PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEMBALI SADAR


__ADS_3

Saat Fei Yang mengibaskan tangannya kearah Lao Lao, Lao Lao menghilang dari posisinya.


Lalu dia muncul tidak jauh dari mulut Gua, dengan mendorongkan tangannya yang berkulit halus, kearah dinding gua sebelah kanan.


Di mana terlihat sebuah batu persegi sedikit menonjol.


Pintu gua pun bergetar hebat.


Saat pintu gua bergumuruh hebat, karena ledakan yang menyebabkan tebing runtuh, dan menutup pintu keluar.


Hoa San Lao Lao sudah bergerak mundur menjauhi lubang pintu gua.


Dengan nafas semakin memburu, dia terjatuh lemas duduk bersimpuh di atas lantai.


Seluruh gua gelap gulita tidak terlihat apa apa.


Hanya deru nafas memburu dari Fei Yang dan Hoa San Lao Lao yang terdengar semakin jelas.


Perlahan lahan suara mendengus mulai terdengar dari arah Fei Yang.


Sambil mendengus dengus, Fei Yang masih sempat berkata,


"Apa mau mu,..? me,.. mengapa kamu tidak ikut dengan mereka..?"


"Kenapa memilih ting,..tinggal di..disini..?"


Terdengar jawaban suara halus dari sudut lain.


"Pukulan Si Keparat itu mengandung racun aneh, bila kita tidak menggunakan tenaga dalam mengobati luka dalam dan memulihkan diri, racun itu tidak akan bereaksi.."


"Bila kita melakukan nya racun akan bereaksi tanpa kita sadari, saat kekuatan kita hampir pulih total, efek racun baru menunjukkan puncak reaksinya."


"Bi,..bila ka..kamu sendiri,. aku sen..sendiri..."


"Lima organ pen.. penting kita, akan me..meledak, ki..kita akan mati mengenaskan de..dengan tu..tujuh lubang in..Indra mengeluarkan da..darah.."


ucap Hoa San Lao Lao menjelaskan dengan nafas terputus putus.


Sesaat suasana menjadi hening, hingga Fei Yang kembali bertanya dengan nafas semakin memburu,


"Ba.. bagaimana kamu bi..bisa tahu se sebanyak itu..?"


"Aku de..dengar dari ibu ku.."


jawab Hoa San Lao Lao cepat.


Setelah itu Hoa San Lao Lao mulai mengeluarkan suara rin tihan aneh mulai sulit mengontrol kesadarannya.


Dia sudah tidak bisa mendengar suara apapun lagi dengan jelas.


Seluruh tubuhnya terasa panas bukan main darahnya mendidih seolah hampir meledak.


Fei Yang yang sempat bertanya

__ADS_1


"ibu mu siapa ? mengapa dia bisa tahu banyak ?"


Tapi sama sekali tidak mendapatkan tanggapan hanya terdengar suara rintihan menggoda, yang membuat darah dalam tubuhnya semakin bergolak hebat.


Beberapa saat kemudian mulai terdengar suara berkeresakan di kedua sudut di mana Fei Yang dan Hoa San Lao Lao berada.


Fei Yang di sudut lain seperti orang kegerahan sedang melepaskan satu persatu pakaiannya hingga tidak ada pakaian yang tersisa menempel di tubuhnya.


Tapi nafas memburu dan keringat bercucuran masih terus mengalir membasahi seluruh tubuh dan wajahnya.


Di sudut lain Hoa San Lao Lao juga melakukan hal yang sama, persis seperti yang Fei Yang lakukan.


Satu persatu pakaian yang melekat ditubuhnya dia tanggalkan hingga polos


Tidak tahu siapa yang memulai kedua insan tersebut saling mendekat.


Sesaat kemudian hanya terdengar suara orang saling mengecup merin tih suara nafas yang semakin memburu.


"Ohh Xue Lian,..ohh aku sangat mencintaimu.."


"Aku benar-benar merindukan mu,.. kamu luar biasa sayang..?"


"Ohh maafkan aku,.. Xue Lian.."


"Maafkan aku.."


"Aku tidak seharusnya..Ohh.."


"Ahhh,.."


Gadis yang selama ini selalu mengisi mimpi mimpinya sebelum tidur dan di saat dia tertidur.


