
Pedang tajam yang tertancap kedalam tanah, mengeluarkan bunga api berpijar.
Saat terseret mundur lima enam tombak mundur kebelakang.
Pria yang menjadi lawan Yue Feng, menunjuk kearah Fei Yang dengan suara kaku berkata,,
"Siapa kamu,..?! cepat menyingkir, jangan suka ikut campur urusan orang..!!"
Fei Yang tidak memperdulikannya, dia menoleh kearah Yue Feng dan berkata,
"Kak Feng,.. kakak baik baik saja ?"
"Cuma luka kulit saj,a bukan masalah adik Yang, jangan ampuni mereka..."
"Mereka ini adalah perompak negri Peng Lai, datang kemari dengan tujuan ingin menculik perempuan."
"Tadi mereka hendak menganggu nona Hong Yi, makanya terjadi bentrokan.
Fei Yang mengangguk, lalu dia kembali menoleh kearah pria itu, sambil menatap tajam kearah lawannya, Fei Yang berkata,
"Mana gadis gadis yang kalian culik,? lepaskan mereka !"
Pria itu tidak menghiraukan pertanyaan Fei Yang, sambil berteriak keras.
"Hyaattt,.."
Dia langsung melepaskan tebasan kearah. Fei Yang.
Sebuah sinar putih berkilauan berkelebat cepat kearah kepala Fei Yang.
"Bukkk,.."
"Ngekkk,.!"
Sebelum tebasan pedangnya mengenai Fei Yang,.sebuah tinju sudah mendahului masuk tepat menonjok ulu hati perompak itu.
Perompak itu tubuhnya langsung melengkung, sepasang matanya melotot kearah Fei Yang.
Dia langsung jatuh berlutut di hadapan Fei Yang, tidak mampu bergerak, seluruh wajahnya merah menahan mules.
Fei Yang mengulurkan tangannya kearah Yue Feng dan berkata,
"Kemari,..!"
Dengan ajaib salah.satu kayu pikulan patah, yang berada dalam genggaman Yue Feng, langsung melayang masuk kedalam telapak tangan Fei Yang.
Fei Yang menggunakan potongan kayu itu untuk menakol kepala perompak itu sambil berkata,
"Ku pukul kau manusia rendah,..ku pukul kau manusia rendah,..ku pukul.kau manusia rendah..!!"
"Rasakan,..!!"
Si perompak itu menjerit jerit kesakitan, berusaha menggunakan kedua tangannya, untuk menutupi kepalanya yang di takol oleh Fei Yang.
__ADS_1
Tapi kemana dia menutup, Fei Yang tetap berhasil menakol kepalanya, yang mengkilap licin dengan sangat tepat.
Kepalanya yang licin dalam sekejab telah penuh dengan benjolan sebesar telur ayam di mana mana.
Seiring dengan aksi Fei Yang menyiksa perompak itu.
Di tempat lain, Hong Yi juga sudah selesai dengan pertempurannya,. dengan gerakan cepat dia menyimpan kembali pedangnya.
Kedua lawannya, yang satu berubah menjadi patung.es, yang.satu lagi gosong meringkuk. diatas tanah tidak bergerak lagi.
Kini yang masih hidup dan tersisa, hanya tinggal perompak yang kepalanya penuh benjolan itu.
Melihat kondisi perompak sadis itu, Yue Feng sampai tertawa terpingkal-pingkal memegangi perutnya.
Hong Yi yang baru datang melihat hal itu, dia juga berusaha menahan tawa,. dengan menggunakan telapak tangan nya menutup mulut.
Fei Yang sambil tersenyum sadis, mengangkat pentungan nya diatas kepala dan berkata,
"Masih tidak cepat tunjukkan jalan ? mau tunggu ku pecahkan telur di kepala mu itu baru puas !?"
"Ampun,..ampun,.. jangan pendekar muda,.."
"Aku,.. aku,.. akan tunjukkan tempatnya.."
ucap perompak itu ketakutan.
Fei Yang membuang pentungan di tangannya dan berkata,
Perompak itu mengangguk cepat, lalu dia segera berjalan cepat di depan, arah yang diambil adalah menuju pinggiran sungai.
Tapi berbeda dengan pinggiran sungai di mana para nelayan berlabuh.
