
Di mana masih banyak mantan pejabat di era ke pemimpinan Zhao Yuan Zuo dan Agoda yang belum sepenuhnya memberikan dukungan kepada Zhao Heng.
Mereka semua masih was was dan ketar ketir, akan sikap yang dan langkah yang akan di ambil oleh Zhao Heng terhadap mereka.
Mereka di dalam hati selalu di.liputi perasaan khawatir, tidak bisa tenang .
Mereka takut Zhao Heng cepat lambat akan menyingkirkan merek, menggantikan mereka dengan orang orang kepercayaannya.
Saat ini mereka belum di sentuh, karena Zhao Heng masih membutuhkan mereka untuk menenangkan hati rakyat.
Bila waktunya tiba mereka semua pasti akan di singkirkan.
Wanyen Khan, yang dengan cerdik membaca situasi ini, Dia dengan gerak cepat mulai menghubungi satu persatu para mantan pejabat era sebelum Zhao Heng.
Baik dengan cara iming iming hadiah janji janji hingga ancaman yang menakut nakuti mereka, bahwa mereka cepat lambat akan di singkirkan oleh Zhao Heng.
Wanyen Khan berhasil mengantongi sejumlah tanda tangan dan janji janji dari pihak internal Song, untuk membantunya bila waktu nya tiba.
Berdasarkan janji janji ini Wanyen Khan memimpin bala tentara gabungan Khitan dan Jurchen maju menyerang perbatasan wilayah Song Utara.
Satu persatu kota kerajaan Song, memilih tahluk menyerah membelot ke kerajaan Jin.
Seperti kota Zhen ding, Daming, dan Qing, ketiga kota itu tanpa perlawanan langsung menyerah kepada pihak kerajaan Jin.
Hal ini menjadi pukulan berat bagi pihak Song.
Di tambah lagi Panglima Guo Seng mertua Zhao Heng dan kedua kakak iparnya Guo Han dan Guo Hai juga ikut gugur dalam pertempuran mempertahankan kota Taiyuan.
Kondisi ini semakin memperburuk situasi kerajaan Song.
atas anjuran dari Guo Xiaotian adik iparnya.
Zhao Heng akhirnya memutuskan Memindahkan ibukota kerajaan Song kembali ke Xiang Yang.
Sebelum pasukan Kerajaan Jin tiba di Kai Feng,, kaisar Zhao Heng dan keluarganya.
Di bawah perlindungan Jendral Guo Xiaotian, Jendral Zhan Chao dan Jendral Chin Suang.
Rombongan kaisar Zhao Heng akhirnya berhasil mundur kembali ke Xiang Yang dan membuat pertahanan di sana.
Setelah Zhao Heng mundur ke Xiang Yang, Wanyen khan yang datang memimpin pasukannya menyerang Kai Feng.
Tanpa mengalami perlawanan berarti, Kai Feng pun jatuh kedalam tangan Wanyen Khan dari kerajaan Jin.
Dengan kejadian tersebut, peta kekuatan daratan tengah kembali terbagi menjadi Kerajaan Jin, Xi Xia, Song, Tibet dan Tayli.
__ADS_1
Tapi yang paling berdekatan dan saling mengancam adalah kerajaan Jin,.Song dan Xi Xia.
Tapi Xi Xia di bawah Li Dan mengambil sikap netral, selama kerajaan nya tidak usik, dia juga tidak akan memihak pihak manapun.
Kekuatan netral Xi Xia, meski kecil, tapi sangat di perhitungkan.
Karena di belakang Xi Xia, ada orang penting yang di segani oleh pihak kerajaan Jin maupun Song.
Sementara itu, Fei Yang dan Xue Lian ditempat latihan mereka, yang terpisah dari dunia luar.
Xue Lian sudah berhasil menguasai pengendalian kekuatan unsur air udara dan es.
Jurus ke 7 telah berhasil dikuasai oleh Fei Yang dan Xue Lian secara sempurna.
Fei Yang sudah berhasil menciptakan alam dimensi yang jauh lebih kuat.
Sehingga saat dia dan Xue Lian memainkan jurus ke 7 kekuatan penakluk semesta, alam dimensi ciptaan Fei Yang mampu menahannya.
