PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEKESALAN


__ADS_3

Setelah menghabiskan beberapa butir buah persik, minum air telaga, dan pindah berendam di dalam telaga mengikuti petunjuk Kim Kim.


Beberapa saat kemudian, Fei Yang merasakan kontraksi hebat di dalam perutnya.


Karena merasa tak tahan lagi, Fei Yang pun bergerak menghilang di balik rumput.


Kim Kim yang awalnya mengira, Fei Yang tidak tahan lagi, akan melakukan hal seperti Nan Thian.


Tapi dia harus kecewa, ternyata Fei Yang tidak melakukan yang seperti Nan Thian lakukan.


Melainkan Fei Yang menggunakan energi nya berputaran di dalam usus, kemudian mendorong semua kotoran keluar lewat mulutnya


Setelah mengalami beberapa kali muntah, kondisi Fei Yang pun berangsur angsur tenang.


Muntahan yang di keluarkan oleh Fei Yang cukup mengerikan, semua muntahannya berwarna hitam kehijauan, banyak belatung yang berada di antara muntahan tersebut.


Melihat keadaan ini, Kim Kim di dalam sana menutupi mulutnya, berusaha menahan rasa geli.


"Paman tampan, kembali lagi ke telaga, berkumur dan gunakan air telaga, untuk membersihkan sisa kotoran yang masih ada."


ucap Kim Kim cepat, karena dia merasa mual berlama lama di tempat tersebut.


Fei Yang mengangguk,lalu kembali lagi ke telaga untuk berendam dan berkumur.


Fei Yang mulai merasa tubuh nya jauh lebih ringan, sedikit demi sedikit, beberapa titik seperti Qi Hai, Guan Yuan, Sheng Que, Ju Que, Thian Tu, mulai lebih lega dan plong.


Hawa Chi dari luar yang masuk dan keluar lebih lancar.


"Paman tampan aku akan coba bergerak memulihkan seluruh titik Meridian di tubuh paman yang tersumbat oleh racun."


"Paman tampan bantu dengar makan buah persik dan air telaga itu, untuk memenuhi setengah bagian lambung paman."


"Bila cukup hentikan, tunggu sampai sisa hasil proses terkumpul.."


"Baru nanti di keluarkan dengan cara tadi, bersama sisa racun nya."


ucap Kim Kim mengingatkan Fei Yang.


Fei Yang mengangguk, dia membiarkan Kim Kim bebas berkeliaran bolak balik di 361 titik meridian di dalam tubuhnya.


Kini Fei Yang sadar mengapa Kim Kim harus menunggu kekuatannya pulih, baru bisa membantunya.


Selain untuk keluar dari dalam tubuh Nan Thian tidak mudah.


Untuk membersihkan racun yang sudah terlanjur lama bersarang di tubuhnya juga tidak mudah.


Kim Kim harus menghisap racun yang menempel menjadi satu gumpalan energi.


Setelah itu dia akan mendorong membawa racun itu, berkumpul di kotoran sisa ampas makanannya.


Setelah itu dia baru di minta untuk memuntahkan nya.


Proses seperti itu tidak bisa di lakukan secara sekaligus, karena Kim Kim juga perlu istirahat.


Butuh 3 hari membersihkan titik Meridian, setelah itu di lanjut dengan titik nadi aliran darah hingga ke syaraf syaraf halus.


Total menghabiskan 14 hari, seluruh tubuh Fei Yang baru bisa bisa dinyatakan bersih.


Tepat di hari ke 14 Kim Kim pun berkata,

__ADS_1


"Paman kini boleh di bilang sudah bersih total, tapi untuk hasil maksimal.."


"Aku sarankan paman minum pil penguat tubuh dan pil pembersih racun, selama beberapa hari..'


"Dengan begitu baru bisa tuntas semua, proses pembersihan ini.."


Fei Yang tersenyum lembut, dan berkata di dalam pikirannya berkomunikasi dengan Kim Kim.


"Terimakasih banyak nona Kim Kim, Fei Yang berhutang Budi besar pada mu.."


"Fei Yang tidak tahu bagaimana membalas Budi baik nona ini..?"


ucap Fei Yang penuh rasa terimakasih dan agak sungkan.


Kim Kim sambil tersenyum manis berkata,


"Aku tidak berkeberatan, kalau paman tampan ingin membayarnya dengan tubuh paman.."


