PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
GOLOK API PEDANG ES


__ADS_3

"Sun Er sadarlah kamu sudah tersesat terlalu jauh.."


"Deeeesss...!"


Nan Thian melesatkan seberkas cahaya hitam putih yang terisi tenaga inti es dan api surgawi.


Membentuk mahluk setengah naga setengah Phoenix menerjang kearah Li Sun.


Memaksa Li Sun terpental masuk kembali kedalam kamar nya.


"Braakkk...!"


Li Sun yang terpental oleh tenaga dorongan Nan Thian yang maha dahsyat.


Punggungnya sampai menabrak dinding kamar hingga jebol, tubuhnya terpental keluar dari kapal, langsung terjatuh ke laut.


Sedangkan Zi Zi sudah terhisap kembali kedalam pelukan Nan Thian.


"Zi Zi kamu baik baik saja, ?"


ucap Nan Thian penuh perhatian.


Zi Zi mengangguk pelan menanggapi perhatian Nan Thian, lalu dia langsung melingkarkan tangannya di belakang leher Nan Thian, menggelayut manja di sana.


"Kakak tampan kamu akhirnya datang juga, Zi Zi kira kakak tampan sudah tidak menghendaki Zi Zi lagi."


ucap Zi Zi sedih.


"Zi Zi kamu tahu itu tidak akan pernah terjadi.."


"Zi Zi dengarkan kakak,.."


"Urusan ku dengan Sun er belum selesai, aku harus pergi menemuinya.."


"Kamu ikutlah dengan Kim Kim, menjauhlah dari tempat ini sejauh mungkin.."


ucap Nan Thian lembut, lalu dia melepaskan pelukan Zi Zi.


Mendorong lembut bahu Zi Zi hingga terdorong mundur kearah Kim Kim.


"Ahh..tidak.. jangan..!"


teriak Zi Zi kaget, dia tidak rela kembali harus di pisah dari kekasihnya.


Kim Kim dengan sigap menangkap pinggang Zi Zi, tanpa memperdulikan respon Zi Zi.


Kim Kim langsung membawa Zi Zi menghilang dari tempat tersebut.


Sedangkan Nan Thian sendiri sudah melesat kedalam kamar mengejar keluar kapal di mana Sun Er tadi menghilang.


Nan Thian khawatir Li Sun terjatuh kedalam laut, akibat dorongan kerasnya tadi.


Dia tadi khawatir jurusnya tidak mempan terhadap Li Sun, makanya dia begitu turun tangan langsung mengeluarkan jurus maut dari Fei Yang.


"Phoenix Api dan Naga Es bersatu menuju keabadian."


Tapi saat keluar dari lubang di dinding kamar yang tercipta oleh tabrakan tubuh Li Sun.

__ADS_1


Nan Thian justru menemukan Li Sun sedang duduk bersila di atas gelombang air laut, yang membumbung tinggi ke angkasa.


Membentuk sebuah bunga teratai raksasa sebagai tempat duduk bagi Li Sun.


Tubuhnya yang di lindungi oleh hawa es dan api sedang menyerap kekuatan alam semesta.


Bersiap melepaskan jurus andalannya.


Begitu melihat kehadiran Nan Thian yang di tunggu-tunggu nya.


Li Sun langsung mendorongkan sepasang telapak tangannya ke arah Nan Thian sambil berteriak keras.


"Kesaktian Buddha Tiada Tara..!!!"


"Hyaaaaaat...!!"


Terlihat Bayangan Buddha raksasa melayang turun dari angkasa, dengan sepasang telapak tangan terbuka di dorongkan kearah Nan Thian.


Dari sepasang telapak tangan bayangan Buddha itu, terlihat melesat dua bayangan telapak tangan raksasa yang mengeluarkan cahaya hitam kemasan menerjang duluan menekan kearah Nan Thian.


Nan Thian langsung bisa merasakan tekanan dahsyat itu, hingga dirinya sulit bernafas maupun bergerak.


Nan Thian langsung menghentakkan kekuatan gabungan Inti es dan api Surgawi, yang menghasilkan energi nan lembut, hangat, tapi memilki kekuatan keseimbangan yang sulit terukur.


Menahan daya tekan bayangan sepasang telapak tangan raksasa yang sedang mendekatinya.


Sekaligus mendorong mundur kapal di belakangnya, agar menjauh dari area pertempuran yang akan segera berlangsung.


"Bressss..!!"


Kapal layar besar itu terangkat keudara, terlempar cukup jauh dari area pertempuran itu.


