
Begitu melihat kedatangan Fei Yang, mereka menghentikan latihan mereka.
Mereka semua menatap Fei Yang dengan heran.
Salah satu diantara mereka maju menghampiri Fei Yang dan berkata,
"Hei kamu, !? apa yang sedang kamu lakukan di sini..!?"
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Itu bukan urusan kalian, cepat panggil Kui Lin dan Kui Lun, keluar menemui ku..."
"Bocah sombong, berani bikin onar di sini cari mati.!"
"Rasakan ini,..!"
Teriak pemuda yang bertanya tadi marah.
Dia langsung menerjang kearah Fei Yang dengan pedang nya.
Fei Yang yang melihat pedang itu berkelebat menusuk kearah tenggorokan nya.
Fei Yang memiringkan sedikit tubuhnya, kemudian menyentil ujung pedang itu.
Sehingga pedang itu melenceng menjauhi nya.
Di saat bersamaan kaki Fei Yang bergerak menendang kepala belakang penyerang nya itu.
Sehingga pemuda itu jatuh tersungkur dengan wajah mendarat lebih dulu menghantam pot bunga yang ada ditempat tersebut.
Pot bunga itu pecah berantakan tanah juga berhamburan, yang lebih sialnya adalah pemuda itu.
Dia terlihat pingsan tidak bergerak, dengan wajah berlumuran darah tertelungkup di atas tanah pot bunga yang berserakan.
Sisa puluhan pemuda lain, terlihat ragu dan agak takut dengan Fei Yang.
"Cepat panggil guru kalian kemari, kalau tidak ingin bernasib seperti dia.."
ucap Fei Yang dingin.
Puluhan pemuda itu bergerak mundur, setiap Fei Yang melangkah maju.
Salah satu di antara mereka, adalah yang sudah berlari terbirit birit melapor kedalam gedung.
Tak lama kemudian dari dalam gedung terlihat dua orang pria berusia 30 an tahun melangkah keluar.
Kedua pria itu sebenarnya paling tua berusia 30 tahun, tapi karena mereka memelihara jenggot kumis, mereka jadi terlihat jauh lebih tua.
"Siapa kamu, mengapa berbuat onar di sini ?"
ucap salah satu pria itu.
Meski dia menggunakan jenggot, Fei Yang tetap mengenalinya, sebagai Kui Lun.
__ADS_1
Sambil tersenyum dingin Fei Yang berkata,
"Kui Lun kelihatannya lehermu sudah sembuh, hanya otak mu yang belum.."
"Apa kamu sudah lupa dengan ku ?"
tanya Fei Yang sambil maju mendekati kedua orang yang berdiri di atas undakan tangga.
Sedangkan puluhan pemuda yang melihat kehadiran guru mereka, mereka buru-buru bergerak mundur kebelakang kedua guru mereka.
Kui Lin menoleh kearah Kui Lun dan berkata,
"Adik dia itu Fei Yang, bocah yang mematahkan leher mu dulu.."
Kui Lun menatap tajam kearah Fei Yang dan berkata,
"Diantara kita sudah tidak ada urusan, Xu San juga sudah hancur, buat apa kamu kemari ?"
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Sebagai pengecut penghianat perguruan saja, sudah cukup bagi ku untuk menghajar kalian.."
"Tapi bila kalian tahu diri, memberitahukan kepada ku, di mana Kian Li guru kalian itu."
"Aku akan mempertimbangkan untuk melepaskan kalian berdua."
Kui Lin dan Kui Lun saling pandang lalu kedua orang itu tertawa dan berkata,
"Dulu kau mengandalkan pangkat yang di berikan oleh guru Yi Han untuk sombong, ok lah.."
"Lihat pedang,..!!"
teriak Kui Lun diiringi oleh Kui Lin, kedua orang itu serentak menyerang kearah Fei Yang dengan pedang di tangan.
Pedang di tangan mereka masing-masing bergetar menjadi tujuh bayangan, bergerak menyerang kearah tujuh titik bagian atas dan bawah tubuh Fei Yang.
Fei Yang tersenyum dingin dan berkata,
"Permainan anak kecil,.."
