PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
DUEL MELAWAN GONG GONG


__ADS_3

Melihat Nan Thian sudah siaga, Dewa air langsung memulai serangan.


Jutaan mata tombak es muncul di sekitarnya,.melayang layang.


Sebelum di dorongkan semuanya kedepan.


"Wussss..!"


Jutaan mata tombak bergerak deras menerjang kearah Nan Thian.


Melihat serangan dari Dewa air mulai di lancarkan, Nan Thian yang sudah bersiaga.


Langsung melepaskan tebasan pedang tanpa nama, jurus pertama,


"Tebasan Pedang Tanpa Wujud Bentuk dan Rupa.."


"Wusss...!"


Begitu tebasan di lepaskan, sebuah energi tanpa bentuk wujud dan rupa melesat cepat.


Menerjang kearah Dewa air.


"Blaaaarrr,..!" Blaaaarrr,..!"


"Blaaaarrr,..!" Blaaaarrr,..!"


"Blaaaarrr,..!" Blaaaarrr,..!"


Energi tak terlihat itu menghancurkan semua mata tombak es yang di lewati nya.


Dewa air yang menyadari bahaya dari jurus tersebut.


Dia buru buru membentuk sebuah perisai dinding es tebal untuk menahan tebasan tersebut.


"Brakkkk,...!!!"


Selapis demi selapis dinding es tebal itu mengalami retak retak.


"Blaaaarrr...!!!"


Lapisan dinding es tebal itu akhirnya meledak hancur berkeping keping.


Energi itu tetap menerjang melewati lapisan es tebal lapis demi lapis, menghancurkan nya, hingga tiba di hadapan Dewa air.


"Blaaaarrr..!"


Tubuh Dewa air terlihat hancur berkeping-keping.


Di tempat lain, Nan Thian setelah melepaskan tebasan pedang nya, dia juga membentuk kubah perisai untuk menahan serangan dari Mata Tombak es yang datang bagaikan hujan dari angkasa.


"Tringgg,..! Tringgg,..! Tringgg,..!"


"Tringgg,..! Tringgg,..! Tringgg,..!"


"Tringgg,..! Tringgg,..! Tringgg,..!"


"Tringgg,..! Tringgg,..! Tringgg,..!"


Terdengar bunyi berdentingan saat Mata Tombak es membentur kubah perisai panca warna Nan Thian.


Bersamaan dengan meledaknya tubuh Dewa air di seberang sana.


Dari arah belakang Nan Thian muncul sosok dewa air membawa sebuah kapak es raksasa di tebaskan kearah perisai pelindung Nan Thian.


"Boooom,..!"


Terjadi ledakan keras saat terjadi benturan kuat.


Perisai Nan Thian langsung membeku menjadi bongkahan es.


Sebelum akhirnya perisai itu meledak, kapak es raksasa terus meluncur kearah posisi Nan Thian berdiri tadi.


"Brakkkk..!"

__ADS_1


Kapak es membelah lantai arena, membuat lantai seluruh arena di selimuti oleh es seperti arena ice skating.


Tapi Kapak es hanya membentur tempat kosong, Nan Thian sendiri sudah menghilang dari sana.


Muncul diatas kepala Dewa air memberikan tebasan pedang tanpa perasaan.


Seberkas sinar panca warna melesat dari atas kebawah, mengejar balik kearah Dewa air yang tiba tiba ada di belakang Nan Thian tadi.


Rupanya Dewa air tadi membuat patung es dirinya di balik dinding es, untuk menipu Nan Thian.


Jadi saat tebasan tanpa wujud meledakkan dinding es dan sosok di belakang nya.


Ternyata sosok di belakang dinding hanya sebuah patung es, yang di gunakan untuk menipu dan mengelabui Nan Thian.


Sedangkan sosok aslinya malah muncul di belakang Nan Thian, memberikan serangan balasan.


Kini menghadapi tebasan energi pedang panca warna, dari atas kebawah.


Dewa air kembali menghilang berkamuflase, jadi sebuah bayangan transparan.


"Wutttt..!!"


Kapak es dia sambitkan kearah lain, bergerak melingkar menyerang Nan Thian dari arah berlawanan.


Sedangkan dirinya yang berkamuflase menyerang Nan Thian dari sisi berlawanan.


Dengan tapak inti es surgawi.


"Wussss..!"


Nan Thian yang menyerang berbalik menjadi di serang.


Bertepatan dengan meledaknya tebasan Nan Thian diatas tanah.


"Blaaaarrr..!"


Kedua serangan kapak es dan telapak inti es surgawi pun datang dari dua arah menjepitnya.


"Singggg..!"


