PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PIKIRAN, KEINGINAN DAN TENAGA TIDAK SESUAI


__ADS_3

Vipasing jauh lebih beruntung, tidak sampai terbanting seperti kedua rekannya yang lain.


Tapi kondisi Vipasing tetap saja tidak jauh lebih baik di bandingkan dengan kedua rekannya yang lain.


Vipasing tidak sanggup berdiri tegak untuk waktu yang lama.


Begitu mendarat tubuhnya terlihat bergoyang goyang sebentar, sebelum akhirnya dia jatuh berlutut, dan memuntahkan darah segar cukup banyak dari mulutnya.


Bagian dada hingga perut juga mengalami luka robek cukup besar, darah terlihat mengucur deras dari lukanya.


Qi Lian Lao Koai yang melayang kearah Thian Tu, dia di sambut dengan sebuah tendangan dari Thian Tu hingga dia terpental kearah lain.


Qi Lian Lao Koai juga pingsan tidak sadarkan diri seperti Lei Mo, dia juga mengalami luka dalam dan Luka luar di bagian perut dan dadanya.


Fei Yang yang melihat arus serangan dari 4 arah tiba, dia segera menghimpun Chi dari Dan Tian nya untuk dialirkan sepasang tangannya.


Bersiap untuk melakukan serangan jurus kedua dari Ilmu pedang tanpa nama.


Tapi sebelum keinginannya terwujud jurus kedua berhasil dia lepaskan.


Fei Yang malah menyemburkan darah dari mulutnya,


"Brurrr...!"


Chi yang mengalir dari Dan Tian nya terhambat tidak lancar di Bagian titik Guan Yuan, Sheng Que, dan Ju Que.


Sehingga sebagian Chi nya yang terhimpun untuk di salurkan malah membalik, menyerang jantung dan paru parunya


Fei Yang merasa sesak nafas dan ada darah bergolak hebat di dadanya.


Karena tidak tertahankan lagi akhirnya menyembur keluar.


Fei Yang heran sebelumnya dia tidak pernah mengalami gangguan apapun.


Sebagai orang yang sedikit banyak menguasai ilmu medis, tentu saja dia tahu persis kesehatan nya sendiri.


Dia tahu persis kondisi kesehatannya, setelah ilmu nya pulih semua berjalan normal.


Hingga kini di saat pertarungan tiba di titik kritis, tiba tiba terjadi hal ini, dia menjadi sangat heran dan bingung di buatnya.


Fei Yang terpaksa membatalkan serangan dengan serangan, dia memilih sebagian energi dia gunakan untuk menyembuhkan luka dalam di jantung dan paru-paru nya.


Sebagian lagi dia gunakan untuk membentuk perisai pelindung Im Yang Sen Kung.


Fei Yang memejamkan matanya, membiarkan indera ke 6 nya yang bekerja, membaca jurus lawan, mencari titik lemahnya, lalu mengembalikan serangan lawan dengan ilmu lawannya sendiri.


Dengan cara ini bisa menghemat tenaga, juga mampu melindungi diri dari serangan dahsyat lawan.


"Bagaimana enakkan racun jenis baru ku, racun tanpa Wujud ( Wu Se Chi Tu )..?"


"Ha..ha..ha .ha..!"


ucap Thian Tu sambil tertawa mengejek di sela sela pergerakan nya sedang menerjang kearah Fei Yang.


Dengan sepasang cakarnya yang mengeluarkan panca warna.


Fei Yang tidak memperdulikan ejekannya, dia tetap berkonsentrasi untuk menyambut serangan yang datang.


Serangan yang pertama sampai adalah serangan Musashi.


Sebuah sinar merah melesat membelah udara, menyambar kearah Fei Yang.


"Siuuut..!"


"Blessss..!"


Hawa pedang merah bertemu dengan tenaga Qian Kun Im Yang Sen Kung yang melindungi tubuh Fei Yang.


Cahaya merah terserap masuk kedalam putaran bayangan Pat Kwa yang sanggup menghisap energi serangan apapun yang tiba.


Baru saat pedang panjang Musashi tiba membacok kearah leher dan bahu secara menyerong.


Fei Yang memiringkan tubuhnya ujung gagang pedang Fei Yang dengan gerakan cepat tak terduga menotok dua titik Meridian di atas sambungan Siku Musashi.


