
Naga hitam itu mengendus ke sana kemari, kemudian bergumam sendiri.
"Aku tadi jelas jelas mencium bau khas manusia di sini, kenapa tiba-tiba sampai di sini baunya hilang.."
"Apa aku salah, tapi tidak mungkin.."
Naga itu kembali mengendus kesana kemari, hingga beberapa saat akhirnya dia melesat terbang ke udara meliuk liuk, seperti seekor ular besar.
Fei Yang yang di dalam gua sangat bersyukur, dia bertindak cepat, sedikit saja telat kehadirannya pasti akan di ketahui oleh naga hitam tersebut.
Fei Yang kembali di kejutkan dengan kenyataan Naga hitam bisa berbicara, dan bisa terbang bebas di udara tanpa perlu sayap.
Ini sangat berbahaya, dia bisa terbang dan meliuk-liuk bebas diudara,. dengan kulit sisiknya yang begit tebal dan kuat, ditambah dengan kelincahannya saat bergerak bebas di udara.
Naga itu akan sangat sulit di serang dan di tahlukkan, bila terjadi pertarungan.
Berhari-hari Fei Yang hanya secara diam-diam terus mengawasi gerak gerik si Naga Hitam itu.
Serta diam diam di saat Naga itu sedang tidur, Fei Yang mulai berkeliling mencari kesana kemari, letak dari pohon buah Naga Hitam yang menjadi tujuan nya.
Fei Yang dalam beberapa hari ini terus berpikir tujuannya kemari adalah untuk buah itu, bukan untuk melawan mahluk itu.
Bila memang tidak terpaksa, dia akan sebisa mungkin menghindari pertarungan dengan mahluk itu.
Tapi sudah 3 hari Fei Yang mengelilingi seluruh area di taman tersebut, tapi tetap saja Fei Yang tidak berhasil menemukan pohon yang dia tuju.
Akhirnya Fei Yang memutuskan diam diam mendekati tempat di mana Naga raksasa itu tidur meringkuk.
Setelah Fei Yang berada dalam jarak dekat dia mencoba melihat ke arah di balik tubuh Naga Raksasa yang sedang meringkuk.
Begitu Fei Yang melihat ke balik tubuh Naga itu, Fei Yang di dalam hati terus mengutuki kebodohan dirinya.
Naga hitam selalu menunggu dan menjaga pohon buah itu, jadi dia tidak mungkin pergi jauh dari pohon itu.
Jadi semestinya dari awal dia harus sadar, pohon itu pasti ada di sekitar Naga itu.
__ADS_1
Fei Yang akhirnya menemukan sebatang pohon besar yang batang dan akarnya menyatu pada dinding tebing.
Pohon besar itu berdaun cukup lebat dengan buah tunggal berwarna hitam, mirip apel sebesar kepala manusia,
Buah itu terlihat bergoyang-goyang tertiup angin, sekilas lihat Fei Yang yakin buah itu sudah cukup matang, kelihatannya sebentar lagi akan jatuh sendiri.
Pohon buah itu tumbuh tepat di balik tubuh Naga Hitam raksasa, dari jauh pohon itu tidak terlihat jelas, karena ketutup oleh tubuh Naga raksasa yang sedang meringkuk di sana.
Tanpa membuang waktu lagi, Fei Yang melayang ringan karena buah itu, memetiknya kemudian memasukkan nya kedalam cincinnya.
Tapi baru saja Fei Yang ingin melesat pergi dari sana, Naga hitam yang sepasang matanya tertutup kini terbuka lebar.
Begitu dilihatnya, buah yang sudah di tunggu nya selama seribu tahun.
Kini sudah lenyap tidak berbekas.
Tergantikan dengan sesosok manusia yang sedang melayang cepat, ingin meninggalkan tempat tersebut.
Naga hitam langsung meraung dengan sangat marah, suara raungan nya menggetarkan seluruh taman yang ada di tempat itu.
Naga hitam yakin buah itu pasti telah di curi oleh manusia itu, dengan sangat marah dia langsung menyemburkan api hitam beracun kearah Fei Yang.
