PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENCOBA MENEROBOS GOA


__ADS_3

Yang Jian dan Fei Yang melakukan dorongan dengan sekuat tenaga.


"Pyaarrr,.!!"


"Pyaarrr,.!!"


"Cusss,..!"


"Cesss,..!"


Masing masing perisai pelindung Fei Yang dan Yang Jian sama sama hancur berantakan.


8 energi pedang Fei Yang menembus tubuh Yang Jian, hingga darah bercucuran dari 8 titik jalan darah ditubuhnya yang meledak.


Yang Jian buru-buru menotok beberapa jalan darah nya, dan menelan pil untuk menenangkan kondisinya.


Fei Yang juga tidak lebih baik, energi pedang pelangi meledakkan dada kirinya, darah bercucuran dari sana.


Fei Yang masih selamat berkat posisi jantungnya yang unik.


Fei Yang juga menelan pil, menotok jalan darah, mencoba menenangkan kondisinya.


Beberapa saat keadaan menjadi hening di sekitar puncak gunung Hua.


Kedua murid Xiong Pa menatap gurunya, memberi kode sekarang saat bertindak.


Tapi Xiong Pa memberi kode dengan menggelengkan kepalanya.


Baru saja Xiong Pa melarang, kedua muridnya bertindak.


Yang Jian dan Fei Yang sama sama membuka kembali mata mereka.


Mata Fei Yang menyorot tajam penuh kekuatan, sedangkan mata Yang Jian terlihat kosong melompong mengerikan.


Seluruh tubuh Fei Yang mengeluarkan enam cahaya terang.


Begitu pula dengan Yang Jian tubuhnya memancarkan cahaya pelangi


Kedua murid Xiong Pa saling pandang, mereka menelan ludah mereka sendiri dengan wajah sedikit pucat.


"Gleekk,..!"


"Gleekk,..!"


Hampir saja mereka berdua bertindak gegabah yang akan merusak keseluruhan rencana.


Mereka tidak menyangka, Yang Jian dan Fei Yang yang sama-sama terluka parah.


Masih menyimpan kekuatan besar, sebegitu cepatnya, mereka berdua pulih.


Hampir saja mereka berdua berkorban sia sia, bila lebih cepat selangkah bergerak.


Fei Yang dan Yang Jian yang tidak menyadari ada main mata antara guru dan murid itu.


Mereka berdua sudah mengerahkan kekuatan mereka sampai titik puncak tertinggi.


Fei Yang berubah menyatu menjadi sebilah pedang enam warna.


Sedangkan Yang Jian menyatu dengan pedang pelangi.


Keduanya sama-sama melesat maju kedepan saling serang.


Pertemuan terakhir mereka ada kedua telapak tangan mereka berdua saling nempel.


"Duarrr,..!"


"Duarrr,..!"


"Duarrr,..!"


"Duarrr,..!"


"Duarrr,..!"


Area di sekitar pertemuan kedua telapak tangan mereka, terjadi ledakan bertubi-tubi.

__ADS_1


Mereka berdua terus saling mengempos kekuatan mereka untuk saling menekan pihak lawan.


Sebentar tubuh Fei Yang yang doyong kebelakang, sebentar kemudian berbalik giliran tubuh Yang Jian yang mendoyong kebelakang.


Kekuatan mereka berdua berimbang, mereka berdua kini sudah tidak ada jalan mundur.


Siapa yang kalah pasti mati dalam adu tenaga seperti ini hanya ada mati dan hidup.


Pihak yang kalah akan menerima hantaman kekuatan dua kali lipat.


Tenaga membalik dari diri sendiri dan tenaga dorongan dari lawan yang menang adu tenaga.


Kini pilihannya hanya mati dan hidup.


Di saat mereka berdua sedang mencapai titik puncak, tiba-tiba sebuah bola cahaya transparan muncul dari dalam tanah menghantam punggung Yang Jian.


"Deesss,.."


Darah menyembur dari mulut Yang Jian membasahi wajah dan pakaian Fei Yang.


Fei Yang yang tidak menyangka kejadian seperti itu, dia sangat kaget.


Tapi sebelum kagetnya hilang.


"Deesss,..!"


Dia juga menerima hantaman yang sama dari bola energi putih transparan yang juga muncul dari dalam tanah dan menghantam punggungnya.


Fei Yang juga menyemburkan darah ke pakaian Yang Jian.


Mereka berdua secara hampir bersamaan terjatuh terkapar miring di atas tanah, sambil kembali memuntahkan dua teguk darah segar dari mulut mereka.


