PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
FEI YANG TIBA DI XI XIA.


__ADS_3

"Baiklah demi memandang muka guru ku yang begitu hormat dan percaya dengan anda.."


"Sekali lagi aku akan percaya..pada orang suci.."


ucap suara dari dalam gua.


Suaranya terdengar jauh lebih tenang, tidak menyeramkan seperti sebelumnya lagi.


Tak lama kemudian dari dalam gua, melangkah keluar sesosok manusia yang seluruh tubuhnya di penuhi kerak kerak pasir debu, bercampur dengan lumut yang tumbuh subur di seluruh tubuhnya.


Sehingga sosok itu bila duduk diam tak bergerak.


Orang orang yang menemukannya tentu akan berpikir, dia adalah sepotong batu besar.


Saat ini saja dia terlihat lebih mirip sepotong batu besar sedang berjalan.


Tubuhnya yang tinggi besar, membuat dia terlihat seperti manusia batu raksasa.


Mahluk itu setelah keluar dari dalam gua, dia bersujud di hadapan di hadapan Dewi Kwan Im.


"Dewi yang agung terimalah sembah sujud ku, sebagai ucapan terimakasih atas janji mu tadi.."


"Ku harap Dewi Agung tidak akan melupakan janjinya, setelah urusan ini beres "


Dewi Kwan Im yang duduk dalam lingkaran bunga teratai, tersenyum lembut dan berkata,


"Hal itu kamu tak perlu khawatir, janji itu pasti akan ku realisasikan.


"Saat ini yang perlu kamu pikirkan adalah, apakah kamu mampu menghadapi nya.."


"Di bandingkan mahluk yang menewaskan ayah mu, yang akan kamu hadapi ini, bahkan memiliki kemampuan 10 kali lipat di banding mahluk itu.."


Manusia batu menyeringai dan berkata,


"Di dunia ini mungkin hanya ada 4 orang yang ku takuti."


"Satu sudah pergi ketempat maha dewa, satu lagi ke surga barat, sedangkan yang dua lagi sudah pergi meninggalkan ku selama nya, jodoh diantara kami sudah berakhir."


"Kini aku hanya seorang diri, apalagi yang perlu ku takuti.."


"Dewi Agung cukup katakan saja, dimana lokasi keberadaan lawan ku itu.."


"Sisanya Dewi tak perlu khawatir.."


Dewi Kwan Im tersenyum lembut dan berkata,


"Percaya diri boleh, tapi tidak boleh meremehkan musuh mu atau yang akan rugi adalah diri sendiri.."


"Lawan mu tinggal di lembah yang di beri nya, nama lembah ke bahagian."

__ADS_1


"Lebah itu letaknya di kelilingi hutan bambu kuning yang berlokasi di sebelah timur kota Tai Yuan."


"Kamu harus tahu, lawan mu ini adalah Iblis Asura, iblis ini akan selalu terlahir kembali setiap 10.000 tahun sekali."


"Selain dia di sisinya masih ada yang namanya Wu Hui Lao Jen, kesaktian nya juga tidak bisa di remehkan.."


"Jadi kamu berhati hatilah..kakak mu Wu Song juga akan hadir membantu mu di sana .."


"Baik Dewi Agung terimakasih atas informasinya, aku tidak akan kecewakan Dewi.."


Dewi Kwan Im tersenyum lembut, kemudian dia mengibaskan sebatang daun yang tumbuh di sebuah botol porselen putih.


Air embun kibasan daun itu jatuh bagaikan embun memenuhi udara.


Lalu menyelimuti seluruh tubuh manusia batu raksasa itu.


Perlahan-lahan semua lumut dan kerak batu yang menempel di tubuh mahluk itu retak retak kemudian lepas dengan sendirinya.


Mahluk itu kini berubah menjadi sesosok pemuda tampan, yang bertubuh tinggi besar dengan otot otot melingkar lingkar menonjol di tubuhnya.


Selain itu juga ada tato Naga hijau melingkari tubuhnya dari dada hingga kepunggung.


Saat pemuda tampan itu melihat kearah langit, Dewi Kwan Im sudah menghilang dari sana


Pemuda itu dengan senyum nya yang membuat dia terlihat semakin tampan.


