PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PADANG GURUN TAKELAMAGAN


__ADS_3

Fei Yang mengantar mereka sampai barisan batu gunung, yang merupakan gerbang menuju tempat rahasia kediaman Li Sian Sian.


Hong Yi membuka pintu gerbang yang tertutup batu gunung, setelah itu dia hendak melangkah masuk.


Fei Yang tiba-tiba memanggilnya dan berkata,


"Kakak Yi,.. aku sampai di sini saja mengantarnya, aku.."


ucapan Fei Yang belum selesai, Hong Yi sudah maju memegang tangan Fei Yang.


Menariknya berlalu dari sana, menjauhi Tabib Hua dan Lung er.


Sebelum menghilang di balik batu yang tidak jauh dari sana,


Hong Yi menoleh kearah Tabib Hua dan berkata,


"Maaf Tabib Hua, Tabib Hua silahkan duluan saja, nanti aku menyusul..!"


Tabib Hua hanya menanggapinya dengan tersenyum, lalu menggandeng Lung er duluan masuk kebalik dinding batu gunung yang terbuka.


Setelah berada di balik batu gunung, dan kini tinggal mereka berdua, Hong Yi yang sudah tidak sabar dengan perubahan sikap Fei Yang akhir akhir ini.


Akhirnya tidak tahan untuk berbicara, dia takut bila tidak di utarakan, selama nya tidak akan ada kesempatan lagi.


Karena kepergian Fei Yang kali ini, benar benar tidak tahu kapan dia baru kembali.


"Adik Yang,.. sebelum pergi.. tolong beritahu pada kakak, mengapa akhir akhir ini sikap mu iadi berbeda..?'


ucap Hong Yi sambil menatap mata Fei Yang lekat lekat.


"Apanya yang beda ?"


tanya Fei Yang pura-pura bodoh.


Tanpa mengalihkan pandangannya, Hong Yi berkata,


"Jangan berpura-pura lagi, sejak kita berangkat kemari sikap mu terhadap kakak sangat berbeda."


"Kamu selalu menghindar dan menjauhi kakak, kenapa ?"


"Apa kakak ada melakukan sesuatu yang salah pada mu ?"


ucap Hong Yi sambil menatap Fei Yang dengan serius.


Fei Yang terdiam tidak bisa menjawab, karena Hong Yi memang tidak bersalah.


Adalah dirinya, yang tidak ingin menyakiti perasaan Hong Yi, dan memberikan harapan kosong, makanya dia bersikap seperti itu.


"Jawab aku adik Yang, kenapa ?"


tanya Hong Yi yang matanya mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


Melihat hal ini, Fei Yang pun menghela nafas panjang dan berkata,


"Kakak Yi maafkan Fei Yang, Fei Yang masih terlalu muda, untuk memahami hubungan dekat pria dan wanita."


"Fei Yang takut bila terlalu dekat dengan kakak, Fei Yang hanya akan mengecewakan kakak pada akhirnya, dan hanya akan membawa kesedihan dan penantian tak berujung pada kakak.."


"Fei Yang kini baru sadar, ternyata sikap Fei Yang yang sedikit berlebihan selama ini."


"Justru akan membawa luka pada perasaan kakak Hong Yi, saat kita harus berpisah nantinya.."


ucap Fei Yang berusaha menjelaskan sebisanya.


Hong Yi mencoba memahami jawaban Fei Yang yang berlepotan, akhirnya dia sambil menatap Fei Yang, dia berkata.


"Adik Yang apa kamu pernah menyukai ku..?"


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Bukan pernah kak, sampai saat ini pun Fei Yang masih tetap sangat menyukai kakak.."


Hong Yi tersenyum senang mendengar jawaban Fei Yang.


Sesaat kemudian dia kembali bertanya,


"Fei Yang seberapa besar kamu menyukai kakak, ? apakah kamu bersedia menyukai kakak seorang saja seumur hidup mu ?"


"Apakah kamu bersedia terus menyukai dan menyayangi kakak mendampingi kakak seumur hidup.?"


Mendengar pertanyaan Hong Yi, Fei Yang pun tertegun dan menelan ludahnya sendiri, sesaat kemudian dia baru berkata,


"Fei Yang masih ingin hidup bebas bertualang, Fei Yang gak berani janji bisa hanya menyukai kakak seorang."