Di saat itulah Xiong Pa dan kedua muridnya sambil tertawa keras,


"Ha,..ha,..ha,..ha,..ha,..!"


Mereka berdiri dari posisi mereka, lalu melangkah menghampiri Fei Yang dan Yang Jian sambil tertawa penuh kemenangan.


"Ha,..ha,..ha,..ha,..ha,..!"


ucap Xiong Pa sambil tersenyum mengejek.


"Feng er Yun Er sekarang saat nya..!"


ucap Xiong Pa memberi perintah kepada kedua muridnya Pu Cin Yun dan Nie Feng untuk segera menghabisi Fei Yang dan Yang Jian.


Pu Cin Yun dan Nie Feng tanpa menunggu perintah kedua kali.


Mereka langsung menebaskan pedang hitam dan golok biru, masing masing kearah leher Fei Yang dan Yang Jian.


Fei Yang memejamkan matanya dan tersenyum pasrah.


Sedangkan Yang Jian tersenyum penuh rasa kecewa dan penyesalan.


Dia telah tertipu mentah mentah dan telah kesalahan tangan, sehingga bisa muncul tragedi ini.


"Yi Yi aku duluan jangan bersedih.."


gumam Yang Jian lirih sambil memejamkan matanya.


"Tranggg,..!!"


"Tranggg,..!!"


"Boommm,...!"


Pedang Pu Cin Yun dan Nie Feng tertangkis, oleh 4 buah pedang yang datang dari 4 orang murid Hoa San Lao Lao.


Ledakan bom asap yang di lepaskan oleh ke empat gadis itu memenuhi seluruh area di depan istana Mo Ciao yang telah jadi puing puing reruntuhan.


Di saat bersamaan keempat gadis itu membawa Fei Yang dan Yang Jian kabur menuju Gua belakang istana.


Di saat bersamaan semua ketua dunia persilatan, yang tertotok jalan darah nya.


Mereka semua juga di bawa oleh puluhan gadis muda aliran Mo Ciao meninggalkan tempat itu, menuju Goa di belakang istana Mo Ciao.

__ADS_1


Setelah asap berhasil di hilangkan dengan angin pukulan Tapak ketiga orang itu.


Xiong Pa langsung berteriak kesal, saat melihat di sana sudah kosong tidak ada satupun tahanan yang tersisa.


"Keparat kalian..!"


"Berani mengacaukan acara ku,..!"


"Lihat bagaimana aku akan menyiksa kalian,..gadis gadis kurang ajar..!!"


umpat Xiong Pa melampiaskan kekesalannya.


"Ayo kita susul kedalam, mereka pasti bersembunyi di dalam sana."


ucap Xiong Pa sambil duluan melangkah melewati puing puing reruntuhan istana.


Tanpa kesulitan dan penghadangan, mereka bertiga tiba di depan pintu gua di bawah tebing bagian belakang istana Mo Ciao.


"Aku tahu kalian semua bersembunyi di dalam gua, percuma kalian bersembunyi.!"


"Cepat lambat aku tetap akan membasmi kalian semua..!"


teriak Xiong Pa dari depan gua.


Dia memberi kode agar kedua muridnya menerjang masuk kedalam gua.


Pu Cin Yun dan Nie Feng mengangguk lalu kedua orang itu menerjang kedalam gua.


"Tringg,..!"


"Tringg,..!"


"Tringg,..!"


"Tringg,..!"


"Tringg,..!"


Nie Feng dan Pu Cin Yun terpaksa memutar senjata mereka, sambil kembali melompat keluar dari dalam gua.


Saat mereka menerjang masuk mereka langsung di hujani serangan senjata rahasia berbentuk jarum perak dari dalam gua.


Mau tidak mau, mereka terpaksa keluar lagi dari dalam gua.


Melihat hal ini Xiong Pa sambil mendengus kesal berkata,


"Maju sambil melepaskan pukulan jarak jauh.."


"Aku mau lihat mereka bisa main main berapa lama.."


Mereka bertiga kembali mencoba masuk sambil melepaskan pukulan jarak jauh .


"Wusss,..!!"


"Wusss,..!!"


"Wusss,..!!"


"Wusss,..!!"


"Wusss,..!!"


"Deesss,..!"


"Deesss,..!"


"Deesss,..!"


"Deesss,..!"


"Aihhh,..! Ahhhh,..!"


"Aihhh,..! Ahhhh,..!"


"Aihhh,..! Ahhhh,..!"

__ADS_1


"Aihhh,..! Ahhhh,..!"


__ADS_2