PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KIM KIM MULAI BERGERAK


__ADS_3

Sampai di dapur terlihat Fei Yang sedang menyuapi Xue Lian makan, sambil menghapus ujung bibir istrinya yang ada sedikit bekas minyak tertinggal di sana.


Nan Thian sudah terbiasa melihat pemandangan ini, dia sudah tidak heran.


Pamannya memang lelaki yang tiada banding nya, sepuluh tahun lebih seperti ini.


Bila pria lain jangankan 10 tahun, 10 hari pun belum tentu sanggup, apalagi sambil merawat dan membesarkan si kembar.


Tapi mau bagaimana lagi, Nan Thian selain membantu sebisanya, bersimpati, mengagumi, dan menjadikan sikap pamannya sebagai panutan.


Tidak ada yang bisa dia lakukan, dia hanya berharap 7 hari kemudian, Kim Kim benar benar bisa membantu memulihkan kondisi pamannya.


Setidaknya hanya itu yang bisa dia lakukan saat ini, untuk membalas Budi besar pamannya.


Bila sudah bisa keluar dari tempat ini, dia baru bisa pergi mencari Zi Zi Sun er, dan mencari tabib dewa untuk membantu mengobati penyakit bibi nya.


Batin Nan Thian penuh tekad dalam hati.


"Paman,.. Bibi..."


panggil Nan Thian sopan begitu dia masuk kedalam ruangan makan.


"Ehh kalian sudah datang, ayo duduk dan makanlah jangan berdiri saja di sana ."


"Selagi masih hangat baru enak.."


ucap Fei Yang menggunakan mulutnya memberi kode agar mereka semua duduk dan makan.


Karena kedua tangannya sendiri masih penuh dengan mangkuk berisi nasi lauk, juga sepasang sumpit yang di gunakan untuk menyuapi istrinya.


Xue Lian sendiri menanggapi panggilan penuh hormat dari Nan Thian dengan anggukan kepala ringan dan tersenyum lembut.


Setelah 10 tahun berlalu, Xue Lian kini sudah mulai terbuka pikirannya, dia mulai terbiasa dengan keadaannya.


Kini dia hanya bisa berharap dirinya bisa menemani suaminya yang sangat mencintainya selama mungkin yang dia bisa.


Kehadiran Nan Thian yang sangat membantu Fei Yang dalam mengurus segala sesuatunya.


Membuat Xue Lian juga merasa sangat berterimakasih kepada nya.


Nan Thian kemudian ikut duduk, di apit oleh Fei Yung dan Fei Lung.


"Paman Bibi, ayo makan.."


ucap Nan Thian sopan, setelah mendapatkan anggukan dari Fei Yang suami istri.


Dia baru berani mulai makan tanpa banyak bicara.


Si kembar juga mengikuti sikap Nan Thian memanggil kedua orang tua nya untuk permisi makan.


Mereka baru berani mengambil makanan di hadapan mereka.


Banyak hal mereka belajar dan meniru dari Nan Thian, tanpa diajari atau pun di tegur.


Mereka bisa dengan sendirinya dengan meniru Nan Thian.


Hal ini juga membuat Fei Yang dan istrinya sangat bersyukur, Thian masih mengasihani mereka.


Sehingga mengirim Nan Thian datang kemari, untuk menemani keluarga mereka.

__ADS_1


Selesai makan Nan Thian baru berkata,


"Paman ada sedikit kabar gembira buat paman.."


"Apa itu ?


tanya Fei Yang tenang, sambil menyuapkan makanan ke mulut istrinya dengan hati hati.


Nan Thian menatap kearah Fei Yang dan berkata,


"7 hari lagi naga emas di dalam Dan Tian ku akan pulih kekuatannya.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Ya, aku bisa melihatnya, berkat buah persik dan mata air surgawi, dia pulih dengan sangat baik.."


"Bagaimana, apa dia bisa keluar menjadi tunggangan mu, ? dan membawa mu pergi dari sini ?'


Nan Thian menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak paman, dia nanti akan bisa berpindah kedalam tubuh paman.."


"Membantu paman untuk bisa pulih kembali.."


"Untuk keluar dari sini, aku masih memerlukan bantuan dari paman.."


ucap Nan Thian tersenyum canggung.


