
Berbeda dengan Nan Thian yang main lompat kedalam jurang gelap tertutup kabut.
Chu Eng Lai menuruni tebing dengan berpegangan pada akar rambat di sekitar tebing.
Dengan gerakan lincah seperti seekor monyet, Chu Eng Lai terus bergerak menuruni tebing tersebut.
Di tempat lain Nan Thian setelah terjun kedalam jurang, dia terlihat berdiri di halaman sebuah gua.
Ternyata di bagian bawah tebing tidak sampai 20 meter dari puncak tebing.
Ada sebuah tanah datar, yang menjorok keluar dari tebing, sedangkan di dinding tebing terlihat ada sebuah gua setinggi manusia dewasa.
Tempat ini bila di lihat dari atas tebing tidaklah terlihat, karena tertutup kabut halimun.
Nan Thian menyalakan sumbu api , yang biasa di gunakan untuk penerangan darurat.
Lalu dia dengan langkah hati hati, memasuki gua tersebut.
Menurut info Kim Kim, penculik itu berada di dalam gua tersebut.
Nan Thian tidak paham apakah gua itu buntu atau ada jalan lain.
Bila dia berteriak dari depan gua, ternyata gua itu di dalam ada jalan tembus ke sisi lain.
Maka semua usahanya akan jadi sia sia, bila si penculik membawa kabur cucu kakek Chu melewati jalan lain.
Untuk itu, Nan Thian mau tidak mau harus ambil resiko memasuki gua gelap itu.
Mengikuti petunjuk Kim Kim tidak sulit bagi Nan Thian menemukan orang yang di carinya.
Setelah beberapa saat menelusuri gua gelap dan berbau apek, karena banyak kotoran kelelawar di mana mana.
Nan Thian akhirnya menemukan si penculik yang di carinya.
Si penculik itu terlihat sedang bergelantungan di atas langit langit gua, bersama ribuan ekor kelelawar, yang terlihat juga bergelantungan di sekitarnya.
Di pojok ruangan terlihat berjejer 3 kantung kain hitam, yang di yakini oleh Nan Thian.
Di antara 3 kain kantung hitam besar itu, salah satunya pasti berisi cucunya kakek Chu.
Nan Thian dengan langkah seringan mungkin, melangkah pelan pelan menuju kearah ketiga bungkusan itu berada.
Tapi baru saja, dia ingin menyentuh salah satu kantung kain hitam itu.
Serangkum angin pukulan kabut hitam menerjang kearahnya.
"Wusss...!"
"Blaaaarrr...!"
Nan Thian terpaksa membatalkan niatnya, dia langsung terbang menghindari serangan yang datang secara tiba-tiba itu.
Terjadi ledakan yang menghancurkan dinding gua, yang kini terlihat berlubang sedalam lengan manusia dewasa.
Sedangkan di tempat lainnya, di mana Nan Thian sedang terbang menghindari serangan.
Belum juga Nan Thian mendarat, manusia yang bergelantungan dalam posisi terbalik itu.
Sudah melanjutkan serangan susulan, berbentuk sinar laser hitam menembaki Nan Thian tanpa henti.
__ADS_1
Merasakan ada ancaman di bagian punggungnya, sambil mengerahkan Ciu Yang Hu Ti Sen Kung ( Tenaga pelindung sembilan matahari ) melindungi tubuhnya.
Nan Thian melepaskan pukulan
"Naga Bertempur di atas Mega."
Seekor Naga emas bergerak melesat, mengeluarkan suara raungan menggetarkan seluruh Gua.
"Rooaaarrrrrrr...!"
Naga emas tersebut langsung menggunakan ekornya menghalau semua serangan laser hitam itu.
Setelah berhasil menghalau semua serangan laser hitam dengan ekornya.
Naga emas melesat dengan cakar dan moncong terbuka, mengejar kearah manusia yang sedang bergelantungan itu.
Sambil kembali mengeluarkan raungan dan aura menekan mengunci target.
"Rooaaarrrrrrr..!"
Tapi manusia berjubah hitam yang bergelantungan di langit langit ruangan.
Tiba-tiba mengeluarkan suara lengkingan tinggi, mencoba melawan pengaruh suara raungan naga emas.
"Ciiiiitttt...!!"
Sekaligus merupakan instruksi bagi ribuan kelelawar, yang bergelantungan di langit langit gua.
Agar bergerak menyerang kearah Nan Thian.
