PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PAI LAN YI MELAWAN KIAN BU


__ADS_3

Tapi sebenarnya, Fei Yang mencampurnya sedikit dengan ilmu serangan Huo Lung.


Tentu saja kian Hok mati kutu dengan ilmu Huo Lung, yang merupakan ilmu pilihan tingkat atas.


Bahkan Li Mu Bai sendiri bila berhadapan dengan kedua orang itu.


Dia harus berpikir 100 kali, untuk menantang mereka berdua bertarung.


Bagi para murid awam tentu mereka semua melihat Fei Yang, menggunakan jurus pedang paling dasar dan paling sederhana mengalahkan kian Hok.


Tapi bagi Yi Han Tao Se, Du Gu Meng Cu, Li Mu Bai, Zhou Lei Li Sian Sian dan Malini.


Mereka dapat melihat keanehan pergerakan jurus pedang dasar itu, saat di gerakkan dengan ajaib pedang Fei Yang tiba-tiba muncul didekat pergelangan tangan Kian Hok, dan secara tiba-tiba memukul pergelangan tangannya dengan jurus pedang dasar.


Yi Han Tao Se mengangguk sambil tersenyum, sebagai orang berpengalaman luas, dan dia pernah menangani keanehan di dalam tubuh Fei Yang, jadi dia tidak heran bila Fei Yang menyimpan kemampuan lain.


Tapi Yi Han Tao Se, di dalam hati diam diam sangat kecewa dengan Li Mu Bai, dan para murid hasil didikan nya.


Tapi Yi Han Tao Se hanya tahu di hati saja, dia tidak menegur ataupun menyalahkan siapapun


dalam hal ini.


Li Mu Bai sendiri terlihat sangat kecewa dengan kekalahan beruntun yang di alami oleh murid-murid nya.


Fei Yang sudah menarik kembali pedang kayu nya, dia memberi hormat kearah Kian Hok, kemudian dia kembali kearah rombongan Murid Senior Kim dan Murid Senior Lan.


Mereka berenam mengucapkan selamat dan memuji kemampuan Fei Yang.


Fei Yang membalasnya dengan tersenyum dan berkata,


"Cuma kebetulan saja, senior Kian Hok sengaja mengalah untuk ku.."


Kim Lan langsung membalas perkataan Fei Yang,


"Paman guru tidak perlu merendah, kami semua tahu betul, bagaimana sikap murid murid gunung Naga Biru."


Fei Yang mengangguk sambil tersenyum Canggung, tapi dia tidak berkata apa-apa lagi.


Dia hanya melanjutkan menonton pertandingan yang sedang berlangsung sengit antara murid Malini melawan murid Zhou Lei.

__ADS_1


Saat ini yang turun ke arena, adalah murid andalan Siau Mao, Ta Su karena tidak tahan melihat murid murid junior mereka terus mengalami kekalahan.


Turunnya Ta Su, tentu membuat suasana pertarungan mulai semakin seru, murid Junior Malini tentu tidak sanggup melawan Ta Su.


Setelah bertahan mati matian dari serangan Ta Su yang sangat kuat, akhirnya gadis baju kuning yang merupakan murid Lan Fung yang bernama Lian Lian.


Harus kehilangan sepasang pedang nya, dia buru-buru melompat mundur menjauh setelah kehilangan kedua senjata nya.


Lian Lian menjura kearah Ta Su dan berkata,


"Terimakasih atas kemurahan hati, kak Ta Su."


"Lian Lian mengaku kalah,.."


setelah mengakui kekalahannya, Lian Lian pun kembali kerombongan nya.


Ta Su sambil tersenyum gembira, dia menjura kearah podium di mana para petinggi duduk.


Setelah itu dia kembali ke rombongannya, dengan langkah gagah sambil tertawa.


Pertandingan berikutnya adalah Kui Lin maju menghadapi murid Kim Fang yang bernama Su Bin.


Setelah saling serang beberapa saat, Su Bin harus mengakui keunggulan Kui Lin, meski memiliki pedang unik tetap saja hal itu tidak membantu banyak buat Su Bin.


Setelah punggung dan sambungan belakang lutut tertendang, oleh Kui Lin hingga jatuh terguling.


