PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MEMASUKI HUTAN


__ADS_3

Tan Kim Lan menoleh kearah Pei Kui Wang dan berkata,


"Pei Wang kamu mau nonton sampai kapan.."


Tan Kim Lan agak kesal dengan rekannya ini, terus diam berpangku tangan.


Selain menjebaknya, tidak ada yang dia lakukan sedari tadi


Pei Kui Wang, menanggapinya dengan mendengus.


Tapi dia akhirnya bergerak, meluncur kearah Nan Thian dengan tubuh kaku seperti sebatang balok kayu.


Kedua tangannya meluncur lurus seolah olah ingin menusuk dan menembus apa pun yang dilewatinya .


Nan Thian yang berhasil mencengkram kepala tongkat berbentuk moncong ular sangat kaget.


Selain tidak bisa di hancurkan kepala ular yang dalam cengkraman nya itu, karena terbuat dari bahan khusus yang sangat keras.


Dari moncong ular itu tiba tiba berhamburan titik titik halus menyerang kearah mata dan wajahnya.


Nan Thian terpaksa melepaskan cengkeramannya, mundur menghindar.


Sambil mengibaskan kedua tangannya kedepan dengan ilmu Tapak Naga Langit.


"Naga menahan petir langit.."


Terlihat seekor naga emas muncul melingkari seluruh tubuh Nan Thian.


Juga menyembunyikan kepalanya kedalam gulungan.


Sehingga serangan jarum halus tertangkis oleh sisik emas di tubuhnya.


"Tringgg,..! Tringgg,..! Tringgg,..!"


"Tringgg,..! Tringgg,..! Tringgg,..!"


Jarum jarum halus yang mengandung racun mematikan, semuanya runtuh keatas tanah.


"Naga mengejar mutiara...!"


bentak Nan Thian.


Sepasang Naga emas meluncur menerjang kearah Si Lao Mo, satu lagi meluncur kearah Pei Kui Wang.


Si Lap Mo sambil beterbangan mundur, dia menggunakan tongkatnya di putar untuk menghalau serangan Naga emas yang menerjang kearah nya


"Blarrr..! Blarrr..! Blarrr..!"


Beberapa kali berbenturan, Si Lao Mo melesat keatas, kemudian dia menusukkan tongkatnya kearah kepala Naga emas.


Mendorongnya kebawah hingga meledak di atas tanah.


"Boooom..!"


Bayangan Naga emas sirna tak berbekas.


Di tempat lain Pei Kui Wang yang sedang meluncur deras, dia langsung bertabrakan dengan Naga emas di udara.


"Blaaaarrr...!"


Naga emas berhasil dia hancurkan, tubuhnya yang kaku terus meluncur deras kearah Nan Thian.

__ADS_1


Nan Thian kaget melihat hasil dari serangannya.


Dia buru buru meningkatkan tenaga sakti Ciu Yang Sen Kung dan Ih Jin Jing.


Setelah itu dia baru melepaskan jurus yang jauh lebih dahsyat


"Naga emas menabrak bumi..!"


Dua ekor Naga Emas yang jauh lebih besar dan kuat, dengan mementangkan moncongnya lebar lebar.


Meraung keras dan menerjang kearah Si Lao Mo dan Pei Kui Wang, hampir berbarengan.


Si Lao Mo memutar tongkat nya, lalu dia kemplangkan kearah kepala Naga emas, yang menyerang nya.


Sedangkan Pei Kui Wang masih dengan ilmu yang sama terus meluncur menabrak Naga emas yang datang.


"Boooom..!"


"Boooom..!"


Terjadi ledakan dahsyat dengan kesudahan Si Lao Mo, Pei Kui Wang, keduanya terpental mundur kebelakang.


Si Lao Mo jatuh terduduk di atas tanah memuntahkan darah segar dari mulutnya


Wajahnya terlihat pucat dan seperti meringis menahan nyeri di dadanya.


Tangannya yang bebas tidak memegang tongkat, terlihat di gunakan untuk memegangi daerah dadanya yang sakit.


Pei Kui Wang juga tidak jauh berbeda, dia juga jatuh bertekuk lutut di atas tanah.


Dia juga terluka cukup parah, dari sudut mulutnya juga terlihat ada darah yang meleleh keluar.


