PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
SATU LAWAN DUA


__ADS_3

Nan Thian tidak menanggapi Kim Kim, dia berpesan pada Li Sun,


"Paman kecil aku akan menghadapi mereka, harap paman kecil membawa kereta ini mundur menjauh.."


Li Sun mengangguk cepat, menggantikan Nan Thian memegang tali kekang kuda.


"Kakak tampan, kenapa kereta berhenti.."


tanya Zi Zi membuka tirai kereta, di samping Zi Zi terlihat Siu Lian dan Siau Yen juga menatap heran ke Nan Thian.


"Tidak ada apa-apa, aku akan mengurusnya..kalian tenang saja di dalam.."


ucap Nan Thian cepat.


Dia tidak punya waktu banyak untuk memberi penjelasan.


Nan Thian melompat turun dari kereta kuda, kemudian berjalan santai menghadapi tiga orang itu.


"Tidak aku tidak mungkin lupa, ada apa kamu kembali menghadang jalan ku .?"


ucap Nan Thian tenang.


Pedang Naga emas sudah muncul dalam genggaman tangannya.


Dia sudah bersiap menyerang siapapun yang berani mendekat.


"Ha,..ha,..ha,..! anak muda, mengapa kamu memegang seekor ular yang akan mengigit tangan mu..!?"


ucap Si Lao Mo, sambil menatap Nan Thian dengan tajam.


Nan Thian tanpa sadar mengikuti ucapan Si Lao Mo menatap kearah tangannya.


Dia sangat kaget, melihat seekor ular emas membentangkan mulutnya.


Memutar balik ingin mengigit tangannya yang terlihat sedang memegang ekor ular tersebut.


"Ihhhh,..!"


Jerit Nan Thian kaget.


Dia hampir saja membuang pedang ditangannya, bila tidak di sadarkan oleh suara tertawa Kim Kim.


"Hi,..hi,..hi..! permainan anak kecil, dia sedang menghipnotis mu, jangan mau di pengaruhi nya ."


"Salurkan tenaga sakti mu, kearah panca Indra dan otak kakak."


"Nan Thian menuruti perintah dari Kim Kim, sesaat kemudian semua kembali terlihat normal.


"Balas dia kak, sekarang salurkan energi emas ke Meridian bagian mata kakak, yang sudah aku buka.."


ucap Kim Kim tersenyum nakal.


Nan Thian lagi lagi, menuruti petunjuk Kim Kim.


Sepasang matanya mengeluarkan cahaya keemasan,.dia menatap tajam kearah Si Lao Mo dan berkata,


"Kamu salah lihat,..! Ini adalah pusaka leluhur mu..!"


"Melihat pusaka leluhur di sini, masih tidak cepat berlutut..!"


"Cepat berlutut,..! jangan lupa tampar wajah mu sebagai penebus dosa..!"


ucap Nan Thian dengan suara penuh pengaruh magis.

__ADS_1


Bahkan telinga Nan Thian merasa suara nya sendiri terasa asing.


Si Lao Mo sangat kaget, tanpa sadar kedua lututnya gemetaran tanpa bisa dia kendalikan.


"Brukkk..!"


Si Lao Mo jatuh berlutut di hadapan Nan Thian.


Sesaat kemudian terdengar suara nyaring,


"Plakkk,..! Plakkk,..! Plakkk,..!"


"Plakkk,..! Plakkk,..! Plakkk,..!"


Si Lao Mo terlihat terus menempeleng pipinya sendiri dengan keras.


Hingga kedua pipinya bengkak bengkak,. wajahnya terlihat lebih gemukan sekarang.


Dia tidak menghiraukan ucapan Tan Kim Lan, yang mencoba menyadarkannya.


Pei Kui Wang sendiri, tidak berekspresi, wajahnya tetap dingin.


Hubungan nya dengan Si Lao Mo tidak dekat juga tidak baik, mereka kini dalam satu kelompok hanya karena perintah pangeran ke 8.


Bila bukan atas perintah pangeran ke 8, dia tidak sudi berada satu kelompok dengan Si Lao Mo.


Si Lao Mo sendiri meski sudah di cegah, dia tetap saja terus menampar wajahnya sendiri, sambil bergumam,


"Murid bersalah,.. murid pantas mati.. Plakkk..!"


"Murid pantas mati..Plakkk..!"


Dia terus bergumam sendiri sambil terus menampar wajahnya sendiri.


