PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PENOLAKAN HALUS


__ADS_3

"Hentikan..!"


Bentak Yue Feng sambil menggunakan Ciu Yang Sen Kung membuat energi pelindung menolak lawannya.


Ciang Nan Suang Sia kaget saat membentur energi pelindung yang di ciptakan Yue Feng.


Tubuh mereka terpental kebelakang tak terkendali.


Tapi kedua suami istri itu belum juga kapok, memanfaatkan energi dorongan dari Yue Feng.


Mereka membuat salto kebelakang satu kali.


Lalu kembali meluncur datang dengan kekuatan serangan 2 kali lipat.


Pedang mereka datang membawa pusaran angin seperti badai datang kembali menerjang.


Yue Feng mengerutkan alisnya, melihat sikap keras kepala dan kesombongan pasangan tersebut.


"Rooaaarrrrrrr..!"


Terdengar raungan naga yang menggetarkan, saat Yue Feng mengeluarkan jurus simpanannya 8 Tapak Naga Langit, yang jarang sekali dia gunakan.


Ini adalah yang ketiga kalinya dia gunakan.


Pertama kali ilmu ini dia mainkan langsung merengut nyawa Im Kan Wu E.


Kedua kali dia gunakan Xiong Pa dan ketiga muridnya terluka parah.


Bila tidak cepat melarikan diri, mereka pasti akan bernasib sama dengan Im Kan Wu E.


Diawali dengan suara raungan Naga Marah, dua ekor Naga Emas menerjang kearah Ciang Nan Suang Sia.


"Sepasang Naga mengejar mutiara..!'


teriak Yue Feng sambil melepaskan jurus nya.


"Krakkkk,..! Krakkkk,..!"


"Ahhhh,..!


"Aihhh...!"


"Brakkkk..!"


"Brakkkk..!"


"Blukkkk...!"


Blukkkk...!"


Terlihat kedua pedang di tangan Ciang Nan Suang Sia hancur berantakan.


Mereka berdua menjerit kaget, saat merasakan terjangan kekuatan dahsyat dari dorongan kedua tapak Yue Feng.


Tanpa bisa mempertahankan diri lagi, tubuh mereka berdua terpental hingga menabrak dinding pembatas halaman depan ruang utama Qing Hai Pai.


Tembok sampai ambrol di hantam oleh tubuh Pasangan keras kepala dan sombong itu.


Mereka berdua jatuh ambruk keatas lantai, dengan kondisi terluka parah.

__ADS_1


Saat Ciang Nan Suang Sia mencoba bangkit dari atas lantai, dalam posisi berlutut mereka memuntahkan beberapa teguk darah segar dari mulut mereka.


Pemuda tampan berpakaian mentereng itu langsung menghambur kearah kedua orang tua mereka sambil berteriak cemas.


"Ayah,..Ibu...!"


Pemuda tampan yang bernama lengkap Hung Ping Chi.


Dia buru-buru membantu memapah kedua orang tua nya untuk berdiri.


Setelah itu dia membantu kedua orang tua nya meninggalkan tempat itu.


Sebelum pergi dia sempat melontarkan tatapan mata penuh dendam kearah Yue Feng dan Hong Yi.


Yue Feng menghela nafas panjang, inilah dunia persilatan.


Makanya dia selalu malas untuk ikut campur masalah dunia persilatan.


Bila bukan karena Nan Thian, dia malas sekali untuk turun gunung.


Lihat yang terjadi sekarang, menang salah kalah lebih susah.


Tapi apapun juga, semua sudah terjadi, kesalahan ada pada lawan sendiri yang terlalu arogan.


Dia tidak mungkin tinggal diam melihat istrinya dalam bahaya.


Yue Feng menoleh kearah Ye Hong Yi dan berkata,


"Kamu tidak apa-apa? sayang."


Ye Hong Yi menggelengkan kepalanya, lalu dia maju menggandeng tangan suaminya dengan lembut.


"Maaf kakak Pai, kedatangan kami malah menimbulkan keonaran dan keributan di sini.."


"Bukan masalah besar adik ipar, tak perlu minta maaf.."


"Ayo silahkan kita bicara di dalam.."


ucap Pai Wang sambil mempersilahkan Yue Feng dan Istrinya masuk lagi kedalam ruangan.


Sebagai orang yang sudah kenyang makan asam garam di dunia persilatan.


