PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
BUKIT GERSANG DI TENGAH HUTAN


__ADS_3

Fei Yang melayani serangan belalang itu sambil beterbangan mengelilinginya.


Ratusan tebasan merah biru dia lepaskan untuk mengurung belalang itu.


Tapi belalang itu juga cepat dan selalu mampu menangkis serangan tebasan dari Fei Yang.


Bahkan naga api dan es sesekali yang di lepaskan oleh Fei Yang pun mampu di tahan oleh belalang itu dengan sepasang tangannya yang tajam dan kuat seperti pedang pusaka.


Hawa dingin dan panas yang di keluarkan oleh Fei Yang juga tidak membawa pengaruh bagi mahluk itu.


Bila terlalu terdesak belalang itu pun bisa terbang dengan lincah menghindar.


Belalang dengan kedua tangan dan kaki mampu bersilat seperti layaknya manusia.


Menyerang dan bertahan sangat teratur, tidak mudah bagi Fei Yang untuk menembus pertahannya.


Setelah melewati ratusan jurus, Fei Yang akhirnya, kembali menemukan tehnik pedang baru.


"Jutaan pedang kembali ke leluhur,..!!"


teriak Fei Yang sambil melepaskan jutaan energi pedang merah biru menyerang belalang raksasa di hadapannya.


Belalang itu dengan cepat menyilangkan kedua tangannya yang memiliki pedang tajam untuk menangkis serangan Fei Yang.


Semua serangan Fei Yang yang tertangkis atau pun meleset dari sasaran, akan berbelok arah.


Kemudian menyerang dari berbagai sisi yang tak terjaga dengan kekuatan beberapa kali lipat.


Belalang raksasa itu akhirnya ambruk dengan tubuh penuh lubang.


Diam tak bergerak lagi, begitu belalang itu tumbang, Fei Yang justru melihat lautan semut sedang bergerak datang mengejarnya.


Fei Yang buru buru terbang lagi, meninggalkan tempat itu, menjauhi semut semut yang jumlahnya tak terhitung itu.


Dia malas melayani semut semut yang tiada habis habisnya itu.


Fei Yang yakin bangkai belalang itu, bisa setidaknya menahan semut semut itu untuk beberapa waktu.


Setelah cukup jauh meninggalkan tempat pertempuran, melihat di depannya ada sebuah bukit berbatu.


Fei Yang pun terbang dan hinggap ringan di sana, Fei Yang memilih duduk santai di sana, sambil bersandaran di sebuah batu besar yang menonjol keluar dari dalam tanah.


Sambil melepas lelah dan minum, Fei Yang membuka peta lokasi untuk melihat arah tujuannya.


Fei Yang menatap heran kearah peta dan arah matahari, jelas jelas dia tidak salah arah.


Tapi kenapa di peta tidak ada petunjuk tentang bukit berbatu ini pikir Fei Yang heran.

__ADS_1


Selagi Fei Yang sedang bingung menatap peta ditangannya.


Tiba-tiba Fei Yang merasa bukit itu seperti di guncang gempa.


Di bawah bukit sana, di dinding bukit, tiba tiba tebingnya sedikit bergerak, kemudian muncul sebuah mata yang baru terbuka.


Bukit tempat Fei Yang semakin berguncang hebat.


Hingga Fei Yang terpaksa terbang melayang di udara, untuk melihat apa yang terjadi pada bukit tersebut.


Bukit yang berguncang hebat itu akhirnya bergerak gerak sendiri, dan terus naik keatas.


Fei Yang terbelalak kaget melihat yang sedang terjadi di hadapannya.


Kini di hadapan Fei Yang berdiri Seekor kadal raksasa yang ukurannya menjulang tinggi seperti sebuah gunung hingga menutupi cahaya matahari di belakangnya.



"Rooaaarrrrrrr,..!!!"


Mahluk itu meraung marah, karena merasa terganggu dengan kehadiran Fei Yang.


Dia terus menatap kearah Fei Yang dengan sepasang matanya yang mengerikan.


Angin kencang mendorong tubuh Fei Yang, yang sedang melayang, mundur beberapa meter kebelakang.


Saat mahluk raksasa itu mementingkan mulutnya lebar-lebar dan kembali meraung kearah Fei Yang.


"Rooaaarrrrrrr,..!!!"


