
Melewati gerbang gua biru, di penghujung, cahaya berubah menjadi keemasan.
Di sini Nan Thian seperti Fei Yang tempo hari, harus mulai duduk bersila, menggunakan ilmu Qian Kun Im Yang Sen Kung untuk melindungi dirinya.
Di bantu dengan Ih Jin Jing, mengatakan kulit daging otot dan tulang.
Kim Kim juga harus mengerahkan tenaga Naga Emas lebih kuat buat melindungi diri.
Melewati gerbang emas memasuki gerbang gua cahaya putih kemilau, di sini hawa panasnya sudah sulit di ungkapkan.
Yang jelas senjata besi dan baja, di bawa kemari pasti meleleh di buatnya.
"Kakak, aku harus segera masuk kedalam tubuh mu, bila tidak kita berdua pasti akan meleleh di buat tempat edan ini.."
ucap Kim Kim yang terlihat cemas.
Nan Thian mengangguk, lalu membuka mulutnya, seberkas cahaya emas melesat cepat masuk kedalam mulutnya.
Karena sebelumnya jalur Meridian nya sudah pernah di lewati oleh Kim Kim, kini keluar masuk lebih mudah bebas hambatan, sehingga tidak perlu merasakan nyeri lagi.
Sebentar saja Kim Kim sudah masuk kedalam Dan Tian nya kembali.
Di sana Kim Kim duduk melingkar,
bermeditasi mengeluarkan pancaran energinya untuk membantu melindungi bagian dalam tubuh Nan Thian.
Dengan cara ini, Nan Thian bisa melanjutkan langkah menghampiri titik asal panas mengerikan itu.
Titik panas ini sudah mendekati panasnya inti Surya, seperti kekuatan mengerikan pedang cahaya Lu Fan.
Saat tiba dihadapan titik asal panas, Nan Thian yang memicingkan mata nya karena silau.
Dia samar samar melihat ada 9 buah api kecil menari nari melayang di udara.
Tepat diatas sebuah batu giok persegi empat setebal satu ruas jari telunjuk.
Tanpa sempat pikir panjang lagi, Nan Thian mengeluarkan botol labu tua, yang mengeluarkan hawa lembut.
Begitu tutup botol itu di buka mulut botol di arahkan ke lempengan batu giok dan 9 titik api kecil.
Seketika semua benda itu lenyap di sedot kedalam, benda ini adalah pusaka dewa yang di curi Sen Kung Pao dari istana kahyangan.
Tentu saja kekuatannya juga sangat luar biasa.
Tempat itu seketika gelap gulita, begitu botol labu tua di tutup oleh Nan Thian, kemudian dia simpan kedalam cincin.
Cahaya di semua gerbang gua seketika lenyap tak berbekas.
Suhu di dalam gua meski terasa masih hangat dan lengket.
Tapi sudah jauh lebih normal.
__ADS_1
Nan Thian membuka mulutnya, sebuah cahaya emas melesat keluar.
Kim Kim pun kembali hadir di depan Nan Thian, menggunakan tangannya mengipas ngipas lehernya yang berkeringat.
"Ayo kak kita keluar dari tempat ini.."
ucap Kim Kim tidak sabar.
Nan Thian mengangguk dan berkata,
"Baiklah ayo kita tinggalkan tempat ini.."
Kita langsung ke Kun Lun San dulu mencari lokasi 36 gua kecil surgawi dan satu gua malaikat besar.
Kim Kim sambil bersungut sungut mengangguk.
Dia sebenarnya ingin langsung pergi ke pulau pelangi, mencari informasi saudaranya..
Tapi di sisi lain, dia juga tidak mau berpisah dari teman perjalanannya ini.
Tanpa Nan Thian dia akan kesepian di dunia asing ini, dia merasa tidak nyaman.
Bersama Nan Thian setidaknya ada teman bercanda tertawa, jadi perjalanan tidak terlalu terasa hambar.
Nan Thian tidak tahu apa yang di pikirkan sahabatnya, dia saat ini hanya ingin cepat cepat menemukan yang dia cari.
