PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MENDATANGI KEDIAMAN VIPASANA LHAMA


__ADS_3

Saat Fei Yang dan Kim Tiaw di angkasa, baru terdengar suara Fei Yang di samping telinga semua yang hadir di sana.


"Aku pergi bereskan kelompok lhama jubah merah dulu, Ayah dan paman Li tolong kumpulkan pendukung sebanyak banyaknya.."


"Buat daftar nama pendukung utama Paman Li Yuan Hao yang paling berpengaruh, setelah kembali nanti aku akan membereskannya.."


"Jangan lupa hubungi sekutu kerajaan Song, untuk menahan pergerakan kerajaan Liao.."


"Aku pergi dulu,.."


Sian Sian masih berdiri bengong menatap bayangan punggung Fei Yang, yang sudah hilang dari hadapannya.


Sian Sian tidak tahu harus bergembira atau bersedih, ternyata tunangan yang di jodohkan sejak kecil.


Adalah Ping Huo Ta Sia yang sangat dia kagumi, di saat bersamaan juga adalah Afei teman bertengkar nya itu.


Tapi bila teringat pembicaraan nya di kereta dulu dengan kakeknya, dan sikapnya dulu terhadap Li Dan.


Dan semua pandangannya terhadap Li Fei Yang, putra mahkota sebelumnya yang hilang.


Sian Sian ada perasaan menyesal dan sedih, dia takut Fei Yang akan menolak dirinya, karena mengetahui sikap aslinya dulu.


Fei Yang memang sengaja tidak menundanya lagi, ini adalah saat paling tepat untuk menghabisi kelompok lhama jubah merah.


Sebelum Vipasana lhama, Sangha dan Dheva lhama pulih sepenuhnya.


Ini adalah kondisi paling tepat, bila mereka pulih nanti, akan menjadi sulit dan bisa membahayakan orang awam, yang berada di sekitar tempat pertempuran mereka.


Tak lama kemudian Fei Yang dan Kim Tiaw sudah berada di atas Bangunan Komplek istana yang luas dan megah.


"Tiaw Siung, kamu lihat pagoda besar itu, mari kita kesana."


ucap Fei Yang berbisik pada rajawali emasnya.


Kim Tiaw mengangguk, sambil mengeluarkan suara pekik nyaring.


Kim Tiaw segera membelokkan arah nya ke barat.


Di mana terlihat sebuah bangunan Pagoda raksasa dan megah, yang terdiri dari 9 lantai, berdiri menjulang tinggi ke langit.


Saat Kim Tiaw mulai terbang berputar-putar di puncak Pagoda.


Fei Yang pun melesat meninggalkan punggung Kim Tiaw, dengan ringan.


Lalu Fei Yang mendarat ringan di puncak atap tertinggi bangunan Pagoda tersebut.


Dari sana Fei Yang mengerahkan Chi nya, untuk mengumandangkan suara yang terdengar jelas,

__ADS_1


agar terdengar jelas oleh semua orang, yang berada di dalam bangunan Pagoda tersebut.


"Vipasana, Sangha dan Dheva, kalian bertiga keluar lah, jangan bersembunyi lagi..!!"


"Keluarlah sambut aku,...! hari ini aku sengaja datang kemari, khusus untuk mengunjungi kalian..!"


Tak lama setelah suara Fei Yang berkumandang, dari dalam pagoda tingkat ke 8, terlihat dua sosok tubuh melesat keluar.


Mereka berdua adalah Sangha lhama dan Dheva lhama.


Sesaat kemudian dari arah Pagoda tingkat ke 9, yang merupakan bangunan Pagoda tertinggi melayang keluar seseorang.


Dia adalah Vipasana lhama, Vipasana lhama melayang ringan di atas udara.


Sambil menatap tajam kearah Fei Yang Vipasana lhama berkata,


"Nyali mu semakin besar Ping Huo Ta Sia berani datang mengacau di sini.."


"Tempo hari kamu berhasil selamat, itu adalah keberuntungan mu.."


"Tapi hari ini kamu tidak akan bisa lolos untuk kedua kalinya.."


"Kamu pasti mengira aku sedang cedera kan,? aku tidak takut memberitahu mu.."


"Aku sebenarnya baik baik saja, adalah aku yang membayar dua orang itu, untuk menyebarkan gosip tentang keadaan ku yang terluka.."


"Agar bisa memancing mu datang, Ternyata kamu benar datang, Ha,.. ha,..ha,...!"


ucap Vipasana sambil menertawakan Fei Yang.


