
Tubuh ketiga Jendral itu terpental keluar dari benteng kota Yin Chuan.
Ketiga Jendral itu terkapar tak bergerak di atas tanah dengan bagian punggung hancur.
Seluruh kota Yin Chuan mengalami ledakan dahsyat di segala penjuru.
Pasukan kerajaan Song yang berada di atas tembok benteng kota, pada terlempar dari atas benteng jatuh kebawah, dalam keadaan tak bernyawa.
Hampir setengah dari pasukan kerajaan Song, semua nya tewas tak bersisa terjebak di dalam kota Yin Chuan, yang di kepung ledakan di seluruh penjuru.
Zhao Yuan Zuo hanya bisa terbelalak tak percaya menatap kearah kejadian yang terjadi di depan matanya.
Fei Yang sendiri yang bersembunyi di balik awan setelah melepaskan serangan api langit dan petir langit lapis ke 9.
Dia sudah bergerak meninggalkan lokasi, sebelum Zhao Yuan Zuo menyadari keberadaan nya.
Fei Yang dari awal sudah memprediksi, taktik meledakkan seluruh kota Yin Chuan.
Tidak bakal mungkin menghancurkan kekuatan pasukan kerajaan Song yang begitu besar.
Fei Yang malah memperkirakan, mungkin hanya akan menghancurkan 10% kekuatan pasukan kerajaan Song.
Tapi kenyataan yang di luar prediksi nya dan terjadi seperti saat ini, benar benar membuat dirinya merasa sedih sekaligus gembira.
Fei Yang merasa sedih karena begitu banyak manusia yang harus mati sia sia.
Di mana mereka semua pasti punya orang tua, saudara, istri dan anak, yang sedang menanti kepulangan mereka dari tugas negara.
Memikirkan hal ini, Fei Yang tidak bisa mencegah perasaannya, untuk merasa bersedih dan berduka untuk mereka.
Tapi di lain sisi, dia juga merasa gembira, kejadian ini akan mempermudah dirinya, untuk mengalahkan invasi pasukan kerajaan Song, dengan waktu yang bisa lebih singkat.
Semakin singkat pertempuran, maka akan semakin berkurang kerugian yang harus di tanggung oleh pihak kerajaan dan seluruh rakyat Xi Xia.
Zhao Yuan Zuo setelah sadar dari kagetnya, dia kembali berteriak penuh kemarahan.
Hingga wajahnya menghijau, urat urat di dahinya sampai menonjol keluar saking emosinya.
"Arggggghhh,..! bajingan,..! bajingan,..! bajingan,..!"
Tubuhnya melesat menuju angkasa melepaskan tebasan pedang sinar hitam melesat ke 8 penjuru.
Tapi semuanya sia sia, karena Fei Yang sudah lebih duluan menghilang dari jangkauannya.
Kini dari lima jenderalnya, Zhao Yuan Zuo hanya memiliki jendral Gong, pimpinan pasukan Catapult saja.
Bahkan para wakil keempat jendral itu, juga tidak ada yang berhasil menyelamatkan diri dari ledakan dahsyat, yang terjadi di dalam kota Yin Chuan.
Setelah ledakan berhenti Zhao Yuan Zuo pun berkata,
"Jendral Gong tolong atur 50 orang yang terbagi dalam 5 kelompok, untuk masuk dan melakukan pemeriksaan, situasi yang terjadi di dalam kota tersebut.."
__ADS_1
"Siap yang mulia, !"
jawab Jendral Gong cepat.
Dia segera mempersiapkan pasukan mata matanya, untuk masuk kedalam kota Yin Chuan melakukan pemeriksaan.
Selanjutnya Zhao Yuan Zuo dan seluruh sisa pasukannya, hanya bisa menunggu laporan hasil pemeriksaan dan pemantauan pasukan, yang mereka tugaskan untuk memantau keadaan di dalam kota Yin Chuan.
Beberapa waktu kemudian, setelah pasukan yang di tugaskan itu kembali dan melaporkan hasil pemantauan mereka.
Jendral Gong segera maju menyampaikan laporannya.
"Yang mulia, kota Yin Chuan ternyata adalah kota mati, tidak ada apapun di sana.."
"Bahkan air bersih pun tidak ada.."
ucap Jendral Gong memberi laporan.
Zhao Yuan Zuo tersenyum pahit menanggapi laporan dari bawahannya.
