PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERMINTAAN HONG YI


__ADS_3

Kedatangan Yue Feng langsung di sambut oleh Pai Wang istrinya ketiga tetua, Yue Hong Yi Yue Nan Thian dan Pai Xue Xue.


Mereka semua berkumpul diruang utama mendengarkan cerita perjalanan Yue Feng.


Yue Feng setelah menceritakan semuanya, dia menutupnya dengan bertanya.


"Saudara Pai, para tetua sekalian, kelima anak ini yatim piatu.."


"Apakah saudara Pai atau para tetua disini, ada yang tertarik dan berminat menerima mereka sebagai murid di sini..?"


Pai Wang maju menyentuh pundak lengan punggung paha hingga betis.


Dia seperti sedang memeriksa ayam aduan sebelum di beli.


Tak lama kemudian dia menatap Yue Feng dan berkata,


"Maaf saudara Feng, bakat dan tulang mereka biasa saja.."


"Mereka belum masuk kualifikasi sebagai murid Qing Hai Pai.."


Yue Feng mengangguk, lalu dia melirik kearah ketiga tetua yang hadir di sana.


"Bagaimana apa tetua ada yang tertarik..?"


Ketiga tetua itu saling pandang, setelah saling berbisik sejenak, salah satu dari mereka akhirnya berkata.


"Wang er tadi sudah periksa, dan menurut Wang er mereka belum masuk kualifikasi.."


"Pendapat kami sama dengan Wang er, maaf Feng er kami sudah tua, sudah tidak ingin menerima murid lagi.."


ucap mereka menolak dengan alasan halus mereka.


Yue Feng mengangguk dia menoleh kearah kelima anak itu dan berkata,


"Kelihatannya kita memang berjodoh, baiklah kalian ikut saja dengan ku ke Xu San bergabung menjadi murid Xu San."


Kelima anak itu dengan wajah gembira dan bahagia, mereka segera berlutut di depan Yue Feng dan Hong Yi.


"Terimakasih Guru,.. terimakasih Ibu Guru.. kalian Sudi menerima kami sebagai murid kalian.."


Mereka membenturkan dahi mereka tiga kali diatas lantai, memberi hormat secara bergantian kepada Yue Feng dan Hong Yi.


Hong Yi dengan gembira membangunkan kelima anak itu, dan berkata,


"Baiklah mulai saat ini, kalian berlima adalah murid Xu San.."


"Ayo bangunlah anak baik.."


Setelah kelima anak itu bangun berdiri, Ye Hing Yi pun melanjutkan berkata,


"Guru ada urusan orang dewasa yang perlu di bicarakan.."


"Kalian berlima tunggulah di luar, tapi ingat tidak boleh nakal dan sembarangan berkeliaran.."

__ADS_1


ucap Hong Yi mengingatkan.


"Siap guru.."


jawab kelima anak itu kompak, setelah memberi hormat kesemuanya.


Mereka dengan patuh keluar dari dalam ruangan tersebut.


Ye Hong Yi kini menoleh kembali kearah Pai Wang suami istri dan berkata,


"Sekarang kesulitan masalah Qi Lian San Koai sudah selesai.."


"Nan Thian juga sudah pulih cukup lumayan,.."


"Bagaimana dengan pembicaraan kita sebelumnya, apakah kakak Pai dan Kakak ipar sudah ada keputusan nya..?"


tanya Ye Hong Yi berkeras mengejar jawaban dari mereka.


Pasangan itu saling pandang sejenak, Nyonya Pai menganggukkan kepalanya.


Sebagai tanda setuju, menyerahkan semua keputusan untuk disampaikan oleh suaminya.


Pai Wang tersenyum pahit dan mengangguk, dia menghela nafas pelan.


Seperti berat untuk berbicara, dia menatap kearah Yue Feng dan Ye Hong Yi sejenak, sebelum akhirnya berkata pelan.


"Adik ipar,.. saudara Feng terus terang saja sebenarnya saya sangat tidak enak, dan kurang nyaman untuk berbicara secara terus terang.."


"Tapi bagaimana pun, cepat lambat aku harus bicara berterang, agar jelas semuanya.."


ucap Pai Wang yang terlihat canggung dan agak sedikit bertele tele.


Yue Feng yang sudah paham dari awal hanya menghela nafas panjang tanpa berkata apapun.


