PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEINGINAN UNTUK MENCARI PENAWAR RACUN


__ADS_3

Hari hari berlalu dengan cepat, tidak terasa 3 bulan pun telah berlalu.


Pagi itu adalah hari di mana pengobatan sepasang mata Ye Hong Yi berakhir.


Terlihat Tabib Hua di bantu oleh cucunya Hua Lung, dengan hati-hati sedang melepaskan perban penutup mata Ye Hong Yi.


Ye Hong Yi sendiri terlihat duduk diatas kursi di dalam sebuah kamar yang menjadi kamar tidurnya.


Selama dia menumpang tinggal di tempat kediaman tabib Hua, Hua Lung sengaja mengalah dengan meminjamkan kamarnya ke Ye Hong Yi, sedangkan dia sendiri tidur dengan kakeknya.


Fei Yang terlihat berdiri di samping sana, terus mengawasi dengan perasaan harap harap cemas.


"Nona Hong Yi, setelah perban ini terbuka, kamu buka mata mu pelan pelan,. sesuaikan dengan cahaya yang masuk ke mata mu.."


"Tidak perlu terburu-buru membuka mata mu lebar lebar, sedikit demi sedikit lebih baik.."


ucap Tabib Hua Sin memberikan petunjuk pada Ye Hong Yi.


Ye Hong Yi menganggukkan kepalanya dengan pelan.


Setelah perban mata terbuka habis, Ye Hong Yi dengan hati hati mengikuti petunjuk dari Tabib Hua tadi.


Dia membuka matanya sedikit demi sedikit, menyesuaikan cahaya yang masuk, hingga matanya benar-benar terbiasa dengan keadaan sekitarnya.


Dia baru berani membuka kedua matanya lebar lebar, memperhatikan telapak tangannya sendiri.


Ye Hong Yi tersenyum girang, kini dia bisa melihat kembali telapak tangannya sendiri.


Meski agak sedikit kabur, di mana garis di dalam telapak tangannya, belum terlihat jelas.


Tapi keadaan ini sudah jauh lebih baik, ketimbang keadaan sebelumnya.


Hong Yi dengan gembira melihat kearah tabib Hua dan Hua Lung, lalu berkata,


"Terimakasih banyak Tabib Hua dan adik Lung.."


Tabib Hua tersenyum lebar dan menggoyangkan tangannya, sambil berkata.


"Tidak perlu sungkan nona Hong Yi, bila mau berterimakasih, terimakasih lah pada nak Fei Yang.."


"Bila dia tidak setiap hari menyogok ku dengan masakan nya yang sangat lezat itu.."


"Aku juga belum tentu bersedia menangani penyakit yang rumit, dan sangat menguras pikiran dan tenaga ini.."


ucap Tabib Hua sambil tertawa.


Ye Hong Yi kini menoleh menatap kearah Fei Yang, dengan tatapan penuh haru, juga kagum.


Ini adalah kali pertama dia menyaksikan kembali wajah Fei Yang setelah 6 tahun mereka berpisah.


Ternyata Fei Yang sekarang tumbuh menjadi seorang pria, yang sangat gagah dan tampan.


Wajah Fei Yang yang ada dalam ingatannya sebelumnya, dimana Fei Yang waktu itu terlihat culun, dan kekanak-kanakan, kini sudah tidak terlihat lagi.


Kini di gantikan dengan sesosok wajah seorang pemuda dewasa, yang memiliki sepasang mata yang tajam tapi lembut, dengan senyum hangat yang penuh wibawa.

__ADS_1


Hong Yi berdiri dari posisi duduknya, berjalan menghampiri Fei Yang, dia lalu memeluk Fei Yang dengan erat dan menangis terharu karena bahagia.


Melihat hal ini Fei Yang buru buru berkata,


"Kakak Yi tenangkan hati mu, mata mu baru sembuh, tidak boleh terlalu lelah dan mengeluarkan banyak air mata..'


Tabib Hua juga mengangguk setuju dan berkata,


"Ucapan nak Fei Yang ada benarnya, nona Hong Yi sebaiknya jangan terlalu banyak menangis dulu."


Mendengar nasehat kedua orang itu, Hong Yi pun buru-buru menghentikan tangisannya, dan melepaskan rangkulan tangannya .


Lalu dia menghapus sisa airmatanya, sambil berusaha tersenyum, dia berkata,


"Maaf aku terlalu terbawa suasana bahagia ku, aku tidak pernah menyangka akhirnya bisa pulih seperti saat ini.."


