
Sambil makan dan mengobrol dengan akrab Fei Yang mulai menggali informasi.
"Ketua Ma dan para tetua, kalian memiliki pengetahuan yang luas akan perkembangan dunia persilatan dewasa ini.."
"Apa kalian pernah mendengar keberadaan Hei Mo Pang, di mana markasnya selain di Hei Mo San ?"
"Apa kalian juga pernah dengar tentang kabar Xuan Ming, Xu Da, dan Ming Wang.?"
tanya Fei Yang dengan serius.
Kelima tetua langsung menoleh kearah Ma Cin Dao dengan wajah sedikit pucat.
Maklum orang orang yang di tanya Fei Yang ini bukan orang yang boleh di buat main main.
Ma Cin Dao sendiri juga agak kaget, tidak menyangka, teman baru mereka yang begitu royal bisa bertanya tentang hal ini.
Hanya Siaw Hong yang bersikap cuek dan tenang, dia tetap minum dengan santai, tidak terlalu ambil perduli.
Ketua Ma menatap Fei Yang dengan serius, lalu berkata dengan hati hati,
"Adik Yang, kamu menanyakan tentang Hei Mo Pang dan beberapa petingginya, apa kamu punya hubungan baik dengan mereka..?"
"Apa aku terlihat seperti orang yang punya hubungan dekat dengan mereka ?"
ucap Fei Yang sambil tersenyum.
"Ini,..?"
Ketua Ma terlihat Seba salah, sulit melanjutkan kata kata nya.
Bila bilang tidak mirip, kenyataan Fei Yang ada hubungan dengan mereka, partai mereka bisa dalam masalah besar.
Tapi bila bilang mirip, kalau ternyata mereka punya permusuhan, bukan akan sangat tidak enak.
Siaw Hong yang dari tadi bersikap santai hanya fokus minum, kini angkat bicara.
"Aku bilang adik Yang pasti tidak punya hubungan baik dengan mereka, malah ada kemungkinan adik Yang sedang mencari mereka untuk di lenyapkan.."
"Benar tidak,..?"
ucap Siaw Hong jujur tanpa banyak basa-basi.
Fei Yang menoleh kearah Siaw Hong dan berkata,
"Mengapa kakak Siaw bisa berpendapat seperti itu ? apa alasannya..?"
Siaw Hong tertawa keras, kemudian berkata,
"Apa perlu alasan ? bila kamu adalah orang Hei Mo Pang, kamu tidak mungkin tidak tahu mereka ada di mana ? itu yang pertama.'
"Kedua bila kamu orang Hei Mo Pang, kurasa dengan kemampuan mu, kamu tidak perlu buang waktu berteman dan ngobrol dengan kita."
"Apalagi buang buang uang untuk mentraktir dan berteman dengan kita.."
"Kamu cukup sisa kan seorang siksa dan paksa bicara beres.."
ucap Siaw Hong santai.
__ADS_1
Fei Yang mengangguk dan berkata,
"Kakak Siaw benar, aku memang bukan bagian dari mereka.."
"Aku dan mereka punya urusan yang tidak bisa di selesaikan dengan satu dua buah patah kata.."
"Mereka harus bertanggung jawab atas apa yang mereka pernah perbuat.
Kini ketua Ma baru bisa menghela nafas lega dan melanjutkan berkata,
"Akhir akhir ini partai itu, tiba tiba tenggelam hilang tidak ada kabar berita, kemana mereka pergi tidak ada yang tahu.."
"Bahkan beberapa bulan yang lalu, saat markas pusat mereka di hancurkan."
"Para petinggi mereka juga tidak ada yang keluar untuk membantu."
"Jangan jangan kehancuran markas Hei Mo San, ada hubungannya dengan adik Yang, ya..?"
tanya ketua Ma curiga.
Fei Yang tersenyum dan berkata,
"Bisa di katakan begitu, tapi bukan aku pelakunya.."
Ketua Ma menatap heran dan berkata,
"Lalu,..?"
Fei Yang tersenyum misterius dan berkata,
Ketua Ma yang berpengalaman tahu Fei Yang ingin merahasiakan, nama temannya, jadi dia pun tidak mengejar lebih lanjut melainkan memberikan keterangan yang dia tahu ke Fei Yang.
