
Melihat Sian Sian dalam bahaya, Fei Yang buru buru, maju menghadang di depan Sian Sian.
Fei Yang menggunakan punggungnya untuk menyambut tendangan tersebut.
Orang itu terdorong mundur setelah menendang punggung Fei Yang, yang terlindungi tenaga Sakti yang bergerak otomatis.
Sedangkan Fei Yang meski tidak mengalami cedera apapun, tapi karena dorongan tendangan itu sangat keras.
Fei Yang yang tidak siap, tubuh nya langsung terdorong kedepan menabrak Sian Sian hingga jatuh tumpang tindih.
Sian Sian terlentang di bawah, sedangkan Fei Yang menindihnya dari atas.
Sepasang bibir mereka bertemu di sana, Sian Sian yang terkejut tak bisa menghindar, sepasang matanya yang indah hanya bisa terbelalak kaget.
Tapi sesaat kemudian dia segera meronta mendorong tubuh Afei menjauhinya, lalu menghadiahkan sebuah tamparan keras ke arah wajah Afei.
Hingga Afei terguling kesamping,. dengan ekspresi wajah kaget dan bingung.
Bagi Sian Sian ini adalah first kissnya yang diambil paksa oleh Afei pria yang paling menyebalkan sedunia.
Tentu saja dia sangat marah, di samping itu dia juga merasa jijik dan malu.
Seluruh wajah Sian Sian menjadi merah, karena menahan rasa malu dan amarahnya.
Apalagi saat Sian Sian melihat kesekitarnya, banyak orang yang sedang menonton sambil menunjuk nunjuk dirinya dan Afei.
Ada yang tertawa ada yang mencela mencemooh, bahkan ada yang mengatai mereka pasangan Anjing tidak tahu malu.
Sian Sian yang sudah tidak tahan, akhirnya saking jengkelnya, dia hanya bisa menangis sambil menutupi wajahnya dengan sepasang telapak tangannya.
Sedangkan Fei Yang tidak punya waktu untuk merenung, karena dia harus melindungi Sian Sian, yang sedang menangis, dari serangan tendangan seorang pria tinggi besar yang marah.
Karena wajah dan bajunya basah terkena semburan air dari mulut Sian Sian.
Sebelum tendangannya tiba, Fei Yang sudah lebih dulu maju merangkul pinggang pria tersebut.
Karena posisi sebelah kaki pria tinggi besar itu, sedang terangkat keatas, tanpa ampun lagi.
Tubuh pria tinggi besar itu langsung terjengkang kebelakang.
"Bukkk,...!"
Debu berterbangan menyambut jatuhnya tubuh si tinggi besar, yang ditindih oleh Fei Yang dari atas.
Fei Yang buru buru meloncat bangun, dan bergerak menjauhi pria tinggi besar itu.
Sambil berkata,
__ADS_1
"Pahlawan besar (Ing Xiong) tunggu sebentar, ini cuma salah paham saja.."
"Harap maafkan kami berdua..."
ucap Fei Yang sambil mengulurkan tangannya kedepan, untuk meminta pria itu agar mau bersabar.
Tapi pria yang sedang marah itu, malah terlihat semakin kesal, sambil memukul lantai di sebelahnya.
Dia langsung melompat bangun berdiri, lalu dengan wajah dipenuhi kemarahan.
Dia berteriak keras,
"Arggggghhh,...!!!"
Lalu dia berlari menubruk kearah Fei Yang, dengan menggunakan sepasang cakar yang jarinya sebesar pisang Ambon.
Fei Yang langsung berteriak ketakutan, dia segera bergerak menghindar, sambil menutupi kepalanya dengan kedua telapak tangannya sendiri.
"Ampun pahlawan besar...! Ampun,..!"
Tapi keanehan kembali terjadi, pria yang bertubuh tinggi besar itu, bukan hanya menubruk tempat kosong.
Tapi langkah kaki nya yang terkena jegalan kaki Fei Yang, yang terlihat seperti tidak di sengaja, malah membuat tubuhnya yang tinggi besar, kembali jatuh terjerambab kedepan, sehingga wajahnya langsung mencium tanah.
Saat si tinggi besar sedang berusaha hendak bangun untuk berdiri, di mana terlihat hidung dan mulut berlumuran darah.
Puluhan golok sudah menempel di lehernya, di bawah komando Jendral Li Dan, para pasukannya langsung bergerak mengalungkan golok mereka dileher sitinggi.besar.
