PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
PERTEMUAN AWAL ALIRAN HITAM DAN PUTIH


__ADS_3

"Asalkan kakak melepaskan kami, biar jadi sapi dan jadi kuda, kami tetap akan selalu kebaikan dan Budi kakak hari ini."


"Kelak apapun pesan kakak, kami pasti akan melakukan semuanya dengan sukarela rela."


ucap Aliong sambil merangkapkan sepasang tangannya didepan dada.


Sedangkan Mei Niang mulai terlihat malu dan gelisah, berusaha menutupi tubuhnya yang terbuka dengan kedua tangannya.


Terkadang dia menoleh ke sekitar, takut ada orang lain yang melihat nya.


Kian Li menoleh kearah Mei Niang dan berkata,


"bagaimana menurut mu..?"


Mei Niang langsung gelagapan dan berkata,


"Aku...aku ..sama dengan nya, asal kakak bersedia melepaskan ku, kakak mau aku melakukan apa,? aku pasti akan lakukan buat kakak.."


Kian Li mengangguk kemudian berkata,


"Kalian pergi berpakaian dulu, baru kita bicara dengan nyaman.."


Kedua orang itu langsung membenturkan dahinya keatas tanah dan berkata,


"Terimakasih banyak kak.. terimakasih.."


Lalu mereka berdua buru buru berlari masuk kedalam semak, sesaat kemudian mereka sudah kembali berlutut di depan Kian Li.


"Kalian berdua berdirilah tak perlu berlutut lagi,"


"Kalian cukup bantu aku, masukkan isi bungkusan ini kedalam makanan dan minuman guru besar Yi Han.."


"Maka semua urusan hari ini aku akan anggap selesai.."


ucap Kian Li sambil menunjukkan sebuah bungkusan, di telapak tangannya ke Mei Niang..


"Apa ini..?"


ucap Mei Niang ragu.


"Ini bukan urusan mu, kamu cukup katakan bisa atau tidak.."


ucap Kian Li.


Aliong buru buru meraihnya dan berkata,


"bisa...bisa.. tentu bisa kak, kakak tidak perlu khawatir serahkan saja pada kami..


Kemudian dia cepat menarik Mei Niang berlalu dari sana, Mei Niang terlihat mengibaskan tangannya mempelototi Aliong dan mengomelinya.


Tapi Aliong terus merangkul dan membujuk nya, akhirnya wanita itu pun larut dalam bujukan Aliong, tidak membantah lagi.

__ADS_1


Kian Li tersenyum puas, lalu dia juga berjalan santai meninggalkan tempat itu.


Dia percaya Aliong dan Mei Niang, pasti bisa menjalankan tugas itu dengan baik..


Aliong adalah asisten koki, sedangkan Mei Niang adalah istri koki, dengan bantuan mereka berdua tidak ada alasan untuk gagal.


Lagi pula mereka berdua yang sudah terlanjur terbius, dengan permainan gila mereka, mereka pasti akan berusaha sekuat tenaga menggunakan kesempatan ini, untuk menyingkirkan paman San.


Agar kedepannya kedua pasangan Anjing itu bisa lebih bebas dan leluasa, melanjutkan hubungan mereka.


Berpikir sampai di sini, Kian Li yang tidak bisa menahan gembiranya menatap kearah langit dan berkata,


"Terimakasih langit, kamu benar-benar sudah membantu saya.."


3 hari kemudian di kaki gunung Xu San terlihat sudah ramai berkumpul orang orang dari partai aliran lurus.


Mereka berdiri berkelompok kelompok, masing-masing ketua partai membawa murid andalan partai mereka.


Di sana yang paling menonjol dan paling banyak muridnya adalah 5 ketua dan wakil dari 5 partai aliran besar.seperti Shaolin Wu Tang, Kun Lun, Hua San dan Thian San Pai.


Ketua dunia persilatan, Du Gu Meng Cu juga terlihat hadir di sana bersama teman lamanya, Yi Han Tao Se.


Di belakang Yi Han Tao Se terlihat hadir Li Sian Sian Zhou Lei Malini, Fei Yang dan semua murid murid lain, kecuali.dari gunung naga biru tidak ada satupun yang hadir.


Mereka semua terlihat bersiaga menanti kedatangan pasukan Hei Mo Pang, yang dari informasi mata mata hanya berjarak 1 Li lagi dari lokasi mereka saat ini.