Dia melesat menuju air terjun, yang terletak di tempat terpisah dari lembah nya saat ini.


Dia menyelam kedasar kolam mencari cari sesuatu, setelah dia menemukan lokasi yang di carinya.


Pemuda itu lalu menggali dasar kolam hingga akhirnya dia menemukan benda yang di carinya.


Pemuda itu membawa sebuah kotak hitam persegi panjang terbang keluar dari dasar kolam.


Kotak hitam itu terus mengeluarkan cahaya emas dari sela sela kotak yang tertutup rapat.


Pemuda itu meletakkan kotak itu, di atas batu datar di pinggiran kolam.


Begitu kotak persegi panjang terbuka, di dalam ada sebatang pedang yang meski masih berada di dalam sarungnya.


Pedang itu terus mengeluarkan cahaya menyilaukan dan hawa panas menyebar kesekitarnya.


Pemuda itu tersenyum puas dan berkata,


"Sahabatku kita bertemu kembali, aku kira kita tidak akan pernah bertemu lagi.."


"Ternyata aku salah, marilah ikut dengan ku.."


ucap pemuda itu kemudian memasukkan benda itu kedalam gelang yang melingkar di tangannya.

__ADS_1


Begitu pedang tersebut tersimpan kedalam gelangnya, cahaya menyilaukan itupun hilang.


Hawa panas di sekitar nya, juga ikut hilang tak berbekas.


Pemuda itu mengeluarkan satu stel pakaian putih di dalam jubah hijau di luar.


Setelah mengenakan nya, pemuda itu menatap bayangan dirinya, yang muncul diatas air kolam.


Sambil tersenyum sedih pemuda itu berkata,


"Meski kamu sudah tiada, tapi pakaian jahitan mu ini, masih ku simpan dan ku rawat dengan baik.."


"Setelah urusan ini selesai kita akan segera bertemu kembali, jadi pakaian ini sudah tidak perlu ku rawat lagi.."


"Ada kamu di sisiku aku sudah tidak perlu khawatir lagi sial makan dan pakaian.."


"Seperti dulu kamu akan selalu menyiapkan semuanya untuk ku.."


"Sekarang pakaian ini akan ku kenakan untuk mengenang mu.."


Selesai berbicara sendiri pemuda itu langsung mengendarai awan meninggalkan tempat penuh kenangan itu.


Dia terbang bebas di angkasa langsung menuju kota Tai Yuan yang sedikit mengarah ke barat.


Pemuda itu terbang dengan sangat cepat diatas awan, jarak tempuh yang begitu jauh, bila lewat jalan darat mungkin perlu waktu berbulan-bulan.


Kini oleh dia hanya di tempuh dalam waktu 3 hari.


Saat pemuda tampan itu hendak terbang turun ke hutan bambu kuning, yang sudah terlihat jelas olehnya dari udara.


Tiba-tiba dari balik hutan bambu kuning, dia melihat ada sesosok mahluk aneh berkepala Naga bertubuh manusia terbang keluar dari dalam hutan.


Pemuda tampan itu tidak jadi turun, dia merubah dirinya menjadi seekor burung kecil.


Terbang mengikuti kemana mahluk itu melesat pergi.


Dia tidak ingin gegabah langsung menyerang mahluk itu.


Dia hanya terus mengikuti nya, ingin tahu apa yang akan di lakukan oleh mahluk itu.


Sampai di mana kemampuannya, apakah ini adalah sosok iblis Asura seperti yang di katakan Dewi Kwan Im, atau ini adalah sosok Wu Ming Lau Jen anak buah iblis itu.


Pemuda itu tidak ingin gegabah sebelum tahu dengan jelas kemampuan musuh yang akan di hadapi nya.


Di tempat lain Fei Yang saat kembali ke Xi Xia, dia di sambut dengan penuh haru oleh seluruh rakyat juga keluarganya.


Di antara kedua orang tua nya, di sana hadir Li Dan dan Sian Sian.


Hanya perdana menteri Li Cing dan Pai Lan Yi yang tidak terlihat hadir di sana.

__ADS_1


Fei Yang meski heran, tapi karena dalam suasana haru dan gembira.


Dia menahan pertanyaan nya itu.


__ADS_2