Titik Tian Jing dan Titik Qing Leng Yuan Musashi, terkena totokkan gagang pedang Fei Yang.


Otomatis tangannya yang memegang pedang lumpuh, sehingga pedangnya terlepas dari pegangan tangannya.


"Trangggg,..!"


Sebuah tangkisan ringan dari Fei Yang, membuat serangan pedang Musashi membelok kearah Zee yang sedang meluncur cepat, dengan sepasang tapak nya yang di selimuti es menerjang kearah Fei Yang.


Serangan Zee yang di awali dua bola salju putih, terhisap oleh Pat Kwa pelindung Qian Kun Im Yang Sen Kung, lalu langsung di netralisir oleh kekuatan tersebut.


Baru saat sepasang tangannya tiba, pedang Musashi lah yang menyambutnya.


Zee yang tidak ingin sepuluh jari tangannya terpapas oleh pedang rekannya, Musashi yang super tajam.


Dia terpaksa membatalkan serangannya dengan menarik kembali kedua tangannya, lalu melengkungkan tubuhnya kebelakang, sehingga pedang itu terbang lewat di depan wajahnya.


Belum dia sempat mengembalikan posisinya, sebuah tendangan Fei Yang yang mengandung hawa api semesta, menghantam bawah perutnya.


"Desss..!"


Titik yang terkena tendangan Fei Yang adalah Dan Tian nya Zee.


Zee yang kehilangan keseimbangan dan tenaga saktinya, tubuhnya langsung terbanting keatas tanah.


Seluruh Sirkulasi energi Chi di Dan Tian Zee bergolak hebat.


Sehingga dia terlihat kejang kejang terbaring diatas tanah sulit bangun.


Di saat bersamaan Musashi yang terkena totokan di lengan, dia juga mendapat totokkan susulan di leher di bawah dagu.


Titik Thian Tu nya di sodok oleh gagang pedang Fei Yang.

__ADS_1


Sehingga Musashi juga terbanting keatas tanah, kesulitan bernafas, sehingga peredaran Chi di dalam tubuhnya menjadi kacau.


Dari sisi kanan serangan ribuan energi pedang Kam Hong, berhasil tertahan oleh energi pelindung Qian Kun Im Yang Sen Kung.


Di mana semua bayangan pedang Kam Hong di serap oleh pusaran bayangan Pat Kwa merah biru.


Hanya tersisa pedang di tangan Kam Hong yang mengeluarkan cahaya keemasan berhasil menembus pertahanan Qian Kun Im Yang Sen Kung.


Pedang yang di selimuti oleh cahaya emas itu terus meluncur menusuk kearah bagian rusuk Fei Yang.


Bila serangan itu tepat sasaran pedang itu akan menghancurkan rusuk dan menghancurkan hati dan empedu Fei Yang.


Meski sedang sibuk mematahkan serangan Musashi dan Zee, Fei Yang tentu tidak ingin serangan berbahaya itu tepat sasaran.


Fei Yang berusaha sebisa mungkin mengempiskan bagian perutnya, lalu dia sedikit bergerak keatas, sehingga tusukan kearah rusuk berpindah.


Melukai kulit dan daging dan otot perutnya, hingga sebuah luka menganga terlihat di bagian perut Fei Yang.


Darah langsung mengucur deras membasahi celana Fei Yang.


Fei Yang tidak bisa membuat dirinya kebal dengan tenaga sakti nya, karena titik Qi Hai, Guan Yuan, Sheng Que,Ju Que nya sedang dalam masalah.


Terganggu oleh racun Wu Se Chi Tu milik Thian Tu.


Fei Yang sendiri sampai saat ini masih bingung dan belum tahu, bagaimana tubuhnya bisa terkontaminasi oleh racun tersebut.


Setelah pedang Kam Hong lewat di depan perutnya, Fei Yang langsung memberikan sodokan dengan dengkulnya.


"Desss.!!"


Tepat di belakang kepala Kam Hong, tepatnya di titik Meridian Feng Fu dan Ya Men.


Sodokan ini membuat seluruh pandangan mata Kam Hong menjadi gelap.


Dia langsung jatuh tersungkur diatas tanah, kehilangan kesadarannya, seluruh tubuhnya lumpuh sementara.


Sementara itu di saat bersamaan serangan cakar Thian Tu, yang datang dari arah kiri mengarah kebagian jantung Fei Yang sudah begitu dekat.