Meski mengalami guncangan hebat yang sama, tapi alam dimensi itu masih bisa bertahan tidak sampai meledak.
Kini di alam dimensi ciptaan nya, Fei Yang sedang mencoba mempelajari kitab tebasan pedang tanpa nama.
Fei Yang terlihat duduk termenung seorang diri melayang di udara, sedang membaca sebuah kitab kulit kambing kuno.
hanya berisi 4 jurus tebasan pedang.
ke empat Jurus tebasan pedang itu adalah
1 Tebasan Pedang Tanpa Wujud Rupa dan Bentuk.
2 Tebasan Pedang Tanpa Perasaan.
3 Tebasan Pedang Tanpa Keinginan.
4 Tebasan Pedang Tanpa Nama.
Di bab pendahuluan juga ada gambar setiap gerakan jurus, yang terlihat sederhana.
Tapi begitu masuk ke inti pelajaran jurus pertama, penjelasan di dalamnya begitu panjang rumit dan sulit di mengerti.
Fei Yang menggunakan segala kemampuan nya, untuk mencoba mencerna memahami arti dari setiap petunjuk dalam kitab tersebut.
Tapi ternyata kitab itu sangat tidak mudah di pelajari, meski Fei Yang sudah menguasai tehnik analisa dasar ilmu silat.
Tetapi tetap saja hal itu tidak membantu banyak, teori kitab itu tetap saja rumit.
__ADS_1
Fei Yang setelah menghabiskan waktu 3 hari tanpa hasil.
Akhirnya dia keluar dari ruang dimensi dengan wajah lesu.
Tapi saat melihat di ruangan gua tempat latihan, tidak terlihat keberadaan istrinya.
Fei Yang yang sebenarnya kangen ingin bertemu Xue Lian terpaksa harus menahan rasa rindu dan kecewanya.
Karena tanpa cermin Pat Kwa, dia tidak mungkin bisa keluar dari gua, pergi ke pondok untuk mencari istrinya.
Akhirnya sambil menghela nafas kecewa campur menyesal, dia kembali lagi kealam dimensi ciptaan nya.
Sebelum berlatih kitab dari Wu Ming Lao Jen, sebenarnya Xue Lian sempat menawarkan menemaninya latihan.
Tapi karena khawatir efek jurus yang di mainkan terlalu berbahaya, Fei Yang menolaknya.
Kini Fei Yang jadi sedikit menyesal dan merasa sepi.
Dengan kecewa, Fei Yang terpaksa mengumpulkan kembali fokusnya, meneruskan mempelajari kitab kulit Wu Ming Lau Jen.
Setelah menghabiskan waktu hampir 6 bulan, Fei Yang akhirnya berhasil merampungkan 3 dari 4 jurus yang sedang di pelajari nya.
Untuk merampungkan 3 jurus itu saja, Fei Yang harus menghabiskan 5 portal dimensi yang di buat berlapis lapis.
Sehingga setiap portal dimensi yang hancur, dunia nyata di luar sana tidak terpengaruh.
Untuk jurus ke empat Fei Yang terpaksa harus menahan diri, untuk menyelesaikannya.
Jurus itu terlalu bahaya untuk di latih kekuatan nya sungguh di luar nalar.
Fei Yang khawatir tubuhnya sendiri belum sanggup untuk menampung dan mengendalikan kekuatan jurus tersebut.
Salah salah seluruh portal dimensi rusak, dia akan memusnahkan seisi dunia berikut dirinya sendiri.
Dari gambaran kasar, Fei Yang menangkap jurus itu bukan hanya bisa menghancurkan bumi, tapi matahari dan bulan pun kemungkinan akan ikut binasa.
Seluruh planet yang mengelilingi matahari bersama bumi akan ikut binasa bersama matahari dan bulan.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Fei Yang pun menghentikan latihannya dan keluar dari portal dimensi ciptaannya.
Saat keluar dari tempat latihan lagi lagi Fei Yang tidak menemukan Xue Lian.
Dengan wajah kecewa, Fei Yang terpaksa duduk di tepi jurang, yang letaknya tidak jauh dari pintu gerbang logam biru.
Fei Yang duduk bermeditasi di sana seorang diri, sambil menunggu kunjungan dari Xue Lian.
__ADS_1