Pai Wang sudah terbiasa melihat hal hal seperti ini, saling pukul saling serang saling membunuh, semua itu sudah biasa terjadi dalam dunia persilatan.


Lagipula dari awal Ciang Nan Suang Sia lah yang mencari penyakit sendiri.


Bila mau di salahkan hanya bisa salahkan sikap suami istri itu yang terlalu percaya diri, sehingga menjadi arogan dan keras kepala.


Pai Wang dan ketiga Tetua Qing Hai Pai juga sudah melihat sendiri.


Yue Feng sudah banyak mengalah, bahkan dia hanya berniat melerai awalnya.


Tapi adalah Ciang Nan Suang Sia lah yang terlalu memaksa, sehingga bisa timbul masalah seperti saat ini.


Yue Feng dan Istrinya setelah duduk santai di dalam ruangan bersama Pai Wang dan ketiga Tetua Qing Hai Pai, juga terlihat istri Pai Wang ikut hadir disana.


Yue Feng yang terlihat agak ragu untuk membuka mulut, akhirnya di potong oleh Ye Hong Yi.


"Kakak Pai begini, saya tidak akan mutar mutar langsung saja ke pokok persoalan.."

__ADS_1


ucap Ye Hong Yi memulai pembicaraan.


Pai Wang mengangguk sambil tersenyum canggung, hatinya sedikit cemas.


Tidak tahu apa yang akan Hong Yi tuntut darinya.


Bila tidak mencapai kesepakatan dan menimbulkan perselisihan dengan kedua orang tua Nan Thian, masalah akan jadi besar.


Dia tadi sudah melihat sendiri bagaimana kemampuan Yue Feng, bahkan bila gurunya sendiri bangkit dari kubur juga belum tentu mampu menandingi Yue Feng.


Sahabat baiknya yang ternyata selama ini begitu pandai menyimpan kemampuannya.


Bahkan dia yang cukup akrab dengan Yue Feng, juga tidak tahu akan kemampuan asli sahabatnya ini.


Bukan hanya Pai Wang, ketiga tetua Qing Hai Pai juga memikirkan hal yang sama.


Mereka bertiga diam diam menatap cemas kearah Ye Hong Yi.


"Begini kakak Pai, saya tadi sudah melihat hubungan di antara Nan Thian dan Xue Xue."


"Aku juga sudah bertanya ke mereka berdua, apakah mereka siap melangkah ke jenjang yang lebih serius.."


"Ternyata mereka berdua siap untuk itu.."


"Oleh karena itu, saya memberanikan diri untuk meminta persetujuan dari kakak Pai dan kakak ipar."


"Agar sudi kiranya meluluskan dan mengijinkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.."


"Dengan mengikat mereka dalam tali hubungan perkawinan.."


"Terus terang aku juga sangat menyukai karakter Xue Xue, bagaimana menurut Kakak Pai dan Kakak ipar..?"


tanya Ye Hong Yi berterus terang.


Sepanjang Ye Hong Yi bercerita, mimik wajah Pai Wang dan Istrinya terlihat berubah ubah.


Suami istri itu sesekali saling pandang pandang seperti berkeberatan, tapi mereka sulit berkata-kata.


Kini setelah Ye Hong Yi selesai berbicara, di mana pihaknya sedang menanti jawaban nya.


Akhirnya sambil menghela nafas panjang, Pai Wang berkata,


"Adik ipar,.. saudara Feng,.. kalian berdua punya niat itu."


"Tentu saja aku sangat bangga dan bahagia bisa mendapat kehormatan seperti itu.."


"Tapi seperti yang kalian tahu, Qing Hai Pai sedang dalam masalah besar.."


"Nan Thian sebagai murid Qing Hai Pai, mengalami penganiayaan dan ketidakadilan seperti itu, di wilayah kami sendiri.."


"Ini adalah suatu tamparan keras bagi wajah kami."


"Saat ini menurut ku yang terpenting tentu adalah segera temukan Qi Lian San Koai.."


"Menutut tanggung jawab dari mereka, untuk membersihkan noda ini dari wajah perguruan Qing Hai Pai..'


"Selain itu menurutku saat ini memulihkan kondisi Nan Thian, juga bukan pekerjaan ringan.."


"Lagipula Xue Xue masih kecil, dia masih terlalu muda untuk itu.."

__ADS_1


"Kami harap adik ipar dan adik Feng bisa mengerti keadaan dan kondisi kami saat ini.."


__ADS_2