
"Sabar,.. sabar,.. sayang, dia kan mirip dengan kamu.."
ucap Li Yuan Ming sambil tersenyum.
"Lagi pula ucapan Fei Yang juga gak sepenuhnya salah, akhir akhir ini kita memang sudah lama tidak,.."
"Bagaimana bila kita mencobanya sekarang.."
ucap Li Yuan Ming sambil tersenyum penuh arti.
Ratu Sabrina langsung meronta dengan wajah merah dan berkata,
"Dasar genit,.. gak mau,.. kerjaan di luar sana, yang menunggu masih banyak, ayo kita segera kedepan jangan pikir macam macam."
Raja Li Yuan Ming hanya tersenyum masam, dia gak berani memaksa dan membuat Sabrina marah padanya.
"Baiklah,.. baiklah,.. mari kita kedepan.."
ucap Li Yuan Ming sambil merangkul istrinya, berjalan keluar dari kamar.
Sementara itu, ditempat lain Kim Tiaw yang mengejar kearah timur berputar-putar di udara,.dia sama sekali tidak menemukan ayah dan anak Li Yuan Hao, Li Yung.
Dia hanya menemukan Sabutai dan putranya Agoda di bawah perlindungan 7 jendral, sedang bergerak mundur kembali kearah Liao Dong.
Setelah memastikan disana tidak ada orang yang di carinya, Kim Tiaw buru buru memutar arah menuju Utara.
Tapi di sini pun tidak membuahkan hasil, Kim Tiaw mencoba putar arah haluan mengalihkan pencariannya ke barat.
Tapi dia kembali harus kecewa, karena di sini pun nihil.
Tanpa putus asa Kim Tiaw menyusul kearah Selatan, akhirnya di deretan pegunungan Kun Lun San, disebuah gunung yang.di kelilingi oleh tebing terjal, Kim Tiaw berhasil menemukan kedua ayah anak itu sedang bergerak menuruni gunung.
Mereka terlihat bergerak kearah selatan, seperti nya ingin kabur ke kerajaan Song selatan.
Kim Tiaw tidak membuang waktu,.dia segera menyambar turun kebawah menyerang kedua ayah dan anak itu, dengan sepasang cakarnya yang kuat dan berkuku runcing.
Li Yuan Hao dan Li Yung yang tidak siap, sangat terkejut diserang secara tiba-tiba oleh Kim Tiaw.
Kedua orang itu yang berusaha menangkis secara terburu-buru, dengan pedang yang mereka miliki.
Malah membuat mereka kehilangan pedangnya yang terjatuh kedalam jurang, karena di pentalkan oleh cakar Kim Tiaw yang keras dan kuat.
kedua orang itu kini terpaksa merunduk runduk bersembunyi di celah batu, untuk menghindari serangan cengkraman cakar Kim Tiaw.
Kim Tiaw yang bertubuh besar sedikit kesulitan, untuk menyerang kedua orang itu yang bersembunyi di celah sempit.
__ADS_1
Setelah berulang kali gagal,.sambil memekik marah, akhirnya Kim Tiaw berdiri diatas batu tempat mereka berlindung.
Kim Tiaw mencoba menyerang mereka dengan paruhnya.
Tapi karena jarak jangkauan tidak bisa sampai kebawah, Kim Tiaw kembali gagal.
Kedua orang itu yang berbaring di celah sempit, menggunakan kesempatan itu untuk menimpuk batu kearah mata Kim Tiaw.
Hal ini membuat Kim Tiaw harus menghentikan usahanya.
Kim Tiaw mencoba dengan cara lain, Kim Tiaw kini menggunakan sepasang sayapnya yang kuat, untuk di kibas kibaskan kearah tumpukan batu yang ada di sana.
Sehingga batu batu berterbangan kemana mana,. ada yang terlontar menyerang ayah dan anak itu.
Adanya juga yang batunya bergeser terbongkar dari tempatnya, sehingga celah tempat persembunyian mereka berdua menjadi terbongkar dan terbuka lebar.
Melihat situasi mulai tidak menguntungkan, Li Yuan Hao pun berkata,
"Yung er, kalau mau selamat, kita harus mengambil jalan terpisah.."
"Ayah akan bergerak duluan kesebelah kanan, kamu nanti menyusul ke sebelah kiri, bila berhasil kita akan bertemu kembali di kota Kai feng, ibu kota kerajaan Song."
