasi pintu gerbang, keluar masuk benteng kota Yin Chuan.


Fei Yang segera menggunakan kedua telapak tangannya, untuk membantu membenahi wajahnya yang terlihat babak belur.


Sesaat kemudian dia sudah terlihat normal kembali.


Fei Yang langsung bergerak menuju Paviliun Bunga Bersemi, dengan santai Fei Yang berkata,

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan Yi Lan bisa ?"


.


__ADS_2