PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MEMUTUSKAN TETAP LANJUT


__ADS_3

Zhao Heng yang terkejut otomatis menggunakan dayungnya, untuk menahan moncong mahluk raksasa yang terbuka lebar itu.


"Krakkk,..!"


Dayung di tangan Zhao Heng patah hancur berantakan di sambut moncong mahluk itu.


Zhao Heng hanya bisa pasrah ketakutan sambil mengangkat kedua tangannya keatas, berusaha melindungi diri, dengan memejamkan matanya.


Di saat moncong mahluk itu hampir mencaplok kepala dan tubuh Zhao Heng.


Tubuh Zhao Heng tersentak kebelakang, jatuh ke dekat Junta.


Sedangkan mahluk itu sendiri, langsung terpental keluar dari dalam perahu, akibat terkena tendangan dari kaki Fei Yang yang mendarat di moncongnya.


"Byuurr,...!!"


Air sungai hitam itu langsung muncrat tinggi, saat tertimpa mahluk bertubuh besar berkulit tebal itu.


Sungai berair hitam yang tadinya tenang, kini bergelombang hebat membuat perahu sederhana dari balok kayu itu, hampir terguling.


Untungnya Junta dengan gesit, bisa membantu Fei Yang mengendalikan perahu tersebut, sehingga tidak jadi terguling.


Mahluk itu sepertinya belum puas, dia kembali berenang mendekat kearah perahu Fei Yang, bersiap melakukan serangan kedua.


Fei Yang menunggu hingga mahluk tersebut melompat keluar dari dalam air.


Dia baru melepaskan energi pedang tanpa wujud, yang langsung menembus bagian bawah rahang mahluk itu, karena bagian itu tidak terlindung oleh kulit tebal dan keras seperti bagian punggungnya.


Mahluk itu untuk kedua kalinya kembali terpental ke dalam sungai.


"Byuurr,..!!"


Air sungai kembali bergelombang hebat, tapi kali ini Junta sudah lebih siap mengendalikan guncangan perahunya.


Sekali ini mahluk tersebut langsung tenggelam kedasar sungai.


Puluhan ekor mahluk yang sama langsung mundur teratur menjauh dari perahu Fei Yang.


Insting mahluk mahluk itu memberitahu mereka agar menjauh dari Fei Yang dan perahunya.


Kini perahu sederhana itu bisa kembali meluncur dengan tenang membelah sungai berair hitam itu.


"Junta mengapa belum juga terlihat daratan di seberang sungai,?"


tanya Wei Wen cemas.


Saat di lihatnya sungai yang mereka lewati begitu luas dan tak kunjung sampai.


"Sabar tuan putri,. kurasa tidak lama lagi juga akan sampai.."


ucap Junta kurang yakin.


Fei Yang berdiri dari perahunya menatap lurus kedepan dan berkata,


"Kurasa Junta benar, aku lihat di depan sana ada beberapa ekor rusa sedang minum."


"Ayo kita percepat dayungnya.."


ucap Fei Yang yang mengerahkan tenaga nya untuk mempercepat laju perahu mereka.


Mendengar ucapan Fei Yang yang lain pun menjadi bersemangat.


Mereka juga mengerahkan tenaga membantu mengayuh dengan dayung di tangan mereka.


"Brakkk,..!!"

__ADS_1


Tiba-tiba perahu mereka menabrak sesuatu di dasar sungai hingga oleng dan hampir terguling.


"Aihhhh,..!"


teriak Wei Wen kaget.


"Byaarr,..!"


Fei Yang memukul udara kosong kearah sungai untuk menstabilkan perahu mereka.


Fei Yang yang bermata tajam melihat seekor mahluk bulat panjang kecoklatan melintas di bawah perahunya.


"Apalagi ini ?"


"Mengapa tempat ini begitu mengerikan.."


batin Fei Yang dalam hati.


"Brakkkk,..!!"


Sekali lagi perahu mereka di sundul dari bawah hingga terbang di udara.


"Ahhhh,..!!"


teriak yang lainnya kaget.


"Byuurr,..!"


Karena sekali ini perahu tersebut tidak berhasil terselamatkan lagi, perahu jatuh dalam posisi terbalik.


Fei Yang hanya berhasil meraih Wei Wen dan Zhao Heng terbang menuju pinggiran sungai.


Sedangkan Junta yang tertinggal langsung tercebur kedalam sungai.


"Sabar Junta, aku akan segera kembali menolong mu.."


