
Fei Yang yang sedang melayang di udara langsung melepaskan pukulan, yang mengeluarkan sinar biru merah berbentuk bulan sabit.
Menghantam keatas gundukan pasir, yang sedang bergerak cepat meninggalkan tempat itu.
Pukulan energi api dan es semesta yang dahsyat, langsung membuat pasir terbongkar berhamburan.
Berikut tubuh kodok emas yang ikut terpental keluar dari dalam pasir.
Sebelum Kodok emas jatuh keatas tanah, sepasang pedang api dan es bergerak cepat mengikuti arahan jari tangan Fei Yang, menggunting kepala kodok emas dari kiri dan kanan.
Hingga kepala kodok emas, jatuh menggelinding tergeletak di atas pasir, terpisah dengan tubuhnya.
Sebuah pukulan bola sinar biru dari Fei Yang, langsung jatuh membungkus seluruh tubuh Kodok emas.
Sehingga seluruh tubuh Kodok emas kini berubah menjadi bongkahan es beku abadi, yang tidak bisa mencair meski terhembus angin maupun tersiram air.
Fei Yang dengan sekali kibasan tangan, potongan tubuh Kodok emas beku, langsung menghilang masuk kedalam cincin ditangan Fei Yang.
Setelah mendapatkan yang di carinya, Fei Yang menoleh kearah rajawali merah, yang terkapar tidak bergerak dengan nafas satu satu terputus putus.
Fei Yang menghampiri kepala kodok emas yang terpotong.
Dia memperhatikan nya sejenak, lalu dengan menggunakan ujung pedang Api, Fei Yang mencungkil keluar sepotong mutiara bersinar keemasan.
Mutiara itu dengan ajaib melayang di udara.
Saat Fei Yang mengulurkan tangannya ingin mengambilnya, mutiara itu bergerak sendiri menghindari tangan Fei Yang.
Fei Yang di samping terkejut juga penasaran,
"Kamu hebat juga, berani menolak ku.."
Fei Yang kembali dengan gerakan lebih cepat ingin menangkap mutiara itu.
Mutiara itu kembali menghindari tangkapan tangan Fei Yang, hingga tangkapan Fei Yang kembali' menemui tempat kosong.
"Mau kemana kamu..!"
teriak Fei Yang sambil mengulurkan tangannya kedepan.
Tapi sekali ini dari tangan Fei Yang mengeluarkan tenaga sedotan yang dahsyat, disekitar lengan Fei Yang muncul gambar Pat Kwa biru merah.
Mutiara keemasan itu kini berhenti di udara tidak bisa bergerak lagi.
Mutiara itu bergetar hebat seolah-olah ingin melawan untuk membebaskan diri.
Tapi mutiara emas kalah kuat, sehingga tersedot masuk kedalam telapak tangan Fei Yang yang terbuka.
Begitu Fei Yang menutup telapak tangannya, mutiara itupun masuk kedalam genggaman tangan Fei Yang tak berkutik lagi.
__ADS_1
Fei Yang lalu melayang ringan hinggap di samping tubuh rajawali merah.
Fei Yang menatap nya dengan prihatin dan berkata,
"Tiaw Siung, ( saudara rajawali ), kamu pasti terluka parah oleh racun kodok itu.."
"Aku tidak tahu mutiara ini, bisa tidak menolong nyawa mu.?"
"Menurut buku biasanya mutiara siluman ini sangat berkhasiat, untuk menangkal racun apapun dari pemiliknya."
"Aku hanya bisa mencobanya, maaf bila gagal dan membunuh mu.."
"Yang jelas aku tidak berniat kearah itu.."
ucap Fei Yang sambil membawa mutiara di tangannya, mendekat kearah paruh burung Rajawali merah.
Burung Rajawali merah itu seolah mengerti ucapan Fei Yang.
Dia membuka paruhnya lebar lebar dan mengedipkan matanya kearah Fei Yang.
Seolah-olah memberi kode kearah Fei Yang, dia sudah siap untuk itu.
Dengan penuh kasih, Fei Yang memasukkan mutiara emas itu, kedalam mulut Rajawali merah itu.
Mutiara emas itu begitu di masukkan kedalam mulut Rajawali yang terbuka lebar paruhnya.
Mutiara emas itu langsung terbang masuk kedalam tenggorokan, meluncur masuk kedalam perut rajawali merah.