Su Bin setelah berhasil melompat berdiri, dia langsung memberi hormat kearah Kui Lin dan mengakui kekalahannya.


Pertarungan terus berlanjut tapi makin kesini, pertarungan menjadi makin sengit, karena mulai mengerucut keatas.


Seperti saat ini Kian Bu sudah turun tangan sendiri menghadapi Pai Lan Yi.


Pai Lan Yi bergerak ringan seperti seekor kupu-kupu biru, hilang muncul mengelilingi Kian Bu, yang berdiri kokoh bagaikan batu karang.


Setiap serangan Lan Yi selalu berhasil dia tangkis dan di mentahkan oleh Kian Bu, tapi Lan Yi. tidak.putus asa.


Dia tetap bergerak berterbangan di sekitar Kian Bu, sambil melancarkan serangannya secara bertubi-tubi.


Sedangkan Kian Bu membuat lapisan pertahanan dengan pedang yang membentuk gulungan sinar putih mengelilingi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Serangan Lan Yi yang datang nya bagaikan hujan, tidak ada yang berhasil menembus pertahanan Kian Bu.


Kian Bu tidak melulu bertahan, dia tahu Lan Yi terlalu lincah untuk di serang secara langsung, makanya dia terus menunggu peluang, Saat Lan Yi lengah dia baru akan melepaskan serangan nya.


Lan Yi sendiri juga sedang berpikir keras memecahkan pertahanan Kian Bu yang begitu rapat.


Bila terus seperti ini, lama kelamaan, dia yang akan kehabisan nafas duluan.


Akhirnya Lan Yi mengambil keputusan nekad, dia sengaja membuat celah, berpura-pura lelah dan lengah.


Agar kian Bu terpancing untuk menyerangnya, sehingga dia ada kesempatan untuk mengalahkan Kian Bu.


Benar saja, sesuai dugaannya Kian Bu langsung terpancing, begitu melihat kesempatan yang ada di hadapannya itu.


Dengan secepat kilat pedang Kian Bu berkelebat melepaskan tusukan kearah leher Lan Yi, yang sedang terbuka.


Tapi saat pedang tersebut tiba, Lan Yi sudah tidak berada di tempatnya, rupanya Lan Yi menghindar dengan cara sedikit menekuk tubuhnya kebelakang.


Sementara sepasang kakinya bergerak menyosor maju, sambil menggunakan sepasang pedang nya membabat kearah tangan kian Bu yang sedang memegang pedang nya.


Tiada jalan lain, kian Bu melepaskan pegangan pada pedang nya, tapi pedang kian Bu tidak terjatuh kelantai, saat terlepas dari pegangannya, melainkan berkelebatan di sekitar tubuhnya, lalu bergerak mengejar menyerang Lan Yi.


Mengikuti arahan jari tangan Kian Bu, yang melakukan kontrol jarak jauh terhadap pedang tersebut.


Lan Yi terpaksa membuat dirinya berputaran di udara dengan tubuh terlentang, untuk menghindar, sambil menangkis serangan pedang Kian Bu, yang terus bergerak mengejar dirinya.


Karena terdesak, Lan Yi terpaksa melepaskan sepasang belati birunya, di Lesatkan kearah Kian Bu.


Kian Bu terpaksa menggunakan pedangnya untuk menangkis sepasang belati yang berkelebat sendiri menyerang nya.


Tiba-tiba belati tersebut berubah menjadi sangat banyak, menerjang kearah Kian Bu bagaikan hujan belati.


Kian Bu terpaksa kembali membuat pertahanan untuk menangkis serangan belati biru yang datang kearahnya bagaikan hujan.


Belati yang datangnya bagaikan hujan itu muncul dari atas, sehingga pedang Kian Bu yang berputaran bagai kitiran itu, digunakan untuk membuat perisai di bagian atas kepala nya.


Kian Bu yang terlalu fokus menghadapi serangan dari atas, dia melupakan bagian bawahnya yang terbuka.


Memanfaatkan situasi ini, Lan Yi melesat maju, menyerang Kian Bu dari arah bawah.

__ADS_1


Serangan sepasang kaki Lan Yi berhasil menendang sambungan lutut Kian Bu hingga terlepas.


__ADS_2