PENDEKAR API DAN ES

PENDEKAR API DAN ES
KEKESALAN LI SIAN SIAN


__ADS_3

Tapi Fei Yang belum ingin orang lain tahu jati diri aslinya, Fei Yang melepaskan ikat rambutnya, membiarkan nya tergerai bebas.


Dengan berlagak seperti orang gila, dia berlari kearah ketiga orang kepala perampok, sambil berteriak,


"Awas ada harimau...! awas ada harimau, . di belakang sana...!!"


Dengan berlagak bodoh dan ketakutan, Fei Yang berlarian di sekitar mereka membuat kegaduhan.


Sambil diam diam, dia menepuk pantat kuda tunggangan mereka dan menarik ekor kuda tersebut.


Sehingga kuda yang mereka tunggangi menjadi panik bergerak liar, lalu menghempaskan mereka bertiga jatuh terkapar di atas tanah.


Fei Yang berlagak terkejut, lalu berlari menghampiri salah seorang yang berbicara tadi, dan berkata,


"Maaf maaf aku tidak sengaja mengagetkan kuda kalian,.. maaf,.."


Fei Yang dengan gerakan panik, terlihat terburu-buru menghampirinya, seperti ingin membantunya untuk bangun.


Tapi karna terburu-buru, Fei Yang malah tersandung batu, dan tersungkur kedepan menabrak kearah wajah kepala rampok yang berbicara tadi.


Kepala perampok yang baru saja bangun dari ingin memaki Fei Yang, tapi belum sempat makiannya keluar.


moncongnya sudah ditabrak oleh Fei Yang, mereka berdua kembali jatuh tumpang tindih.


Saat Fei Yang merangkak bangun dari atas tubuh kepala rampok itu.


Kepala Rampok itu sudah tewas dengan sepasang mata terbelalak tak percaya.


Dari dada kirinya di mana jantungnya berada, terlihat berlubang dan terus mengucurkan darah segar.


Sedangkan Fei Yang yang baru bangun terlihat menggenggam sebatang pedang, yang berlumuran darah sambil berteriak ketakutan.


"Maaf,.. maaf,.. aku...aku..tidak sengaja maaf..!!"


teriak Fei Yang ketakutan dengan nada tersendat sendat.


Kedua kepala perampok lain yang ikut terjatuh dari kuda, awalnya mereka terkejut dan kaget, kemudian berubah menjadi sangat marah.


Mereka berdua langsung mencabut pedang mereka, lalu mereka dengan kompak dari arah depan dan belakang, mereka menusukkan pedang kearah Fei Yang sambil berteriak,


"Mampuslah kamu kunyuk...!"


Tapi sesaat kemudian yang tumbang keatas tanah, lagi lagi adalah kedua kepala rampok itu.


Mereka berdua tumbang keatas tanah, tewas ditempat dengan pedang menembus dada mereka masing-masing.


Sedangkan Fei Yang terlihat berjongkok ketakutan di atas tanah sambil berteriak-teriak,


"Ampun ampun itu bukan salah ku.."


Sebenarnya saat kedua orang itu menikam pedang mereka kearah Fei Yang.

__ADS_1


Dengan gerakan secepat kilat Fei Yang telah menotok tangan dan kaki mereka, sebelum dia sendiri berjongkok pura-pura ketakutan.


Totokkan Fei Yang membuat kedua orang itu tidak bisa mengontrol pergerakan mereka masing-masing.


Sehingga pedang mereka meluncur tak terkontrol saling tusuk, sebelum mereka menyadari apa yang terjadi, mereka berdua keburu tewas di tempat.


Melihat ketiga pimpinan mereka sudah tewas, para perampok yang meski berjumlah lebih banyak menjadi ragu ragu untuk menyerang.


Di saat mereka sedang ragu, dengan cerdik perdana menteri keluar dari dalam kereta dan berteriak,


"Ayo Li Dan habisi mereka semua, jangan khawatir pasukan berkuda kita sebentar lagi tiba.."


"Mendengar ucapan Mentri Li Cing, sisa pasukan kerajaan dan pasukan kerajaan yang terluka, langsung berteriak dengan penuh semangat.


Mereka masing masing terlihat mengangkat senjata mereka siap bertempur hingga titik darah penghabisan.


