PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PEDANG AURA KEGELAPAN


__ADS_3

Cahaya merah biru yang merasuki Fei Yang, membuat seluruh tubuh Fei Yang menegang seperti tersambar petir.


Separuh tubuhnya mengeluarkan cahaya biru, separuh lagi mengeluarkan cahaya merah.


Sepasang matanya pun berubah menjadi dua warna berbeda.


Kedua tangan Fei Yang yang mengeluarkan cahaya merah dan biru saat berhasil di satukan dan di dorongkan kedepan.


Muncul sebilah pedang besar, yang memiliki dua sisi berbeda, sisi kanan berwarna biru, sedangkan sisi kiri berwarna merah.


Fei Yang melesat turun kebawah dengan tubuh lurus, sejajar dengan pedang nya.


Seluruh tubuh Fei Yang di selimuti oleh cahaya biru merah, yang terus meluncur turun dengan kecepatan tinggi.


Sehingga mirip batu meteor bercahaya biru merah, yang meluncur jatuh dari langit.


Semakin mendekati target, cahaya biru merah yang menyelimuti Fei Yang.


Berubah menjadi sebatang bayangan pedang besar, yang memiliki dua sisi biru merah.


Sama persis dengan pedang ditangan Fei Yang, hanya yang ini bayangan pedang nya menyatu dengan tubuh Fei Yang.


Sehingga terlihat seakan akan bayangan ini adalah bagian luar, sedangkan Fei Yang bersama pedang ciptaan ditangannya, adalah bagian inti..


Duarrr,...! Duarrr,...! Duarrr,...! Duarrr,...! Duarrr,...! Duarrr,...!


Duarrr,...! Duarrr,...! Duarrr,...!


Di awali dengan ledakan beruntun energi pedang ungu menghancurkan semua bola cahaya putih kecil kecil, yang di lepaskan oleh Ming Wang.


"Pranggg,..!!!"


Kemudian di susul dengan benturan dahsyat yang kedua kalinya, antara Bola cahaya putih, yang dilepaskan oleh bayangan iblis neraka, dengan Pedang ungu raksasa ciptaan Fei Yang.


Pedang ungu mengalami retak retak, kemudian meledak hancur berkeping-keping.


Bayangan iblis itu tersenyum menyeringai mengejek serangan yang di hadapi nya.


Dia melakukan dorongan tambahan lebih kuat lagi, sehingga bola Cahaya putih menjadi bertambah besar.


Siap berbenturan dengan bayangan pedang merah biru yang membungkus Fei Yang di dalam nya.


"Blarrr,..!!!"


Benturan yang jauh lebih dahsyat, kembali terjadi di udara.


Sekali ini Bola cahaya putih yang terbelah dua, begitu pula dengan tubuh bayangan iblis itu.


Fei Yang sendiri terus meluncur menembus tubuh Ming Wang bersama energi pedang ciptaan nya.


Saat Fei Yang mendarat diatas tanah dan menyimpan kembali energi pedang nya.

__ADS_1


Di atas sana Ming Wang berteriak keras.


"Arggggghhh,..!!"


Lalu tubuhnya terbelah dua, darah berhamburan di udara, jatuh keatas bumi bagaikan titik titik embun kecil..


Tapi titik titik darah tersebut sebelum mampu menyentuh Fei Yang, titik titik darah itu sudah menguap di udara.


Karena meski energi pedang sudah Fei Yang simpan, tapi energi pelindung Fei Yang masih tetap bergerak otomatis, melindungi Fei Yang, terhadap benda asing apapun yang mendekatinya.


Potongan tubuh Ming Wang yang terbelah dua tergeletak di atas tanah menjadi onggokan daging menjijikkan.


Awan merah dan cuaca gelap kini sirna tak berbekas, langit kembali cerah seperti sedia kala.


Saat Fei Yang hendak pergi meninggalkan tempat itu menyusul kearah rombongan orang tuanya.


Tiba tiba terdengar suara tertawa dari atas langit tanpa terlihat orang nya.


"Kamu boleh juga calon adik ipar, dua pengawal andalan ku dan Puluhan ribu tentara ku, berhasil kamu lenyapkan dalam tempo yang begitu singkat,..!!"


"Aku jadi tidak tahu mau ucapkan selamat atau mengutuk mu..!"


ucap sebuah bayangan yang perlahan lahan melayang turun dari langit.


