PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
MELEPASKAN HARIMAU KEMBALI KE GUNUNG


__ADS_3

Tapi langkahnya terpaksa dia hentikan, karena Nan Thian tiba tiba sambil tersenyum dingin sudah menghadang di depan nya.


"Ahhh..!"


keluh Lim Ping Chi dengan wajah pucat.


Nan Thian yang berdiri di depan Lim Ping Chi, tiba tiba menoleh kesamping.


Melihat Wuluzhen sedang diam diam bergerak, hendak meninggalkan tempat tersebut.


Nan Thian langsung mengibaskan tangannya kearah Wuluzhen.


Seketika Wuluzhen berdiri mematung disana, karet dari pinggang kebawah telah membeku.


Tidak bisa di gerakkan sama sekali, es itu bahkan menyatu dengan tanah di sekitarnya.


Wuluzhen hanya bisa menatap pasrah kearah Nan Thian dengan wajah pucat pasi ketakutan.


Setelah membereskan Wuluzhen, Nan Thian baru kembali menoleh kearah Lim Ping Chi, dan berkata dengan suara sedingin es.


"Adik seperguruan dosa mu bertumpuk tumpuk, sudah saatnya kamu membayarnya.."


Tiba-tiba Lim Ping Chi tanpa malu malu menjatuhkan diri nya berlutut di hadapan Nan Thian dan berkata,


"Kakak seperguruan kamu orang besar berhati besar, kamu ampunilah aku."


"Lepaskan lah manusia picik ini, tidak ada gunanya kakak seperguruan, perhitungan dengan manusia rendah seperti aku.."


Lim Ping Chi merangkapkan sepasang tangannya di depan wajahnya.


Memohon pengampunan dengan wajah memelas, seperti orang hampir menangis.


"Tahu akan seperti ini, mengapa dulu berbuat tidak memikirkan akibatnya.."


"Ping Chi kamu yang katakan bagaimana caranya aku mengampuni mu.."


"Kamu mendapatkan Xue Xue dengan cara kotor, aku memakluminya menerimanya.."


"Aku tidak sebanding dengan mu, Siau Se Mei lebih tertarik padamu."


"Aku tidak bisa bilang apa, selain merestui dan memenuhi keinginannya.."


"Tapi sebagai balasannya, kamu memanfaatkan dia meracuni ku.."


"Tidak cukup sampai di sana, kamu malah menyia nyiakan cinta nya, pengorbanan nya.."


"Kamu membalas kebaikan dan kepolosan dengan menghinanya, merendahkan nya, dan mengkhianatinya.."


"Kamu juga membantu guru mu mencelakai teman teman ku yang jelas bukan lawan mu.."


"Kamu juga membunuh guru mu, ayah mertua mu sendiri dengan kejam.."


"Kamu lebih rendah daripada binatang."


"Kamu katakan saja sendiri, bila kamu jadi aku, bagaimana kamu akan mengampuni orang seperti mu ini..?"

__ADS_1


ucap Nan Thian sepatah demi sepatah dengan wajah geram.


"Nan Thian Se Xiong, maafkanlah Ping Chi, Ping Chi tahu salah.."


"Ampunilah Ping Chi, sebenarnya Ping Chi tidak benar benar menyia nyia kan Xue Xue.."


"Xue Xue sampai sekarang juga masih hidup, dia juga tetap di jaga dan dirawat dengan baik.."


"Kalau tidak percaya Nan Thian Se Xiong boleh pergi periksa sendiri kekediaman ku..'


"Xue Xue masih ada di sana.."


"Mengenai kematian guru Pai, Ping Chi sama sekali tidak terlibat.."


"Guru Pai tewas ditangan guru ku yang lain Qi Lian Lao Koai, sama sekali tidak ada hubungannya dengan ku.."


"Begitu pula teman Nan Thian Se Xiong, Siau Yen dan Siu Lian, mereka juga tewas karena Qi Lian Lao Koai, hal itu juga sama sekali tidak ada hubungannya dengan ku.."


"Harap Nan Thian Se Xiong, memeriksanya dengan adil.."


"Satu lagi Kim Hong, dia kini sedang mengandung anak kami, bila aku mati, bagaimana nasib dia dan anak kami,? yang belum lahir.."


Demi memandang muka Kim Hong, yang juga masih teman Nan Thian Se Xiong, aku harap Sudi kira nya..Nan Thian Se Xiong, mau mengampuni jiwa kecil ku ini.."


ucap Lim Ping Chi yang memang pandai berbicara.