Li Dan tidak bodoh, dia tahu dengan jelas tidak akan ada pasukan bantuan yang datang.


Bahkan bila dia sendiri tidak maju mengajukan diri, untuk mengantar paman Li Cing kembali ke desanya.


Maka perdana menteri ini, pasti sudah celaka di tangan para perampok tanpa perlindungan sama sekali.


Li Dan sadar, yang di bicarakan oleh Li Cing hanya siasat, untuk menakuti para anak buah perampok itu.


Benar saja para perampok itu langsung pucat ketakutan, mereka langsung lari berhamburan kesegala arah masuk kedalam hutan.


Li Dan setelah melihat para perampok itu pergi, dia menjura kearah Li Cing dan berkata,


"Xi Xia tidak mempertahankan paman adalah suatu ketidak beruntungan baginya.."


Li Cing menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kamu tidak perlu memuji berlebihan Dan er, sebaiknya kita cepat tinggalkan tempat berbahaya ini.."


"Sebelum nanti mereka sadar, dan kembali lagi dengan kekuatan yang jauh lebih besar."


ucap Li Cing serius.


Li Dan memberi hormat dan berkata,


"Baik paman.."


"Pasukan semuanya dengar perintah,.! segera berangkat,..!"


teriak Li Dan sambil menunjukkan pedang nya kearah depan.


Maka rombongan pasukan saling membantu memapah yang terluka, bergerak meninggalkan tempat tersebut.


Sebelum Li Cing kembali masuk kedalam kereta nya, Fei Yang tiba-tiba muncul di samping kereta dan berkata,


"Paman,.. kakak,.. boleh tidak aku ikut dengan rombongan ini.biarkan

__ADS_1


Aku yang akan menggantikan kusir kereta yang terluka itu..membawa kereta kuda meninggalkan hutan ini.."


Li Dan memandang curiga kearah Fei Yang, dia tadinya ingin menolaknya.


Tapi sebelum dia sempat menolak, terdengar Li Cing berkata,


"Dan er biarkan saja dia menggantikan Afuk, mengendarai kereta.."


Li Dan menganggukkan kepalanya, lalu tanpa berkata apa-apa, dia langsung melompat turun dari atas kereta, lalu naik keatas Kuda nya sendiri.


Li Dan menjalankan kudanya mengiringi di samping kereta kuda Li Cing dan cucunya.


Fei Yang dengan gembira duduk di posisi kusir kereta mengendarai kereta kuda tersebut, sedangkan kusir kereta yang asli terbaring lemah bersandaran di pinggiran kereta karena lengannya sedang terluka terkena anak panah nyasar.


Saat kereta mulai berjalan, dari samping kereta, tirai jendela tersingkap, muncul sesosok wajah yang sangat cantik berkata,


"Kakak Li Dan terimakasih banyak, bila hari ini tidak ada kamu di sini, entah bagaimana nasib Sian Sian dan kakek..?"



Li Dan menoleh kearah jendela dan berkata,


"Tidak perlu sungkan, ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab ku, lagipula bila tidak ada siasat dari paman Li Cing.."


"Belum tentu kita bisa meloloskan diri, dari para perampok yang sangat banyak itu.."


Li Sian Sian tersenyum manis dan berkata,


"Bagaimana pun kakak Li Dan adalah yang terbaik di kerajaan Xi Xia.."


"Terimakasih kak.."


Lalu jendela pun tertutup kembali, didalam kereta Li Sian Sian tersenyum dengan wajah sedikit merah.


Li Cing sendiri yang duduk di sebelah cucunya hanya menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Sian Sian kakek tahu, kamu mengagumi Li Dan.."


"Li Dan memang seorang pemuda yang berani gagah dan cerdas..patut di kagumi.."


"Tapi kamu tetap harus ingat status mu, kamu bagaimana pun tetap terikat pertunangan dengan putra mahkota Li Fei Yang.."


"Jadi bagaimana pun kamu harus jaga sikap mu, di depan pria lain."


tegur Li Cing sambil menghela nafas panjang.


Li Sian Sian menoleh kearah kakeknya, senyumnya tadi hilang.


Tergantikan dengan wajah cemberut.


"Kakek ini,..selalu saja mengungkit ungkit hal menyebalkan itu.."

__ADS_1


__ADS_2