Melihat orang yang baru saja datang itu adalah Zhao Yuan Zuo, pangeran pertama dari kaisar Zhao Kuang Yi.


Sadarlah Fei Yang siapa dalang di balik seluruh kekacauan ini.


Ternyata seluruh pentolan Hei Mo San bersembunyi di istana, pantas saja selama ini dia tidak pernah berhasil menemukan mereka.


Fei Yang diam diam harus akui, Li Yuan Zuo ini sangat cerdik dan sangat tidak mudah di hadapi.


Dia puluhan kali lipat lebih sulit di hadapi ketimbang Zhao Heng maupun Zhao Yuan Xi.


Dia selalu bergerak dari tempat gelap sehingga sangat sulit di deteksi.


Bila bukan karena secara kebetulan, dirinya akan menikahi adiknya, tokoh ini tidak tahu akan bersembunyi sampai kapan, baru akan menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.


Fei Yang menatap tajam kearah Zhao Yuan Zuo, dan berkata..


"Diantara kita tidak ada permusuhan, mengapa kamu menarget keluarga ku.."


"Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..!"


"Pertanyaan yang lucu,.. tapi aku tetap akan menjawabnya agar kamu tidak penasaran.."


"Itu karena aku tidak menyukai mu,.."


"Sebenarnya aku sudah memberi mu kesempatan, agar pergi ke Tung Liao..lalu kembali ke negeri mu menjadi raja..'


",Tapi kamu ini bagaikan lalat menyebalkan, semaki di usir, kamu malah semakin merapat,..."

__ADS_1


"Bila mau jujur kamu lah yang tidak memberi ku pilihan.."


"Sekarang sudah jelas, mengapa aku tidak menyukai mu,..?"


ucap Yuan Zuo sambil tersenyum sinis.


"Kau telah berani menyuruh orang mencelakai keluarga ku, kau tahu resiko yang akan kamu hadapi..?"


tanya Fei Yang penuh ancaman.


Pedang merah biru, kembali muncul di dalam genggamannya.


Zhao Yuan Zuo tidak terlihat takut sedikitpun.


Di dalam telapak tangannya juga tiba tiba muncul sebilah pedang hitam kemerahan.



Pedang di tangan Zhao Yuan Zuo menebarkan aura gelap yang sangat mengerikan.


Perlahan-lahan tubuh Zhao Yuan Zuo mengambang di udara.


Seluruh tubuhnya di selimuti aura kegelapan yang sangat mematikan.


Aura itu dari jauh pun sudah menebarkan hawa ancaman yang menekan Fei Yang hingga sulit bernafas dan sulit mengerakkan anggota tubuhnya.


Zhao Yuan Zuo dengan gerakan yang sulit di ikuti oleh pandangan mata tahu tahu pedangnya sudah berada beberapa inchi dari dada kanan Fei Yang.


Pedang itu bisa mendeteksi sendiri dan mengirim sinyal ke pikiran Zhao Yuan Zuo, roh kehidupan Fei Yang ada di sebelah kanan dadanya.


Makanya dalam satu kali serang, pedang itu langsung diarahkan ketempat tersebut.


"Arggggghhh,..!!"


Dengan satu teriakan keras, Fei Yang berhasil melepaskan diri, kakinya menotol ringan diatas tanah, terbang mundur menjauhi jangkauan pedang tersebut.


Tapi Zhao Yuan Zuo tidak mau kalah, dengan menggetarkan pedangnya.


Puluhan bayangan pedang hitam bergerak cepat mengejar, dan mengurung Fei Yang.


"Tranggg,..! Tranggg,..! Tranggg,..!"


"Tranggg,..! Tranggg,..! Tranggg,..!"


"Tranggg,..! Tranggg,..! Tranggg,..!"


Benturan sepasang pedang berulang kali terjadi memekakkan telinga.


Bunga api mewarnai setiap benturan pedang energi Fei Yang dengan pedang Zhao Yuan Zuo.


Zhao Yuan Zuo terus mengurung dan mendesak Fei Yang dengan jurus jurus pedang nya, yang unik dan sulit di tebak.

__ADS_1


Untungnya Fei Yang memiliki ilmu analisa dasar, sehingga dia masih bisa mengira ngira arah serangannya.


Tapi seiring dengan kabut hitam dari pedang itu yang semakin pekat, Fei Yang pun mulai kesulitan menebak arah serangan pedang itu.


__ADS_2