Fei Yang seolah olah sedang bermimpi kembali bertemu dengan Xue Lian, dan mereka sedang melakukan hubungan mesra suami istri.


Ada rasa gembira bahagia juga nikmat luar biasa, tapi juga terselip rasa menyesal dan merasa bersalah dalam pikiran Fei Yang yang kacau.


Sebaliknya Hoa San Lao Lao, yang terus di panggil dan di anggap Xue Lian, dia tidak ambil pusing.


Dia hanya terus menerus merin tih men desah dan sesekali berkata,


"Kakak Yang aku mencintaimu.."


"Aku sungguh sungguh mencintaimu.."


"Berjanjilah jangan pernah tinggalkan aku lagi.."


"Aku berjanji,..aku berjanji..aku tidak akan pernah meninggalkan mu.."


gumam Fei Yang memberikan jawaban setengah sadar.


Tapi jawaban Fei Yang membuat Hoa San Lao Lao men desah lega.


"Am..ampun kakak Yang, aku tak kuat lagi.."

__ADS_1


"Ahhhh..."


Seluruh tubuh Hoa San Lao Lao bergetar hebat seperti tersengat listrik.


Tubuhnya mengejang dan tersentak sentak berulang kali, sepasang betis dan pahanya, yang jenjang, membelit kuat di pinggang Fei Yang erat-erat.


Sepasang jarinya yang berkuku runcing memeluk erat punggung Fei Yang yang berotot.


Saking eratnya kuku kuku runcing itu terbenam menembus kulit punggung Fei Yang yang putih halus.


Fei Yang tidak berhenti beraksi, dia masih terus merengkuh kenikmatan, yang baru pertama kali dia alami seumur hidupnya.


Saat tubuh Lao Lao telah terkulai lemas, Fei Yang justru mempercepat gerakannya.


Hingga akhirnya dia juga mendengus hebat, dengan nafas memburu, keringat bercucuran membasahi seluruh tubuhnya.


Fei Yang memberikan dorongan dan hentakan terakhir, sebelum kemudian tubuhnya roboh terkulai di samping Hua San Lao Lao dengan nafas memburu dan terputus putus.


Seperti orang habis berlari puluhan kilometer


Sesaat suasana pun kembali hening, hanya terdengar suara dengkuran halus kedua insan yang tertidur pulas.


Dalam posisi tumpang tindih tanpa Bu sana.


Tidak tahu berapa lama mereka tertidur pulas, saat efek racun nya mulai hilang karena sudah menemukan penyalurannya.


Fei Yang yang pertama kali bangun dan tersadar duluan.


Saat dia merasa di dekatnya ada sebuah tubuh halus lembut tanpa Bu sana.


Fei Yang pun mulai teringat semua yang terjadi, baik di dalam mimpi, maupun seluruh kejadian sebelumnya, satu persatu semuanya mulai terlintas dalam ingatan nya dengan jelas.


Fei Yang hampir saja menjerit saat teringat semuanya, dan dia sadar yang di kiranya mimpi ternyata semuanya nyata.


Telapak tangan Fei Yang menutup erat erat mulutnya sendiri, agar jangan sampai ada suara yang keluar dari mulutnya, sepasang matanya terbelalak ketakutan.


Dia telah melakukan perbuatan nista dan parahnya, dia memalukan hal itu bersama seorang nenek nenek.


Itu sungguh sebuah perbuatan hina yang sangat memalukan dan sulit di terima akal sehat, apapun itu alasannya ini adalah suatu kesalahan besar yang sulit dia terima.


pikir Fei Yang dalam batinnya yang tertekan berat.


Beberapa saat menangis dalam diam, hingga tubuhnya gemetaran.


Akhirnya Hoa San Lao Lao pun ikut terbangun,


Dengan suara khasnya yang lembut dan manja dia berkata,


"Kakak Yang apa yang sedang kamu pikirkan..?"


"Apakah kakak menyesalinya..?"


Mendengar suara itu Fei Yang bukan nya merasa nyaman, sebaliknya dia justru merasa seluruh tubuhnya merinding di buatnya.

__ADS_1


Dengan gerakan pelan Fei Yang menyalakan pemantik api yang tersimpan dalam cincinnya.


Begitu api menyala, cahaya api mengusir kegelapan gua.


__ADS_2