"Tenang saja aku bisa berenang ke pinggir.."


ucap Junta yang memang mahir berenang.


"Zzzzzzzz,...!!"


"Ahhhhh,..!!"


jerit Junta kaget saat kakinya tersengat sambaran listrik yang dilepaskan oleh mahluk itu.


Tubuhnya sesaat mengejang, lalu tenggelam ke dasar sungai.


Fei Yang yang sedang dalam posisi terbang sangat kaget mendengar jeritan kaget dari Junta.


Dia buru-buru menoleh kebelakang, melihat tubuh Junta kejang kejang, lalu tenggelam ke dasar sungai.


Fei Yang segera melempar Zhao Heng dan Wei Wen ketepian sungai.


"Wushhh,..!!"


"Aihhhhh,..!!"


"Ahhhhh,..!"


Teriak Wei Wen dan Zhao Heng kompak.


Mereka berdua sangat kaget, melihat tubuh mereka melayang tak terkendali melintas diatas sungai.


Tapi mereka berdua akhirnya berhasil mendarat dengan ringan di tepi sungai tanpa kurang apapun.

__ADS_1


Sementara itu Fei Yang sudah bertolak kembali kearah Junta.


Fei Yang yang melayang di udara,


berhasil melihat mahluk bulat panjang besar mirip ular sedang menyeret tubuh Junta yang diam tak bergerak bergerak menjauh.


Fei Yang segera melakukan pengejaran sambil melepaskan energi pedang biru menebus air menghantam mahluk itu.


Mahluk itu memiliki kulit yang tebal dan licin, sehingga energi pedang Fei Yang hanya membuatnya terpental, tapi tidak berhasil melukainya.


Melihat hal itu Fei Yang mengeluarkan pedang merah biru, lalu dia meluncur masuk kedalam sungai.


Melakukan pengejaran, sambil melepaskan dua tebasan yang mengandung energi api dan es semesta.


Dua berkas cahaya merah biru berhasil mengenai tubuh mahluk itu.


Mahluk itu terpental kesakitan sehingga gigitan nya pada Junta terlepas.


Mahluk itu langsung melarikan diri masuk kedalam lumpur dan menghilang dari pandangan Fei Yang.


Fei Yang tidak ambil perduli, dia langsung meraih tubuh Junta, membawanya terbang ke daratan menyusul Zhao Heng dan Wei Wen yang sudah lebih dulu mendarat di tepi sungai.


Begitu mendarat di tepi sungai, Fei Yang segera membaringkan Junta di atas tanah landai di pinggiran sungai.


Lalu memeriksa kondisi tubuh Junta yang sudah kaku membiru.


Zhao Heng dan Wei Wen hanya bisa menatap dengan cemas.


Mereka juga tidak tahu harus melakukan apa, untuk membantu Fei Yang menolong Junta.


Sehingga mereka hanya bisa berdiri diam di samping, memperhatikan Fei Yang memberikan pertolongan buat Junta.


Setelah berusaha menyalurkan tenaga dalam berulang kali membantu mengaktifkan detak jantung dan nadi Junta yang terhenti.


Akhirnya Fei Yang menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas panjang.


Lalu dia menoleh kearah Zhao Heng dan Wei Wen,


"Dia sudah tiada, tubuhnya tidak sanggup menahan serangan listrik yang di lepaskan oleh mahluk itu."


"Seluruh aliran darah dan jantungnya telah berhenti, tidak ada yang bisa kita lakukan lagi.."


Fei Yang berdiri menatap Zhao Heng dan berkata,


"Sekarang terserah pangeran apakah ingin melanjutkan perjalanan..?"


"Atau kita kembali.."


"Kembali kita hanya bisa bertahan, menunggu mereka datang menyerang.."


"Terus maju kita akan menghadapi resiko bahaya yang tidak kecil."


ucap Fei Yang memberikan pendapatnya.


Zhao Heng menatap Fei Yang dan berkata,


"Kita tidak boleh mundur, tetap maju.."


"Akan sangat beresiko dan memakan waktu, bila membuat pertahanan menunggu mereka datang.."


ucap Zhao Heng mengemukakan alasannya.


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Baiklah kita gunakan saja peta buatan Junta ini, semoga saja kita bisa menemukan markas dan gudang perbekalan mereka.."

__ADS_1


Fei Yang menggelar peta kain itu di atas tanah, mereka bertiga berjongkok memperhatikan nya, dengan serius.


__ADS_2