
Atau dengan jalan bantuan konsumsi sumber daya buah dewa, yang jarang ada di dunia fana ini.
Sekali ini Xue Lian justru berbeda dengan Fei Yang, dia dengan mudah menguasai, hingga ke tahap 6, karena di dalam tubuhnya sendiri.
Sudah ada darah manusia dewa yang menurun padanya, karena dia adalah keturunan langsung dari Dewa Fu Si dan Dewi Ni Wa.
Tapi berhubung hasil latihan Xue Lian masih dangkal, dia hanya berhasil mencapai level 6, tidak mampu menembus level 7, yang merupakan level terakhir dari ilmu meringankan tubuh Kitab Tanpa Tanding tersebut
Fei Yang tidak mau memaksakan diri, dia membiarkan dan membantu Xue Lian untuk mencapai maximal pelatihan nya.
Setelah itu, dia baru melanjutkan ke bagian ke 3 dari kitab Tanpa Tanding,
Bayangan Dewa Fu Si. kembali muncul untuk memberikan penjabaran awal, sebelum akhirnya masuk ke bagian pelatihan.
Di bagian ketiga ini aku akan mengajarkan,
7 jurus Penahluk semesta, yang terdiri dari,
1 jurus pertama alam semesta tak berwujud.
2 jurus kedua kekuatan alam semesta tanpa batas.
3 Menggetarkan 1000 Li
4 Cahaya lembayung di ufuk barat
5 Kekuatan halilintar langit tingkat sembilan.
6 Gunung Runtuh Laut terbalik.
7 untuk jurus ke 7 terbagi menjadi 5 bagian
bagian 1 Badai pemusnah.
bagian 2 air membanjiri langit.
bagian 3 Api pemusnah langit.
bagian 4 es pembeku langit.
Bagian 5 Api dan es penghancur semesta.
Perhatikan baik baik baik aku akan memulainya, ucap bayangan dewa Fu Si, lalu mulai menurunkan satu persatu dari ke 7 jurus itu, beserta teorinya hingga tuntas.
Fei Yang yang memiliki kecerdasan tinggi dan tenaga dalam hebat,.dia langsung berhasil menguasai hingga jurus ke 5
Untuk jurus ke 6 dan ke 7 yang memiliki kekuatan perusak dunia, Fei Yang tidak berani sembarangan melatihnya.
__ADS_1
Dia hanya mengingat semua tehnik dan teorinya di dalam kepala.
kedua jurus terakhir ini, tidak akan pernah Fei Yang pelajari dan gunakan, bila tidak sedang terpaksa.
Xue Lian sendiri cuma berhasil menguasai hingga jurus ke 3 saja, karena terkendala dengan keterbatasan tenaga dalam yang di milikinya.
Lalu mereka berdua melanjutkan berlatih ke bagian ke 4, yang merupakan bagian terakhir dari kitab tersebut.
Di bagian ke empat ini lebih banyak teorinya ketimbang prakteknya,
Bayangan Dewa Fu Si menjelaskan,
Bagian keempat adalah bagian yang mengajarkan tehnik mengenali dan mencari titik.lemah setiap jurus yang lawan mainkan.
Sehingga bila menguasai tehnik ini, sehebat apapun ilmu yang di mainkan oleh lawan, orang yang menguasai Ilmu Tanpa Tanding akan dengan mudah mematahkan semua serangannya.
Sekaligus menghancurkan jurus serangan tersebut, dengan mengancam atau menghancurkan titik lemah dari jurus lawan.
Baik Fei Yang dan Xue Lian sampai pusing mempelajari bagian ini, yang benar benar sangat rumit dan sulit di pelajari.
Mereka berdua yang tidak memiliki banyak pengalaman bertarung, mempelajari ilmu ini tentu sangat sulit.
Tapi mereka berdua tidak mau menyerah begitu saja, mereka tetap terus berusaha tanpa kenal lelah mempelajarinya.
Karena terlalu bersemangat, kedua pasangan muda mudi itu, tidak sadar mereka berdua sudah menghabiskan 6 tahun ditempat rahasia tersebut.