Tidak ada mahluk hidup termasuk tumbuh tumbuhan, yang sanggup bertahan hidup setelah di lewati oleh Api hitam, yang di semburkan oleh Naga Hitam itu.
Naga Hitam melesat meliuk liuk di udara, bergerak mengejar kearah Fei Yang.
Naga Hitam sambil bergerak mengejar, dia terus menyemburkan Api Hitamnya mengikuti kemanapun Fei Yang pergi.
Melihat Fei Yang sangat gesit sulit di tangkap, Naga hitam akhirnya melepaskan aura naganya lewat raungan suaranya yang dahsyat .
Raungan suara Naga hitam yang di sertai aura naga nya, menimbulkan lingkaran lingkaran hitam yang seperti cahaya gelang hitam, langsung mengurung tubuh Fei Yang.
Hingga Fei Yang merasa sulit bernafas maupun bergerak,. Fei Yang merasakan ada suatu desakan dari kekuatan tidak kasat mata.
Mengurung dan mengunci pergerakannya, Saat Cakar Naga hitam tiba ingin menangkapnya.
__ADS_1
Fei Yang juga melepaskan raungan dahsyat yang merupakan salah satu jurus dari kitab tanpa tanding.
Raungan yang Fei Yang lepaskan, menimbulkan getaran balik yang sangat kuat, sehingga gelang gelang hitam yang mengikat tubuhnya mengendur.
Dengan sekali hentakan gelang gelang cahaya hitam itu pecah hancur berantakan.
Ditangan Fei Yang muncul pedang api dan es, yang di gunakan untuk menebas kearah cakar naga yang datang.
Cakar Naga itu terpental, telapak cakar naga mengalami luka robek, sehingga terlihat darah berwarna hitam bercucuran keluar dari telapak tangan Naga tersebut.
Tapi hal itu hanya terjadi sesaat saja, sesaat kemudian kulit dan daging yang terbuka lebar terkena sabetan pedang Fei Yang, lukanya sudah menutup kembali.
Ternyata Naga itu memiliki kemampuan khusus beregenerasi sel sel yang rusak, menjadi sel sel baru.
Sehingga lukanya tanpa perlu di obati dan di rawat, luka tersebut bisa sembuh sendiri dengan sangat cepat.
Naga itu kembali meraung marah, dengan kekuatan aura naga dan kekuatan raungan nya, dia kembali mencoba ingin mengurung Fei Yang.
Tapi Fei Yang sudah tidak mau terulang untuk kedua kalinya, dengan putaran tubuhnya yang menimbulkan badai es dan api Fei Yang melepaskan diri dari tekanan aura naga itu.
Fei Yang melepaskan jurus 5 kitab tanpa tanding, halilintar langit tingkat 9.
Sebuah halilintar bercahaya keemasan datang dari langit menyambar kearah Naga hitam.
Di susul dengan dua buah tebasan biru merah, yang di lesatkan secara menyilang, menyambar bagian leher Naga Hitam raksasa itu.
Sehingga Naga hitam raksasa itupun terpental ke udara, lehernya terluka lebar, tapi segera sembuh sendiri.
Serangan Fei Yang tidak berhasil memutuskan leher naga itu, karena Naga Hitam terlindungi oleh sisik yang tebal dan keras.
Sambaran petir itupun hanya membuat dia kejang sejenak, lalu dia kembali bisa meliuk liuk bebas diudara.
Naga itu sambil meliuk liuk,
mengeram marah, dan kembali melesat kebawah, dengan sepasang cakar depan nya,.dan mulut di pentang lebar, dia siap mencaplok Fei Yang.
__ADS_1
Serangan tebasan pedang biru merah datang silih berganti di lepaskan oleh Fei Yang untuk menghadang terjangan Naga Hitam tersebut.
Tapi pergerakan Naga Hitam yang terus meliuk liuk, menyulitkan Fei Yang untuk menyerangnya dengan tepat