Nan Thian di sana melihat hal itu hampir tertawa, dia mulai tersenyum lebar.


ucap Kim Kim mengingatkan.


Nan Thian menarik kembali senyumnya, dia kembali fokus.


Tan Kim Lan yang panik tidak mampu menghentikan aksi lawannya.


Akhirnya dia berkata, sambil menoleh kearah Pei Kui Wang.


"Pei Kui,.. bagaimana ini..?"


"Kamu jangan diam saja..!"


"Tampar saja jalan darah di belakang kepala orang dungu itu"


"Dasar memalukan.."


umpat Pei Kui Wang sambil memberi petunjuk.


Tan Kim Lan dengan cepat mengikuti saran Pei Kui Wang.


"Plakkk,..!"


Terdengar tamparan nyaring dari Tan Kim Lan di belakang kepala Si Lao Mo.


Si Lao Mo langsung nyungsep mencium tanah, akibat tamparan keras Tan Kim Lan.


Dua kehilangan keseimbangan, akibat jalan darah di belakang kepalanya di tampar Tan Kim Lan.

__ADS_1


Tan Kim Lan sedikit kaget melihat hasil yang terjadi, dia otomatis menoleh kearah Pei Kui Wang.


Tapi dia melihat Pei Kui Wang sedang tersenyum sinis, sadarlah dia.


Dia sedang di kerjai oleh Datuk Utara yang tidak akur dengan Datuk barat itu.


Si Lao Mo sendiri, setelah nyungsep cium tanah yang ada kotoran kudanya.


Dia seketika sadar, begitu sadar apa yang ada di depan mata dan sebagian masuk ke mulutnya.


Si Lao Mo langsung muntah muntah.


Nan Thian sudah tidak bisa menahan diri untuk tersenyum, melihat kejadian di depan matanya.


Tapi dia tidak sempat untuk berlama lama tersenyum, karena Si Lao Mo begitu pulih.


Dia langsung meraung marah, menerjang kearah Nan Thian dengan putaran tongkat kepala ularnya yang mendatangkan angin menderu deru.


Seperti datangnya angin ribut, menerjang kearah Nan Thian.


Apapun yang di lewati oleh putaran tongkat kepala ularnya, akan beterbangan di udara.


Mengikuti tongkatnya bergerak menyerang kearah Nan Thian.


Melihat serangan berbahaya tersebut, Nan Thian langsung terbang mundur sambil melepaskan serangan jurus pedang Qing Hai Cien Fa.


"Salju beterbangan di udara.."


Terlihat titik titik putih memenuhi udara menerjang kearah Si Lao Mo.


Si Lao Mo tidak gentar, dia terus mutar tongkatnya membentuk lingkaran besar.


Tringgg,..! Tringgg,.! Tringgg,..!"


Tringgg,..! Tringgg,.! Tringgg,..!"


Energi pedang yang di lepaskan oleh Nan Thian, tertangkis dan tersedot kedalam pusaran tingkat Si Lao Mo.


Si Lao Mo sendiri terus mengejar Nan Thian dengan putaran tongkatnya, hingga kakinya tidak menyentuh tanah.


Tan Kim Lan tidak mau menyia nyia kan kesempatan untuk membalas kekalahannya tempo hari.


Dari jarak jauh, dia memunculkan bayangan sebilah golok putih raksasa.


Di tebaskan kearah Nan Thian dari atas kebawah.


"Blaarrr...!"


"Dukkkk..!"


"Plakkkk..!"


Nan Thian bergerak gesit menghindari tebasan bayangan golok putih itu.


Hingga hawa golok putih menghantam tanah tempat Nan Thian berdiri hingga berlubang dan membentuk sebuah garis memanjang, mirip.galian parit.


Sedangkan serangan dari Si Lao Mo, Nan Thian tangkis dengan telapak tangannya yang mengandung ilmu tapak pemecah karang.


Ilmu Andalan Qing Hai Pai, tapi dasarnya menggunakan energi Ih Jin Jing ( Tenaga sakti pengubah nadi dan otot )


Di mana ilmu ini membuat Nan Thian dapat melakukan ilmu telapak tangan kosong apapun dengan energi berkesinambungan tidak terputus.


Juga membuat seluruh kulit, otot, daging, tulang semuanya lebih keras melebihi baja.

__ADS_1


Jadi dia tidak takut menahan senjata apapun dengan telapak tangan kosong.


Kepala tongkatnya terkena cengkraman Nan Thian, tapi Si Lao Mo malah tersenyum.


__ADS_2