Fei Yang di luar bersikap tenang, tapi di dalam hati sangat terkejut.


Di luar dugaannya, ternyata musuhnya ini baik baik saja, sebaliknya malah dia lah yang berbalik terjebak.


Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, tidak ada jalan mundur.


Cepat lambat mereka tetap akan bertemu.


Tanpa berani berayal Fei Yang mulai mengumpulkan energi Api dan Es semesta.


Di mana seberkas sinar biru dari langit turun masuk kedalam tubuh Fei Yang secara terus menerus tanpa henti.


Dari atas tanah juga muncul seberkas cahaya merah melesat keatas dan terus menerus masuk kedalam tubuh Fei Yang. seluruh tubuh Fei Yang mulai memancarkan cahaya merah dan biru.


Di tempat lain baik Sangha Dheva dan Vipasana dari posisi terpisah mereka mulai merapalkan kekuatan Tapak Budha Asurra.


Di masing-masing belakang punggung mereka mulai muncul sesosok bayangan Buddha berwajah Asurra yang sedang menyeringai.

__ADS_1


Di seluruh penjuru di bawahnya, muncul sosok Budha Asurra berbentuk kecil kecil, tapi jumlahnya sangat banyak tak terhitung.


Seiring dengan teriakan serentak dari mereka,


"Kesaktian Budha tiada Tara..!!"


Mereka bertiga mendorongkan telapak tangan mereka kearah Fei Yang dari 3 arah.


3 sosok Buddha Asurra dari tiga arah di ikuti oleh ribuan Budha kecil semua melesat kearah Fei Yang, dengan sepasang telapak tangan terbuka.


Semua serangan yang datang tertahan oleh cahaya merah biru yang menyelimuti seluruh tubuh Fei Yang.


Ledakan dahsyat terjadi di udara, yang menggetarkan seluruh arena pertempuran.


Menara Pagoda 9 lantai bergetar dan berguncang hebat, hingga akhirnya runtuh kebawah, menimbulkan bunyi hiruk pikuk.


Debu pasir asap batu dan tanah berhamburan menimbulkan kabut tebal kecoklatan, menutupi seluruh area di sekitar sana.


Fei Yang masih tidak terlihat bergeming maupun membalas serangan lawan nya.


Dia masih terus menyerap kekuatan Api dan es semesta, masuk kedalam tubuhnya.


Sedangkan di tempat ke tiga Lhama itu, terlihat Sangha dan Dheva menempelkan telapak tangan terbuka nya, kearah punggung Vipasana lhama, untuk menggabungkan kekuatan mereka.


Dengan kekuatan gabungan itu, Vipasana kembali merapal jurus ke 9, yang pernah mencederai dan melumpuhkan Fei Yang.


Tapi karena kini menggunakan tenaga gabungan 3 orang yang jauh lebih besar.


Vipasana yakin sekali ini, dia pasti mampu menumpas lalat pengacau, yang selalu menjadi pengganggu langkahnya kemanapun dia pergi.


Perlahan-lahan muncul sesosok bayangan Budha raksasa muncul di ufuk barat, di susul dengan sosok Budha kecil di segala penjuru, terbang kearah tersebut.


Semua bergerak naik keatas bergabung dengan Sosok Budha raksasa' berwajah Asurra itu.


Setelah seluruh sosok Buddha kecil segala penjuru, bergabung dengan sosok Budha raksasa' itu.


Budha itu melepaskan sebuah telapak tangan raksasa, yang di tengah telapak tangannya, muncul sebuah roda emas, yang di bagian tengahnya di sangga oleh 8 jari jari roda.


Bayangan roda itu memiliki kekuatan hisap terhadap semua kekuatan alam yang sangat besar.


Semua kekuatan alam semesta, yang sedang mengaliri tubuh Fei Yang, tiba tiba tertarik masuk kedalam tarikan roda berjari jari delapan itu.


Tubuh Fei Yang pun ikut tersedot kedalam pusaran roda tersebut.


Sambil mengeluarkan teriakan yang menggetarkan, Fei Yang berubah bentuk menjadi seekor mahluk berkepala naga bertubuh Phoenix melesat kedalam pusaran.


Terus menuju ketitik tengah roda itu, menembus dan meledakkan nya.

__ADS_1


menjadi cahaya berkilauan yang kemudian kembali menyatu ke bayangan Naga dan Phoenix ciptaan Fei Yang.


Lalu terus melesat menembus titik tengah bayangan telapak tangan raksasa itu.


__ADS_2