PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERGURUAN PEDANG SUCI


__ADS_3

Fei Yang pun memutuskan untuk tinggal sementara di kediaman tersebut..


Sambil menunggu kabar informasi dari mata mata nyonya Guo yang disebarkan.


Tidak sampai 3 hari nyonya Guo sendiri sudah datang menemui Fei Yang menyampaikan informasi penting.


Setelah mendengar informasi tersebut Fei Yang langsung pergi menemui Ye Hong Yi.


Fei Yang mencari Hong Yi di kamarnya, tapi kamarnya kosong.


Fei Yang mencoba mencari di taman halaman samping, sampai di sana melihat Hong Yi sedang sibuk berlatih tanding bersama Yue Feng.


Fei Yang pun berubah pikiran, memutuskan untuk pergi menyelidiki informasi dari nyonya Guo seorang diri.


Sesuai informasi yang di dapatkan Fei Yang langsung mendatangi sebuah restoran yang terletak di agak pinggiran pusat kota Tai Yuan.


Restoran tersebut tidak terlalu ramai pengunjung,, saat Fei Yang berjalan masuk kedalam restoran tersebut.


Seorang pria berusia 30 am tahun bertubuh sedang padat berisi, buru buru menghampiri Fei Yang dan berkata,


"Tuan muda silahkan masuk kedalam, mau pesan apa biar saya bantu..?"


Fei Yang tersenyum dingin menatap pria itu dan berkata,


"Kak Aliong apa kamu sudah lupa dengan ku ?"


"Aku ingin pesan Hua Kung San, kamu ada ?"


tanya Fei Yang dingin.


Aliong langsung mundur dua tindak kebelakang, wajahnya langsung pucat pasi, dia menunjuk kearah Fei Yang dan berkata dengan sedikit tergagap,


" Si,..si,..siapa kamu..?"


"Kak Aliong gak perlu takut asalkan kakak ceritakan semuanya dari awal dengan benar.."


"Aku jamin kakak hari ini tidak akan mengalirkan darah setetes pun.."


ucap Fei Yang dingin.


Aliong terus mengamati Fei Yang, akhirnya dia teringat dan langsung menjatuhkan diri berlutut dan berkata,


"Paman guru muda, maafkan aku masalah guru besar Yi Han, sama sekali tidak ada hubungannya dengan ku.."


"Aku,..aku,.."


ucap Aliong gugup sulit melanjutkan kata katanya.


Fei Yang tadinya hanya menduga dan menebak, tapi dia tidak yakin dan tidak tahu pasti.


Dia hanya mendapatkan informasi dari nyonya Guo, bahwa ada seorang pemilik restoran kecil dipinggir kota Tai Yuan, yang 8 tahun yang lalu datang kekota Tai Yuan bersama beberapa pendeta Tao dari Xu San.


Berdasarkan informasi itulah Fei Yang mencoba mencari tahu ke lokasi.

__ADS_1


Tapi kini melihat sikap dan tingkah laku yang di tunjukkan oleh Aliong, Fei Yang pun menjadi yakin, Aliong pasti berhubungan erat dengan masalah yang menimpa gurunya dan Xu San.


Fei Yang menarik kursi untuk duduk, lalu dia menepuk bahu Aliong dengan lembut dan berkata,


"Bangunlah, duduk di sini tak perlu gugup, ceritakan semua dengan lengkap."


"Aku tahu kamu pasti hanya menjadi korban ancaman seseorang, katakanlah pada ku bagaimana ceritanya..?"


Melihat sikap Fei Yang yang tidak lagi sedingin sebelumnya, Aliong mulai bisa lebih tenang.


Perlahan-lahan diapun mulai bercerita, awal mula pertemuan pertamanya dengan Kian Li hingga aksinya bersama Mei Niang meracuni makanan yang di siapkan buat Yi Han Tao Se.


Di mana semua itu mereka lakukan karena ancaman dari Kian Li.


Setelah mendengar cerita Aliong, Fei Yang terdiam sejenak dan berkata,


"Lalu di mana Mei Niang dan Paman Han sekarang ?"


Aliong berpura pura sedih dan berkata,


" Setelah insiden di Xu San, paman Han memilih gantung diri di dapur."