Tabib Hua dan Fei Yang sama sama Tersenyum.


Tiba-tiba Hua Lung berkata,


"Kak Fei Yang,.. aku sudah lapar nih,.. ada masakan apa hari ini..?'


Fei Yang tersenyum lebar dan berkata,


"Ayo kita kedapur sekarang, aku tadi pagi sudah menyiapkan bahan untuk masak mie.."


"Aku akan segera bikinkan mie kuah, untuk sarapan pagi kita.."


ucap Fei Yang.


tanya Hua Lung kurang sabar.


Fei Yang sambil berjalan menuju dapur menggandeng tangan Hua Lung, dia pun berkata.


"Yang namanya mie, harus di makan saat panas dan baru selesai masak.."


"Bila sudah dingin mienya akan mengembang jadi lembek, kuahnya juga jadi berkurang, sayuran menjadi layu..'


"Rasa mie kuah itu secara keseluruhan, akan berubah rasanya dan kurang enak lagi.."


ucap Fei Yang memberi penjelasan.


Hua Lung mengangguk dan tidak banyak membantah lagi.


Setelah tiba di dapur Fei Yang berkata,


"harap duduk di sana tunggu sebentar.. tidak akan lama.."


Lalu Fei Yang dengan cekatan mulai merebus mie, yang airnya sudah mendidih.


Tak lama kemudian mereka berempat sudah mulai bisa menikmati mie buatan Fei Yang dengan lahap.


Saat sedang makan, Fei Yang yang jeli melihat Hong Yi, seperti kesulitan ingin menyumpit bakso ikan goreng kecil kecil, yang diletakkan di atas meja.


"Kak Hong Yi kamu kenapa ? mata mu kurang jelas lagi ya..?"

__ADS_1


tanya Fei Yang khawatir.


Hong Yi memaksakan diri untuk tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa adik Yang, kakak hanya belum terbiasa saja, bakso ini terlihat berbayang dua..bukan masalah besar..'


"Ini bisa,.. "


ucap Hong Yi memejamkan sedikit matanya berusaha fokus, akhirnya dia berhasil menyumpit bakso ikan goreng kecil kecil itu.


Fei Yang menatap ke tabib Hua, penuh tanda tanya.


Tabib Hua tersenyum pahit dan berkata,


"Ini akibat kurangnya penawar yang di perlukan sehingga hanya bisa seperti ini.."


Fei Yang terdiam sejenak, kemudian berkata,


"Tabib Hua, tempo hari kamu cuma bercerita tentang jenis racunnya saja, tolong ceritakan juga soal penawarnya."


Ye Hong Yi menatap kearah Fei Yang dengan cemas sambil menggelengkan kepalanya, dia lalu berkata,


"Buat apa adik Yang ? kakak sudah sembuh kok,.. lupakan saja lah tempat tempat berbahaya itu.."


"Kakak tidak mau kamu pergi menempuh resiko itu.."


Fei Yang menepuk punggung tangan Hong Yi dengan lembut dan berkata,


"Kakak tidak perlu khawatir, Fei Yang bukan sengaja ingin pergi kesana.."


"Tapi Fei Yang setelah ini, akan melanjutkan petualangan Fei Yang, sambil mencari musuh musuh yang telah menghancurkan Xu San."


"Mereka harus membayar, atas semua perbuatan mereka dulu.."


"Bila Fei Yang kebetulan bertemu beberapa hewan beracun itu."


"Alangkah baiknya bila Fei Yang tahu sedikit, apa yang menjadi penawar racun binatang binatang itu."


ucap Fei Yang beralasan.


Hong Yi menatap Fei Yang dengan mata berkaca-kaca dan berkata,


"Adik Yang boleh tidak, ? kakak ikut bertualang bersama mu ?"


Fei Yang menatap Hong Yi dengan serius dan berkata,


"Kakak Yi, tujuan perjalanan ku kali ini adalah untuk mencari musuh musuh Xu San, yang sangat berbahaya.."


"Selain itu aku juga punya sedikit urusan di kerajaan Xi Xia, semua itu sangat berbahaya dan penuh resiko..'


"Demi kebaikan kakak, sebaiknya kakak tinggal di puncak Xuan Wu saja, bersama tabib Hua dan Lung er."


"Ini akan jauh lebih baik daripada mengikuti ku menempuh bahaya.."


Hong Yi hanya bisa tertunduk sedih, dia meski sangat ingin ikut dengan Fei Yang, tapi dia juga sadar diri.

__ADS_1


__ADS_2