
Li Dan melompat keatas punggung kudanya dengan ringan, lalu dia memacu kudanya menuju pintu gerbang kota sebelah barat.
Di mana terlihat dua orang ajudannya dan seluruh pasukan keluarga Li sudah berbaris dengan rapi menantinya.
"Buka gerbang,...!!"
teriak Li Dan sambil memacu kudanya dengan cepat kearah gerbang.
Begitu Li Dan lewat.di depan kedua ajudannya, mereka pun langsung bergerak menyusul di belakangnya, di ikuti seluruh barisan pasukan Li Dan secara berurutan menyusul di belakang.
Li Dan sengaja mengambil jalan,melewati gerbang barat, yang berlawanan arah dengan gerbang timur.
Li Dan memacu kudanya mengambil jalan memutar untuk berusaha mendekati barisan kereta alat berat yang berada di.lapisan ketiga.
Pasukan besar Liao terdiri dari 4 lapis, lapis pertama adalah pasukan tameng pedang dan tombak
Lapis kedua adalah pasukan kuda besi yang membawa panah dan pedang.
Lapis ketiga adalah pasukan kereta pelontar batu kereta menara pemanah, pasukan yang membawa tangga dan pasukan kereta pendobrak gerbang yang di lengkapi Balok raksasa yang bisa di ayunkan untuk menghantam pintu gerbang.
Lapis keempat baru di isi dengan pasukan pemanah pejalan kaki, bercampur dengan sisa pasukan Agoda.
Agoda Li Yuan Hao, Li Yung, kini terlihat mendampingi raja Sabutai
di barisan keempat.
10 Jendral topeng besi, juga terlihat hadir di sana mendampingi rombongan Agoda.
Li Dan dan rombongannya akhirnya dari arah samping berhasil menemukan pasukan lapis tiga yang kini sedang sibuk melontarkan batu besar menghujani tembok kota.
Meski batu batu itu sangat besar, tapi tembok kota Yin Chuan yang di buat begitu tebal.
Tidak semudah itu bisa di robohkan, dinding tembok itu hanya mengalami retakan, dan melesak kedalam terkena hantaman batu besar.
Tembok itu masih berdiri gagah di sana, tak bergeming.dihantam oleh batu, dari kereta pelontar batu.
Begitu menemukan posisi yang sedang di incarnya, Li Dan pun mendadak muncul dari samping kanan, dia memacu kudanya di ikuti seluruh pasukannya yang berjumlah 5000 orang.
Mereka semua di pimpin Li Dan bergerak cepat menyerang kearah pasukan penjaga kereta itu.
Pasukan penjaga kereta sangat terkejut dengan serangan mendadak pasukan berkuda Li Dan yang datang secara tiba-tiba.
__ADS_1
Karena tidak siap mereka banyak yang tidak bisa menahan tebasan pedang pasukan berkuda Li Dan.
Sambil menghancurkan pasukan penjaga, mereka bergerak cepat melemparkan botol berisi minyak dan obor kearah kereta kereta pelontar batu,.atau kereta apapun yang mereka temui.
Barisan keempat yang melihat kekacauan di barisan ke tiga, mereka segera bergerak maju untuk memberikan bantuan.
Tapi pergerakan pasukan yang di pimpin oleh Li Dan sangat cepat bergerak berpindah pindah membuat kekacauan.
Sehingga sebelum sempat bala bantuan dari lapis keempat tiba, hampir 50% dari kereta kereta di barisan lapis ketiga telah rusak parah habis terbakar.
Sebenarnya Li Yuan Hao dari awal sudah memperingati mertuanya untuk membuat barisan perlindungan ketat terhadap kereta kereta alat berat itu.
Barisan kedua pasukan kuda besi tidak di perlukan, cukup di buat 3 barisan saja.
Tapi Sabutai mengabaikan nasehat Li Yuan Hao, karena dia ingin begitu tembok roboh atau gerbang terbuka.
Dua barisan ini langsung maju secepatnya menguasai Yin Chuan, hingga merebut istana.
Karena istana sendiri masih ada benteng lapis kedua.
Li Dan yang melihat misi mereka masih banyak, sedangkan pasukan bala bantuan mulai berdatangan.