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Kita coba nanti saja, bila bisa tentu baik."


ucap Fei Yang santai datar, tidak ada ekspresi apapun yang menunjukkan dia gembira ataupun antusias.


Nan Thian menatap heran ke pamannya dan berkata,


"Paman apa rencana paman ? bila bisa ikut dengan kami keluar dari tempat ini.."


Fei Yang tersenyum lembut menatap istrinya dan berkata,


"Aku mungkin akan pergi kedesa terdekat, untuk membeli Ping Tang Hu Lu kesukaannya."


"Mungkin Fei Yung dan Fei Lung, juga akan menyukainya."


ucap Fei Yang sambil tersenyum.


Xue Lian hanya bisa tersenyum penuh haru menatap suaminya.


"Apa paman tidak tertarik untuk membawa bibi dan si kembar meninggalkan tempat ini, kembali kedunia ramai.?"


Fei Yang tersenyum menatap Nan Thian dan menggelengkan kepalanya.


"Kenapa ?"


tanya Nan Thian penasaran.


Fei Yang hanya tersenyum dan berkata,


"Tidak kenapa kenapa, mungkin 10 atau 8 tahun kemudian, biarlah mereka berdua yang keluar mencari mu.."

__ADS_1


Nan Thian tidak perlu bertanya lagi, dari sikap pamannya, dia sudah tahu pamannya hatinya sudah tawar dengan kondisi dunia luar.


Pamannya kini hanya ingin menjaga dan menemani bibinya, sambil membesarkan si kembar.


Melihat si kembar juga sudah selesai makannya, Nan Thian pun berkata,


"Baiklah paman bibi, kami sudah selesai.."


"Kami duluan, mau melanjutkan latihan kami.."


ucap Nan Thian sopan.


"Pergilah.."


ucap Fei Yang menanggapi ucapan pamit Nan Thian.


Nan Thian segera membereskan piring dan mangkuk kotor di atas meja, di bantu oleh si kembar.


Mereka membawanya ke dapur untuk di bersihkan, sekaligus membereskan dapur, semua bekas memasak Fei Yang.


Selesai menyiram kebun sayur dan memberi makan ternak, mereka bertiga baru melanjutkan berlatih bersama.


Hari hari berlalu dengan cepat, tiba di hari ketujuh.


Sesuai informasi Nan Thian sebelumnya, pagi itu terlihat Fei Yang duduk berhadapan dengan Nan Thian di tepi telaga.


Nan Thian terlihat duduk bersila menghadap kearah pamannya, dengan sepasang mata terpejam rapat.


"Kakak saat aku keluar dari tubuh kakak nanti, pasti akan terasa sangat menyakitkan.."


"Tapi kakak harus bisa menahan rasa sakit itu, tetap jaga kesadaran kakak.."


"Jangan sampai pingsan, bila aku sudah tiba di tenggorokan kakak di titik Thian Tu, segera buka mulut kakak selebar mungkin.."


"Minta juga paman tampan mu buka Meridian Bai Hui nya lebar lebar, jangan melawan saat aku masuk.."


"Biarkan aku bergerak bebas sampai ke titik Qi Hai, biar aku bisa menyatu dengan Dan Tian nya."


ucap Kim Kim memberi petunjuk.


Nan Thian mengangguk, lalu dia menyampaikan semuanya ke Fei Yang.


Fei Yang mengangguk sambil tersenyum lembut berkata,


"Lakukan saja, paman mengerti.."


Nan Thian mengangguk, lalu dia pun berkata di dalam hati,


"Sekarang mulai lah..."


Kim Kim mengangguk, dia berubah kembali kebentuk asalnya, seekor Naga Emas kecil yang mengeluarkan cahaya hangat menyilaukan.


Kim Kim bergerak keluar dari dalam lautan Dan Tian berputar tiga kali, sebelum mulai menerobos keluar melewati titik Qi Hai.


Begitu Kim Kim melewati titik Qi Hai, Nan Thian merasakan sakit luar biasa.


Seluruh tubuhnya panas dingin, keringat dingin mengucur deras, Nan Thian merasa bagian bawah perutnya seperti mau pecah.


Sakit nya yang terus berdenyut denyut, adalah suatu siksaan rasa sakit yang sulit di ungkapkan.

__ADS_1


__ADS_2