Mendengar jawaban Fei Yang , wajah Hong Yi pun kembali murung.


Di dalam hati dia mulai sadar, perasaan suka Fei Yang padanya, berbeda dengan keinginannya.


Rasa suka Fei Yang padanya, tentu adalah rasa suka sebagai sahabat, bukan rasa kasih sayang pria dan wanita.


Dia lah yang salah menanggapi dan berharap terlalu banyak.


Sambil menghela nafas sedih bercampur kecewa, Hong Yi pun berkata,


"Adik Yang jaga dirimu baik-baik, hati hati di jalan.. sampai jumpa.."


Lalu Hong Yi membalikkan badannya berkelebat pergi, sambil menutupi mulutnya.


Agar suara tangisnya tidak terdengar oleh Fei Yang.


Fei Yang menghela nafas panjang, dia sadar dia kembali menyakiti perasaan wanita yang dekat dengannya.


Dan ini adalah yang kedua kalinya, kedepannya dia akan bersikap lebih hati-hati lagi.

__ADS_1


Agar tidak mengulangi hal yang sama.


Fei Yang akhirnya terbang ke udara menaiki awan, lalu melesat meninggalkan tempat tersebut.


Hatinya kecilnya ingin pergi melihat dan menenangkan perasaan Hong Yi, tapi pikiran warasnya melarangnya.


Dia tidak akan bisa menenangkan gadis itu, yang ada dia malah semakin menambah rumit masalah.


Kecuali dia memutuskan untuk hidup berdua bersama gadis itu, dan melupakan semua hal lainnya.


Berpikir sampai di situ, Fei Yang tiba-tiba terbayang dirinya di kelilingi oleh banyak anak kecil, yang bergelantungan dan berlarian di sekitarnya.


Fei Yang langsung bergidik, dia langsung mempercepat laju pergerakan nya, menuju gurun Takelamagan.


Fei Yang mengikuti petunjuk Tabib Hua, dia mengambil arah mendekati Pegunungan Kun Lun sebelah selatan, dan Thian San sebelah barat dan Utara.


Karena letak Xu San sendiri masih bagian dari pegunungan Kun Lun, tanpa kesulitan berarti Fei Yang akhirnya mulai mendekati daerah gurun pasir yang sedang di carinya.


Fei Yang mendarat ringan di tempat sepi, lalu berjalan mendekati perkampungan, yang letaknya tidak jauh dari hamparan gurun pasir di depan sana.


Perkampungan kecil di sana terlihat cukup ramai, terlihat banyak orang. berlalu lalang baik pendatang maupun penduduk setempat.


Fei Yang yang merasa lapar, dia pun mampir ke perkampungan tersebut, mencari rumah makan untuk mengisi perut.


Setelah berkeliling dan bertanya pada orang yang lewat berpapasan dengannya.


Fei Yang akhirnya menemukan sebuah kedai kecil yang menjual makanan..


Fei Yang melangkah masuk kedalam kedai, mengambil tempat duduk, memesan beberapa macam masakan kepada pelayan.


Lalu dia pun duduk santai sambil memasang telinga nya, mendengarkan cerita dari para pengunjung di sana.


Siapa tahu dia akan mendapatkan informasi yang sedang di carinya.


Setelah mendengarkan cukup lama, pembicaraan di sekitarnya, akhirnya Fei Yang mendapatkan informasi yang berkaitan dengan yang sedang di carinya.


Fei Yang mendengarkan cerita sekelompok orang yang berpakaian tebal dengan kepala tertutup kain.


Mereka terlihat berbicara dengan sangat serius dalam bahasa Turfan..


Fei Yang bisa mengerti bahasa yang mereka gunakan, karena kerajaan Xi Xia adalah kerajaan campuran beberapa macam suku bangsa dan etnis.


Sehingga di dalam istana sendiri, banyak menggunakan berbagai ragam bahasa.


Salah seorang berwajah penuh bulu, berkata.


"Kalian tahu tidak di sebelah tenggara kemarin, aku secara tidak sengaja bertemu dengan hewan legenda Takelamagan."


"Bual kamu.."


ucap temannya yang memelihara janggut kambing.

__ADS_1


"Mana mungkin setelah bertemu hewan legenda itu, kamu masih bisa buka mulut di sini.."


ucap si jenggot kambing menambahkan sambil menertawai rekannya.


__ADS_2