PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEDATANGAN WU SONG


__ADS_3

"Che You bertobatlah, sekarang masih sempat.."


"Letakkan golok maut, segera ikuti aku menuju jalan Buddha.."


ucap suara lembut penuh welas asih dari pemuda yang seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya kemilau.


Pemuda itu sambil sambil berbicara, tangannya yang memegang sebatang suling hitam, membuat ukiran huruf Fho (Buddha ) di udara.


Huruf itu mengeluarkan cahaya emas.


Selesai mengukir huruf Fho di udara, pemuda itu mendorong sulingnya kedepan mengarah ke huruf tersebut.


Huruf tersebut melesat cepat menuju arus pusaran panas api neraka yang sedang mengurung dan membakar Er Lang Sen.


"Blaaaarrr...!"


Pusaran berhenti, udara panas juga lenyap, semua kembali normal.


"Dewa Er Lang kembali lah menghadap Yu Ti ( Kaisar langit ) laporkan keadaan di sini.."


"Atas perintah Thian Cun, untuk selanjutnya aku akan mengambil alih di sini.."


ucap pemuda yang memegang suling hitam di tangan dengan sopan tapi tegas.


Pemuda itu adalah Wu Song, yang baru saja tiba, mengemban tugas dari Yu Se Thian Cun.


Dewa Er Lang Sen segera memberi hormat dan berkata,


"Terimakasih atas pertolongan ( Hei Siaw Seng Cun ) Dewa Suci Suling Hitam, Siau Sian ( Dewa kecil ) terima perintah.."


Belum selesai ucapan nya, dewa Er Lang memutar tubuhnya, dalam sekejab dia telah menghilang dari sana.


Berubah menjadi sebuah cahaya biru yang melesat lenyap ke angkasa.


Raja Iblis Asura tidak berusaha mencegahnya, dia sambil tersenyum berkata,


"Kamu jauh lebih pantas, Yu Se tetap adalah Yu Se selama nya selalu jauh lebih bijak."


"Membuat semua mahluk kagum dan hormat.."


"Bila Yu Se kembali memimpin tiga alam, aku pasti akan kembali ke asal ku.."


"Sayangnya itu tidak mungkin pernah terjadi lagi.."


"Aku sudah tidak punya jalan kembali..mari kita tuntaskan saja.."


"Tunjukkan saja kemampuan terbaik mu.."


Wu Song diam diam menangkap ada bada tidak puas dari iblis Asura terhadap Yu Ti ( Kaisar Langit ).


Dia juga kurang puas, begitu pula gurunya dulu dan banyak lagi yang lainnya.


Tapi sebagai sesama dewa Kahyangan, dia tidak mungkin ikut menghujatnya.


Lagipula dia tidak tahu permasalahan diantara mereka, itu bukan urusannya.

__ADS_1


Dia juga tidak mau tahu itu, yang paling penting saat ini adalah jalankan tugasnya dengan baik.


Kumpulkan pahala yang banyak, agar dia bisa di ijinkan kembali bersama Lu Ping.


Itu yang terpenting, hal lain bukan lagi urusannya.


Sambil tersenyum lembut Wu Song berkata,


"Benar salah setipis rambut, tidak ada yang sempurna.."


"Bila itu yang kamu kehendaki, baiklah aku akan memenuhinya.."


Wu Song bersiap dengan energi kekekalan semestanya.


Lalu dia menempelkan sulingnya, di depan bibir alunan suara nan lembut.


Mengalun memenuhi sekeliling lembah.


Suara itu terdengar halus lembut, tapi memiliki data pengaruh besar terhadap Raja Iblis Asura.


Irama itu memaksa Raja iblis Asura, merasa kekuatannya hendak di lemahkan.


Seluruh tubuhnya terasa sangat lelah dan mengantuk, bahkan tangannya hampir melepaskan golok darah neraka yang di peganginya.


Kedua lututnya terasa gemetar, seolah olah tenaga untuk sekedar menopang berat badannya pun tiada.


Tubuhnya terasa begitu berat, seolah olah dia sedang menyangga bola dunia.


Menyadari ada hal yang tidak beres dengan irama lembut Wu Song.


Sambil berusaha menghimpun tenaga inti neraka nya, yang mana hawa dari dunia bawah terus mengalir masuk melalui tubuhnya.