Nan Thian yang di jepit dari dua arah melepaskan tebasan pedang tanpa keinginan, kearah datangnya serangan tapak Dewa air.


Sedangkan serangan kapak dia tangkis dengan tendangan kaki dari bawah keatas.


Tepat membentur badan mata Kampak es yang sedang melesat kearah Nan Thian.


"Singggg..!"


"Blaaaarrr.."


"Tranggg...!"


"Prakkk..!"


"Byaarr..!"


Serangan tapak yang di sambut tebasan pedang tanpa keinginan.


Membuat lapisan es, yang melindungi kedua tangan Dewa air hancur pecah berantakan.


Sepasang telapak tangan Dewa air terluka dan berdarah.


Sedikit saja terlambat menarik pulang tangannya, sepasang tangannya pasti tinggal kenangan, di buat Nan Thian.


Di sisi lain serangan kapak es yang terkena tendangan Nan Thian


Kapaknya meledak di udara pecah hancur berkeping keping terkena tendangan keras Nan Thian.


Dewa air sendiri setelah berhasil menarik tangannya kembali, dia berkamuflase.


Mundur menghindar menjauh mencari posisi lain.


Tapi energi pedang panca warna seperti tahu kemanapun dirinya bergerak.

__ADS_1


Energi pedang itu akan terus mengejarnya,


"Sraaat...!"


"Sreeet..!"


Saat mencoba menghindar tanpa ampun, secara bergantian, bagian punggung dan bagian dada dewa air.


Masing masing di hadiahi sebuah tebasan pedang tanpa keinginan, yang mengurung nya dengan ketat.


Setelah terluka, dewa air buru buru bergerak menghindar, berkamuflase dengan berpindah pindah posisi.


Dia sengaja gunakan cara itu, agar Nan Thian tidak bisa menebak, kemanapun dirinya menghilang.


Nan Thian memang benar sulit mendeteksi keberadaannya, tapi energi pedang tanpa keinginan itu.


Dia tidak terpengaruh, dia tetap bisa mendeteksi kemanapun Dewa air itu bergerak.


Selama Dewa air memilki nafsu keinginan energi pedang itu tetap akan terus mengejarnya.


Nan Thian dengan memperhatikan pergerakan energi pedangnya yang mengejar Dewa air.


Dia melepaskan jurus keempatnya, tebasan pedang tanpa nama.


Sebuah energi panca warna yang bersinar keemasan, dengan kekuatan yang berlipat lipat, sehingga sebelum tiba di sasaran.


Target telah di buat terkunci, sulit bergerak.


Sebelum energi dahsyat itu meluncur menghantam targetnya.


Dewa air yang kesal tempat persembunyian nya terdeteksi oleh energi pedang tanpa keinginan, yang terus mengikutinya.


Kini malah di tambah dengan kekuatan dahsyat yang berhasil mengunci pergerakan nya.


Dengan di liputi kemarahan, dia mengerahkan seluruh kekuatan inti es surgawi nya.


Dia lepaskan untuk membekukan apapun yang ada di dekatnya.


Seluruh udara di seputar arena di buatnya menjadi beku.


Termasuk kedua energi serangan Nan Thian dan tubuh Nan Thian sendiri.


Semua membeku menjadi potongan es, diam tidak bisa bergerak.


Setelah melepaskan pukulan beku tingkat puncak nya.


Dewa air bergerak cepat, membentuk dua buah roda es.


Lalu dia lepaskan menghantam dada dan kepala Nan Thian yang kini berdiri mematung.


Nan Thian telah berubah menjadi sebuah patung es, seluruh tubuhnya di selimuti oleh lapisan es tebal.


Bila terkena hantaman roda es yang dilepaskan oleh Dewa air.


Niscaya Nan Thian akan tewas, dengan tubuh hancur berkeping-keping.


Tapi sebelum serangan tiba, Nan Thian sudah bereaksi, tubuhnya langsung merubah es yang membungkus tubuhnya.


Di pisahkan menjadi dua udara dan air, sehingga bekuan otomatis meleleh menjadi air dan uap udara.


Begitu tubuhnya kembali bisa bergerak, Nan Thian melepaskan dua Tebasan susulan.


Tebasan Pedang tanpa nama dan tanpa keinginan secara sekaligus.


"Singggg,..!" "Singggg,..!"


"Blaaaarrr..!" Blaaaarrr..!"


Sepasang roda es, meledak hancur berkeping-keping.


Kedua energi pedang Nan Thian masih terus bergerak melesat kearah Dewa air.


Di saat bersamaan Nan Thian juga melepaskan dua pukulan udara kosong, kearah dua energi pedangnya yang di bekukan tadi.

__ADS_1


__ADS_2