Pandai memutar balikkan fakta, yang salah jadi benar benar jadi salah.


Nan Thian mendengar ucapan Lim Ping Chi menjadi sedikit ragu.


Setelah sesaat terdiam berpikir dan menimbang.


"Benarkah kamu ada menjalankan tanggung jawab mu, menjaga dan merawat Xue Xue Se Mei..?"


"Di mana dia sekarang ? antarkan aku menemuinya.."


"Aku akan pertimbangkan untuk mengampuni mu.."


ucap Nan Thian tidak lagi bersikap sekeras sebelumnya.


Setelah Nan Thian mendengar ucapan terakhir Ping Chi, tentang nasib Kim Hong dan calon anaknya yang belum lahir.


Juga memikirkan nasib Xue Xue, yang ternyata masih hidup dan masih di jaga dan dirawat dengan baik oleh Ping Chi.


Bila Ping Chi hari ini dia bunuh, bagaimana dengan nasib kedua wanita itu.


Pertimbangan inilah yang membuat Nan Thian sedikit tidak tega dan mulai berpikir untuk mengampuni Lim Ping Chi.


Melihat sikap Nan Thian yang mulai melemah, sepertinya termakan oleh ucapan manis dan memelas nya.


Di dalam hati Lim Ping Chi tentu bersorak kegirangan.


Tapi di luar dia tetap berpura-pura menunjukkan penyesalan dan wajah memelas nya.


"Mari Nan Thian Se Xiong, silahkan ikuti saya.."

__ADS_1


"Saya akan antar Nan Thian Se Xiong, menemui Xue Xue Se Mei.."


ucap Lim Ping Chi dengan gaya penuh hormat, seperti orang yang benar benar insaf.


Tubuhnya terus dibungkus bungkukkan dengan sikap penuh hormat dan sopan.


Kepalanya juga terus di angguk anggukan dengan senyuman nya yang munafik dan palsu.


Tapi sayangnya Nan Thian justru tidak menangkap kepalsuan tersebut.


Karena Lim Ping Chi benar benar pandai memerankan aktingnya dengan sangat rapi.


Ilmu seperti ini, perlu bakat juga hasil di asah dan dilatih bertahun tahun, terutama selama dua berkecimpung di dunia politik pemerintahan.


Ilmunya menjadi semakin matang sempurna.


Lim Ping Chi membawa Nan Thian berjalan menuju pintu rahasia, yang sebelumnya di gunakan Nan Thian untuk mengejarnya.


Saat melewati Wuluzhen yang terlihat berdiri kaku tidak bergerak di sana.


Lim Ping Chi pun berkata,


"Nan Thian Se Xiong, bagaimana dengan orang ini.?"


"Orang ini bila di lepaskan, dia pasti kelak akan menjadi ancaman serius, bagi orang orang di sekitar Nan Thian Se Xiong.."


ucap Lim Ping Chi mengingatkan pelan.


Dia tadi sudah terlanjur mengkhianati dan menyinggung pangeran botak itu, pikir Lim Ping Chi dalam hati.


Bila dia biarkan pangeran botak itu tetap hidup, saat dia berhasil kembali ke istana.


Saat itulah akan ada kiamat untuk dirinya, pangeran botak itu pasti tidak akan mengampuni nya seperti yang Nan Thian lakukan.


Dia pasti akan mengirim pasukan tiada putus, untuk memburu dirinya sebagai ajang balas dendam.


Berpikir akan resiko yang akan membahayakan dirinya, Lim Ping Chi dengan cerdik.


Menggunakan kesempatan ini untuk meminjam golok membunuh orang.


Dia ingin gunakan tangan Nan Thian, untuk membantu nya melenyapkan calon duri dalam daging nya ini.


Nan Thian juga tahu maksud dari ucapan Lim Ping Chi, dia langsung paham.


"Jadi sebaiknya, apa yang kita lakukan padanya..?"


tanya Nan Thian balik, berpura pura bloon."


"Terserah pada Nan Thian Se Xiong, aku hanya mau ingatkan, melepaskan harimau kembali ke gunung akan sangat berbahaya dan beresiko.."


ucap Lim Ping Chi berpura pura baik, sok perhatian.


"Baiklah kalau begitu, kita habisi saja.."


ucap Nan Thian sambil mengangkat tangannya keatas, siap di arahkan ke Wuluzhen.

__ADS_1


"Tunggu Ta Sia ( pendekar besar.)..!"


teriak Wuluzhen.


__ADS_2