Fei Yang hanya bisa berdiri di samping rajawali merah itu, sambil terus membelai dengan lembut bagian leher Rajawali merah yang tertutup bulu lembut dan halus.
Rajawali merah itu mengangguk angguk kecil dengan jinak, seolah-olah dia sangat menikmati belaian Fei Yang.
Beberapa menit kemudian bagian perut rajawali merah mulai bergetar dan mengeluarkan sinar keemasan.
Semakin lama semakin terang dan mulai menjalar keseluruh tubuh rajawali merah.
Hingga akhirnya menjalar hingga bagian leher dan kepala rajawali merah.
Sepasang mata rajawali merah, tiba-tiba mengeluarkan sinar keemasan.
Tubuh rajawali merah yang tadinya terbaring lemah di atas tanah.
Kini bisa melompat berdiri dengan kedua kakinya.
Rajawali merah yang kini seluruh tubuhnya berubah menjadi rajawali berbulu keemasan.
Dia segera mengibas ngibaskan sepasang sayapnya, yang menimbulkan angin dorongan yang sangat kuat.
Setiap kibasan dari sayapnya selalu menimbulkan angin dorongan yang sangat kuat yang akan menghempaskan apapun di sekitarnya.
__ADS_1
Kecuali Fei Yang tentunya, Fei Yang sama sekali tidak terpengaruh, karena di lindungi 3 kekuatan dahsyat di dalam tubuhnya.
Sambil mengeluarkan pekik nyaring, rajawali emas kini terbang dengan gagah di atas langit biru .
Dia berputaran beberapa kali, baru kembali meluncur turun hinggap di atas pasir, mendekam di depan Fei Yang
Rajawali itu menganggukkan kepalanya, di hadapan Fei Yang sebanyak 3 kali, hingga Kepalanya menyentuh pasir di bawahnya.
Lalu rajawali berbulu emas itu kini mendekam di depan Fei Yang, seolah olah menunggu perintah dari Fei Yang.
Fei Yang tersenyum senang, dia mengerti maksud saudara barunya ini.
Fei Yang melayang ringan keatas punggung rajawali emas itu, lalu duduk di atas sana dan berbisik,
"Ayo Tiaw Siung kita berangkat ke gurun Gobi di pedalaman Mongolia, sebelah Utara.."
"Apa kamu paham..?"
tanya Fei Yang sambil membelai leher sahabat barunya.
Rajawali emas langsung bangun kemudian melesat keudara, terbang kearah Utara menuju pegunungan Altai..
Melihat arah yang di ambil oleh Rajawali emas, Fei Yang tertawa gembira dan berkata,
"Hebat Tiaw Siung kamu mengerti bahasa manusia..."
Rajawali emas mengeluarkan pekik nyaring penuh kebanggaan.
Dia terus meluncur dengan cepat menuju kearah gurun Gobi, yang ingin di tuju oleh Fei Yang.
"Tiaw Siung,.. apakah kamu tahu, di mana kita bisa menemukan Ular Derik Perak, di daerah gurun Gobi yang maha luas..?
tanya Fei Yang berbisik di dekat kepala Rajawali emas tunggangannya.
Rajawali emas menganggukkan kepalanya, sambil mengeluarkan pekik penuh kebanggaan.
Fei Yang semakin gembira, dia menepuk-nepuk leher Rajawali Emas dengan bangga, dan berkata,
"Tiaw Siung kamu benar benar'benar luar biasa, berkat kamu semua urusan ku kelihatannya akan menjadi semakin cepat dan mudah.."
Rajawali Emas semakin gembira mendengar pujian tuan barunya ini, dia terbang semakin cepat dengan penuh semangat.
"Tiaw Siung gak usah buru buru, jangan terlalu capek dan memaksakan diri, cepat lambat kita akan sampai ke sana.."
"Perjalanan kita masih panjang, dan aku mengandalkan mu.."
ucap Fei Yang sambil membelai leher sahabat barunya, dengan penuh kasih sayang.
Rajawali Emas tidak mengurangi kecepatan nya, dia terlihat terus terbang dengan penuh semangat dan mengeluarkan pekik nyaringnya, menanggapi bisikan Fei Yang.
__ADS_1
Seolah-olah menjawab tuan tidak perlu khawatir, aku masih sanggup.