Pinggiran sungai yang di tunjukkan oleh perompak itu, lebih mengarah kesebelah timur laut.
Perompak itu menunjuk kearah dua kapal besar dengan bendera bergambar matahari terbit dan berkata,
"Mereka semua di tahan di sana."
Fei Yang menotoknya dan berkata singkat,
"Kalian tunggu di sini, tunggu kode dari ku, baru menyusul ku ke atas kapal.."
Yue Feng dan Hong Yi mengangguk.
Mereka berdua melihat Fei Yang melayang cepat, menuju kearah kapal yang sedang berlabuh di pinggir sungai.
Hong Yi menoleh kearah Yue Feng dan berkata,
"Bagaimana luka mu,? ini ada obat oleslah .."
Yue Feng mengangguk dan berkata,
"Cuma luka kulit saja, terimakasih obatnya.."
__ADS_1
Ye Hong Yi tidak menjawab, dia kembali menoleh kearah kepergian Fei Yang.
Fei Yang sebelum mendarat ringan diatas salah satu kapal perompak, dia melempar tubuh perompak yang tertotok itu keatas kapal
"Brakkk.."
Suara benda jatuh dari atas ke geladak kapal,.tentu membuat seisi kapal yang penuh dengan perompak, yang berbentuk dan berpenampilan sama dengan perompak tawanan Fei Yang terkejut.
Mereka langsung berteriak marah, dengan bahasa mereka, yang tidak Fei Yang mengerti.
Begitu melihat Fei Yang menyusul mendarat ringan di sana, mereka menjadi sangat marah.
Mereka semua langsung mencabut pedang panjang satu mata sisi mereka di arahkan ke Fei Yang.
Beberapa orang langsung bergerak maju menebaskan pedang mereka kearah Fei Yang.
Gerakan mereka sederhana cepat dan mantab, tapi serangan mereka tertahan oleh perisai pedang merah biru, yang berputaran di sekitar Fei Yang.
Sebelum mereka sempat menarik serangan mereka, ribuan mata pedang merah biru, sudah melesat kesegala arah.
Seratusan orang pengepung yang berada di atas kapal, langsung bertumbangan diatas kapal merintih rintih, dengan tubuh bercucuran darah tertembus oleh hentakan energi pedang, yang Fei Yang lepaskan.
Melihat keributan diatas kapal tersebut, dari kapal kedua, terlihat
teman teman para perompak itu, langsung mengarahkan tongkat panjang di tangan mereka kearah Fei Yang.
Lalu terdengar bunyi ledakan keras di mana mana dengan asap mengepul dari ujung tongkat di tangan mereka.
Ratusan butiran timah bulat memenuhi udara melesat kearah Fei Yang.
Fei Yang yang bermata tajam melihat dengan jelas serangan butiran timah panas itu.
Dengan membentuk tenaga pelindung biru merah, semua timah panas yang membentur pelindung yang Fei Yang ciptakan.
Semuanya tertahan menggantung di udara, begitu Fei Yang menghentakkan nya kembali.
Ratusan timah panas bergerak kembali dengan kecepatan dua kali lipat, menembus tubuh para perompak di kapal.kedua.
Tubuh para perompak yang tertembus oleh timah panas, ada yang langsung terjatuh kedalam sungai, sehingga air sungai dalam sekejab berubah warna menjadi merah darah.
Buaya buaya yang sedang berjemur di pinggir pantai seberang sungai, semuanya langsung bergerak terjun kedalam sungai.
Sebagian dari perompak yang jatuh terkapar diatas kapal, hanya bisa merintih rintih kesakitan tidak sanggup bangun.
Melihat sudah tidak ada perompak lagi yang menjadi penghalangnya, Fei Yang pun melambaikan tangan kearah Yue Feng dan Hong Yi agar segera menyusulnya keatas kapal.
Tapi saat Fei Yang sedang memunggungi kearah kapal, dari dalam ruangan diatas kapal tersebut.
Melesat seberkas sinar biru yang memiliki ketajaman luar biasa, memotong apapun yang dilewatinya, melesat secepat kilat menerjang kearah punggung Fei Yang yang sedang terbuka.
Energi pelindung biru merah Fei Yang bergerak otomatis membentuk tameng pelindung, melindungi punggung Fei Yang dari serangan sinar biru itu.
"Bangggg,...!!"
__ADS_1