
Zi Zi menyusunnya satu persatu berjejer di tepi meja yang menempel dengan dinding jendela kamar.
Setelah menyusun rapi 12 patung itu berkejar rapi, Zi Zi tersenyum puas melihat nya.
"Tok..! Tok..! Tok..! Tok..!"
Pintu kamar di ketuk dari luar mengangetkan Zi Zi.
Dia buru buru menyimpan kotak indah itu ke laci meja.
Setelah itu, dia langsung pergi dengan langkah terburu-buru pergi membuka pintu kamar.
"Nona Zi Zi maaf saya di minta Semu, untuk mengantarkan ini buat nona.."
ucap seorang gadis muda sambil menyerahkan sebuah selimut yang terlipat rapi, beberapa stel pakaian bersih, juga ada seikat bunga segar untuk perlengkapan mandi nya.
Zi Zi menerimanya dengan gembira dan berkata,
"Terimakasih banyak ya.."
"Tolong sampaikan juga ucapan terimakasih ku ke Semu.."
ucap Zi Zi sambil tersenyum manis.
Gadis muda itu mengangguk cepat, kemudian dia pun mundur dari sana.
Setelah gadis muda itu pergi, Zi Zi pun menutup kembali pintu kamarnya.
Lalu dia langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tiba di dalam kamar mandi, Zi Zi menatap bingung kearah sebuah tong besar yang kosong tidak ada airnya.
"Apa bibi lupa ya, karena kamar mandi ini sudah lama tidak di gunakan..?"
Batin Zi Zi bertanya tanya.
Zi Zi mengedarkan pandangannya melihat lihat ke sekitar, Tong kosong besar buat mandinya itu.
Akhirnya Zi Zi melihat sesuatu di dinding dekat Tong air kosong itu.
Zi Zi mencabut penyumbat kayu yang menempel di sana.
Begitu penyumbat di cabut.
Air hangat nan jernih, langsung menyembur dari lubang di dinding itu, mengisi Tong air yang kosong.
Melihat hal ini, Zi Zi pun langsung tersenyum lebar, dan memaki kebodohannya sendiri.
Setelah menaburkan kelopak bunga kedalam Tong air, Zi Zi pun langsung melepaskan seluruh pakaian pengantinnya.
Lalu masuk kedalam Tong tersebut untuk membersihkan diri.
Zi Zi terlihat menikmatinya dengan gembira, sejak berpisah dari Nan Thian.
Ini adalah pertama kalinya Zi Zi kembali keceriaannya yang sempat hilang.
Zi Zi sebenarnya masih ingin berlama lama berendam memuaskan dirinya.
__ADS_1
Tapi berhubung dia sedang di tunggu oleh orang tua kakak tampan nya.
Tentu saja dia tidak berani berlama lama di sana, membiarkan mereka orang tua menunggunya.
Zi Zi buru buru membersihkan diri mengenakan pakaian baru, yang merupakan pakaian yang sama dengan pakaian gadis muda, yang datang mengantarkan pakaian untuknya.
Zi Zi dengan senang hati, langsung mengenakan pakaian seragam putih, yang menunjukkan dia kini sudah merupakan bagian dari Xu San.
Setelah berpakaian rapi dan membenahi diri, Zi Zi pun buru buru meninggalkan kamar nya.
Langsung menuju ke arah taman di mana Hong Yi dan Yue Feng sedang duduk menunggu nya, di sebuah paviliun kecil yang di kelilingi kolam ikan.
"Bibi Paman maaf, membuat kalian menunggu lama.."
ucap Zi Zi sopan.
Hong Yi sambil tersenyum lebar bangkit berdiri, maju menggandeng tangan Zi Zi untuk duduk bersama nya.
"Ayo Zi Zi duduklah, temani kita makan dulu, baru kita ngobrol dengan puas.."
Hong Yi dengan penuh semangat, membantu mengambilkan masakan, buat mengisi mangkuk di hadapan Zi Zi.
Zi Zi hanya bisa menerimanya dan mengucapkan terimakasih, search berulang ulang dengan agak sungkan.
Tapi mereka bertiga terlihat makan bersama dengan akrab, sambil ngobrol ringan.
Hong Yi bercerita tentang masa kecil Nan Thian, Zi Zi mendengarkan dengan serius.
Kemudian baru di sambung dengan cerita Zi Zi, tentang pertemuan pertama kalinya dia sewaktu masih kecil dengan Nan Thian.