Sudah tidak ada waktu bagi Fei Yang untuk menghindar ataupun menangkisnya.


Sehingga Fei Yang hanya bisa menahannya dengan mengumpankan lengan atasnya, untuk di cengkram oleh Thian Tu.


Sambil mengerahkan sisa tenaga saktinya kearah lengan, untuk menahan serangan tersebut.


Di susul dengan pedang Mestika Panca Warna berkelebat cepat menebas sambungan siku Thiant Tu.


"Creebbbb...!"


Cakar Thian Tu yang memancarkan lima warna, berhasil mencengkram lengan Fei Yang.


Cakar nya berhasil menembus kulit daging otot hingga melukai tulang lengan Fei Yang.


Lukanya meski berbahaya, tapi tidaklah seberapa berbahaya, ketimbang racun lima warna, yang meracuni daging otot hingga ke tulang Fei Yang.


Pedang Mestika Panca warna di saat bersamaan, juga melintas melewati sambungan siku Thian Tu.


"Arggghh...!"


Jerit Thian Tu kesakitan, dia buru buru bergerak mundur menjauhi Fei Yang.


Sambil memegangi sambungan sikunya, yang terlihat berlumuran darah.


Sedangkan lengan bawah Thian Tu, sebatas siku kebawah,masih tertinggal di lengan Fei Yang.


Fei Yang sendiri wajahnya terlihat pucat, dengan tubuh gemetaran.


Sambil menahan rasa nyeri hebat di lengannya, Fei Yang menyingkirkan potongan lengan itu dari lengan atasnya.


Lalu dia menggunakan gagang pedang nya, untuk menotok 4 titik Jian Liao, Nao Hui, Xiao Luo, Qing Leng Yuan.


Di mulai dari pundak, hingga kedekat sambungan siku, untuk mencegah racun, yang bersarang di lengannya menyebar.


Fei Yang, juga buru buru minum tiga butir pil pelangi, untuk membantu pemulihan kondisi nya, yang luka dalam juga keracunan.


Setelah melakukan tindakan pencegahan darurat, Fei Yang dengan alis berkerut, sepasang mata menatap tajam, dengan lengan kiri tergantung lemas.


Tangan kanan memegang pedang Mestika Panca Warna erat erat.


Dia selangkah demi selangkah, berjalan menghampiri Thian Tu dan berkata dengan suara dingin.


"Serahkan penawar nya, aku akan ampuni nyawa mu.."


Thian Tu tersenyum pahit dan berkata,


"Bahkan kamu membunuh ku pun, aku hanya punya penawar racun panca warna di lengan mu itu saja."


"Ini terima lah,.."


ucap Thian Tu sambil melempar sebuah botol porselin putih kearah Fei Yang.


Fei Yang menyimpan pedang Mestika nya, untuk menangkap botol itu.


Lalu Fei Yang membuka penutup botol porselin putih itu, dengan bantuan mulutnya.


Dia menciumi aroma obat di dalam botol itu, Fei Yang langsung berbangkis, karena aroma obat itu sangat aneh.


Fei Yang tidak langsung serta Merta meminum nya, dia melirik curiga kearah Thian Tu.


Lalu dia melirik kearah potongan lengan Thian Tu, yang tergeletak kaku tidak jauh darinya, Fei Yang menggunakan ujung kakinya mencongkelnya keatas.


Lalu dengan gerakan sangat cepat, Fei Yang menendang potongan tangan itu terbang kearah Thian Tu.


Thian Tu buru buru, bergerak ingin menghindar, tapi sebuah pukulan energi dingin yang di lepaskan oleh Fei Yang.


Langsung membuat tubuhnya kaku, tidak bisa di gerakan, sehingga sisa potong lengannya.

__ADS_1


Cakar tangan nya yang kaku dan masih mengandung racun panca warna.


Menggores kulit dada dan lehernya hingga berdarah.


"Ahhh Keparat kau..!"


teriak Thian Tu kaget, bercampur marah.


Dia buru buru mengeluarkan sebuah botol porselin hijau, mengeluarkan dua butir isinya.


Lalu tanpa berpikir panjang, dia langsung meminum nya.


Melihat hal ini, Fei Yang melempar botol.porselin putih ditangan nya kearah wajah Thian Tu.