"Partai itu memang hilang tak berbekas, tapi anggota kami pernah tidak sengaja mendengar berita, bahwa Xuan Ming ada di ibukota menjadi pengawal pribadi putra mahkota saat in Zhau Yuan Xi."
"Menurut laporan anak buah ku Xu Da pernah muncul di daerah timur laut, Wilayah kekuasaan negara Liao, itu berita yang aku tahu.. "
"Sedangkan Ming Wang, tidak ada yang tahu di mana keberadaannya."
ucap Ketua Ma menceritakan semua informasi yang dia tahu.
Partai pengemis memang terkenal dengan jumlah anggota yang sangat banyak dan tersebar di seluruh pelosok negri.
Jadi tidak heran bila mereka adalah partai yang menjadi pusat informasi yang sangat lengkap.
Fei Yang dari awal begitu tertarik ingin berteman dengan kelompok ini, salah satu tujuannya adalah hal ini.
Pertemanan baik ini sangat membantunya, untuk mengumpulkan informasi tentang ketiga orang itu.
Ini adalah jauh lebih baik daripada dia pontang panting sendirian kesana kemari, tanpa arah tujuan jelas.
Seperti sedang mencari jarum ditengah lautan.
"Berarti saat ini Xuan Ming ada kemungkinan berada di kota Kai Feng,.?"
tanya Fei Yang untuk mendapatkan kepastian.
Ketua Ma mengangguk dan berkata,
__ADS_1
"Bila pangeran mahkota sedang tidak kemana-mana, tentu dia ada disana.."
Fei Yang langsung mengangkat kedua tangannya memberi hormat kepada ketua Ma dan yang lainnya kemudian berkata,
"Terimakasih banyak ketua Ma atas informasi penting nya ."
"Maaf perjumpaan kita kali ini, harus berakhir di sini."
"Lain kali bila ada jodoh kita baru berkumpul kumpul lagi..senang berkenalan dengan kalian,.. sampai jumpa.."
ucap Fei Yang sambil buru buru ingin meninggalkan tempat tersebut.
"Adik Yang,.. mengapa begitu terburu-buru,? kita saja belum minum sampai mabuk kamu sudah mau pergi.."
ucap Siaw Hong sedikit kecewa.
Dia merasa cocok dan suka dengan Fei Yang, dia sebenarnya berharap bila bicara berdua.
Dia ingin berdiskusi ilmu silat dengan Fei Yang.
Tapi di hadapan kelima tetua dan ketua Ma, dia agak sungkan takut di kira pamer.
Fei Yang tersenyum tidak enak hati dan berkata,
"Fei Yang masih ada banyak tugas yang harus di selesaikan.."
"Mohon pengertian kakak Siaw.."
"Bila tugas Fei Yang selesai, Fei Yang janji pasti akan mampir kemari, menemani kak Siaw dan yang lainnya minum sampai puas.."
"Ha,..ha,..ha,.. itu baru benar, ayo kita bersulang dulu sebelum adik Fei Yang..!"
"Kita doakan semuanya lancar, cepat pergi cepat kembali..!"
"Bersulang,..!"
teriak Siaw Hong gembira.
Fei Yang juga menyambut sulangan dari semua nya, setelah menghabiskan sebotol arak.
Fei Yang memberi hormat ke semua nya, setelah itu dia pun meninggalkan lantai dua
Saat melewati Yi Wen si biang rusuh yang bikin pusing, Fei Yang sebenarnya ingin pergi meninggalkan dia begitu saja.
Tapi saat bertemu dengan tatapan mata nya yang memelas, Fei Yang entah kenapa menjadi tidak tega.
Fei Yang mengulurkan tangannya, menekan beberapa titik di tubuh Yi Wen.
Tubuh Yi Wen pun bisa kembali bisa di gerakkan lagi.
"Jangan banyak bicara kalau mau ikut, bila masih cerewet.kamu boleh tinggal di sini bersama si juling.."
ucap Fei Yang dingin sambil berjalan meninggalkan Yi Wen.
Sepasang mata Yi Wen berputar dengan cerdik, tanpa banyak bicara lagi.
Dia langsung maju memegang tangan Fei Yang , ikut meninggalkan tempat itu.
__ADS_1