PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
WISATA DI RESTORAN PENGINAPAN


__ADS_3

Dengan bantuan Kim Tiaw tidak sampai setengah hari mereka telah tiba di kota Jiang Nan.


Fei Yang Yue Feng dan Hong Yi saat tiba di kota Jiang Nan hari sudah sore.


Fei Yang yang tidak mau bersikap terburu buru dan mengagetkan ular tidur.


Dia menoleh ke arah Hong Yi dan Yue Feng secara bergantian dan berkata,


"Hari sudah sore, lebih baik kita cari penginapan."


"Besok pagi kita baru kesana, gimana menurut kalian ?"


Yue Feng dan Hong Yi mengangguk dan berkata,


"kami tidak ada pendapat,.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Kalau begitu, kita putuskan begitu saja.."


Mereka bertiga pun bergerak menuju sebuah penginapan yang terletak di tepi danau.


Penginapan tersebut cukup ramai pengunjungnya,.selain karena letak posisinya yang strategis, yang membuat penginapan itu ramai adalah restorannya.


Para tamu selain bisa menikmati pelbagai jenis masakan lezat khas wilayah Jiang Nan.


Mereka juga di hibur dengan alat musik, tarian, nyanyian, yang semuanya di lakukan oleh gadis gadis cantik khas kota Jiang Nan.


Begitu rombongan Fei Yang memasuki penginapan,.seorang pelayan buru buru menghampiri rombongan Fei Yang dan berkata,


Maaf tuan, apa ada yang bisa saya bantu tuan ?"


Fei Yang tersenyum ramah dan berkata,


"Kami ingin bermalam di penginapan ini, apa masih ada kamar kosong buat kami..?"


"Ada tuan, mari ikut dengan saya tuan."


ucap pelayan tersebut cepat.


Setelah itu dia mengantar Fei Yang ke kasir, untuk melakukan pendaftaran, pembayaran deposit, hingga mendapatkan kunci kamar.


Setelah semua urusan di kasir beres, pelayan itu baru mengantar rombongan Fei Yang menuju kamar mereka.


Fei Yang cukup puas dengan kondisi kamar yang cukup luas dan rapi.


Di kamar Fei Yang ada tersedia dua kasur, yang bisa dia dan Yue Feng gunakan.


"Bagaimana tuan ? bila ada yang kurang katakan saja, kami pasti akan berusaha memenuhinya.."


tanya pelayan tersebut ramah.


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Tidak ada, semua sudah cukup,"

__ADS_1


"Tapi aku ada sedikit pertanyaan, tidak tahu kamu paham tidak, letak rumahnya pendekar Budiman Wang Zhong Yang..?"


ucap Fei Yang santai.


Pelayan itu mengangguk cepat dan berkata,


"Tentu saja, semua orang di Jiang Nan tidak ada yang tidak tahu tentang letak kediaman pendekar ternama itu.."


"Selain kediaman walikota Jiang Nan, rumah pendekar budiman lah, yang bisa di sebut rumah terbesar kedua di seluruh wilayah ini."


"Tuan muda pasti bukan berasal dari penduduk disekitar sini.ya ?"


tanya pelayan itu heran.


Fei Yang mengangguk cepat dan berkata,


"Benar, kami datang dari Tai Yuan, selain ingin melancong, kami juga ingin bertemu dengan saudara kami yang kabarnya kerja di sana.."


"Oh begitu,.."


jawab pelayan itu tanpa curiga.


Tuan bila ingin pergi kesana,. cukup keluar dari sini ambil jalan kanan.


"Rumah paling ujung di sebelah kanan jalan, di situlah letak kediaman pendekar Budiman."


ucap pelayan itu menjelaskan.


Fei Yang mengangguk dan bertanya hal lain, untuk pengalih perhatian,


Pelayan itu tersenyum lebar, lalu berkata,


"Turun dari sini belok kanan, restoran kami adalah termasuk tempat wisata pertama."


"Kedua di seberang penginapan ini ada danau Tai hu, itu adalah salah satu ikon khas kota ini.."


"Di sana tuan bisa menyewa perahu berkeliling menikmati keindahan alam kota Jiang Nan.."