Tubuhnya tiba tiba menghilang dari hadapan Kui Lun dan Kui Lin.
Saat muncul lagi tubuh Kui Lin dan Kui Lun sudah jatuh tidak bisa bergerak diatas tanah.
Fei Yang telah menotok tubuh kedua orang itu, dengan kecepatan yang sulit di ukur mata biasa.
Kedua orang yang terkapar pucat diatas tanah, menatap kearah Fei Yang dengan ngeri.
Melihat Fei Yang melangkah mendekati mereka, Kui Lun buru buru berkata,
"kamu mau cari Kian Li,.. kami sudah lama tidak berhubungan dengan nya."
"Jadi kami tidak tahu di mana keberadaan nya, tapi kami tahu keberadaan Kian Bu dan Kian Hok."
__ADS_1
"Mungkin mereka berdua tahu keberadaannya.."
"Asalkan kamu berjanji ampuni kami, kami akan memberitahu mu dimana keberadaan kedua orang itu.."
Fei Yang mengangguk, dua mengibaskan tangannya, terlepaslah totokan di tubuh kedua orang itu.
Tempat itu kini sudah sepi, hanya tersisa Fei Yang, Kui Lin dan Kui Lun saja.
Semua pelayan dan murid perguruan pedang suci sudah melarikan diri, begitu melihat guru mereka di robohkan oleh Fei Yang tidak sampai satu jurus.
Merasa tubuh mereka sudah bebas kembali, Kui Lun dan Kui Lin pun bangkit berdiri, Kui Lun kembali melanjutkan berkata,
"Mau menemukan Kian Bu dan Kian Hok, mereka berdua kini bersembunyi di lembah kebahagiaan.."
"10 Li dari sebelah timur kota Tai Yuan, lewati hutan bambu kuning, di sanalah Kian Bu dan Kian Hok berada.."
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Baiklah, terimakasih infonya.."
Fei Yang berjalan melewati kedua orang itu, dan terus melangkah meninggalkan tempat tersebut.
Kui Lin dan Kui Lun saling pandang tersenyum senang.
Tapi belum senyum mereka hilang, saat Fei Yang menghentakkan kaki kirinya keatas tanah.
Lantai di seluruh ruangan itu langsung membeku, saat menjangkau kaki Kui Lin dan Kui Lun, lantai yang membeku menjalar cepat merambat keatas tubuh kedua orang itu.
Sebelum mereka berdua sempat bergerak seluruh tubuh mereka telah berubah menjadi patung es.
Saat Fei Yang meninggalkan gedung tersebut, tubuh kedua orang itu langsung meledak hancur berkeping-keping.
Fei Yang sendiri terus berjalan kembali ke gedung kediaman nyonya Guo.
Di tempat lain, di kediaman nyonya Guo terlihat Ye Hong Yi sedang bersembunyi di balik sebuah batu gunung.
Dia sedang mencuri dengar pembicaraan, Nyonya Guo, pangeran Zhao Heng dan Yue Feng, di taman bunga yang letaknya tidak berjauhan dengan hiasan deretan batu alam itu.
"Bagaimana adik Yue Feng ? apa kamu bersedia menerima tawaran kami berdua..?"
ucap Pangeran Zhao Heng, sambil
menatap kearah Yue Feng dengan serius.
Yue Feng terdiam di tempat, sesaat kemudian dia membungkuk kan badannya dalam dalam kearah pangeran Zhao Heng dan Nyonya Guo, lalu berkata.
"Terimakasih atas perhatian besar dari yang mulia pangeran dan Nyonya Guo yang telah memandang begitu tinggi terhadap diri saya.."
"Tapi maaf yang mulia, Yue Feng belum bisa menerima tawaran itu, karena sebenarnya di hati Yue Feng sudah ada gadis lain yang mengisinya.."
"Harap yang mulia berdua sudi memaafkan sikap Yue Feng yang tidak tahu di untung ini.."
"Nak Yue Feng, kenapa tidak mencoba mempertimbangkannya dulu baik baik.?"
__ADS_1
ucap Nyonya Guo pelan.