Lalu segera kembali untuk menyembuhkan bibi nya.
Dia bisa bergerak lebih cepat di angkasa, tidak seperti saat membawa tabib Hua dan cucunya, yang berkepandaian pas Pasan.
Tidak butuh waktu lama pun mereka sudah melihat deretan pegunungan Kun Lun San yang berderet memanjang.
"Wah kak begitu panjang dan besar, di mana kamu mau menemukan Gua yang di maksud.."
"Di sini bila di lihat dari segitu banyaknya pegunungan yang berderet deret."
"Perkiraan ku tidak akan kurang dari puluhan ribu gua, belum terhitung yang kecil kecil.."
ucap Kim Kim mengemukakan pendapat nya.
Nan Thian terdiam bingung, tapi pada akhirnya, dia tetap menunjuk ke salah satu gunung yang paling besar dan paling tinggi.
Diantara deretan pegunungan Kun Lun San yang terhampar di hadapan mereka.
Nan Thian juga tidak tahu apa nama gunung yang besar dan tinggi itu.
Dia hanya tahu, puncak dari pegunungan itu adalah yang tertinggi.
Setengahnya tertutup oleh awan yang terus berarak arakan melayang di angkasa.
Mengikuti arah yang di tunjuk oleh Nan Thian, Kim Kim melesat cepat menembus awan menuju salah satu puncak tertinggi yang terlihat.
__ADS_1
Berbeda dengan Kim Tiaw yang takut dengan terpaan angin kuat di bagian puncak puncak gunung tertinggi.
Naga emas tidak mengalami kendala, dia meliuk liuk cepat menembus hembusan angin kencang.
Nan Thian memegang erat rambut rambut halus dileher Naga Emas, sambil menempelkan badannya sejajar dengan punggung Naga Emas.
Dia juga berhasil bertahan di sana, menempel erat, seperti kutu rambut
"Rooaaarrrrrrr...!"
"Rooaaarrrrrrr...!"
"Rooaaarrrrrrr...!"
Kim Kim mengeluarkan suara raungan nya yang menggetarkan, menunjukkan eksistensinya.
Sebelum dia melayang turun mendarat di atas puncak gunung yang di penuhi oleh salju.
Setelah mendarat Nan Thian dan Kim Kim berjalan beriringan menembus kencangnya angin dan kuat nya badai salju mengguyur tubuh mereka berdua.
Nan Thian menggunakan tenaga 9 matahari untuk menghangatkan tubuh nya, agar tidak membeku di guyur salju sekaligus di terpa angin kencang yang sangat dingin.
Kim Kim juga mengerahkan energi naga emasnya melindungi diri, sambil terus bergerak mengikuti Nan Thian.
Setelah berputar-putar beberapa lama di sana, tanpa menemukan satu pun gua di tempat itu.
"Kak di sebelah sana, di puncak yang menjulang di arah timur sana..!"
"Coba kakak lihat,..!"
"Aku melihat ada sebuah gua besar yang memancarkan cahaya panca warna..!"
ucap Kim Kim sambil menunjuk kearah salah satu puncak yang terletak di seberang puncak mereka saat ini berada.
Nan Thian saat menajamkan pandangan nya, dia benar melihat ada sebuah Gua aneh di puncak seberang itu.
"Kita kesana..!"
ucap Nan Thian lalu tubuhnya melesat muncul dan menghilang, terbang di udara.
Tahu tahu sudah sampai di seberang sana, ini adalah ilmu meringankan tubuh Wu Ti Sin Tong.
Nan Thian mendapatkannya dari Fei Yang, hanya ilmu meringankan tubuh ini yang di miliki Nan Thian.
Meski tidak bisa terbang bebas diudara melayang seperti Kim Kim Kim Tiaw Fei Yang maupun bibinya Xue Lian.
Tapi ilmu meringankan tubuh ini sudah termasuk ilmu tingkat tinggi.
Jauh diatas ilmu meringankan tubuhnya sebelum nya.
Nan Thian dan Kim Kim setelah tiba di seberang sana, mereka selangkah demi selangkah mendekati gua bercahaya itu.
__ADS_1