"Baik ayah.."
Li Yuan Hao bergerak duluan menyelinap di antara bebatuan mengambil jalan sebelah kanan.
Melihat hal itu Kim Tiaw pun bergerak menyusul dengan mengibas mengibaskan sayap nya, yang menimbulkan angin kencang, dan bebatuan besar beterbangan menimpa kearah Li Yuan Hao, yang sedang berusaha melarikan diri.
Di tempat lain, Li Yung sudah berhasil melarikan diri dengan aman lewat jalur kiri.
Karena Kim Tiaw sedang sibuk mengejar kearah sebelah kanan.
Li Yuan Hao, yang di Uber Uber oleh Kim Tiaw, dia hanya bisa terus berlari tanpa arah tujuan.
Dia hanya bisa berusaha secepat mungkin mencari tempat, untuk menyelamatkan diri dan berusaha mengulur waktu, agar putra kesayangannya bisa meloloskan diri.
Tapi naas menghampiri Li Yuan Hao, karena terburu-buru dia salah injak, terpeleset terjatuh kedalam sebuah celah sempit, yang sangat dalam.
"Ahhhhhhh,..!!"
teriak Li Yuan Hao kaget histeris ketakutan, karena dia menginjak tempat kosong.
Kini tubuhnya melayang cepat jatuh kedalam jurang, yang sangat gelap dan dalam,.bahkan bebatuan yang ikut jatuh mendahului Li Yuan, tidak terdengar suara jatuhnya membentur tanah.
Ini hanya berarti jurang ini sangat dalam dasarnya.
__ADS_1
Kim Tiaw terpaksa menghentikan pengejaran nya, karena dia juga tidak mungkin, bisa masuk kedalam celah sempit itu.
Untuk mengejar maupun menyelamatkan nyawa Li Yuan Hao.
Sehingga Kim Tiaw pun terpaksa memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat tersebut, melanjutkan mengejar sasaran lainnya.
Karana Kim Tiaw mengejar dengan terbang, sedangkan Li Yung harus menuruni lereng terjal dengan hati-hati
Dalam waktu singkat dia sudah tersusul oleh Kim Tiaw, tapi Kim Tiaw yang cerdik, belajar dari pengalaman sebelumnya, dia tidak mau lagi langsung menyerang Li Yung.
Dia kali ini memilih memantau targetnya dari jarak jauh, menunggu hingga Li Yung berada di tanah datar, baru Kim Tiaw akan menyerangnya.
Li Yung yang tidak menyadari, sedang di pantau dari jauh oleh Kim Tiaw lewat udara.
Dia terus bergerak tanpa henti menuruni lereng terjal, hingga
akhirnya dia tiba di dataran datar dengan selamat.
Dengan hati gembira, Li Yung meneruskan perjalanan nya,.dengan berlarian di atas Padang rumput tebal.
Tiba tiba dari atasnya terdengar pekik keras dan ada bayangan besar menutupi semua langkahnya.
Saat Li Yung menoleh keatas, dia hanya bisa mengangkat kedua tangannya melindungi wajahnya dengan pasrah.
Tanpa perlawanan berarti, dia sudah dicengkeram punggungnya,.dan di bawa terbang keangkasa oleh Kim Tiaw.
Fei Yang sendiri berdiri di depan halaman ruang sidang istana, menunggu kedatangan Kim Tiaw.
Setelah menunggu hampir setengah harian, akhirnya Kim Tiaw pun tiba didepan halaman istana, melempar tubuh Li Yung kehadapan Fei Yang.
Fei Yang tidak bisa bertanya mengapa hanya ada Li Yung saja, sedangkan Li Yuan Hao tidak terlihat hadir.
Karena Kim Tiaw tidak mungkin bisa memberikan jawaban, Kim Tiaw bukan Hei Lung.
Tapi Hei Lung terlalu kuat dan ganas, makanya Fei Yang memilih mengirim Kim Tiaw.
Bila yang dikirim adalah Hei Lung,.sudah bisa dipastikan yang pulang tinggal jasad, Fei Yang tidak menghendaki hal itu.
Karena dia telah memutuskan menyerahkan hal ini,.di putuskan oleh neneknya.
Fei Yang menatap kearah Li Yung dengan tajam dan berkata,
"Kakak,.. dimana paman..?"
.
__ADS_1