Kapal berguncang hebat saat mendarat di atas laut yang jaraknya cukup jauh dari area pertarungan Nan Thian.


Para penghuni kapal itu pada jatuh bergulingan terhempas kesana kemari.


Air laut langsung meledak keudara saat tertimpa oleh badan kapal yang besar.


Sesaat kemudian muncul gelombang besar yang mendorong ke sekitarnya dengan kuat.


Kapal itu seolah-olah tenggelam, tertelan kedasar lautan, tapi sesaat kemudian mumbul lagi ke permukaan dalam keadaan baik baik saja.


Tidak ada bagian kapal yang pecah ataupun retak sedikitpun, semua dalam keadaan baik baik saja.


Aguan langsung bergerak bangun dan berlari kesana-kemari meminta semua rekannya, dan nahkoda kapal, agar segera membawa kapal mereka, sebisa mungkin menjauhi tempat pertempuran Nan Thian dan Li Sun.


Zi Zi sendiri sudah duduk di punggung Kim Kim yang melayang di angkasa.


Mereka mengamati pertarungan Nan Thian melawan Li Sun dari jarak aman.


Zi Zi terlihat sangat khawatir dan cemas melihat kearah Li Sun dan Nan Thian secara bergantian.


Satu pihak adalah kakak misan, teman sejak kecil, yang kemudian di jodohkan jadi suami nya.


Pihak lain adalah kekasih yang sangat dia cintai, yang juga terhitung murid keponakannya.


Dia benar benar serba salah, dua duanya sana sama penting, dia tidak ingin ada satupun yang terluka apalagi tewas dalam pertarungan ini.

__ADS_1


Tapi ini menjadi sulit, karena pertarungan tingkat atas seperti ini, sangat besar kemungkinannya, salah satu atau keduanya pasti akan ada yang kehilangan nyawa.


Di tempat arena pertarungan sendiri, Nan Thian setelah menghentak kan energi gabungan nya menahan serangan tapak Buddha.


Dia langsung membentuk dua. makhluk gabungan Naga es dan Phoenix Api.


Melesat menyambut datangnya kedua tapak Buddha yang mendatangi nya.


"Rooaaarrrrrrr...!!!"


"Yikkkkkkk..!!"


Terdengar raungan dahsyat, di susul dengan pekik nyaring, mahluk gabungan itu menerjang menyambut kedua tapak Buddha yang mendatangi mereka.


"Boooom...!!!"


Terjadi ledakan dahsyat di udara, hingga menimbulkan bias cincin energi, yang bergerak kesegala arah.


Air laut ikut meledak keudara, menciptakan gelombang besar setinggi puluhan meter.


Naga es Phoenix api gabungan sirna tak berbekas setelah ledakan dahsyat tersebut.


Sepasang bayangan tapak dan bayangan Buddha masih terus meluncur menekan kearah Nan Thian.


Nan Thian sendiri terdorong mundur hingga tubuhnya tenggelam kedalam dasar lautan.


Serangan tapak Buddha itu terus mengejarnya, membelah air laut, mengejar hingga kedasar lautan.


Kemudian kembali meledak lebih keras lagi di sana.


"Booommm...!!!"


Sekali ini terlihat energi panca warna menyeruak keluar dari kedalaman laut sana.


Menghancurkan tapak Buddha sekaligus membelah bayangan Buddha hingga sirna tak berbekas.


Hanya sesosok tubuh yang memegang sebilah pedang panca warna terlihat melesat keluar dari kedalaman lautan.


"Sun Er cukup hentikan,..!"


"Sadarlah cinta tidak bisa di paksakan dengan kekuatan..!"


"Kembalilah kejalan Buddha..!"


ucap Nan Thian dengan suara mengelegar, karna menggunakan Chi .


"Kakak Nan Thian,..! menjauhlah dari istri ku..!"


"Atau hari ini tidak kamu yang mati, akulah yang akan binasa..!!"


Balas Li Sun berteriak dari posisinya, jauh di atas sana.


Seiring dengan suara teriakan nya, Li Sun terlihat meluncur turun dari bunga teratai yang terbentuk dari air laut.


Dia meluncur kebawah dengan sebatang pedang es di tangan kanan golok api di tangan kiri.


Memberikan dua tebasan menyilang kearah Nan Thian.

__ADS_1


Dua berkas cahaya merah biru bergerak menerjang kearah Nan Thian mendahului Li Sun.


__ADS_2