"Guru kenapa kakak seperguruan pertama, Li Mu Bai, belum juga terlihat ? apakah guru punya rencana khusus dengan kakak seperguruan pertama..?"


Yi Han Tao Se tersenyum sabar dan berkata,


"Setiap orang punya prinsip yang berbeda, tidak perlu di paksakan.."


"Aku berterimakasih kepada kalian semua yang hadir di sini, ini akan menjadi suatu pertempuran dahsyat yang membawa petaka bagi kedua belah pihak."


"Bila ada pihak yang tidak ingin ikut campur, aku juga tidak akan memaksanya untuk ikut."


ucap Yi Han Tao Se sambil tersenyum sabar.


Sebaliknya Zhao Lei berkata,


"Perguruan dalam bahaya, dia malah memilih bersembunyi sungguh bukan manusia."


"Kemaren dia sempat menghubungi ku dan membujuk ku untuk tidak ikut campur, aku sudah menasehati dan memarahinya..'


"Kelihatannya pembicaraan kami kemaren hanya membuang air ludah saja.."


"Sudahlah tahan emosi mu, hidup sudah begitu lama, emosi mu masih saja tidak berubah.."


tegur Li Sian Sian.


Meski mulutnya menegur, tapi sebenarnya hatinya merasa senang, setidaknya Zhou Lei sangat setia dan bisa di andalkan.

__ADS_1


Jauh lebih baik daripada Li Mu Bai yang munafik dan pengecut.


Zhou Lei hanya melirik mantan kekasihnya sekilas lalu memilih diam, menundukkan kepalanya tidak berkata apa-apa.


Ye Hong Yi diam diam menggeser posisi mendekati Fei Yang dan berkata,


"Bagaimana luka mu, ? kenapa kamu ikut kemari ?"


Fei Yang sedikit terkejut ada yang bicara dengan nya dari belakang, dia buru-buru menoleh saat melihat yang bicara di belakangnya ternyata adalah Ye Hong Yi.


Fei Yang sambil tersenyum lebar berkata,


"Kalian semua kemari, tentu saja aku harus ikut melihat keramaian, sambil menyumbangkan bantuan sebisa ku.."


"Luka ku sudah pulih 80% tidak ada yang perlu di khawatirkan.."


"Kamu tenang saja.."


Ye Hong Yi hanya mengangguk kecil, lalu dengan wajah tertunduk sedikit merah, dia mundur menjauh dari Fei Yang.


Pai Lan Yi diam diam juga ikut mengamati gerak-gerik Fei Yang dan Hong Yi.


Sejak insiden itu, Pai Lan Yi juga mengagumi keberanian dan kegagahan paman guru kecilnya ini.


Dia mulai sedikit menaruh perhatian pada Fei Yang secara diam-diam.


Akhirnya yang di nanti nanti pun tiba, tapi kedua belah pihak masih menahan diri, menunggu perintah dari atasan mereka.


Dari pihak Hei Mo Pang, hanya terlihat Xu Da beserta kedua penasehatnya Xuan Ming dan Xuan Hei. serta 7 tetua yang memimpin 7 kelompok pasukan.


Mereka dengan percaya diri tidak membawa bantuan sedikitpun, bala bantuan dari aliran hitam lainnya.


Mereka hanya terlihat hadir dengan kekuatan mereka sendiri saja.


Xu Da yang berdiri paling depan berkata,


"Daripada kita mengorbankan nyawa bawahan kita, bagaimana bila sebagai pemimpin, kita maju mewakili kelompok masing-masing.?"


"Siapapun yang kalah langsung mundur membubarkan diri, tidak boleh muncul lagi di dunia persilatan.. bagaimana setuju..?"


"Boleh aku akan maju menjajal kemampuan mu.."


ucap Su Bi Tao Cang.


Su Bi Tao Cang langsung bersiap siap dengan kuda kuda pembukaan nya.


"Lancang kamu pikir kamu siapa ? untuk menghadapi mu, aku saja sudah lebih dari cukup.."


ucap tetua bendera merah yang maju menghadang di depan Su Bi Tao Cang.


"Kakak biar aku yang maju untuk mencobanya.."

__ADS_1


ucap Su Hua Tao Se, sambil melayang kesisi kakak seperguruannya.


__ADS_2