"Ketiga tentu adalah puncak gunung Ling, yang merupakan bagian tertinggi patung Buddha raksasa yang menghadap kearah danau Tai hu."


"Dan yang paling terkenal dan penuh misteri adalah Ling Yun Tung, yang dihuni oleh Kirin api, terletak di pusar patung Buddha raksasa di gunung Ling."


"Tapi tempat itu hanya legenda, untuk mencapainya sangat sulit, lagi pula kabarnya gua Ling Yun


itu di huni oleh Kirin api,.jadi orang orang hanya berani melihat dari jauh, tidak ada yang berani mendekat kesana.."


Fei Yang mendengar cerita pelayan itu jadi sedikit tertarik, dia jadi teringat dengan Saga Sagi peliharaan Xue Lian dan teman masa kecilnya dulu Siau Huo.


Mungkinkah Kirin api itu sejenis dengan teman temannya itu.


batin Fei Yang bertanya tanya dalam hati.


"Apa pendekar Budiman yang sakti tidak pernah mencoba kesana ?"


tanya Fei Yang tiba tiba.

__ADS_1


Pelayan itu menatap Fei Yang dengan serius dan berkata,


"Tentu saja ada, tapi kabarnya juga selalu gagal, tidak pernah berhasil.maauk kedalam gua.itu."


Fei Yang mengangguk, lalu dia menoleh kearah Yue Feng dan berkata.


"Ayo kakak Feng kita coba wisata pertama khas Jiang Nan gimana ?"


Yue Feng mengangguk, sebenarnya dia tidak begitu suka dengan hiburan seperti itu.


Tapi dia gak enak untuk menolak Fei Yang, Yue Feng hanya berharap nanti di sana bisa bertemu Hong Yi.


Asal bisa bersama Hong Yi, di mana pun jadi, dan tetap akan terasa menyenangkan.


Setelah pelayan itu undur diri, Fei Yang dan Yue Feng pun menyusul meninggalkan kamar mereka.


Saat melewati depan kamar Hong Yi, Yue Feng berkata dengan malu malu,


"Adik Yang kamu duluan saja, aku mau ajak dia untuk ikut.."


Fei Yang tersenyum dan berkata,


"Terserah kakak Feng, tapi tempat hiburan begitu, sebenarnya lebih cocok buat pria."


Lalu Fei Yang pun berlalu dari sana, langsung menuju restoran mencari tempat duduk strategis, memesan makanan dan arak Hang Zhou yang terkenal manis dan lezat.


Fei Yang duduk santai menikmati musik yang di mainkan dengan sangat baik oleh para gadis pemain musik itu.


Ada juga di sajikan tarian indah oleh para gadis cantik, tapi yang satu ini Fei Yang justru kurang tertarik.


Karena di kerajaannya sendiri, penarinya jauh lebih cantik pun, dia tidak terlalu tertarik.


Termasuk lawan bertengkar nya itu, Li Sian Sian juga termasuk seorang penari yang sangat piawai.


Tapi Fei Yang lebih tertarik menganggunya, ketimbang menontonnya menari.


Fei Yang duduk bersandaran di pagar pembatas lantai dua, memejamkan matanya menikmati alunan musik sambil minum arak Hang Zhou yang manis dan wangi.


Hingga Yue Feng tiba dan duduk di sebelahnya dengan wajah kurang bergairah.


Fei Yang baru membuka matanya dan berkata,


"Mana kak Hong Yi, kenapa cuma ada kakak Feng sendirian ?"


Yue Feng menyambar botol arak di hadapannya meminumnya hingga habis baru berkata,


"Hong Yi tidak ada di kamarnya, aku sudah berkeliling mencarinya, tapi tetap saja tidak berhasil menemukannya."


"Ya, sudah biarkan saja, kak Hong Yi juga bukan anak kecil lagi, dia tahu cara menjaga diri.."


"Ayo kita nikmati saja makan minumnya, makanan dan minuman di sini cukup lezat.."


"ayo,.."


ucap Fei Yang mulai menggerakkan sumpit ditangannya.

__ADS_1


__ADS_2