Sebenarnya dia juga sudah memprediksi tentang hal ini.
Dia memilih mengirim mata mata kesana, hanya ingin sekedar mencari informasi saja, untuk menambah keyakinannya.
Setelah mendengar semuanya, Zhao Yuan Zuo mau tidak mau harus akui, sekali ini dia benar-benar telah di kerjain oleh Fei Yang habis habisan.
Dengan wajah tanpa semangat, Zhao Yuan Zuo berkata,
"Jendral Gong, persiapkan kemah, kita malam ini berkemah saja dulu.."
"Baik Yang Mulia,. "
jawab Jendral Gong cepat, setelah memberi hormat, dia buru-buru mengundurkan diri untuk pergi mempersiapkan segala sesuatunya.
Dengan kejadian seperti ini, Zhao Yuan Zuo sadar, meski pasukannya masih banyak yang mendukungnya.
Tapi mereka semua jelas sudah kehilangan semangat perang.
Mental dan moril pasukan nya, sudah lelah luar dalam.
Saat malam tiba, Zhao Yuan Zuo, yang sedang serius melihat peta yang berada di hadapannya bersama Jendral Gong.
Tiba-tiba dari arah pintu kemah, seorang pengawal berlari masuk kedalam ruangan dan berkata,
"Lapor Yang Mulia,.."
"Ada surat penting yang di kirim oleh merpati pos, buat Yang Mulia."
"Bila di lihat lihat, burung ini ada kemungkinan berasal dari kerajaan Song.."
ucap prajurit itu sambil menjatuhkan diri berlutut di hadapan Fei Yang.
__ADS_1
"Serahkan kemari suratnya,.."
ucap Zhao Yuan Zuo cepat..
Prajurit itu dengan cepat maju menyerahkan surat itu ke Zhao Yuan Zuo.
Zhao Yuan Zuo dengan cepat membuka gulungan surat kecil, yang di kirimkan oleh mata matanya.
Setelah membaca isi surat tersebut, Wajah Zhao Yuan Zuo pun berubah ubah warnanya.
Tidak ada senyum lagi yang tersisa, di wajahnya.
Melihat ekspresi wajah junjungan nya, Jendral Gong dengan hati hati bertanya.
"Apa yang terjadi Yang Mulia ?"
Zhao Yuan Zuo sambil menghela nafas berat, memberikan surat itu kepada Jenderal Gong dan berkata,
"Besok subuh kita harus segera kembali ke Kai Feng,.. secepat mungkin.."
Jendral Gong setelah membaca isi surat yang melaporkan bahwa,
Kota Lan Zhou sudah di rebut kembali oleh pasukan kerajaan Xi Xia.
Dan yang paling mengejutkan dan sangat mengkhawatirkan adalah Agoda dari Liao sudah menguasai 3 kota penting yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Song.
Setelah membaca isi surat itu, dan mengembalikan kepada Zhao Yuan Zuo.
Jendral Gong pun berkata,
"Baiklah yang mulia, saya akan siapkan segala sesuatu nya.."
Setelah berkata, dia buru-buru meninggalkan ruangan perkemahan Zhao Yuan Zuo.
Keesokan paginya rombongan pasukan kerajaan Song, langsung meninggalkan kota Yin Chuan.
Mereka langsung bergerak melewati gurun pasir yang gersang, untuk bisa tiba secepatnya di Tai Yuan.
Tapi di saat mereka sedang melintas, melewati daerah gurun pasir yang panas dan gersang.
Tiba-tiba dari balik pasir di kanan kiri mereka, bermunculan secara mendadak, orang orang bertopeng. melepaskan anak panah menghujani kearah mereka.
"Serrrrrrr,..!! Serrrrrrr,..!! Serrrrrrr,..!!
"Arghhhh,..!"
terdengar teriakan kesakitan para prajurit yang tidak siap, dan tidak menyangka, akan datang anak panah dari balik.pasir menghujani mereka.
Pasukan kerajaan Song yang pada dasarnya sudah terlihat lesu, karena belum sempat makan ataupun minum.
Satu persatu dari mereka semuanya, mulai bertumbangan terkena anak panah.
__ADS_1
Sebelum mereka sempat hilang kagetnya, Jendral Watobi dan Toba Chen,. sudah berteriak,
"Sekarang juga,..! mari kita habisi mereka semuanya..!!"