Raja Iblis Asura sedang bersiap untuk melakukan serangan balik ke Wu Song.


Tapi begitu Wu Song meningkatkan level tiupan sulingnya.


Perlahan-lahan energi yang mulai terkumpul buyar lagi, Raja iblis Asura kaget dan heran.


Dia sudah tidak mendengar suara alunan suling Wu Song, tapi kenapa irama suling Wu Song masih mampu menembus pikirannya.


Ingin mengontrol dan menekan serta membuyarkan tenaga yang di himpun nya.


Setelah memperhatikan lebih teliti sekali lagi, keadaan seluruh tubuhnya.


Akhirnya Raja Iblis menemukan sumber masalah yang menganggu kekuatannya.


Irama itu bukan hanya masuk lewat pendengaran saja, tapi irama itu bisa merasuki tubuhnya lewat pori pori kulitnya.


"Bocah busuk kamu boleh juga..!"


teriak Raja iblis Asura sambil menatap tajam kearah Wu Song.


Seluruh tubuh Raja Iblis Asura, kini di selimuti oleh aura merah pekat, sehingga tidak ada celah yang bisa di.masuki oleh irama Wu Song.


Dia kini tidak lagi terpengaruh oleh irama yang Wu Song mainkan, perlahan lahan energinya, mulai terkumpul kembali.

__ADS_1


Di ujung golok darahnya mulai muncul sebuah bola darah semakin lama semakin besar.


Seperti sebuah balon yang sedang di tiup, terus membesar dan membesar.


Wu Song yang sedang melayang di udara, melihat apa yang sedang di lakukan oleh di raja iblis itu.


Dia terus mengempos semangat dan kekuatannya memainkan irama pencabut Sukma.


Irama itu membentuk bayangan tangga nada bercahaya keemasan mengelilingi seluruh tubuh Wu Song.


Perlahan lahan tangga nada itu membentuk sebuah bola cahaya keemasan melindungi seluruh tubuh Wu Song.


Raja Iblis Asura sambil berteriak keras.


"Arggggghhh...!!"


Rasakan teriaknya sambil melepaskan tebasan golok darah, yang diangkat tinggi tinggi diatas kepalanya.


Untuk dia tebaskan kearah Wu Song yang sedang melayang di udara.


Sebuah bola raksasa bercahaya merah darah, melesat mendahului bayangan golok merah raksasa yang menyusul menyerang Wu Song.


"Blaaaarrr,...!"


Bola cahaya merah meledak di udara, saat bertemu dengan laser emas yang dilepaskan oleh Wu Song, melalui lubang sulingnya.


Langit dan bumi bergetar hebat, saat menerima efek ledakan kedua tenaga dahsyat itu.


Tapi ledakan itu tidak menghentikan laju bayangan golok darah raksasa, yang terus bergerak mendekati Wu Song.


"Bangggg...!"


Dua kekuatan dahsyat kembali bertemu di udara, membuat bumi dan langit merekah oleh kedahsyatan benturan tersebut.


Tapi ledakan itu belum mampu menghancurkan pelindung Wu Song yang berasal dari irama sulingnya.


Wu Song di dalam perlindungan irama sulingnya, dia memainkan jurus pedang suling hitam ciptaannya sendiri.


Permainan pedang suling hitam Wu Song meski sedang melakukan gerakan menyerang.


Tapi irama yang keluar dari sulingnya tidak berhenti, terus mengikuti pergerakan Wu Song.


Bila sulingnya bergerak lamban, iramanya menjadi lembut mendayu dayu.


Begitu permainan suling bergerak cepat, iramanya akan menjadi cepat dan riang.


Sebaliknya bila permainan sulingnya datang bagaikan badai lautan mengamuk, iramanya sulingnya akan seperti lagu ke medan perang menghentak hentak penuh semangat.


Permainan pedang suling Wu Song melesat menyerang dan mengurung Raja iblis Asura.


Raja Iblis Asura yang di lindungi oleh kabut merah, tidak bergeming.


Dia terus mengerahkan kekuatannya berusaha menghancurkan pelindung suara Wu Song.


Serangan Wu Song tidak ada satupun yang berhasil menembus pertahannya.

__ADS_1


Sebaliknya tekanan bayangan golok darah raksasa, mulai memaksa irama pelindung tubuh Wu Song retak retak.


__ADS_2