"Sedangkan Mei Niang aku sudah lama berpisah darinya, aku tidak tahu kabarnya."


Fei Yang menangkap Aliong berbohong soal Mei Niang, tapi dia tidak mau urus terlalu jauh.


Apapun yang terjadi pada Mei Niang, itu adalah karma yang dia buat sendiri.


Saat ini yang terpenting adalah menemukan keberadaan Kian Li.


Aliong menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku kurang tahu, kalau soal itu ."


Fei Yang menatap tajam kearah Aliong penuh ancaman dan berkata,


"Lalu apa yang kamu ketahui,.. jangan bilang kamu tidak tahu apa-apa ?"


Wajah Aliong langsung pias, melihat perubahan nada dan tatapan mata Fei Yang.


Dia buru-buru berkata,


"Kalau tentang Kian Li, aku benar benar tidak tahu, tapi kalau keberadaan Kui Lin dan Kui Lun, aku tahu."


"Mungkin lewat kedua orang itu, paman guru muda, bisa temukan informasi tentang Kian Li.."


Fei Yang masih menatap tajam kearah Aliong dan berkata,


"Di mana kedua orang itu kini tinggal..?"


"Mereka berdua kini membuka perguruan pedang suci, letaknya tidak terlalu jauh dari sini."


Fei Yang mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Selain itu, apalagi yang kamu tahu ?"


Aliong menggelengkan kepalanya, dan berkata,


"Yang berhubungan dengan Xu San, ya hanya itu yang. aku tahu."


"Bagaimana dengan kabar Xuan Ming Xu Da dan Ming Wang ?"


tanya Fei Yang iseng.


Aliong langsung pucat gemetaran, dan buru buru berkata,


"Paman guru jangan bercanda, seorang koki kecil seperti saya, mana mungkin bisa tahu keberadaan raja iblis seperti mereka ."


Fei Yang mengangguk dan berkata, "Baiklah aku percaya padamu..aku pergi dulu,.. jaga diri mu baik baik.."


Fei Yang sambil tersenyum, mengulurkan tangannya menepuk bahu Aliong dengan lembut.


Begitu terkena tepukan lembut di bahunya, tubuh Aliong langsung berubah menjadi patung es.


Saat Fei Yang meninggalkan restoran tersebut, tubuh Aliong pun tiba tiba retak kemudian pecah hancur berkeping-keping.


Sesuai janjinya di awal, di tempat itu sama sekali terlihat ada setetes darah pun, yang tersisa keluar dari tubuh Aliong.


Fei Yang sendiri saat keluar dari restoran Aliong, dia langsung bertanya pada seorang paman tua, penjual kembang tahu d pinggir jalan.


"Paman maaf numpang tanya,


Kalau mau pergi ke perguruan pedang suci, gimana ya, cara jalannya..?"


"Anak muda bila tidak ada urusan penting, aku anjurkan sebaiknya jangan lah pergi kesana.."


"Tempat itu tidaklah sebaik nama perguruannya."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Terimakasih nasehatnya paman,..aku akan lebih berhati hati saat di sana."


Paman tua itu menghela nafas panjang kemudian berkata,


"Dari sini kamu lurus kesana, kira kira 50 meter dari sini,.sebelah kanan jalan ada rumah besar."


"Diatas pintu masuk, ada tergantung papan nama perguruan pedang suci.,.. di sana lah tempatnya.."


ucap Paman tua itu memberi penjelasan dengan di bantu kedua tangannya.


Fei Yang mengangguk mengerti, dia lalu memberi hormat kepada Paman tua itu dan berkata singkat,


"Terimakasih paman,.. aku permisi dulu,.."


Fei Yang langsung melanjutkan langkahnya menuju tempat yang di tunjukkan oleh paman tua itu.


Sampai di tempat yang dituju, Fei Yang mendongak melihat sebentar ke papan nama diatas Kepala nya untuk memastikan.

__ADS_1


Sesaat kemudian dia pun melanjutkan langkahnya memasuki tempat itu.


Begitu tiba di halaman depan, di sana terlihat ada puluhan pemuda sedang berlatih tanding pedang.


__ADS_2