Tiba-tiba mata Fei Yang yang jeli melihat di bagian leher mahluk itu mengeluarkan sinar biru.


Dengan waspada Fei Yang langsung bergerak meninggalkan posisinya.


Benar sesuai dugaan Fei Yang begitu dia berpindah posisi.


Dari mulut mahluk itu menyemburkan cahaya biru bagaikan laser raksasa menerjang ketempat posisi Fei Yang sebelumnya.


Semua yang di lewati oleh cahaya biru, semuanya langsung membeku jadi es.


Mahluk apa ini, pikir Fei Yang dalam hati,


"Mengapa dia memiliki kekuatan inti es yang tidak kalah dahsyat dengan kemampuan ku.?"


Sebelum Fei Yang sempat berpikir lebih jauh serangan cakar dan kibasan ekor mahluk itu silih berganti menyerang kearah Fei Yang.


Fei Yang buru buru terbang menghindar, sambil melepaskan ratusan tebasan pedang merah biru kearah seluruh tubuh mahluk itu.

__ADS_1


Fei Yang sengaja hanya mengincar bagian depan tubuhnya, karena bagian punggung mahluk itu, jelas sangat keras dan tebal karena terlindungi kulit tebal dan tonjolan mirip batu batu besar di punggungnya.


Tapi tebasan Fei Yang, semuanya sia sia, hanya menimbulkan ledakan bunga api berpijar pijar kemana mana.


Tapi sama sekali tidak membuahkan hasil, mahluk itu seolah olah tidak merasakan apa-apa.


Malahan mahluk itu semakin marah dan mempergencar serangannya,. dengan tamparan cakar tangannya dan kibasan ekornya.


Juga di dukung dengan semburan laser biru menyerang kearah Fei Yang.


Tapi semua serangan itu tidak mengenai sasaran sama sekali, serangan itu hanya menimbulkan kerusakan hutan di sekitar mereka yang kini porak poranda, terkena efek dari serangan mahluk itu.


Melihat keganasan dan kekebalan mahluk itu, Fei Yang terpaksa mengeluarkan tehnik barunya.


"Jutaan pedang kembali ke leluhur.."


teriak Fei Yang sambil melepaskan jutaan energi pedang merah biru menyerang mahluk itu.


Mahluk itu buru buru memutarkan tubuhnya, dia menggunakan punggungnya yang keras utama menerima kekuatan serangan Fei Yang, sekaligus menggunakan ekornya untuk menyerang balik.


Fei Yang terhempas cukup jauh oleh angin kibasan ekor kadal raksasa itu.


Kadal raksasa itu sendiri setelah berhasil menahan jutaan energi pedang Fei Yang dengan punggungnya, dia justru harus menerima serangan balik jutaan energi pedang yang membalik dengan kekuatan beberapa kali lipat keseluruh bagian tubuhnya yang tidak terjaga.


Ada beberapa energi pedang yang berhasil melukai sebelah matanya.


Hal ini membuat kadal Raksasa yang sempat terpelanting roboh oleh terjangan dahsyat energi pedang Fei Yang, meraung kesakitan dan marah.


"Arggggghhh,..!!"


"Rooaaarrrrrrr,..!!!"


Mahluk itu bangkit berdiri, lalu dia menyemburkan Api dari mulutnya menyerang balik kearah Fei Yang yang sedang berterbangan.


Hutan di sekitar sana semakin hancur berantakan, terkena efek serangan mahluk itu.


Fei Yang sendiri masih terus beterbangan, menghindari kejaran api yang di semburkan oleh mahluk itu.


Sambil beterbangan menuju kearah sisi mata mahluk itu yang terluka.


Fei Yang melepaskan 8 pedang bercahaya ungu yang turun dari langit.


Ini juga merupakan tehnik baru Fei Yang yang belum di beri nama.


Sekali ini cukup efektif, tubuh mahluk itu langsung terpental menabrak pohon pohon di sekitarnya hingga hancur berantakan.


Di tubuh mahluk itu terlihat ada 7 lubang menganga, yang terus menerus mengalirkan darah segar.

__ADS_1


"Arggggghhh,..!!"


Mahluk itu meraung kesakitan, berusaha mencoba untuk bangkit tapi selalu kembali tumbang.


__ADS_2