Ribuan kelelawar seperti mendapatkan instruksi dari pimpinan mereka.
Mengepung dan mencoba menyerang Nan Thian, dengan cakar dan taring mereka yang runcing runcing.
Tapi semua serangan mereka tertahan oleh hawa panas pelindung yang menutupi seluruh tubuh Nan Thian.
Kelelawar itu hanya bisa mencicit marah, dan terus mengerubuti Nan Thian yang tidak bisa mereka dekati.
Sedangkan manusia jubah hitam sendiri, kini sudah tidak bergelantungan lagi.
Dia sudah beterbangan menghindari serangan naga emas, yang terus bergerak mengejarnya.
Hingga suatu ketika, dia tiba-tiba membalikkan badannya, melepaskan sebuah pukulan bola asap hitam, menahan serangan Naga emas.
Begitu terkena bola asap hitam, seluruh tubuh Naga emas terkurung oleh asap hitam tersebut.
Naga emas terlihat sulit bergerak, hanya bisa meraung keras dan menggeliat geliat lemah.
Di saat itu juga si jubah hitam melesat dengan sepasang belatinya, yang mengeluarkan cahaya kebiruan.
Melakukan tebasan berulang kali, mengancam bagian leher Naga Emas, yang terlihat tak berdaya.
Cahaya biru memancar dari luka tebasan di bagian leher Naga Emas, yang terkena tebasan belati biru si jubah hitam.
Luka itu melebar seiring dengan cahaya biru, yang terpancar dari luka tersebut.
Naga Emas mengeluarkan raungan kesakitan, sebelum akhirnya meledak berubah menjadi butiran cahaya, menghilang tak berbekas.
Setelah berhasil menghancurkan Naga Emas, yang mengincarnya.
__ADS_1
Si jubah hitam kini melesat kearah Nan Thian menyerang Nan Thian dengan sepasang belati birunya.
Melakukan tebasan tebasan yang mengeluarkan cahaya biru berusaha membongkar pertahanan Ciu Yang Hu Ti Sen Kung ( Tenaga pelindung sembilan matahari ).
Kelelawar yang mengepung Nan Thian, otomatis menyibak, mengikuti insting mereka menjauh dari Nan Thian.
Memberi tempat buat si jubah hitam melancarkan serangannya.
"Singgg,...! Singgg,...! Singgg,...!
"Crashhh..!"
"Crashhh..!"
"Crashhh..!"
Kiu Yang Hu Ti bergetar hebat terkena tebasan dari Si jubah hitam.
Nan Thian terdorong mundur beberapa langkah kebelakang, oleh tenaga benturan tersebut.
Si jubah hitam tidak berhenti, memberikan tebasan tajam dan kuat.
Sedangkan Nan Thian setiap kali berbenturan, dia terus terdorong mundur kebelakang.
Hingga punggungnya akhirnya membentur dinding gua, tertahan di sana.
Tapi Nan Thian terus mengempos semangatnya berusaha bertahan sekuat tenaga.
"Kakak buat apa keras kepala, satu jurus ku cukup memusnahkan mahluk ini.."
ucap Kim Kim sambil tersenyum penuh arti.
Nan Thian meragu sejenak, sebelum akhirnya dengan keras kepala.
Dia tetap bertahan, mengeluarkan raungan keras,
"Hoaaarrrrr,..!"
Melepaskan jurus Tapak naga langit.
"Enam Naga Keluar Dari Sarang.."
Terlihat enam ekor Naga Emas melesat keluar dari balik energi pelindungnya.
Langsung menerjang dari enam arah menuju satu titik, yaitu Si jubah hitam yang menjadi target mereka.
Si jubah hitam dengan tenang memberikan enam tebasan, menahan keenam Naga Emas yang menerjang kearahnya.
Setelah berhasil mementalkan ke 6 naga emas mundur dari nya.
Si jubah hitam melepaskan dua belati di tangannya, berputaran di depan dadanya.
Dia mengendalikan nya dengan kedua telapak tangan tanpa menyentuh kedua belati yang berputaran mengambang di udara.
Saat kedua tangannya, melakukan gerakan membuka sepasang belati di depan dadanya, langsung membelah diri.
Dari puluhan menjadi ratusan, lalu berubah menjadi ribuan.
Kemudian melesat cepat menerjang kearah 6 Naga emas, yang sedang terpental mundur kebelakang.
__ADS_1