PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
TERHENTI OLEH JURANG LEBAR


__ADS_3

"Keluarkan aku, biar mahluk ini jadi milik ku.."


ucap Kim Kim tidak sabar ingin keluar.


"Kamu tenanglah, bila tiba waktunya aku juga tidak akan menahan mu.."


ucap Nan Thian dalam hati.


Nan Thian bersiap dengan energi 9 matahari dan Ih Jin Jing mengelilingi seluruh tubuhnya.


Dia menghadang di depan Sun er dan yang lainnya.


Sun er tahu bahaya,.dia segera mengajak yang lainnya untuk mundur menjauh.


Kini di hadapan Naga kadal terbang itu hanya tersisa Nan Tarang dan Siau Hei.


Siau Hei setelah mengeluarkan suara lolongan menggertarkan seluruh hutan tersebut.


Dia segera terbang menerjang kedepan menyerang Naga Kadal Terbang itu dengan cakar dan taringnya yang tajam.


Siap merobek robek tubuh Naga Kadal Terbang raksasa itu.


Naga Kadal Terbang itu langsung menyemburkan api keemasan menyambut terjangan Siau Hei.


Tapi Siau Hei bisa bereaksi cepat, dia menghindar dengan berbelok arah kesamping.


Begitu mendarat diatas tanah, dia kembali dengan cepat melayang dari samping melanjutkan terjangannya.


Tapi Naga Kadal Terbang itu juga tidak kalah cepat, dia menyambut kedatangan Siau Hei dengan kibasan sayapnya.


"Wussss..!"


"Dessss...!"


Sehingga tubuh Siau Hei terpental kebalik semak belukar berduri.


Dari arah lain bermunculan kawanan serigala yang datang dari segala arah.


Mereka menyahut lolongan menggertarkan yang di lepaskan oleh Siau Hei.


Begitu tiba tanpa memperdulikan resiko dan kemampuan mereka.


Serigala serigala itu langsung menerkam kearah Naga Kadal Terbang raksasa itu dari segala penjuru.


Naga Kadal Terbang raksasa itu sulit menghindar maupun menangkis.


Selain karena tubuhnya yang besar, juga karena serigala yang berdatangan dari segala penjuru itu, sangat banyak jumlahnya.


Serigala itu sebagian berhasil mendarat di punggung hingga leher Naga Kadal Terbang itu.


Serigala serigala itu bertengger di sana, berusaha membenamkan kuku dan taring mereka ke bagian tempat mereka berhasil mendarat.


"Rooaaarrrrrrr...!"


Naga Kadal Terbang meraung marah karena merasa terganggu, dia mengibaskan badannya yang besar.


Seperti sedang membersihkan air yang menempel di tubuhnya.


Sayapnya juga di gunakan untuk mengibas ngibas dengan kuat.


Serigala serigala yang tidak mampu menembus kulit tubuh Naga Kadal Terbang raksasa itu.


Langsung pada terlempar kesegala penjuru, dengan taring dan kuku mereka patah tertinggal di kulit tubuh Naga Kadal Terbang raksasa yang tebal dan keras.

__ADS_1


Setelah terlempar jauh para serigala itu, yang sebagian terluka karena terkena kibasan sayap, sebagian lagi terluka karena kehilangan cakar dan taring.


Mereka terlihat hanya bisa mengeram dan melolong, belum berani menerjang kedepan.


Siau Hei begitu melompat keluar dari balik semak berduri, memanfaat situasi Naga Kadal Terbang raksasa sedang sibuk menghempaskan rekan rekan yang di panggilnya.


Dia sendiri menerjang kedepan tepat kearah, bagian bawah leher Naga Kadal Terbang raksasa itu.


Siau Hei berhasil menempel di sana dengan cakar dan taringnya mengigit erat bagian tersebut.


Bagaimana pun Naga Kadal Terbang itu bergerak, Siau Hei tetap mengigit bagian tersebut dengan erat.


Nan Thian yang sudah menghimpun energinya hingga kepuncak.


Sedang menanti peluang, begitu melihat peluang tiba, di mana karena terus meronta kesana kemari.


Bagian bawah perut Naga Kadal Terbang itu jadi terlihat dengan jelas.


"Tebasan Naga Meradang Menembus Langit.."


Nan Thian meluncur deras dengan di awali Seekor Naga Emas melesat menembus bagian perut bawah yang dia incar.


"Blukkkkk,..!"


"Creebbbb...!"


Dua serangan susul menyusul berhasil mengenai sasaran.


