PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEBAKARAN HEBAT DI ISTANA BAGIAN TENGAH,


__ADS_3

"Siapa pemuda bertopeng besi itu kak,? besar sekali nyalinya berani melawan bawahan Kok Su Vipasana yang terkenal Kosen itu..?"


tanya pemuda mata sipit itu.


Pemuda bernama Wie itu pun berkata,


"Adik Cia, kamu tidak tahu,. pemuda itu di beri julukan oleh para lhama jubah merah, sebagai Ping Huo Ta Sia.."


"Ini hanya berarti mereka bukan pertama kali bertemu, dan pemuda itu pasti memiliki kemampuan, makanya berani berhadapan dengan para lhama jubah merah yang sombong itu.."


"Bukan hanya itu, aku bahkan mendengar kabar Kok Su Vipasana, kini sedang terluka parah, akibat bentrok.dengan seorang gadis misterius.."


"Selain itu ketiga bawahan andalannya Dote Jigme dan Kipu juga tewas di tangan gadis itu.."


"Wah kakak Wie, kamu luar biasa kok bisa tahu sebanyak itu..? kakak tahu darimana informasi sebanyak itu ? bisa dipercaya gak kak ? jangan jangan cuma ngarang lagi."


ucap si mata sipit sambil tersenyum.


Pemuda yang bernama Wie mendeliki temannya dan berkata "Tentu saja itu semua benar, bila aku mengarang, biar aku keluar dari sini di sambar petir.."


"Ya,..ya,.. aku percaya jangan emosi dong, aku cuma bercanda."


"Tapi ngomong ngomong kakak Wie, dapat informasi dari mana ?"


tanya si mata sipit penasaran.


Si pemuda bernama Wie itu sambil berkata,


"Adik Cia,.. aku tidak takut memberitahu mu,.. informasi ini aku dapatkan dari kekasih ku Lan Lan di Chun Hua Low ( Paviliun Bunga Bersemi )."


"Kamu kan tahu sendiri, tempat hiburan seperti itu, adalah tempat sumber informasi yang paling bisa di percaya.."


"Ohh jadi Lan Lan itu kekasih kakak ?"


ucap si mata sipit antusias.


Si pemuda bernama Wie itu menganggukkan kepalanya bangga.


"Wah hebat tuh, Lan Lan adalah salah satu bunga paling laris di sana."


ucap si mata sipit menatap temannya dengan penuh rasa iri.


Tapi sesaat kemudian dia kembali bertanya dengan heran,

__ADS_1


"Kak Wie, Lan Lan bagaimana bisa tahu, dia tahu dari siapa ?"


A Wie tidak berani berbicara sembarangan, dengan suara setengah berbisik dia berkata,


"Adik Cia,.. kita tidak boleh bicara sembarangan menyangkut hal ini.."


"Lan Lan dapat tahu dari langganan nya, si keledai gundul Dheva lhama."


ucap A Wei setengah berbisik, dengan ekspresi wajah takut takut.


Fei Yang di mejanya, bisa dengar dengan jelas, meski tempat kedua orang itu cukup jauh.


Bagi Fei Yang itu bukan masalah, meski mereka berbicara dengan berbisik bisik, Dan suasana di dalam restoran sangat ramai sehingga menutupi suara obrolan mereka.


Tapi Fei Yang tetap bisa mendengar semuanya dengan sangat jelas.


Fei Yang sendiri selain kaget, juga gembira, saat mendengar Dote Jigme dan Kipu Lhama telah tewas.


Lebih hebatnya lagi Kok Su Vipasana lhama, ikut terluka dalam akibat insiden tersebut.


"Siapa gadis itu,? atau jangan jangan gadis itu lah yang telah menolong nyawanya, lalu siapa sebenarnya indentitas gadis itu..?"


Kini hal itulah yang muncul di benak Fei Yang, dan terus membuat Fei Yang bertanya-tanya kepada dirinya sendiri dengan penuh penasaran.


Saat Fei Yang sedang termenung penasaran, tiba-tiba dari arah pintu depan.


Komandan pasukan itu begitu masuk kedalam rumah makan langsung berteriak,


"Tangkap kedua orang itu, yang berani bergosip dan berbicara sembarangan di muka umum.!!"