Dia segera berteriak, ke ajudannya,
Lalu Li Dan sendiri langsung bergerak pergi menghadang pasukan bala bantuan yang sedang mendekat.
Dari atas punggung kuda Li Dan langsung melepaskan tebasan sinar biru menyapu pasukan Liao yang sedang bergerak mendekat.
Ratusan pasukan Liao yang bergerak paling depan, langsung berubah menjadi patung es, saat tubuh mereka di lewati oleh sinar biru tebasan pedang Li Dan.
Agoda yang melihat hal ini sangat berang dan dia pun berkata,
"Kalian bersepuluh cepat maju, habisi bangsat pengacau itu..!"
"Aku mau mayatnya di gantung di depan tembok kota sebagai pelajaran bagi orang Xi Xia.!"
"Siap pangeran,.."
jawab mereka bersepuluh cepat, mereka langsung memacu kuda mereka mendekati Li Dan.
Li Dan sendiri tidak menyadari hal itu, dia masih terus menebaskan sinar merah susulan menyerang pasukan Liao lainnya yang terus berdatangan.
__ADS_1
Sinar merah biru silih berganti menghantam pasukan Liao yang jumlahnya sulit di hitung.
Akhirnya tebasan keempat Li Dan terhenti oleh tameng perisai energi yang di ciptakan oleh kesepuluh jendral topeng besi yang kini berdiri di hadapan Li Dan.
Salah satu dari kesepuluh orang itu berkata,
"Serahkan dia pada kami, ambil jalan memutar habisi.para perusuh itu tanpa sisa.!!"
"Cepat,..Cepat,..!!"
Pasukan Liao kini bergerak memutar mengejar dan berusaha mengepung pasukan yang di pimpin oleh kedua ajudan Li Dan.
Tapi saat mereka berhasil mengepung dan mendesak pasukan Li Dan, hampir 80% kereta dan peralatan berat sudah di rusak oleh pasukan Li Dan.
Mesin pelontar batu, yang hanya tersisa satu biji,.tidak bisa berbuat banyak untuk membobol dinding benteng pertahanan Xi Xia yang cukup kuat dan tebal temboknya.
Untuk itu Pasukan lapis pertama dan kedua yang mendapatkan kode dari raja Sabutai, terpaksa bergerak tanpa bisa mengharapkan bantuan dari pasukan lapis tiga yang sebagian besar telah hancur.
Sisa beberapa kereta menara pemanah, kereta pendobrak gerbang dan sebuah kereta pelontar batu, kini di arahkan untuk menyerang kearah pintu gerbang kota yang tertutup rapat.
Pasukan Tameng Liao membentuk perisai, untuk membantu memberikan perlindungan terhadap serangan anak panah dari atas tembok.
Sedangkan pasukan pemanah biasa, yang berlindung di balik tameng, bertugas memberikan serangan balasan keatas tembok kota.
Pasukan kuda besi juga bergerak di bawah tembok, memberikan serangan panah, untuk mengacaukan perhatian pasukan pemanah di atas tembok.
Pasukan kuda besi yang terus bergerak kesana kemari sedikit sulit diincar.
Hanya barisan pemanah suku Uighur dan monggolia, yang selalu dengan tepat menjatuhkan mereka.
Untuk sementara keadaan pertahanan pasukan diatas tembok, dan didalam benteng situasinya masih cukup aman dan terkendali.
Tapi situasi terbalik terjadi pada Li Dan dan barisan pasukan nya.
Li Dan terdesak hebat oleh keroyokan tiga jendral topeng besi yang berilmu tinggi.
Sedangkan pasukan berkuda pimpinan dua ajudan Li Dan, kini sepenuhnya telah di kepung oleh pasukan besar Liao.
Di saat situasi sedang kritis bagi pasukan Li Dan, tiba-tiba dari arah barisan lapis keempat di mana Rombongan raja Sabutai berada.
Tejadi kericuhan hebat dengan datangnya serangan yang berasal dari seekor Naga Hitam Raksasa.
__ADS_1
Di bantu oleh seekor rajawali emas yang ukurannya juga sangat tidak normal.