
Kecuali pedang es dan api di tubuh Fei Yang, yang lainnya tidak ada yang tidak ikut berkumpul di belakang Li Chun Kang.
Bahkan pedang Es dan Api sempat bereaksi bergetar di dalam tubuh Fei Yang.
Tapi karena kedua pedang ini sudah di segel oleh Wu Ming Lau Jen kedalam kedua lengan Fei Yang.
Tanpa ijin dari Fei Yang mereka tidak punya akses untuk keluar masuk dengan bebas.
Fei Yang sangat terkejut dengan kemampuan yang di tunjukkan oleh lawannya.
Fei Yang segera menghimpun kekuatan alam tanpa batas bersiap menghadapi serangan dari Li Chun Kang.
"Serang,...!!"
teriak Li Chun Kang.
Pedang pedang di belakangnya mulai bergerak menerjang kearah Fei Yang.
Fei Yang membentuk perisai dari tanah pasir dan batu yang membentuk dinding menahan serangan pedang Li Chun Kang.
"Trang,..Tring,...Trang,...Tring..!
Trang...Tring,..Trang...Tring..!
Trang. Tring...Trang,...Tring,..!"
Semua pedang yang di kerahkan oleh Li Chun Kang menyerang Fei Yang tertahan di sana.
Melihat aksi pertahanan yang ditunjukkan oleh Fei Yang, Li Chun Kang tersenyum tipis.
Dia memutar kedua ujung jarinya, lalu di dorong kan kedepan.
Pedang pedang itu meluncur deras berputaran seperti mata bor, berusaha membobol pertahanan dinding perisai tanah batu pasir yang Fei Yang ciptakan.
Tapi perisai itu tidak mudah ditembus, dengan energi alam tanpa batas.
Seberapapun usaha pedang pedang itu menjebol pertahanan Fei Yang.
Di mana tanah batu pasir yang terkikis oleh pedang yang berputaran seperti mata bor.
Semuanya kembali menyatu membentuk perisai baru lagi.
Hingga mata pedang udah pada tumpul Diding perisai tetap tidak bisa di bobol
Li Chun Kang segera mengirimkan serangan pedang gelombang kedua, yang jauh lebih besar dan banyak, terus menerus menerjang kearah dinding perisai tanah ciptaan Fei Yang.
"Trang,..Tring,...Trang,...Tring..!
Trang...Tring,..Trang...Tring..!
Trang. Tring...Trang,...Tring,..!"
Benturan lebih keras dan nyaring terjadi diudara.
__ADS_1
Jutaan pedang yang meluruk datang menghantam dinding perisai hingga bergetar hebat dan mulai retak retak.
Melihat hal ini,. Fei Yang menambahkan lagi kekuatan energi semesta tanpa batas nya .
Dengan mendorongkan kedua tangannya kedepan.
Dinding perisai tanah kini semakin tebal dan terus menabrak dan meluluh lantakkan pedang pedang yang datang menerjang tanpa henti.
Lautan pedang berhasil di luluh lantakkan oleh perisai Fei Yang.
Semua pedang patah jatuh berkerontangan di atas tanah.
Melihat hal ini, Li Chun Kang kembali berteriak.
"Pedang bersatu,...!"
"Lahirnya pedang dewa,..!"
Semua patahan pedang yang tergeletak diatas tanah, tiba tiba semua melayang keatas.
Dan terus naik menuju keangkasa hingga menghilang menebus langit.
Beberapa waktu kemudian sebuah ujung pedang raksasa mulai muncul dari langit yang terbuka.
Potongan pedang yang melayang keatas langit, terlihat berputaran di sekitar pedang yang muncul dari langit.
Semua menyatu membentuk badan pedang dan terus menyatu membentuk gagang pedang.
Setelah pedang yang muncul dari langit tercipta, pedang itu meluncur cepat bagaikan meteor jatuh.
Pedang itu berhasil menembus dinding perisai dan meledakkan dinding perisai tanah yang menghalangi jalannya.
Terus meluncur deras kearah Fei Yang, Fei Yang dengan tenang menghimpun kembali dinding perisai tanah yang jebol, membentuk pusaran besar menyambut pedang raksasa dari langit itu.