Semua pasukan itu langsung bergerak maju, sambil mencabut golok melengkung, di pinggang mereka masing-masing.


Sesaat kemudian tanpa perlawanan berarti kedua pemuda bernama wie dan Cia itu, langsung diringkus oleh para pasukan pengawal.


Mereka langsung di giring keluar dari restoran dan dibawa pergi oleh para pasukan pengawal itu.


Kini Fei Yang pun sadar, kenapa di sepanjang dia datang ke restoran, tidak ada yang berani berbicara mengenai masalah pemerintahan.


Bahkan sekedar mengeluarkan keluhan pun, tidak ada yang berani.


Rupanya seperti inilah cara memimpin kelompok kelompok, pendukung Li Yuan Hao itu.


Meski Fei Yang mendapat informasi paviliun bunga bersemi, adalah tempat pusat informasi.

__ADS_1


Dan dia sempat berpikir, untuk datang ketempat itu cari informasi, tapi begitu melihat suasana tempat itu, yang penuh dengan gadis gadis genit.


Di mana mereka siang siang bolong, berani terang terangan, keluar sampai ke depan halaman paviliun, untuk menarik narik semua lelaki yang lewat, agar ikut dengan mereka mampir kedalam.


Melihat hal ini dari jauh, Fei Yang pun membatalkan niatnya, tidak jadi mampir kesana.


Melainkan langsung berbelok arah kembali ke kamar hotelnya beristirahat menunggu hingga malam baru beraksi.


Saat malam tiba, di mana suasana jalan mulai sepi, Fei Yang pun membuka pintu jendela kamarnya.


Saat Fei Yang melihat tidak ada orang di bawah sana, yang sedang memperhatikan kearah kamarnya.


Dengan ringan dia pun melesat keatas, tertutupi oleh gelapnya malam, Fei Yang yang mengenakan pakaian serba hitam ringkas, dapat bergerak lincah dan bebas, terbang di atap genteng rumah orang, tanpa ada yang menyadari keberadaannya.


Tidak butuh waktu lama,. di mana Fei Yang sangat hapal seluk beluk istana, yang menjadi tempat tinggal nya dulu.


Tanpa kesulitan berarti, dia sudah berhasil menyelinap hingga ke halaman istana belakang, yang.di jaga dengan sangat ketat, oleh rombongan pasukan pengawal istana.


Ada 4 kelompok yang selalu bergerak berpatroli, dan satu kelompok yang selalu standby di empat penjuru istana.


Fei Yang mendekam ringan di atas atap istana yang gelap, tidak ada satupun orang yang menyadari ke beradaannya ditempat itu.


Karena tubuh Fei Yang yang hinggap di sana seringan daun kering, jadi tidak ada yang menyadari Fei Yang sedang memantau mereka dari atas atap istana.


Setelah memantau sejenak keadaan di tempat itu, Fei Yang yang tidak ingin menerobos masuk dengan jalan kekerasan.


Akhirnya dia teringat dengan satu salah satu strategi perang yang pernah dia baca.


"Memancing Harimau turun Gunung,.."


Teringat hal itu Fei Yang pun bergerak seringan kapas, berlindung dalam kegelapan meninggalkan tempat tersebut.


Menuju Istana bagian tengah yang menjadi tempat hunian Li Yuan Hao dan keluarganya.


Di sini Fei Yang bergerak melepaskan energi Api semesta dengan pukulan jarak jauh.


Sehingga menimbulkan kebakaran di mana mana, di sekitar istana bagian tengah tersebut.


Para prajurit pengawal istana terlihat sedang kalang kabut memadamkan api yang mulai berkobar kobar di mana mana.


Bahkan Li Yuan Hao dan seluruh keluarganya ikut terlihat kalang kabut, berlari keluar dari dalam istana.


Melihat hal ini, Fei sempat berpikir akan memberikan tebasan api dan es memusnahkan seluruh keluarga bajingan itu.

__ADS_1


Tapi dia tidak jadi melakukannya, saat teringat bila dia lakukan hal itu, akan menimbulkan kekacauan dan pemberontakan, perang saudara di mana mana.


Fei Yang pun mengurungkan niatnya tersebut, dan kembali berfokus pada rencana awal.


__ADS_2