Selesai mendengar cerita Zi Zi, Hong Yi pun mulai membuka pertanyaan penasaran nya.
"Zi Zi apa yang sebenarnya terjadi,? mengapa saat kamu datang kemari tadi, kamu masih terlihat mengenakan pakaian pengantin.."
Zi Zi dengan wajah sedih mulai bercerita semua yang dia alami, sejak berpisah dari Hong Yi dan Yue Feng.
Dia akhir cerita Zi Zi pun berkata,
"Paman Bibi,.. maafkan Zi Zi tapi ZI Zi benar benar tidak bisa melanjutkan dan menjalankan pernikahan kami itu."
"Zi Zi tidak bisa menerimanya menjadi suami Zi Zi seutuhnya, karena hati dan perasaan Zi Zi, sepenuhnya sudah terisi oleh kakak tampan."
"Zi Zi tidak bisa menerima pria lain, selain dia untuk menjadi pendamping hidup Zi Zi."
"Bila di paksakan Zi Zi lebih baik mati saja.."
ucap Zi Zi tegas, penuh tekad keras.
Hong Yi menghela nafas panjang dan berkata,
"Jadi kamu dan Li Sun sudah menikah ? dan pakaian kemaren itu, adalah pakaian pernikahan kalian..?"
Zi Zi mengangguk lesu, dengan kepala tertunduk, dia tidak berani beradu tatap dengan kedua orang tua Nan Thian.
Hong Yi dan suaminya saling pandang sejenak, kemudian Hong Yi kembali bertanya dengan hati hati.
"Jadi kamu dan Li Sun sudah melewatkan malam pengantin bersama, ? sebelum kamu memutuskan datang kemari..?"
__ADS_1
Zi Zi mengangguk pelan sambil mengigit pelan bibirnya sendiri.
Mendengar hal itu Hong Yi pun menghela nafas kecewa dan berkata pelan,
"Zi Zi,.. bukan bibi tidak mau membela mu.."
"Tapi dalam hal ini, bibi harus katakan terus terang pada mu.."
"Bila kalian sudah,..dan kamu sudah menjadi miliknya, tidak seharusnya kamu pergi meninggalkannya dan datang kemari.."
"Bibi tidak bisa mendukung mu, bila kalian sudah.."
"Akan sangat tidak adil buat Nan Thian, bila kamu kelak setelah menjadi istrinya, tapi kamu nantinya malah mengandung anaknya Li Sun.."
"Ini akan membuat masalah semakin rumit bila bibi mendukung keinginan mu.."
Zi Zi yang mendengar ucapan Hong Yi sampai disini, dia baru sadar, tadi dia telah salah jawab.
Sehingga membuat Ibu Nan Thian salah mengerti tentang hubungannya dengan Li Sun.
Zi Zi buru buru menggelengkan kepalanya dan menggoyangkan kedua tangannya di depan wajahnya dan berkata,
"Tidak bibi,..bukan seperti itu...kami tidak.."
ucap Zi Zi terbata bata dengan wajah merah padam.
Lalu dia mendekatkan bibirnya kearah telinga Hong Yi dan berbisik bisik di sana, dengan wajah merah padam.
Mendengar suara bisikan dari Zi Zi, wajah Hong Yi yang lesu dan kecewa kini kembali berseri seri.
Dia buru buru menoleh kearah Zi Zi memegangi kedua tangan nya dan berkata,
"Zi Zi kamu serius dengan ucapan mu, kamu tidak sedang main main dengan ku kan..?"
Zi Zi mengangguk cepat dan berkata,
"Memang seperti itulah kejadiannya.."
"Aku juga tidak tahu harus pergi kemana setelah kejadian itu, makanya aku cuma bisa kemari.."
ucap Zi Zi jujur.
Hong Yi dengan gembira dan bersemangat, langsung menggenggam tangan Hong Yi dan berkata,
"Bila seperti cerita mu, kamu jangan takut, bibi akan selalu mendukung mu.."
"Biar bibi yang bicara dengan mereka nanti.."
"Terimakasih bibi.."
ucap Zi Zi sambil tersenyum lega.
Tiba tiba terlihat murid Xu San yang bernama A Hua berjalan dengan langkah terhuyung-huyung, menghampiri tempat Hong Yi, Yue Feng, dan Zi Zi sedang mengobrol santai.
"A Hua ada apa ?"
tanya Yue Feng kaget, melihat keadaan muridnya yang berlumuran darah.
__ADS_1