Fei Yang terus menambah kekuatan semesta tanpa batas berusaha menahan dan menarik pedang tersebut kedalam arus pusaran di bawah pengendaliannya
Perlahan lahan pedang itu masuk kedalam pusaran tapi pedang itu tidak bergeming, tertarik berputar-putar.
Dengan lambat tapi.pasti pedang itu mengikuti arahan jari Li Chun Kang terus bergerak menerobos arus pusaran.
Melihat hal itu, Fei Yang menarik lebih banyak kekuatan alam semesta.
Tenaga inti langit dan bumi, masuk deras kedalam tubuh Fei Yang, yang kemudian di olah menjadi
Cahaya merah biru berbentuk Pat Kwa melesat menyambut pedang raksasa' yang telah berhasil menerobos pusaran angin dan tanah,.yang berusaha menahannya.
"Blarrr,...!"
Benturan keras terjadi di udara, Fei Yang dan Li Chun Kang sama sama menambah kekuatan untuk saling mendesak.
Dari balik pusaran Pat Kwa muncul dua berkas sinar biru merah,.saling menyatu,.membentuk sebuah moncong kepala naga raksasa yang terbuka lebar.
Menyambut pedang raksasa yang turun dari langit.
__ADS_1
Moncong Naga itu langsung membuka mulutnya lebar lebar mengigit badan pedang itu, hingga hancur berantakan.
Setelah berhasil menghancurka.pedang dewa Li Chun Kang.
Moncong Naga merah biru melanjutkan pergerakannya menerkam kearah Li Chun Kang yang berdiri dengan wajah pucat dan terlihat sulit percaya.
Raungan keras dari moncong Naga merah biru, mengeluarkan angin hembusan kuat, hingga kulit wajah Li Chun Kang bergetar hebat, matanya sampai tidak sanggup di buka.
Tapi aksi naga merah biru itu hanya sampai di sana saja, selanjutnya bayangan naga merah biru itupun sirna tak berbekas.
Rupanya di detik detik akhir Fei Yang telah menarik kembali kekuatannya.
Fei Yang tidak ada maksud mengambil nyawa dewa pedang itu, dia hanya ingin menahlukkan kesombongan dewa pedang Li Chun Kang saja.
Tujuan Fei Yang terhadap Kian Li sudah tercapai dan selesai, terhadap Li Chun Kang mereka sama sekali tidak punya alasan permusuhan.
Fei Yang melayang kearah Yue Feng dan Hong Yi, membawa mereka melayang ke udara, tak lama kemudian Kim Tiaw muncul menyambut mereka bertiga lalu bergerak meninggalkan tempat itu.
"Sampai jumpa kakek Li, bila ada jodoh kita akan bertemu kembali lain waktu,.!!"
ucap Fei Yang dengan suara bergema memenuhi area tepat pertarungan mereka.
Li Chun Kang berdiri termenung di atas benteng tembok kota.
Akhirnya dia menghela nafas panjang dan bergumam sendiri.
"Gelombang belakang mendorong gelombang depan hingga hilang tak berbekas.."
"Pemuda luar biasa,.."
"Ayah,..ayah tidak apa-apa ? maaf saya telah membawa kesulitan buat ayah,.."
ucap Kian Li penuh rasa bersalah.
Li Chun Kang menepuk bahu Kian Li dan berkata,
"Bersikap baik dan menjaga putri dan cucu ku sepenuh hati, sayangi dan cintai mereka, itu sudah cukup.."
"Kamu jangan khawatir, dengan hilangnya semua ilmu silat dan tenaga sakti mu, yang dulu.."
"Itu malah lebih baik dan memudahkan ku mewarisi mu Ilmu dewa pedang.."
"Mungkin ini adalah bagian dari berkah mu."
Kian Li tersenyum dan berkata,
"Hal lain menyusul pelan pelan saja, tak perlu buru-buru."
"Saat ini yang terpenting adalah kesehatan Apung dan kandungannya,."
"Ayo kita pulang ayah, di sini angin kencang, kasihan Aping."
Li Chun Kang mengangguk sambil tersenyum dia berjalan duluan meninggalkan tembok benteng kota yang sepi.
__ADS_1
Pertarungan mereka yang dahsyat dan menggetarkan,.telah membuat para penjaga di sana, memilih kabur bersembunyi di tempat aman.