Tapi kedua serangan itu seperti mengenai karet, serangan mereka tenggelam kedalam perut bawah Naga Kadal Terbang itu.


Sebelum kemudian bayangan Naga Emas terlontar keluar di sembur dengan api Naga Kadal Terbang itu.


Hingga hancur tak bersisa sisa, berubah menjadi butiran cahaya, yang kembali menyatu kedalam tubuh Nan Thian.


Naga Kadal Terbang melesat mengejar kearah Nan Thian mementangkan moncongnya.


Menyemburkan api keemasan menyerang Nan Thian.


"Wussss...!"


Api menyambar kuat kearah Nan Thian, tapi tidak menimbulkan efek apapun karena seluruh tubuh Nan Thian terlindung oleh tenaga sakti Ciu Yang Sen Kung dan Ih Jin Jing.


Nan Thian hanya terpental menabrak beberapa pohon besar di belakangnya, hingga bertumbangan menimbulkan suara hiruk pikuk.


Tapi dirinya sama sekali tidak terluka.


"Wuuutttt...!"


"Desss..!"


Tapi sebelum Nan Thian bisa berdiri dengan mantab, terjangan ekor Naga Kadal Terbang itu, sudah tiba.


Nan Thian kembali terpental terseret diatas tanah menimbulkan goresan membentuk parit dalam di atas tanah.


Pergerakan Nan Thian baru berhenti, saat dia berhasil menancapkan pedang nya keatas tanah.


"Creebbbb...!"


"Sreeet...!"


Nan Thian melompat berdiri sambil bersalto satu kali membuang sisa tenaga dorongan.


Lalu dia kembali melesat terbang keatas udara, melepaskan tiga tebasan sekaligus.

__ADS_1


"Tebasan Naga bermain di Mega..!"


"Tebasan Naga Menembus Bumi..!"


"Tebasan Naga Meradang Berbalik Arah...!*


"Singggg...!"


"Singggg...!"


"Singggg...!"


Tiga Bayangan Naga emas menerjang dengan keunikan mereka masing masing.


Menghantam Tubuh Naga Kadal Terbang itu dari 3 jurusan, hingga tubuh Naga Kadal Terbang raksasa itu.


Terpental ke kiri dan ke kanan, lalu terhempas kuat menabrak bumi.


"Sreeettt...!"


"Sreeettt...!"


"Boooom...!"


Naga Kadal Terbang itu terlihat terjengkang kebelakang, dengan posisi leher masih terus di gigit oleh Siau Hei.


"Tebasan Naga Emas Tanpa Batas..!"


Tubuh Nan Thian berubah menjadi sebuah bayangan Naga Emas menyelimutinya.


Bergerak menusuk ke bagian bawah leher Naga itu, dengan pedang Naga Emas yang berputar seperti mata bor, sehingga menimbulkan cahaya lingkaran di sekitar badan pedang.


"Creebbbb...!"


"Rooaaarrrrrrr...!"


Pedang berhasil menembus leher Naga Kadal Terbang itu.


Naga Kadal Terbang itu meraung keras, sebelum kemudian terbang melarikan diri terjun kearah sebuah dasar jurang yang hitam dan gelap.


Siau Hei yang merasa akan di bawa terbang masuk kedalam jurang.


Dia buru buru melepaskan gigitan dan cakarnya dari bagian leher Naga Kadal Terbang itu.


Sebelum Siau Hei ikut melayang kedasar jurang, sebuah kain ikat pinggang, di lepaskan oleh Nan Thian.


Melilit tubuh Siau Hei yang mengecil, lalu menyentaknya.


Hingga Siau Hei tersentak kembali kedalam pelukan Nan Thian.


Di mana dia di bawa oleh Nan Thian terbang mundur dari bibir jurang, yang sangat dalam dan gelap.


Kini setelah semua pohon yang menutupi bibir jurang jatuh bertumbangan.


Maka kini terlihat jelas, dari mana asal Naga Kadal Terbang itu keluar dari sarangnya.


Ternyata Naga Kadal Terbang itu berasal dari dalam jurang hitam kelam tersebut.


Perjalanan Nan Thian pun terhenti di sana, untuk meneruskan perjalanan menuju puncak Yu Ni Feng.


Mereka harus melintasi jurang yang lebar dan dalam.


Saking lebarnya jurang tersebut, bahkan bagian seberang nya, tidak terlihat tertutup oleh kabut halimun yang menyelimuti pegunungan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2