Tan Kim Lan melihat situasi ini, dia segera maju kedepan.


Seperti belum akan berhenti sebelum berhasil mencaplok Si Lap Mo dan Pei Kui Wang , yang terlihat terluka.


Sementara serangan sudah di lepaskan, Tan Kim Lan dengan cepat membawa kedua rekan rekannya melarikan diri.


Dalam sekejap saja, dia sudah menghilang dari hadapan Nan Thian.


Naga emas berhasil menghancurkan serangan Tan Kim Lan.


Kemudian meluncur balik masuk kedalam tubuh Nan Thian.


Tan Kim Lan tidak menyangka, Nan Thian bisa sepesat itu peningkatan kekuatan nya.


Dia tadinya sangat yakin, dengan membawa dua bala bantuan, akan cukup untuk menangkap Nan Thian.


Tapi ternyata di luar dugaan, itu masih jauh dari cukup, untuk mengalahkan Nan Thian, yang kemampuannya bisa meningkat dengan begitu cepat.


Tan Kim Lan tidak tahu, sebenarnya kemampuan Nan Thian aslinya jauh dari ini.


Dia hanya belum sepenuhnya menguasai ilmu dan cara penggunaan porsi tenaga dalamnya secara tepat.


Hal ini karena Nan Thian kurang memilki pengalaman tempur, terutama berhadapan dengan lawan berat.


Semakin banyak, dia bertemu dengan lawan berat, kemampuannya, otomatis akan berkembang dengan sendirinya.


Nan Thian tidak bisa melakukan pengejaran, karena dia harus melindungi kereta kudanya.


Di Sana masih ada paman dan bibi kecilnya, juga kedua gadis Chu yang memaksa ikut dalam perjalanan ini.

__ADS_1


"Kakak tidak apa-apa ?


Tanya Sun er,


Dia merasa sulit harus memanggil apa ke Nan Thian, yang selalu memanggil dirinya paman kecil.


Jadi dia memilih memanggil kakak saja, mengikuti Zi Zi.


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa, ayo kita berangkat.."


"Terimakasih, paman kecil jadi harus repot urus kereta ini.."


ucap Nan Thian merasa tidak enak hati


"Tidak apa apa kak, justru Sun er senang, bisa berlatih mengendalikan kereta kuda."


"Mencoba teori yang kakak ajarkan sebelumnya ."


ucap Sun er bersemangat.


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Selanjutnya kita akan mendaki gunung XingLong di depan sana."


"Paman kecil ingin mencobanya..?"


tanya Nan Thian, sambil menunjukkan tali kekang di tangan nya.


Dengan wajah gembira, Sun er langsung maju menyambutnya.


Selanjutnya terlihat Sun er yang mengendalikan tali kekang kuda itu


Sedangkan Nan Thian mengawasi dan memberi petunjuk di sebelahnya.


Setelah melewati beberapa desa di kaki dan di lereng gunung yang curam dan terjal.


Kereta kuda mereka perlahan lahan mulai bergerak menurun.


Di sini Nan Thian akhirnya mengambil kembali tali kekang kudanya.


Karena daerah yang di lewati sangat berbahaya.


Sedikit saja ada kesalahan, kereta mereka bisa terjun bebas masuk kedalam jurang.


Dengan hati hati Nan Thian mengendalikan laju kereta nya, yang mulai bergerak menuruni lereng gunung XingLong.


Setelah beberapa waktu menempuh perjalanan menegangkan, bagi Nan Thian dan Sun Er, yang duduk di bagian depan kereta


Akhirnya mereka berhasil tiba di kaki gunung, kereta mereka mulai bergerak memasuki hutan lebat di kaki gunung XingLong.


Suasana yang tadinya terang benderang, kini mulai berubah menjadi remang remang dan agak gelap.


Kereta terus melaju mengikuti jalan, yang tidak terlalu lebar.


Di mana kiri kanan jalan, terlihat banyak semak belukar yang tinggi tinggi


Juga pohon pohon besar berdaun lebat, terlihat berjejer bagaikan bayangan patung raksasa, yang berjejer di kanan kiri jalan


Baru saja mereka memasuki hutan, langsung terlihat orang orang yang bersembunyi di atas pohon.

__ADS_1


Berkelebat turun kebawah menghadang perjalanan Nan Thian.


__ADS_2