Sedangkan Ye Hong Yi terpaksa harus bersabar dan menahan geram di hatinya.


Demi kebahagiaan putra pertamanya, yang kelihatannya benar sangat mencintai Xue Xue.


Dia terpaksa menelan semua emosinya dan mencoba untuk tersenyum sabar menunggu jawaban dar Pai Wang.


Posisinya saat ini, seolah olah sedang mengemis mantu ke orang.


Tapi semua ini dia telan saja, demi kebahagiaan putranya.


Nan Thian wajahnya terlihat pucat, satu sisi berharap tapi sisi lain dia juga sadar diri dengan keadaan dan kondisinya saat ini.


Mau bersanding dengan Xue Xue adalah sama dengan punguk merindukan bulan.


Tapi demi Xue Xue, yang sangat mencintainya, Nan Thian mencoba untuk terus bertahan dari tetap berpikir positif.


Xue Xue juga terlihat tegang, dia sudah di panggil dan sudah bicara dengan kedua orang tua nya.


Tentang perasaan nya terhadap Nan Thian.

__ADS_1


Tapi dia juga tidak tahu apa yang menjadi keputusan kedua orang tua nya.


Sehingga dia kini hanya bisa menatap dengan jantung berdebar-debar dan terlihat sangat tegang.


Tangan nya dan tangan Nan Thian yang selalu berpegangan saling menggenggam.


Tidak pernah terlepas, seolah olah masing masing sedang ingin mencari kekuatan dari sana.


Meski telapak tangan mereka masing masing terasa dingin dan sedikit berkeringat.


Pai Wang setelah menatap reaksi Yue Feng dan Istrinya sejenak.


dia kembali melanjutkan berkata,


"Begini saudara Feng dan adik ipar,..seperti yang kalian ketahui.."


"Putri kami Xue Xue usianya masih sangat muda baru masih 16 tahun, masih banyak hal yang dia belum tahu dan mengerti.."


"Kami masih ingin mendidik dan mengajarinya pelan pelan hingga usianya matang beberapa tahun lagi.."


"Mungkin saat itu kami baru bisa siap melepaskan nya, agar saat membina rumah tangga nanti, dia tidak memalukan dan membuat kecewa pihak ayah dan ibu mertuanya..'


ucap Pai Wang memberikan alasan penolakannya secara halus.


Ye Hong Yi mengangguk dan berkata,


"Itu sebenarnya bukan masalah, semua bisa belajar pelan pelan asal mau belajar pasti bisa.."


"Usia bukan jaminan, bila pribadinya tidak ingin belajar buat umur 40 juga tidak akan berubah, benar tidak kakak Pai..?"


"Dan aku lihat Xue Xue adalah anak yang sangat baik penurut dan cepat belajar, makanya aku yakin.."


"Dua pasti mampu menjadi istri yang sangat baik bagi putra ku.."


"Tapi aku tetap hargai keputusan kakak Pai dan Kaka ipar, yang mungkin belum rela melepas Xue Xue dari sisi kalian.."


"Untuk itu begini saja, bagaimana bila kita pertunangkan mereka saja dulu.."


"Tiga atau empat tahun lagi, bila Kakak Pai dan kakak ipar sudah siap, baru kita nikahkan mereka.."


"Bagaimana menurut kakak Pai dan kakak ipar..?"


ucap Ye Hong Yi sedikit mengalah dan mencoba berdiplomasi.


Senyum canggung di wajah Pai Wang langsung menjadi senyum jelek, saat mendengar usulan Ye Hong Yi yang masih memaksa dan tidak mau mengerti.


Dia sekali lagi menatap kedua suami istri itu secara bergantian dan berkata,


"saudara Feng,.. adik ipar, untuk masalah pertunangan, maaf terpaksa kami juga terpaksa menolaknya.."


"Seperti kita tahu, masa depan penuh ketidak pastian, berbagai kemungkinan dan perubahan bisa saja terjadi.."


"Bila saat ini kita paksakan pertunangan, bila kelak terjadi lain atau satu hal sehingga pertunangan harus di batalkan.."

__ADS_1


"Bukankah itu agak repot dan bisa merusak hubungan baik kita.."


"Jadi menurut ku sebaiknya masalah ini kita tunda dan bicarakan lain kali saja.."


__ADS_2