Botol melesat dengan cepat


"Pyaar..!"


Sebelum Thian Tu, sempat menghindar, botol itu sudah menabrak wajahnya,


pecah hancur berkeping keping meninggalkan bekas goresan luka di wajahnya.


Sebelum Thian Tu sempat memaki Fei Yang, botol porselin hijau ditangannya sudah berpindah ke tangan Fei Yang.


Fei Yang memanfaatkan situasi, Thian Tu sedang kaget, dengan wajahnya tertimpuk botol, di saat itu pula Fei Yang merebut botol obat porselin hijau dari tangan Thian Tu.


"Kau biadab..!"


bentak Thian Tu marah, dengan mata melotot, tubuh gemetaran menunjuk kearah Fei Yang dengan kesal, tapi tak berdaya.


Fei Yang meresponnya dengan senyum tenang, lalu dia mengeluarkan dua butir obat dari dalam porselen hijau itu, dan langsung menelannya tanpa ragu .


Setelah minum obat itu, Fei Yang merasakan pelan pelan rasa nyeri di lengannya hilang.


Lengannya sedikit demi sedikit mulai bisa di gerakkan kembali.


Sambil tersenyum puas Fei Yang melirik kearah Thian Tu dan berkata,


"Terimakasih atas obatnya.."


Sekarang berikan pada ku obat anti racun Wu Se Chi Tu, bila berani macam macam.."


"Percayalah kamu pasti akan menyesal.."


Thian Tu tiba tiba tertawa keras dan berkata,


"Kamu terlalu cerdas dan curigaan, kamu pantas menerimanya.."


"Aku katakan pada mu, botol putih tadi adalah obat untuk racun panca warna mu.."


"Obat itu cocok dengan kondisi mu yang keracunan Wu Se Chi Tu."


"Meski tidak bisa menyembuhkan Wu Se Chi Tu, setidaknya dia tidak akan beraksi dengan racun tersebut."


"Tapi dengan kamu minum obat yang sama dengan ku, itu memang akan membantu pemulihan racun panca warna dengan cepat.."


"Tapi dia akan beraksi dengan racun Wu Se Chi Tu di tubuh mu."


"Kondisi aku dan kamu berbeda, tentu saja, obatnya juga berbeda ."


"Tapi kamu terlalu sok pintar, nah itulah akibatnya jadi orang sok pintar.."


ucap Thian Tu sambil tertawa mengejek.


Fei Yang menatap dingin kearah Thian Tu dan berkata,


"Kalau begitu aku akan mengirim mu jalan duluan.."


Fei Yang sudah bersiap ingin menyerang Thian Tu.


Tapi tiba tiba Fei Yang mengeluh,


"Ahhhh,...!"


"Criit...!"


Fei Yang jatuh berlutut di atas tanah sambil memegangi jantungnya yang terasa nyeri luar biasa.


Dari mulutnya terlihat menyembur sedikit darah segar.


Thian Tu sambil tertawa gembira, berkata,


"Jangan terlalu emosi, nikmati saja.."


"Bagaimana dengan titik Qi Hai, Guan Yuan, Sheng Que dan Ju Que mu, nyaman kan..?"


"Ha..ha..ha..ha..!"


"Kamu nikmati saja, cara mati pelan pelan ini, kamu masih punya waktu 3 hari, untuk menuliskan pesan wasiat ke orang orang tercinta mu.."


"Aku katakan terus terang pada mu, racun Wu Se Chi Tu, aku sama sekali tidak memiliki penawar nya."


"Kamu juga heran kan, kenapa bisa kena racun itu,? kalau itu kamu nanti bisa tanyakan dan ucapkan terimakasih pada kedua pembantu setia mu itu, saat kalian bertemu di neraka sana.."


"Ha..ha..ha..!"


"Hap...!"


Suara tawa Thian Tu tertahan, dia telah berubah menjadi patung es, begitu pula dengan ke tujuh rekan rekannya yang ada di sana.


Dalam kemarahan nya, Fei Yang menggunakan sisa tenaganya untuk melepaskan pukulan tapak esnya, menghujam keatas tanah.


Fei Yang sebenarnya bermaksud ingin membunuh mereka semua dengan tapak es semestanya.


Tapi karena tenaga kurang, dia hanya berhasil mengurung mereka saja.

__ADS_1


__ADS_2