Fei Yang dan Xue Lian bisa menggunakan buah yang rasanya sangat manis dan menyehatkan tubuh itu, untuk mengganjal perut mereka yang lapar.
Sedangkan untuk air minum, di sediakan oleh sebuah kolam kecil berair jernih dan segar, yang berasal dari rembesan langit langit gua.
Mereka berdua kini telah tumbuh beranjak dewasa, Fei Yang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan dan gagah.
Sedangkan Xue Lian tumbuh menjadi seorang gadis yang anggun dan cantik luar biasa, seperti seorang Dewi kahyangan.
Fei Yang sendiri diam diam sangat mengangumi kecantikan sahabat nya ini.
Beberapa gadis cantik yang pernah Fei Yang temui, tidak ada yang sanggup menandingi kecantikan Xue Lian.
Karena sudah mulai beranjak dewasa, baik tubuh Fei Yang maupun Xue Lian mulai banyak terjadi perubahan.
Seperti saat ini, Fei Yang yang sedang berusaha tidur, dia mengalami kesulitan tidur.
Di matanya tak berhenti muncul kemolekan tubuh Xue Lian, yang semakin lama semakin menggoda.
Hal ini semakin di perparah dengan pakaian mereka, yang mulai compang camping, karena sudah terlalu lama mereka gunakan.
Sehingga bagian bagian tubuh yang harus tertutup malah sering terbuka tanpa sengaja.
__ADS_1
Fei Yang yang tidak bisa tidur, mulai merasa ada hawa aneh yang bergolak hebat dalam tubuhnya.
Hawa aneh tersebut terus mendorong dirinya, untuk mengintip Xue Lian yang sedang asyik tertidur.
Fei Yang yang kesulitan menahan dorongan nafsunya, akhirnya membuka matanya sedikit untuk mengintip.
Tidak di lakukan masih lebih baik, setelah di lakukan, malah bergolak semakin parah.
Akhirnya Fei Yang memutuskan duduk bermeditasi menghadap tembok, lalu mencoba memahami bagian ke 4 kitab Tanpa Tanding yang baru berhasil dia kuasai sebanyak 40%
Setelah mengalami kesulitan tidur hampir setiap malam, terutama menjelang pagi.
Hal itu terus berulang hingga hampir satu Minggu, akhirnya Fei Yang memutuskan untuk membicarakan hal ini dengan Xue Lian.
Fei Yang menunggu hingga saat mereka berdua sedangkan makan, Fei Yang baru membuka suara.
"Adik Lian..aku ada suatu hal yang ingin di bahas dengan mu."
"Apa itu kak Yang,..?"
ucap Xue Lian sambil tersenyum polos
"Adik Lian, kurasa mungkin sekarang sudah waktunya bagi kita, untuk meninggalkan tempat ini.."
"Aku tidak tahu sudah berapa lama kita di sini, yang jelas dari pakaian yang kita kenakan, sudah terlihat seperti sekarang ini.."
"Kurasa kita pasti sudah sangat lama berada di sini.."
ucap Fei Yang tanpa berani menatap kearah Xue Lian.
Fei Yang takut tidak berhasil mengendalikan matanya, yang nakal untuk melihat ke tempat tempat yang tidak semestinya dia lihat.
Bila sampai ketahuan oleh Xue Lian yang sudah percaya penuh padanya, itu bisa menimbulkan kecanggungan dalam hubungan mereka nanti kedepannya.
Xue Lian tersenyum sedih dan berkata,
"Ku pikir tempat ini bisa membangkitkan rasa penasaran kakak Yang, dan melupakan keinginan untuk meninggalkan tempat ini.."
"Ternyata aku salah, pada akhirnya kakak Yang tetap akan pergi meninggalkan ku.."
ucap nya sambil membuang mukanya kesamping, dan berusaha menahan kesedihan yang menyesaki dadanya.
Fei Yang sangat terkejut melihat reaksi Xue Lian, dia buru-buru menggeser duduknya mendekati Xue Lian dan berkata,
"Adik Lian kamu jangan salah paham, maksud ku adalah kita keluar dari sini kembali kerumah mu.."
"Agar kamu dan aku bisa berganti pakaian baru yang lebih layak."
__ADS_1