"Uhukkk,..!" Uhukkk,..!"


Uhukkk,..!" Uhukkk,..!"


Fei Yang kembali tersedak, wajahnya merah padam.


Nan Thian yang tidak tahu apa yang terjadi, dia hanya bisa menatap dengan heran kearah pamannya yang tiba tiba terbatuk.


"Paman kamu kenapa, apa ada yang kurang beres..?"


tanya Nan Thian cemas.


Fei Yang buru buru menggoyangkan tangannya dan berkata,


"Bukan masalah,..hanya tersedak saja.."


Sambil tertawa nakal,


Tiba tiba Kim Kim sudah keluar dari tubuh Fei Yang, dia berubah menjadi seorang gadis muda yang terlihat sangat cantik dan imut.


Bentuk tubuhnya yang tertutupi kabut asap keemasan berkilauan di beberapa bagian rahasia tubuhnya, membuat dia terlihat semakin seksi.


Kulitnya yang putih halus kemerahan membuat dia terlihat semakin sempurna.


Kim Kim karena terus menyerap hawa buah persik dan hawa mata air surgawi.


Kini kekuatan dia pulih total secara sempurna,


Dia pulih karena makan minum, benda surgawi, otomatis saat berubah wujud, dia mendapatkan wujud seorang Dewi surgawi.


"Bagaimana,..paman tampan ?"


ucap Kim Kim hendak maju merangkul lengan Fei Yang.


Fei Yang tahu tahu sudah menghilang dari posisinya, saat muncul lagi.


Dia sudah mengambil jarak 3 tombak dari Kim Kim dan berkata,


"Maaf nona Kim Kim, itu tidak mungkin.. Fei Yang sudah berkeluarga.."


"Maafkan Fei Yang nona Kim Kim, aku permisi dulu kalian lanjutkan saja."

__ADS_1


Selesai berkata, Fei Yang buru buru kabur dari tempat tersebut.


"Sudah jangan nakal lagi, sudah syukur kamu bisa kembali ke wujud mu, jangan menggoda dan mempersulit paman ku lagi..'


ucap Nan Thian menegur, sambil membantu menyelimuti tubuh Kim Kim dengan jubah luar nya.


"Terimakasih kakak,.."


ucap Kim Kim sambil tersenyum nakal.


Lalu dia sambil menatap Nan Thian lekat lekat, dia berkata,


"Bagaimana penampilan ku sekarang..?"


Nan Thian mengangguk dan berkata singkat.


"Bagus,.. cukup bagus .'


"Hanya itu..?"


tanya Kim Kim terbelalak kurang puas.


Nan Thian tersenyum dan berkata,


"Ya cuma itu, kamu berharap apa ?"


Dengan kesal Kim Kim membanting kaki sebelah nya, lalu dengan wajah cemberut.


Dia pergi ke pinggiran telaga, untuk bercermin melihat bentuk wajahnya sendiri.


Kim Kim jadi tidak percaya diri, ragu dengan penampilan baru nya.


Kim Kim melihat bolak balik wajahnya, dia bahkan menggembungkan pipinya.


Tapi dia tetap terlihat sangat menarik, tidak ada yang salah dengan wujud baru nya.


Tapi kenapa dua pria pertama yang di temuinya semua bersikap cuek.


Karena bingung dan kesal, Kim Kim memukul, air bening di telaga.


"Byuur..!'


Air memercik keatas mengenai wajahnya sendiri hingga basah.


Nan Thian yang menonton dari jauh hanya tersenyum tipis lalu dia berjalan pergi dari sana.


Mencari si kembar untuk berlatih.


Siau Huo juga memilih untuk meninggalkan tempat tersebut kembali kedalam hutan.


Hawa mahluk berkekuatan dahsyat nya, membuat Siau Huo memilih menjaga jarak, tidak berani mendekatinya.


Setelah semuanya pergi, tinggal Kim Kim seorang diri, dia akhirnya melompat duduk diatas salah satu cabang dahan buah persik.


Kim Kim duduk santai di sana, sambil makan buah dewa itu.


Kim Kim lumayan menyukai nya.


Makanan itu selain terasa lezat dan manis,.dia juga memberinya energi besar.

__ADS_1


__ADS_2