Pasukan penjaga pintu gerbang, yang melihat kericuhan yang terjadi pada barisan belakang antrian.
Mereka segera berlari menghampiri tempat tersebut dengan senjata tombak ditangan.
Di bawah pimpinan seorang komandan pasukan berpangkat perwira menengah.
Mereka segera mengepung tempat terjadinya kericuhan, tapi saat sang komandan pasukan berjalan menghampiri Li Dan.
Begitu dia melihat sebuah token emas yang ditunjukkan oleh Li Dan, wajahnya langsung pucat dan buru buru menjatuhkan diri berlutut diikuti oleh seluruh anggotanya.
Dengan kepala tertunduk Komandan itu buru buru berkata,
"Maaf Jendral, hamba tidak tahu jendral sedang ada ditempat ini, sehingga terlambat datang melakukan penyambutan..'
Li Dan menepuk bahu komandan itu dan berkata,
"Bangunlah, itu bukan salah mu.."
"Lebih baik kamu bantu aku amankan tempat ini, tolong beri pengertian kepadanya, semua ini cuma kesalahpahaman saja.."
__ADS_1
"Urusan cukup sampai di sini tak perlu di perpanjang lagi."
Komandan itu menganggukkan kepalanya dengan cepat, lalu sesaat kemudian mereka sudah menggantikan pasukan Li Dan mengamankan si tinggi besar.
Si tinggi besar tidak berani bersuara lagi, di bawah todongan tombak pasukan penjaga kota, dia di bawa menuju pos keamanan.
Sedangkan Afei terlihat berjongkok di samping Sian Sian, yang sedang menangis kesal dan berkata,
"Maafkan aku Sian Sian, aku benar-benar tidak bermaksud,..aku tidak sengaja,..."
"Cukup tutup mulut mu yang busuk itu,..!!"
teriak Sian Sian marah, sambil mempelototi Afei dengan sepasang mata merah.
Afei yang tidak keburu menyelesaikan kata-katanya, dia langsung menutupi mulutnya dengan kedua tangan.
Dan terus menatap kearah Sian Sian dengan tatapan mata bersalah.
Sian Sian langsung melayangkan tangannya menampar bolak balik wajah Fei Yang, setelah itu dia mendorong Fei Yang dengan sekuat tenaga, hingga Fei Yang jatuh terduduk di atas tanah.
Lalu dia langsung berlari meninggalkan tempat itu, masuk kedalam kota sambil menutupi kedua pipinya yang terasa panas.
Li Dan Li Cing dan belasan pengawal langsung berlari menyusul Sian Sian masuk kedalam kota.
Tinggal Fei Yang seorang diri yang terduduk di lantai sambil mengelus elus kedua pipinya yang bengkak.
Fei Yang memang sengaja menyimpan kekuatan nya, dan mengunci kekuatannya agar tidak bergerak otomatis melindungi diri.
Bila tidak tangan Sian Sian yang kecil dan tidak terlatih itu, pasti akan terkilir.
Fei Yang sambil mengelus ngelus kedua pipinya yang terasa tebal, dia bangun berdiri, lalu berjalan menyusul masuk kedalam kota.
Setelah berjalan sambil celingukan kesana kesini, Fei Yang akhirnya menemukan rombongan Li Cing sedang duduk di sebuah rumah makan besar, yang cukup ramai pengunjungnya.
Sambil tersenyum Canggung Fei Yang berjalan masuk kedalam restoran tersebut.
Lalu dia menghampiri meja Li Cing, Fei Yang berdiri di samping Li Cing tidak berani berkata kata juga tidak berani duduk hanya berdiri diam sambil tersenyum Canggung.
Li Cing melirik kearah Fei Yang sekilas, lalu menggeleng kan kepalanya dan berkata,
"Main main kalian berdua semakin kelewatan, lihat akibat ulah kalian berdua.."
"Bila tidak ada Li Dan dan pasukannya yang turun tangan entah akan jadi apa kalian berdua menghadapi kemarahan orang itu..?"
tegur Li Cing yang seakan akan di tujukan ke Fei Yang, tapi sebenarnya sekaligus menegur Sian Sian yang terlihat cemberut dan menundukkan kepalanya.
Dalam hal ini dialah yang paling rugi, akibat candaan Fei Yang yang sedikit kelewatan.
__ADS_1
Tapi di samping itu, dia juga merasa berhutang terima kasih kepada Fei Yang, yang sudah berusaha menyelamatkan nya.
Meski Fei Yang sendiri tidak punya kemampuan silat sama sekali.